29 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Undisputed Poetry Surabaya : Kita Mewujud Puisi

Putu Dinda Ayudia by Putu Dinda Ayudia
December 19, 2022
in Khas
Undisputed Poetry Surabaya : Kita Mewujud Puisi

Suasana di Undisputed Poetry di Surabaya | Foto-foto: Dinda

Kembali ke Surabaya, mengantongi perkenalan-perkenalan baru.

10 Desember 2022 aku berkesempatan menghadiri sebuah poetry slams yang diadakan oleh Undisputed Poetry. Hari itu kali pertamanya aku menyaksikan acara poetry slams di Surabaya, dan kebetulan salah seorang teman menjadi panitianya.

Acara itu menggunakan sebuah ruangan di bagian pojok C2O Library dan dibuat terbuka, jadi siapapun yang datang ke C2O bisa hadir menyaksikan termasuk apabila ingin menjadi poet dadakan. Untuk bisa membacakan puisi disini, tak perlu registrasi beberapa hari sebelumnya, cukup dengan persiapan puisi karya sendiri dan pendaftaran dibuka saat hari itu juga.

Setelah bincang-bincang, mereka biasanya memang rutin mengadakan event open mic puisi dengan C2O sebagai “rumah” bagi anak-anak Undisputed. Saat ini mereka tengah menyiapkan tim mereka untuk kembali rutin mengadakan openmic puisi setelah vakum sekian waktu.

Mengenal event Undisputed Poetry adalah hasil dari snowballing relasi di Instagram, singkatnya, hasil scrolling IG berlama-lama.  Pada saat itu aku sedang memikirkan sesuatu hal apalagi yang bisa aku coba di Surabaya. Memikirkan bahwa aku berkuliah di Surabaya tanpa main-main yang agak jauh rasanya pasti akan selalu tidak pas.

Main-main yang kumaksud disini adalah, pertemuan-pertemuan baru, dan tentu saja perbincangan-perbincangan baru. Karena jelas, sejauh ini nongkrong dan berbincang masih menjadi bagian dari metode belajar paling jelas. Alhasil, bertandanglah aku ke Undisputed Poetry untuk pertama kalinya, bersama beberapa kawan teater kampus.

Kami datang lebih awal, membantu beberapa panitia membereskan beberapa perintilan, ruangan akan dibuat lengang untuk orang bisa menyaksikan poetry slams sambil lesehan. Panggung dibuat hanya beralaskan karpet, satu mic, dan satu lampu sorot.

Orang-orang pada saat itu begitu melebur, dari poet (sebutan untuk pembawa puisi), penonton, dan beberapa pengunjung C2O. Ruangan itu tak besar, namun justru dengan itu memudahkan kita untuk membangun keintiman dan saling nimbrung dengan yang lainnya. Ruangan terisi penuh, banyak antusiasme tertampung malam itu.

Para pengunjung di selasar C2O Library

Undisputed poetry datang dengan konsep yang menarik. Dua acara yang menjadi pentolan Undisputed adalah open mic dan poetry slams. Openmic akan diselenggarakan 2 bulan sekali, disusul poetry slams sebagai acara penutup tahun. Malam itu aku merasakan peleburan yang ada di Undisputed menjadi suatu katarsis, puisi adalah katarsis. Selain ia adalah bentuk karya seni, namun lebih dari itu dia menyentuh hati tiap orang yang mendengarkannya.

Hal yang ingin aku coba gambarkan adalah, Undisputed menjadi wadah bagi tiap orang menyampaikan kejujuran yang paling telanjang melalui puisi-puisi mereka tanpa keharusan pada aturan sastrawi yang teoritis. Tak ada puisi yang bukan puisi selama ia menampung kejujuran. Pun aku pukau dengan leburnya suasana yang mungkin ditemukan setelah beranjak dari ruangan ini.

