22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Devi Jayanthi dan Hukum Sekala-Niskala dalam Perjanjian Kredit LPD di Bali

tatkala by tatkala
September 24, 2022
in Pertanian, Pilihan Editor
Devi Jayanthi dan Hukum Sekala-Niskala dalam Perjanjian Kredit LPD di Bali

Ni Made Devi Jayanthi

Namanya Ni Made Devi Jayanthi. Ia dosen di Fakultas Hukum Universitas Warmadewa, Denpasar.

Di tengah banyak Lembaga Perkreditan Desa (LPD) berkasus hukum, ia meneliti LPD untuk disertasinya yang berjudul “Penerapan Asas Hukum Sekala Niskala Dalam Perjanjian Kredit Guna Mewujudkan Good Corporate Governance Berbasis Kearifan Lokal (Studi Kasus Pada Lembaga Perkreditan Desa Adat Di Provinsi Bali)”.

Disertasi itu dipertahakan Ni Made Devi Jayanthi di hadapan sidang ujian terbuka di Fakultas Hukum, Universitas Brawijaya, Malang, secara daring, Senin, 25 Juli 2022.  Dan Devi dinyatakan lulus dengan predikat dengan pujian. Ia pun meraih gelar Doktor Ilmu Hukum di Fakultas Hukum, Universitas Brawijaya.

Penelitian Devi dilatarbelakangi belum sempurnanya tatakelola LPD di Bali, khususnya dalam hal perjanjian kredit. Model perjanjian kredit di LPD saat ini, menimbulkan polemik di kalangan pengelola LPD karena masih konvensional, layaknya lembaga keuangan semacam bank perkreditan rakyat (BPR) atau koperasi.

Padahal, sesuai dengan amanat pasal 39 (3) Undang-Undang Nomor 1 tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro (LKM), LPD diakui dan dinyatakan sebagai lembaga keuangan khusus komunitas adat yang tidak tunduk kepada UU LKM dan diatur berdasarkan hukum adat. Pasal tersebut menegaskan LPD sebagai lembaga yang menjalankan fungsi intermediasi sekaligus misi budaya.

Atas dasar itu, Devi menggali dan menemukan bahwa asas hukum sekala-niskala sebagai nilai kearifan lokal yang tepat karena konsep sekala-niskala telah dikenal masyarakat Bali sebagai kepercayaan terhadap hukum dua dunia. Sifatnya esensial dalam kehidupan mereka, karena termuat pada hampir seluruh awig-awig tertulis di desa adat, setidak-tidaknya di empat lokasi penelitiannya.

“Asas hukum sekala niskala juga dapat diharmonisasikan dengan pengaturan hukum perjanjian nasional,” kata Devi.

Menurut Devi, pemerintah harus mengakomodasi harmonisasi hukum agama dan hukum negara dalam lingkungan sosial adat Bali, sebagai bukti adanya pluralisme hukum, agar terbentuk perjanjian hukum sekala-niskala yang berani diterapkan oleh LPD Desa Adat di Bali.

Bersama para pengelola LPD di sejumlah desa adat yang menjadi lokasi penelitiannya, yakni LPD Desa Adat Kedonganan di LPD Desa Adat Kedonganan, LPD Desa Adat Pecatu, LPD Desa Adat Kapal (Badung), dan LPD Desa Adat Dukuh Penaban (Karangasem), Devi telah merumuskan suatu model surat perjanjian kredit sekala-niskala yang sekaligus menjadi temuan penelitiannya.

Model surat perjanjian kredit itu memuat tiga aspek, yaitu implikasi hukum sekala, implikasi hukum niskala, dan implikasi hukum sekala-niskala.

Implikasi hukum sekala yaitu teknis perjanjian kredit harus diatur dahulu dalam pararem sebagai bukti legalitas formal hukum adat. Implikasi asas hukum niskala terletak dalam bagian awal surat perjanjian yang berisi mantram dewa saksi.

Sementara implikasi asas hukum sekala-niskala terdapat dalam bagian-bagian komparisi yakni debitur haruslah merupakan krama desa adat, larangan waktu tertentu pembuatan perjanjian pada hari-hari raya tertentu berdasarkan kearifan lokal Bali, jaminan kredit yang bersifat materiel (benda tetap maupun bergerak) dan imateriel (kompensasi pembayaran melalui ngayah/pengabdian untuk desa adat), hak dan kewajiban debitur dan LPD serta penyelesaian sengketa harus dilakukan melalui paruman.

Penetrasi implikasi hukum tersebut ke dalam model surat perjanjian kredit  diharapkan mampu menjadi risk control system di LPD. Dalam tatakelolanya, LPD juga ditopang modal sosial berupa partisipasi desa adat.

“Saya optimistis, ditunjang dengan penanaman nilai religi yang kuat lewat ritual Madewa Saksi atau apapun istilahnya di masing-masing desa adat, yang mengiringi proses penandatangan kredit, kegagalan kredit dapat diminimalisasi,” kata ibu muda berusia 31 tahun ini.

Lebih jauh Devi menegaskan perjanjian kredit sekala-niskala sesungguhnya merupakan upaya mewujudkan good corporate governance (GCG) berbasis kearifan lokal sehingga bermanfaat dalam penyesuaian tata kelola LPD berdasarkan hukum adat. Agar ini terwujud, seluruh pemangku kepentingan LPD harus memahami betul asas dan implikasi hukum tersebut sebagai sebuah langkah early warning system atau deteksi dini dalam upaya memperbaiki tatakelola LPD secara keseluruhan.

