2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

LPD di Bali, Ayo Bangun Kurva Sigmoid Baru 

dr. Putu Sukedana, S.Ked. by dr. Putu Sukedana, S.Ked.
March 16, 2023
in Esai
LPD di Bali, Ayo Bangun Kurva Sigmoid Baru 

Ilustrasi tatkala.co

“Create your future from your future, not your past” — Werner Erhard-

Kenangan kadang indah kadang tidak. Tahukah Anda, ada perusahaan milik Negara pada masanya sukses dengan memulai usaha namun pada akhirnya justru jatuh ke jurang kehancuran. Awalnya memiliki 2 kapal hingga 14 kapal bahkan melayani pelayaran domestik dan internasional. Ini bukan aib, namun kita belajar bersama agar tidak jatuh pada hal yang sama.

Saban hari dengan keberhasilannya, mereka mulai terlena dan pengelolaan menjadi sembrono. Terjadi kecurangan dari karyawannya sendiri karena ketika ada order/permintaan mereka mengirimnya kepada saingan usahanya alih-alih untuk mendapat komisi. Awalnya satu dua orang namun semakin menjadi rahasia umum dan membuat mereka gigit jari di kemudian hari.

Kentara hingga tahun 2006 hingga 2012 kerugian operasional mencapai Rp 1,7 triliun rupiah. Para karyawan semakin tidak saling mempercayai dengan managemen dan perusahaanya, begitu pula sebaliknya.

Bahkan Dahlan Iskan waktu itu yang menjadi Menteri BUMN mengatakan kerusakan yang terjadi sudah kadung parah. Hal ini sebetulnya bisa kita sadari, bahwa setiap perusahaan publik maupun swasta bisa mengalami kurva Sigmoid alias sangat alamiah. Namun, justru inilah momentum melakukan transformasinya.

Kurva Sigmoid merupakan kurva berbentuk huruf S. Kurva ini menunjukkan pada mulanya perusahaan mengalami pertumbuhan pesat, kemudian mulai melambat, terutama mendekati titik puncak. Penurunan itu ditandai dengan adanya penurunan pendapatan atau pertumbuhan perusahaan. Di titik ini, perusahaan harus melakukan sesuatu,  seperti reinvention atau melakukan transformasi. Contoh lainnya adalah saat PT Merpati Nusantara Airlines yang kalah bersaing dengan Low Cost Carrier (LCC)

Di dunia pasar tradisional penampilan pasar yang kumuh akan tergerus oleh minimarket maupun supermarket yang bersih. Syukur di daerah Singaraja, transformasi di pasar tradisional Banyuasri segera dilakukan setidaknya mulai dari penampilannya. Sisanya tergantung konsistensi dari pengelola pasar.

Gambar. Kurva Sigmoid | Sumber: www.herwinlab.com

Di era kepemimpinan Ignasius Jonan sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) meraka menyadari pentingnya transformasi teknologi, budaya kerja, bahkan tampilan pelayanannya. Pada awalnya datang sering telat kereta api, calo dimana-mana, belum lagi kebersihan tidak higienis. Yang dilakukan pertama kali adalah meningkatkan remunerasi, lalu meminta semua sumber daya karyawan yang ada untuk menjadi profesionalisme. Bak bak toilet mulai terisi air, kebersihan toilet diperhatikan. Dari 2008 KAI merugi Rp 80 miliar, dengan adanya transformasi sudah untung Rp 153,8 miliar.

Faktor kunci untuk membuat dan membangun kurva Sigmoid baru ada beberapa hal sebagai berikut yang bisa dilakukan yang disebut 4M.

  • Membangun Sense of crisis dan sense of urgency

Dulu kondisi Garuda Indonesia kasnya hanya 20 juta US dollar dan biaya operasional mencapai 60 juta US dollar. Dengan kondisi seperti itu masih banyak karyawan yang berpikiran itu bukan masalahnya dan berpikir pasti akan dibantu oleh pemerintah. Mereka berada zona nyamannya. Kondisi ini bisa diatasi dengan membangun sense of crisis seperti wajib membuat terobosan mulai dari yang harusnya pulang jam 4, maka jajaran managemen harus menunjukkan mereka dalam kondisi krisis seperti rapat atau bekerja melebihi jam nya bekerja.

Hal lain untuk membangun sense of urgency yaitu permasalahan hari ini diselesaikan hari ini. Jangan ada anggapan bahwa jika bisa diperlambat ngapain dipercepat. Anekdot seperti itu sering disematkan kepada pelayanan publik seperti oknum di PNS, walau tidak semua hal ini membuat citra semua PNS menjadi tercoreng.

Kasus pada LPD di Bali sense of crisis dan sense of urgency misalnya dapat membuat terobosan program pembiayaan pembiayaan anak-anak yang akan berangkat ke luar negeri untuk investasi seperti belajar maupun bekerja. Mereka berinvestasi pada mind bahkan pengalaman hidup yang berbeda dengan kondisi di Bali. Karena dana yang ada di LPD tanpa lancar yang menjadi debitur jangan berharap aliran dana menjadi lancar.

