23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Malam Seni Kopi Banyuatis: Melestarikan Seni dan Mempromosikan UMKM

Jaswanto by Jaswanto
February 13, 2023
in Panggung
Malam Seni Kopi Banyuatis: Melestarikan Seni dan Mempromosikan UMKM

Penampilan anak-anak SMK 2 Singaraja dalam acara Malam Seni Kopi Banyuatis di Hotel Bali Taman, Lovina, Sabtu, 11/2/2023

DI ATAS PANGGUNG dengan dekorasi khas Bali itu, grup akustik Tritune sedang asyik membawakan lagu Payung Teduh, Untuk Perempuan yang Sedang Dalam Pelukan. Suara gitar, saksofon, dan suara khas vokalisnya, bersahut-sahutan dengan ombak Pantai  Lovina yang tenang.

Sore itu, pada Sabtu, 11 Februari 2023, bertempat di  Hotel Bali Taman Beach Resort & Spa Lovina, Kopi Banyuatis─salah satu perusahaan kopi terbesar di Kabupaten Buleleng, Bali─menggelar malam pentas seni yang rencananya akan diselenggarsetiap bulan.

 Acara “Malam Seni Banyuatis” dimulai tepat pukul 16.00 Wita dengan penampilan Tritune sebagai pembuka acara. Grup akustik ini tampil hampir 60 menit sebelum MC mempersilakan pemilik Kopi Banyuatis untuk memberikan sambutan.

Penampilan Sanggar Santi Budaya

Gede Pusaka Harsadena, Pemilik Kopi Banyuatis, melangkah dengan tenang menuju panggung, lalu ia menuturkan, “Malam seni  Banyuatis akan kami laksanakan setiap bulan sebagai wadah seniman-seniman dan sanggar yang ada di Buleleng.”

Hubungan Kopi Banyuatis dengan kesenian Bali sepertinya memang akrab dan dekat. Hubungan itu terjalin bukan hanya karena dukungan moril maupun materiil kepada kesenian Bali, tetapi, dikutip dari tatkala.co,  generasi pertama Kopi Banyuatis memang berasal dari seorang seniman.

Produk Kopi Banyuatis di Rumah Kopi

Sekadar informasi, Kopi Banyuatis dimulai oleh Jero Dalang, sang seniman dalang, yang kelak mewariskan kebun kopi kepada anaknya, Putu Dalang, yang baru mulai mengembangkannya menjadi bisnis kopi bersama istrinya. Sampai diwariskan kepada Ketut Englan yang membesarkan kopi ini ke seluruh Bali. Bahkan kini, di bawah kendali generasi keempat, Gede Pusaka Harsadena, Banyuatis telah menjadi ikon kopi Bali bahkan hingga ke Nusa Tenggara Barat.

Melestarikan Kesenian

Komitmen Kopi Banyuatis terhadap pelestarian kesenian Bali─khususnya Buleleng─memang tak perlu diragukan lagi. Perusahaan kopi yang dirintis sejak tahun 1960 dengan cara tradisional ini, hampir selalu hadir sebagai sponsor dalam setiap kegiatan pertunjukan seni. Hal tersebut semakin terang saat Kopi Banyuatis menyelenggarakan Malam Seni Banyuatis, Sabtu kemarin.

“Untuk tujuan acaranya sebenarnya sederhana . Kopi Banyuatis ingin memberi wadah bagi anak-anak muda Buleleng, untuk menampilkan pementasan seni terbaiknya. Kami juga memberikan uang saku kepada para pengisi acara yang kami anggap cukup untuk mengganti biaya latihan, misalnya, atau mengganti sewa kostum dan lain-lain. Jadi bukan sekadar meminta mereka untuk pentas secara gratis, tidak,” kata Radinna Wikantari, CEO Kopi Banyuatis.

Penampilan anak-anak SMAN 1 Singaraja

Pentas seni yang diikuti SMKN 3 Singaraja, SMKN 2 Singaraja, SMAN 1 Singaraja, UKM Teater UNDIKSHA, dan Sanggar Shanti Budaya, itu berjalan bersama hujan yang lumayan lebat.

Sesaat setelah SMKN 3 Singaraja, SMKN 2 Singaraja dan SMAN 1 Singaraja menampilkan seni tari kreasi, hujan semakin deras. Tetapi berkat kesigapan panitia penyelenggara, acara tetap berlangsung─walaupun sempat jeda sejenak.

Memasuki malam, bersama gerimis yang masih mengguyur panggung kecil Hotel Bali Taman, UKM Teater UNDIKSHA mementaskan pertunjukan Wanita Mayaloka. Naskah Wanita Mayaloka yang ditulis Made Pandu Deva Kusuma Wardana ini, sudah dipentaskan sebanyak empat kali di tempat yang berbeda. Pentas pertama di BKKBN Singraja, lalu di acara final pemilihan Duta Genre, dan di acara Dies Undiksha ke-30.

