23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

LPD di Bali, Ayo Bangun Kurva Sigmoid Baru 

dr. Putu Sukedana, S.Ked. by dr. Putu Sukedana, S.Ked.
March 16, 2023
in Esai
LPD di Bali, Ayo Bangun Kurva Sigmoid Baru 

Ilustrasi tatkala.co

“Create your future from your future, not your past” — Werner Erhard-

Kenangan kadang indah kadang tidak. Tahukah Anda, ada perusahaan milik Negara pada masanya sukses dengan memulai usaha namun pada akhirnya justru jatuh ke jurang kehancuran. Awalnya memiliki 2 kapal hingga 14 kapal bahkan melayani pelayaran domestik dan internasional. Ini bukan aib, namun kita belajar bersama agar tidak jatuh pada hal yang sama.

Saban hari dengan keberhasilannya, mereka mulai terlena dan pengelolaan menjadi sembrono. Terjadi kecurangan dari karyawannya sendiri karena ketika ada order/permintaan mereka mengirimnya kepada saingan usahanya alih-alih untuk mendapat komisi. Awalnya satu dua orang namun semakin menjadi rahasia umum dan membuat mereka gigit jari di kemudian hari.

Kentara hingga tahun 2006 hingga 2012 kerugian operasional mencapai Rp 1,7 triliun rupiah. Para karyawan semakin tidak saling mempercayai dengan managemen dan perusahaanya, begitu pula sebaliknya.

Bahkan Dahlan Iskan waktu itu yang menjadi Menteri BUMN mengatakan kerusakan yang terjadi sudah kadung parah. Hal ini sebetulnya bisa kita sadari, bahwa setiap perusahaan publik maupun swasta bisa mengalami kurva Sigmoid alias sangat alamiah. Namun, justru inilah momentum melakukan transformasinya.

Kurva Sigmoid merupakan kurva berbentuk huruf S. Kurva ini menunjukkan pada mulanya perusahaan mengalami pertumbuhan pesat, kemudian mulai melambat, terutama mendekati titik puncak. Penurunan itu ditandai dengan adanya penurunan pendapatan atau pertumbuhan perusahaan. Di titik ini, perusahaan harus melakukan sesuatu,  seperti reinvention atau melakukan transformasi. Contoh lainnya adalah saat PT Merpati Nusantara Airlines yang kalah bersaing dengan Low Cost Carrier (LCC)

Di dunia pasar tradisional penampilan pasar yang kumuh akan tergerus oleh minimarket maupun supermarket yang bersih. Syukur di daerah Singaraja, transformasi di pasar tradisional Banyuasri segera dilakukan setidaknya mulai dari penampilannya. Sisanya tergantung konsistensi dari pengelola pasar.

Gambar. Kurva Sigmoid | Sumber: www.herwinlab.com

Di era kepemimpinan Ignasius Jonan sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) meraka menyadari pentingnya transformasi teknologi, budaya kerja, bahkan tampilan pelayanannya. Pada awalnya datang sering telat kereta api, calo dimana-mana, belum lagi kebersihan tidak higienis. Yang dilakukan pertama kali adalah meningkatkan remunerasi, lalu meminta semua sumber daya karyawan yang ada untuk menjadi profesionalisme. Bak bak toilet mulai terisi air, kebersihan toilet diperhatikan. Dari 2008 KAI merugi Rp 80 miliar, dengan adanya transformasi sudah untung Rp 153,8 miliar.

Faktor kunci untuk membuat dan membangun kurva Sigmoid baru ada beberapa hal sebagai berikut yang bisa dilakukan yang disebut 4M.

  • Membangun Sense of crisis dan sense of urgency

Dulu kondisi Garuda Indonesia kasnya hanya 20 juta US dollar dan biaya operasional mencapai 60 juta US dollar. Dengan kondisi seperti itu masih banyak karyawan yang berpikiran itu bukan masalahnya dan berpikir pasti akan dibantu oleh pemerintah. Mereka berada zona nyamannya. Kondisi ini bisa diatasi dengan membangun sense of crisis seperti wajib membuat terobosan mulai dari yang harusnya pulang jam 4, maka jajaran managemen harus menunjukkan mereka dalam kondisi krisis seperti rapat atau bekerja melebihi jam nya bekerja.

Hal lain untuk membangun sense of urgency yaitu permasalahan hari ini diselesaikan hari ini. Jangan ada anggapan bahwa jika bisa diperlambat ngapain dipercepat. Anekdot seperti itu sering disematkan kepada pelayanan publik seperti oknum di PNS, walau tidak semua hal ini membuat citra semua PNS menjadi tercoreng.

Kasus pada LPD di Bali sense of crisis dan sense of urgency misalnya dapat membuat terobosan program pembiayaan pembiayaan anak-anak yang akan berangkat ke luar negeri untuk investasi seperti belajar maupun bekerja. Mereka berinvestasi pada mind bahkan pengalaman hidup yang berbeda dengan kondisi di Bali. Karena dana yang ada di LPD tanpa lancar yang menjadi debitur jangan berharap aliran dana menjadi lancar.