Salah satu performa yang menjadi favoritku adalah puisi dari Mbak Wike, salah seorang pengelola C2O. Beliau berpuisi tentang menjadi seorang Ibu dengan amat jujur. Memulangkan keresahannya pada kata-kata yang amat sederhana. Namun keresahan yang terwujud ke dalam pembawaan puisi itu mampu membuat siapapun di ruangan tak sampai hati melewatkan performa beliau. Fingersnaps after! 

Performa puisi dari Mbak Wike

Undisputed Poetry dibuat dengan rancangan spoken word poetry, partisipan harus membuat karyanya sendiri dan membawakan performanya di panggung. Berbicara spoken word poetry, salah satu yang menarik perhatianku juga adalah sebuah komunitas puisi dari Amerika Serikat, Button Poetry.

Komunitasyang didirikan pada tahun 2011 ini bertujuan mengalihwahanakan puisi ke dalam bentuk audiovisual dan media sosial, pun saat ini telah menjadi komunitas performans dan media puisi terbesar. Beberapa performa yang menjadi favoritku adalah “OCD” dari Neil Hilborn dan “When Love Arrives” dari Sarah Kay dan Phil Kaye. Keduanya menggambarkan sang subyek sekaligus konteks yang melingkungi sikap-sikap subyek melalui cerita yang dibangun serentak dengan performa yang begitu memesona.

Spoken word poetry pada dasarnya seperti bermain peran, seorang poet akan membawakan puisinya dengan kreativitas dan gayanya yang bisa merepresentasikan isi puisi. Performa tak harus dilakukan satu orang, bisa lebih, dan bisa mengggunakan properti yang mendukung performa. Dalam acara poetry slam, ketika sang poet membacakan puisi mereka, masing-masing juri yang diambil dari penonton akan memberikan penilaian dari rentang angka 0 sampai 10.

Suasana di Undisputed Poetry

Aku suka puisi, dan selalu suka puisi. Menghadiri Undisputed memperluas pandanganku bahwa puisi bisa menjadi sangat luwes; bukan hanya tentang diksi yang meliuk-liuk atau rima yang konstan. Lebih dari itu, puisi adalah penelanjangan pada warna-warni tubuh si penulis. Ragam puisi saat itu beranjak dari segala keresahan. Tentang isu perempuan, sosial, percintaan, pencarian jati diri. Semuanya membaur dalam ruangan, yang baru bergabung, yang telah lama bergabung, menjadi ruang aman bagi semua.

Ekosistem ini pikirku menjadi penting untuk dikembangkan menjadi pemantik gairah ide dan kepenulisan puisi. Karena menulis pada awalnya dimulai dengan eksplorasi pada diri sendiri, mengenal diri sendiri untuk kemudian bisa turut tenggelam dalam cerita-cerita lain dan mendorong pada pembacaan yang lebih luas.

Aku jadi teringat pada salah satu kutipan puisi dari Rumi yang selalu aku suka, “Only from the heart, can you touch the sky” [T]

Surabaya, 16 Desember 2022

“Bali Poetry Slam” di Singaraja: Mengucapkan yang Ragu-ragu Diucapkan di Panggung
Ketegangan Bahasa pada Baca Puisi vs Poetry Slam vs Palawakya
Tags: poetrypoetry slamPuisisastraSurabayaUndisputed Poetry
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Cultural Dining” di Hotel Tugu Bali, Perkenalkan Seni Pertunjukan Bali

Next Post

Menapak Jejak Konsep Purusa-Pradana di Lereng Gunung Rawung

Putu Dinda Ayudia

Putu Dinda Ayudia

Mahasiswa ilmu komunikasi tahun ketiga. Menyukai fenomena dengan isu perempuan, adat, serta pendidikan. Saat ini punya dua hobi: main sama kucing dan nonton anime.

