2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Selonding: The Sound of Healing

I Wayan Pande Widiana by I Wayan Pande Widiana
April 7, 2023
in Esai
Selonding: The Sound of Healing

Komunitas selonding Bali Aga | Dok. penulis

PERNAH MENDENGAR kata healing? Tentunya istilah ini tidak asing lagi di kalangan Gen Z. Dewasa ini istilah Healing menjadi semakin populer di kalangan para wisatawan dengan jargonnya ‘Healing Yuk’.

Healing yang dalam bahasa Indonesia artinya penyembuhan. Tentunya ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk ‘penyembuhan’. Namun, pada umumnya banyak bestie yang melalukan traveling untuk penyembuhan—yang dalam hal ini kita artikan sebagai refreshing atau upaya penyegaran pikiran.

Menyegarkan pikiran dari hiruk-pikuk aktivitas dan beban pekerjaan sehari-hari. Ya, tentunya untuk mencari sebuah ketenangan bukan? Namun, tidak sedikit pula orang-orang yang memiliki waktu terbatas untuk berpergian menggunakan alternatif lain sebagai sebuah solusi.

Salah satunya ialah dengan menggunakan media musik (sound) sebagai alternatif penyembuhan atau untuk sekedar me-refesh diri kepenatan yaitu dengan cara mendengarkan musik untuk mendapatkan ketenangan pikiran.

Lalu, apa hubungannya dengan Selonding?

Secara etimologi, asal usul kosa kata “Selonding” itu bermula dari kata “Salunding”. Kata tersebut termuat di setiap prasasti atau manuskrip terkait yang ditemukan pada periode abad ke IX. 

C.F.Zoetmulder & S.O. Robson dalam bukunya Kamus Jawa Kuna Indonesia terjemahan Darusuprapta, kosa kata Salunding sama dengan kunci musik yang tergantung seperti gender (wilahan). Atau disebut juga sebuah alat yang ditabuh , sederet lempengan-lempengan besi digantung di atas sebuah kotak kayu.

Meier, seorang etnomusikolog dari Swiss, menafsirkan kata Selonding itu dengan Salon-Ning yang berarti tempat suci.

Sedangkan Tim peneliti guru-guru Kokar yang sempat mengadakan penelitian Selonding di Tenganan tahun 1971 menemukan bahwa kata Selonding dengan uraian: Salon=saron, sedangkan Ding sebagai nada (Tonika).

Dan Pande Tusan (nama welaka) berpendapat bahwa istilah Selonding timbul dari gejala alitrasi atau onomatope (peniruan pemberian nama lokal yang timbul dari gejala peniruan bunyi dari benda bersangkutan).

Di mana bunyi yang khas dan dominan pada instrumen ini menurut pendengaran orang Bali berbunyi Dlung-ding dlung-ding dari aspek cara pukulannya yang menggunakan dua panggul.

***

Penulis mencoba melakukan kajian lebih komprehensif untuk membedah etimologi “Selonding” tersebut melalui pendekatan perspektif Sastra, Musikologi dan Psikologi.

Istilah Selonding berawal dari kata “Salunding” yang disebutkan pada berbagai prasasti terkait.

Kosa kata “Salunding” berasal dari kata Salu dan Nding, di mana kata Salu artinya Ruang atau Dimensi, kata Nding diartikan sebagai tonika dari bunyi nada Ding yang disimbolkan dengan aksara Ulu. Di mana Ulu tersebut artinya dalam bahasa Bali yaitu dulu: bagian atas atau kepala (motorik).

Secara etimologi, tonasi Nding tersebut berasal dari kata Ening/Ning yang dalam Bahasa Bali artinya kejernihan, ketenangan pikiran. Etimologi Nding tersebut selaras dengan perspektif sastra mengenai aksara suara Ulu. Jadi, nada Ding dengan aksara Ulu merupakan simbol dari kejernihan atau keheningan pikiran. Hening yang dalam bahasa Bali disebut Ening/Ning.

Sedangkan secara Psikologis, dari survei beberapa audiens yang mendengarkan suara Selonding mengatakan bahwa ketika setiap mendengarkan lantunan Selonding mereka merasakan ketenangan pikiran.

(Sebilang ningehang munyin Selonding jeg tis, sejuk, tenang, ning rasa pikirane), kurang lebih seperti itu ungkapan meraka.  Berdasarkan hal tersebut bisa dikatakan bahwa vibes dari bunyi Selonding mampu menstimulasi ketenangan pikiran.

Jadi, mengapa gamelan ini disebut sebagai Selonding, karena secara musikal vibes atau gelombang bunyi dari lantunan suara Selonding tersebut mampu membangun ruang atau dimensi (salu) bunyi yang menstimulasi keheningan dan ketenangan pikiran (nding).

Tentu para tetua terdahulu menyelipkan makna dalam sebuah metafor yang estetik yang diperlukan sebuah usaha mendalam dan kejelian untuk memahaminya. Sehinga ini bisa menjadi jawaban terdekat mengapa gamelan ini bernama Selonding.

Dengan begitu, bisa jadi Selonding memiliki makna The Sound of Healing. Sebuah doa meditasi melalui keyakinan bunyi.

Selonding (vibrasi bunyinya) mampu menghantarkan pendengarnya seakan berada pada dimensi murni yang hening, khusuk sehingga mampu menstimulasi ketenangan dan kesejukan yang dapat menjernihkan pikiran. 

Nah, ketengan dan kesejukan pikiran itu yang kita cari dalam konsep healing ‘kan?

Sungguh luar biasa para pendahulu kita, menempa nilai-nilai kearifan melalui cipta, rasa, dan karsanya dibungkus dengan metafor estetik yang diwujudkan dalam ‘Selonding’ ini. Sebuah tempaan spiritual dari local wisdom yang beruntung masih bisa kita warisi hingga masa kini.

Tetapi, barangkali ini menjadi jawaban terdekat mengapa gamelan ini dinamai Selonding. Ya, ‘mungkin’ para tetua pendahulu kita menitipkan sebuah harapan dengan adanya gamelan ini diharapkan mampu menjadi solusi alternatif untuk membangun ketenangan rohani dalam meditasi bunyi.

Terakhir, apa iya para Bestie merasakan ketenangan atau kesejukan pikiran saat mendengar lantunan Selonding? Kalau iya Berarti…?

Oke, salam dari Bongkol Gunung Agung, Pegunungan Bali (Bali Aga). Rahayu.[T]

Banyumili, Karya Neo-Klasik Untuk Gamelan Selonding | Sublimasi Nilai Telaga Sebagai Benih Penciptaan
Topeng Tugek Carangsari Kini “Manyelonte” Lewat Selonding
Pembelajaran Gamelan Selonding Berbasis Aplikasi Android
Tags: baliBudayagamelan selondingmusikTradisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Transformasi Perguruan Tinggi Melalui Kebijakan Kampus Merdeka Mandiri

Next Post

“Foot Note”, Merayakan Kertas, Membicarakan Wayan Teher, Maestro Lukis dari Tabanan

I Wayan Pande Widiana

I Wayan Pande Widiana

Komunitas Selonding Bali Aga

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
“Foot Note”, Merayakan Kertas, Membicarakan Wayan Teher, Maestro Lukis dari Tabanan

"Foot Note", Merayakan Kertas, Membicarakan Wayan Teher, Maestro Lukis dari Tabanan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co