Menurut saya, anak-anak desa yang berkeinginan ke luar negeri seperti ini adalah debitur potensial bahkan bisa diajak membangun desa kedepan. Wow !

  • Menolak perilaku penyangkalan

Seringkali kita melakukan penyangkalan terhadap suatu permasalahan yang ada. Penelitian dari Robert Kegan dan Lisa Laskow (2009) menunjukkan hanya 15% yang menderita penyakit jantung merubah kebiasaan hidupnya. Memang perubahan itu sulit, namun salah satu hal yang paling mendasar adalah ketidaktahuan posisi/kondisinya saat ini serta cara untuk melakukan perbaikannya.

Ketidaktahuan membuat kita menyangkal. LPD di Bali yang sebenarnya memiliki peran strategis membangun desanya masih tersisih karena memang kita menyangkal bahwa menabung di LPD belum ada kepercayaan lebih dalam dibandingkan bank-bank besar lainnya. Mengapa?

Karena isu segelintir LPD bangkrut dan kurang berhasil lebih merajai berita LPD yang sukses membangun desanya tentunya bersama nasabah-nasabahnya. Kita masih menyangkal peran krusial LPD ini, nah bagaimana jika kedepan LPD yang sukses kita boom kan sehingga bisa menjadi pancingan bagus mengubah mindset.

  • Managemen pemimpin

Ketika melakukan perubahan maka yang sering terjadi adalah pemimpin menunjuk dengan satu jari kepada karyawannya, namun dia lupa 4 jari sisanya mengarah kepadanya. Oleh karena itu sering terjadi permasalahan yang membuat gagalnya bertransformasi. Untuk itu managemen pemimpin atau kebijakan yang ada harus dimulai dari kepalanya lalu badan hingga ekor akan mengikuti. Perubahan perilaku sering susah berlari kencang karena di satu sisi perubahan harus dilakukan saat itu juga namun manfaat yang dirasakan dalam jangka panjang.

Di Universita Pendidikan Ganesha Jurusan Pasca Sarjana Managemen saya bertemu dengan salah satu senior yang sudah malang melintang dalam mengurus LPD dari sebuah desa di Buleleng. Walau sudah sepuh ternyata semangatnya tak pernah pudar. Yak, transformasi organanisasi tanpa diikuti dengan transformasi mindset akan menjadi sebuah omong kosong.

Salah satu cara mengubah pola pikir adalah pendidikan dan lingkungan dengan pergaulan yang pas. Sudah saatnya pengurus-pengurus LPD seperti di hotel diberikan training-training yang continu bahkan meningkatkan skill melalui sekolah. Mari kita dukung

  • Melakukan the burning platform

The burning platform merupakan salah satu managemen melalui bongkar habis-habisan cara lama baik SDM, aset yang terlihat maupun tak terlihat, serta standar yang ada. Hal ini pernah dilakukan managemen seperti AP II dalam mengelola krisis luar biasa di Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh ketika tsunami melanda tahun 2004. Dengan melakukan the burning platform AP II bisa menjadi Good Corporate Governance (GCG) mencapai 82,08% atau termasuk dalam kategori baik.

Lalu bagaimana dengan LPD? Apanya yang dibongkar? Gedungnya? Ya yang terlihat dan tak terlihat perlu dibongkar. Gedung yang kusam tak menarik hati. Waktu yang habis di jalan untuk ke LPD dan mengantre menjemukan, kenapa tidak jemput bola? Pola pikir yang tak terlihat mengapa kita tidak rangkul orang-orang desa yang merantau di tempat lain untuk berbagi atau bahkan studi banding ke LPD yang sehat secara finansial dan pola pikir maupun habitnya dalam bekerja.

4 M tadi bisa kita pula terapkan pada pelayanan seperti LPD di Bali. Dengan adanya LPD banyak membantu warga yang ada, namun ketidaktahuan dan ketidakmauan membentuk kurva sigmoid baru maka akan membuat LPD menjadi tinggal kenangan. Semoga LPD di Bali kian terus membaik. [T]

Devi Jayanthi dan Hukum Sekala-Niskala dalam Perjanjian Kredit LPD di Bali
Mendukung Pendirian Stiti Loka LPD Bali
LPD, Sahabatnya Orang Desa
Tags: desaekonomiLPDperusahaan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Shibiru dari Temanggung Siap Birukan Dunia

Next Post

Dua Siswa Juara Lomba Sinopsis Buku Fiksi, Kado Spesial HUT SMPN 3 Sukasada

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

Founder Budiarsana Foundation, Manager BMMC, Staff Managemen Pasien RSU Kertha Usada, Mahasiswa S2 Ilmu Managemen Pasca Sarjana Undiksha

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Dua Siswa Juara Lomba Sinopsis Buku Fiksi, Kado Spesial HUT SMPN 3 Sukasada

Dua Siswa Juara Lomba Sinopsis Buku Fiksi, Kado Spesial HUT SMPN 3 Sukasada

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co