Related Posts

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails
Next Post
Menapak Jejak Konsep Purusa-Pradana di Lereng Gunung Rawung

Menapak Jejak Konsep Purusa-Pradana di Lereng Gunung Rawung

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Siapa Membiayai Pangan Kita? ——Membuka Jalan Investasi Syariah ke Sektor Pangan
Esai

Siapa Membiayai Pangan Kita? ——Membuka Jalan Investasi Syariah ke Sektor Pangan

MAKANAN sehari-hari yang kita konsumsi tentu tidak hadir begitu saja di atas meja makan kita. Sepiring nasi tidak lahir begitu...

by Muhammad Farras Hanif
August 29, 2026
Seni Rupa Anomali Cokot dan Putu Fajar Arcana
Ulas Rupa

Seni Rupa Anomali Cokot dan Putu Fajar Arcana

PADA tulisan kali ini, saya ingin menekuni proses kreatif karya rupa Putu Fajar Arcana yang bagi saya cukup menarik. Pasalnya,...

by Hartanto
August 29, 2026
Telenovela
Esai

Sebelum Bali Dituduh Rasis, Ada Seorang Ibu yang Sedang Makan

SEBELUM Bali dituduh rasis, ada seorang ibu yang sedang makan. Kalimat itu mungkin terdengar terlalu sederhana untuk sebuah perkara yang...

by Angga Wijaya
August 29, 2026
Duta Bahasa Provinsi Bali Serahkan Model Pembelajaran Serasi kepada SLB Negeri 2 Denpasar
Pendidikan

Duta Bahasa Provinsi Bali Serahkan Model Pembelajaran Serasi kepada SLB Negeri 2 Denpasar

DENPASAR | TATKALA.CO -- Duta Bahasa Provinsi Bali menyerahkan Model Pembelajaran Serasi (Strategi Berbasis Multimodal bagi Disabilitas Rungu untuk Menyusun...

by Rusdy Ulu
August 29, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

LEVEL PERDEBATAN DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 29 Agustus 2026 Hindu mengenal struktur epistemologi yang berjenjang. Artinya apa? Hindu tidak memaksakan satu...

by Sugi Lanus
August 29, 2026
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka
Khas

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Di Bawah Lampu Kerlap-Kerlip: Membaca Fenomena “Coffee Shop” sebagai Teks Budaya

"Segelas kopi tidak pernah hanya berisi kopi. Di dalamnya terseduh sejarah, identitas, percakapan, bahkan cara manusia memahami dirinya sendiri." MENJELANG...

by Tri Nugroho Adi
August 28, 2026
Kemarau di Kalianget
Buku Tatkala

Kemarau di Kalianget

Judul: Kemarau di Kalianget Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Luh Arik Sariadi ISBN: Masih dalam proses Tebal: 145 halaman...

by Buku Tatkala
August 28, 2026
Agung Ngurah Astara, Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar dengan Perubahan dan Harapan Baru
Pendidikan

Agung Ngurah Astara, Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar dengan Perubahan dan Harapan Baru

SEMUA berawal dari kesungguhan, keteguhan, disiplin dan upaya kreatif dalam menggapai sebuah kemuliaan. Tidak mudah melewati dan menghadapi  tantangan dalam...

by Nyoman Budarsana
August 27, 2026
BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar
Esai

BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar

Kebudayaan tidak pernah benar-benar hidup hanya karena diwariskan. Sebuah tradisi akan tetap hidup apabila pengetahuan, nilai, simbol, dan ingatan yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 27, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Destinasi “Detour”: Tren Wisata Alternatif Menyimpang Rute Utama

BERWISATA kadang berjalan tidak sesuai dengan yang direncanakan. Di awal perjalanan sudah ditentukan destinasi wisata mana yang akan dikunjungi. Namun...

by Chusmeru
August 27, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [7]: Rezim Algoritma dan Pembubaran Standar Sastra

Semua tekanan yang sudah diuraikan dalam bagian-bagian sebelumnya bisa dibaca sebagai masalah-masalah yang terpisah. Namun semuanya adalah gejala dari satu...

by Andre Syahreza
August 26, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co