Setelah itu, Sanggar Shanti Budaya, selain mementaskan Tari Purwaka Santhi, Tari Suweta Bangkaja, Tari Trunajaya dan Tari Kecak, sanggar seni yang pernah pentas di Thailand Internatisional Folklore Festival 2022 itu, juga mementaskan Tari Barong Bangkal dan Rangda.

Dalam acara tersebut, Kopi Banyuatis berhasil memadukan kesenian tradisional dengan kesenian modern. Kolaborasi antara keduanya semakin meneguhkan bahwa  perusahaan kopi yang dikelola secara turun-temurun ini memang berkomitmen untuk melestarikan kesenian, entah kesenian tradisional, modern, maupun percampuran antara keduanya.

Penampilan Teater Kampus Undiksha

Memang, seni dan kopi merupakan dua komponen yang bisa saling berkesinambungan. Dan Kopi Banyuatis, melalui acara Malam Seni Banyuatis 2023, telah membuktikannya. Bahkan, Owner Kopi Banyuatis, Gede Pusaka Harsadena, sebelum mengakhir sambutannya, ia berharap malam gerlar seni ini dapat menjadi momentum penting pengembangan seni budaya yang melibatkan generasi muda.

“Semoga hari ini bisa menjadi momentum penting dan ke depannya lebih baik lagi dalam hal pengembangan budaya Bali,” kata Radinna.

Mempromosikan UMKM

Selain bertujuan untuk melestarikan kesenian, acara pentas seni yang dimeriahkan Rare Kual, FDJ Vie Crist, Tritune, dan Not So Koplo ini, seperti kata Gede Pusaka Harsadena,  juga melibatkan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Buleleng. Ini adalah bentuk dukungan Kopi Banyuatis terhadap UMKM asli Buleleng dengan cara open booth gratis.

 “Pada kesempatan ini kami hanya menyediakan tiga stand, tapi untuk malam gelar seni selanjutnya akan kami tambah,” kata Gede Pusaka saat memberikan sambutan pembukaan acara malam seni Banyuatis.

Stand UMKM

Hal senada juga disampaikan Radinna Wikantari, bahwa Kopi Banyuatis membuka kesempatan kepada para UMKM Kuliner buleleng untuk berjualan secara gratis. “Kami tidak memungut bayaran apa pun kepada pihak UMKM. Sehingga harapannya, dengan crowd yang kami ciptakan, bisa turut membantu para UMKM ini semakin dikenal namanya oleh masyarakat Buleleng,” tambahnya.

Benar memang, dengan adanya acara yang diselenggarakan Kopi Banyuatis, UMKM seperti Joyfresh, Jamur Station, dan Kebab Bagus─tiga UMKM yang berpartisipasi─berkesempatan untuk mempromosikan dan mengembangkan bisnisnya. [T/adv]

Tags: bulelengkesenian balikopi banyuatisUMKM
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ratusan Siswa SD dan SMP Bergembira Ikuti Festival Tunas Bahasa Ibu di Jakarta

Next Post

Jalan Dharma Sedang Bangkit dan Teruji

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
0
“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

Read moreDetails

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

Read moreDetails

Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

ANAK-ANAK bergerak mengikuti irama. Ada yang mengepakkan tangan seperti burung, melangkah dalam barisan, memainkan properti, hingga berpindah formasi bersama teman-temannya....

Read moreDetails

Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

by Nyoman Budarsana
August 16, 2026
0
Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

ANAK-ANAK itu menebar senyum ceria. Di tengah halaman hijau yang teduh, mereka berlari, bermain, bernyanyi, dan berinteraksi bersama teman-temannya. Ruang...

Read moreDetails

Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

SALAH satu momen menarik ketika Salamander Big Band tampil membuka Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026 pada Jumat, 7...

Read moreDetails

Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

SORAK sorai suporter terdengar dari sudut aula. Tepuk tangan menyambut setiap penampilan, sementara tawa pecah di antara adegan-adegan drama yang...

Read moreDetails

Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

by Nyoman Budarsana
August 15, 2026
0
Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

KETIKA suling mulai dimainkan, suasana seketika berubah. Para pemain Genjek Pondok Pekak, Ubud, bergerak dengan ekspresi yang kuat. Penari laki-laki...

Read moreDetails

Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’

by Dede Putra Wiguna
August 13, 2026
0
Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’

MALAM di Subak Stage, Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026, berjalan dalam suasana tenang ketika Dodot Trio mulai memainkan...

Read moreDetails
Next Post
Orang Mau Bayar Mahal Untuk Memalsukan Diri

Jalan Dharma Sedang Bangkit dan Teruji

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co