Menurut saya, anak-anak desa yang berkeinginan ke luar negeri seperti ini adalah debitur potensial bahkan bisa diajak membangun desa kedepan. Wow !

  • Menolak perilaku penyangkalan

Seringkali kita melakukan penyangkalan terhadap suatu permasalahan yang ada. Penelitian dari Robert Kegan dan Lisa Laskow (2009) menunjukkan hanya 15% yang menderita penyakit jantung merubah kebiasaan hidupnya. Memang perubahan itu sulit, namun salah satu hal yang paling mendasar adalah ketidaktahuan posisi/kondisinya saat ini serta cara untuk melakukan perbaikannya.

Ketidaktahuan membuat kita menyangkal. LPD di Bali yang sebenarnya memiliki peran strategis membangun desanya masih tersisih karena memang kita menyangkal bahwa menabung di LPD belum ada kepercayaan lebih dalam dibandingkan bank-bank besar lainnya. Mengapa?

Karena isu segelintir LPD bangkrut dan kurang berhasil lebih merajai berita LPD yang sukses membangun desanya tentunya bersama nasabah-nasabahnya. Kita masih menyangkal peran krusial LPD ini, nah bagaimana jika kedepan LPD yang sukses kita boom kan sehingga bisa menjadi pancingan bagus mengubah mindset.

  • Managemen pemimpin

Ketika melakukan perubahan maka yang sering terjadi adalah pemimpin menunjuk dengan satu jari kepada karyawannya, namun dia lupa 4 jari sisanya mengarah kepadanya. Oleh karena itu sering terjadi permasalahan yang membuat gagalnya bertransformasi. Untuk itu managemen pemimpin atau kebijakan yang ada harus dimulai dari kepalanya lalu badan hingga ekor akan mengikuti. Perubahan perilaku sering susah berlari kencang karena di satu sisi perubahan harus dilakukan saat itu juga namun manfaat yang dirasakan dalam jangka panjang.

Di Universita Pendidikan Ganesha Jurusan Pasca Sarjana Managemen saya bertemu dengan salah satu senior yang sudah malang melintang dalam mengurus LPD dari sebuah desa di Buleleng. Walau sudah sepuh ternyata semangatnya tak pernah pudar. Yak, transformasi organanisasi tanpa diikuti dengan transformasi mindset akan menjadi sebuah omong kosong.

Salah satu cara mengubah pola pikir adalah pendidikan dan lingkungan dengan pergaulan yang pas. Sudah saatnya pengurus-pengurus LPD seperti di hotel diberikan training-training yang continu bahkan meningkatkan skill melalui sekolah. Mari kita dukung

  • Melakukan the burning platform

The burning platform merupakan salah satu managemen melalui bongkar habis-habisan cara lama baik SDM, aset yang terlihat maupun tak terlihat, serta standar yang ada. Hal ini pernah dilakukan managemen seperti AP II dalam mengelola krisis luar biasa di Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh ketika tsunami melanda tahun 2004. Dengan melakukan the burning platform AP II bisa menjadi Good Corporate Governance (GCG) mencapai 82,08% atau termasuk dalam kategori baik.

Lalu bagaimana dengan LPD? Apanya yang dibongkar? Gedungnya? Ya yang terlihat dan tak terlihat perlu dibongkar. Gedung yang kusam tak menarik hati. Waktu yang habis di jalan untuk ke LPD dan mengantre menjemukan, kenapa tidak jemput bola? Pola pikir yang tak terlihat mengapa kita tidak rangkul orang-orang desa yang merantau di tempat lain untuk berbagi atau bahkan studi banding ke LPD yang sehat secara finansial dan pola pikir maupun habitnya dalam bekerja.

4 M tadi bisa kita pula terapkan pada pelayanan seperti LPD di Bali. Dengan adanya LPD banyak membantu warga yang ada, namun ketidaktahuan dan ketidakmauan membentuk kurva sigmoid baru maka akan membuat LPD menjadi tinggal kenangan. Semoga LPD di Bali kian terus membaik. [T]

Devi Jayanthi dan Hukum Sekala-Niskala dalam Perjanjian Kredit LPD di Bali
Mendukung Pendirian Stiti Loka LPD Bali
LPD, Sahabatnya Orang Desa
Tags: desaekonomiLPDperusahaan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Shibiru dari Temanggung Siap Birukan Dunia

Next Post

Dua Siswa Juara Lomba Sinopsis Buku Fiksi, Kado Spesial HUT SMPN 3 Sukasada

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

Founder Budiarsana Foundation, Manager BMMC, Staff Managemen Pasien RSU Kertha Usada, Mahasiswa S2 Ilmu Managemen Pasca Sarjana Undiksha

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Dua Siswa Juara Lomba Sinopsis Buku Fiksi, Kado Spesial HUT SMPN 3 Sukasada

Dua Siswa Juara Lomba Sinopsis Buku Fiksi, Kado Spesial HUT SMPN 3 Sukasada

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co