Dalam bidang perkreditan, terutama berkenaan dengan bidang penyaluran kredit, penelitian di LPD Kedonganan dan Pecatu menunjukkan bahwa idealnya setiap LPD wajib memiliki  tahapan dalam proses penilaian 5C, yaitu character (karakter), capacity/cashflow (kapasitas/keuangan), capital (modal), conditions (kondisi), collateral (agunan), constraint (hambatan).

“Penting untuk menguatkan sisi-sisi kearifan lokal dalam tata kelola LPD sebagai bentuk penyempurnaan mekanisme check and balances, agar semakin maksimal dalam menjalankan fungsinya sebagai agent untuk membantu pemerintah menuju kesejahteraan di desa adatnya masing-masing,” tandas putri kedua Ketua LPD Desa Adat Kedonganan, I Ketut Madra dengan pasangan Ni Wayan Mustari ini.

Tim promotor yang terdiri atas Prof. Dr. Prof. Dr. Suhariningsih, S.H., S.U, Prof. Dr. Rachmat Safa’at, S.H., M.Si, dan Dr. Siti Hamidah, S.H., M.M., menyatakan salut atas kerja keras Devi hingga menghasilkan penelitian dengan temuan baru sebagai sumbangan bagi tatakelola LPD di Bali. Menurut Prof. Rachmat Safa’at, Devi telah hadir mengangkat kekuatan hukum adat Bali dalam konteks  hukum nasional dan hukum internasional.

“Disertasi ini cukup representatif di tengah pergulatan antara hukum adat, hukum nasional, dan hukum internasional,” kata Prof. Rachmat saat memberi sambutan usai ujian.

Selain tim promotor, alumni S2 Kenotariatan Unud dan Sarjana Hukum Universitas Gajah Mada (UGM) itu juga diuji oleh sejumlah guru besar dan doktor ilmu hukum dan dari sejumlah universitas di Indonesia, yakni Prof. Dr. I Wayan P. Windia, S.H.,M.Si., Prof. Dr. I Nyoman Nurjaya, S.H.,M.S, Dr. Iwan Permadi, S.H.,M.Hum., Dan Dr. Budi Santoso, S.H.,LL.M. Devi merupakan lulusan ke-523 di Prodi S3 Ilmu Hukum FIB Unibraw. [T][Ole/*]

Tags: baliLPDUniversitas BrawijayaUniversitas Warmadewa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

BaliMakãrya Film Festival 2022 | Menjadikan Bali Sebagai Kiblat Ideal Festival-Festival Film Terpenting

Next Post

Cerita Rasa Festival Jembrana: Storytelling, Film, Art and Culture

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

by tatkala
August 3, 2025
0
Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

KABUPATEN Buleleng, Bali, menorehkan tonggak baru dalam ketahanan pangan dengan menyelenggarakan panen perdana varietas padi unggulan lokal, Semeton Buleleng, pada...

Read moreDetails

Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

by Redaksi Tatkala Denpasar
May 15, 2024
0
Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

DENPASAR | TATKALA.CO – Limbah tandusan (proses pembuatan minyak kelapa secara tradisional ternyata bisa difermentasi untuk makanan ternak. Inovasi itu...

Read moreDetails

Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

by Redaksi Tatkala Buleleng
April 3, 2024
0
Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

SORGUM tampaknya makin populer di Buleleng. Banyak petani yang mulai menanamnya, dan makanan berbahan sorgum sudah mulai dikenal. Di Desa...

Read moreDetails

Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

by Redaksi Tatkala Denpasar
February 6, 2024
0
Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

DENPASAR | TATKALA.CO --- Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana Prof. Dr. I Wayan Budiasa, S.P., M.P., IPU, ASEAN Eng....

Read moreDetails

Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

by Redaksi Tatkala Tabanan
January 24, 2024
0
Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

TABANAN | TATKALA.CO -- Untuk keempat kali Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM FP Unud) menyelenggarakan Agricamp di Desa Marga...

Read moreDetails

Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

by Redaksi Tatkala Buleleng
November 8, 2023
0
Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

KINI ada asuransi untuk petani. Jika panen gagal, petani bisa tenang. Teorinya sesederhana itu. Tapia pa itu asuransi pertanian? Program...

Read moreDetails

Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

by tatkala
October 16, 2023
0
Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

PEPAYA termasuk buah tropis yang memiliki kepentingan komersial karena nilai nutrisi dan pengobatannya yang tinggi. Biji dan kulit pepaya yang...

Read moreDetails

Wine dari Jeruk Siam Kintamani

by tatkala
October 13, 2023
0
Wine dari Jeruk Siam Kintamani

WINE bukan hanya dari buah anggur. Kini terdapat upaya pengembangan minuman wine yang diolah dari buah jeruk siam. Pengolahan jeruk...

Read moreDetails

Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

by tatkala
September 20, 2023
0
Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

BAGAIMANA bisa subak sampai kekeringan? Itu pertanyaan yang aneh. Tapi ada yang lebih aneh, sudah tahu subak mengalami kekeringan, tapi...

Read moreDetails

Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

by tatkala
September 5, 2023
0
Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

DI JEPANG tidak ada subak. Itu sudah jelas. Oleh karenanya, saat pengabdian masyarakat di Subak Jatiluwih, Tabanan, mahasiswa Universitas Meiji,...

Read moreDetails
Next Post
Cerita Rasa Festival Jembrana: Storytelling, Film, Art and Culture

Cerita Rasa Festival Jembrana: Storytelling, Film, Art and Culture

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co