10 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Undisputed Poetry Surabaya : Kita Mewujud Puisi

Putu Dinda Ayudia by Putu Dinda Ayudia
December 19, 2022
in Khas
Undisputed Poetry Surabaya : Kita Mewujud Puisi

Suasana di Undisputed Poetry di Surabaya | Foto-foto: Dinda

Kembali ke Surabaya, mengantongi perkenalan-perkenalan baru.

10 Desember 2022 aku berkesempatan menghadiri sebuah poetry slams yang diadakan oleh Undisputed Poetry. Hari itu kali pertamanya aku menyaksikan acara poetry slams di Surabaya, dan kebetulan salah seorang teman menjadi panitianya.

Acara itu menggunakan sebuah ruangan di bagian pojok C2O Library dan dibuat terbuka, jadi siapapun yang datang ke C2O bisa hadir menyaksikan termasuk apabila ingin menjadi poet dadakan. Untuk bisa membacakan puisi disini, tak perlu registrasi beberapa hari sebelumnya, cukup dengan persiapan puisi karya sendiri dan pendaftaran dibuka saat hari itu juga.

Setelah bincang-bincang, mereka biasanya memang rutin mengadakan event open mic puisi dengan C2O sebagai “rumah” bagi anak-anak Undisputed. Saat ini mereka tengah menyiapkan tim mereka untuk kembali rutin mengadakan openmic puisi setelah vakum sekian waktu.

Mengenal event Undisputed Poetry adalah hasil dari snowballing relasi di Instagram, singkatnya, hasil scrolling IG berlama-lama.  Pada saat itu aku sedang memikirkan sesuatu hal apalagi yang bisa aku coba di Surabaya. Memikirkan bahwa aku berkuliah di Surabaya tanpa main-main yang agak jauh rasanya pasti akan selalu tidak pas.

Main-main yang kumaksud disini adalah, pertemuan-pertemuan baru, dan tentu saja perbincangan-perbincangan baru. Karena jelas, sejauh ini nongkrong dan berbincang masih menjadi bagian dari metode belajar paling jelas. Alhasil, bertandanglah aku ke Undisputed Poetry untuk pertama kalinya, bersama beberapa kawan teater kampus.

Kami datang lebih awal, membantu beberapa panitia membereskan beberapa perintilan, ruangan akan dibuat lengang untuk orang bisa menyaksikan poetry slams sambil lesehan. Panggung dibuat hanya beralaskan karpet, satu mic, dan satu lampu sorot.

Orang-orang pada saat itu begitu melebur, dari poet (sebutan untuk pembawa puisi), penonton, dan beberapa pengunjung C2O. Ruangan itu tak besar, namun justru dengan itu memudahkan kita untuk membangun keintiman dan saling nimbrung dengan yang lainnya. Ruangan terisi penuh, banyak antusiasme tertampung malam itu.

Para pengunjung di selasar C2O Library

Undisputed poetry datang dengan konsep yang menarik. Dua acara yang menjadi pentolan Undisputed adalah open mic dan poetry slams. Openmic akan diselenggarakan 2 bulan sekali, disusul poetry slams sebagai acara penutup tahun. Malam itu aku merasakan peleburan yang ada di Undisputed menjadi suatu katarsis, puisi adalah katarsis. Selain ia adalah bentuk karya seni, namun lebih dari itu dia menyentuh hati tiap orang yang mendengarkannya.

Hal yang ingin aku coba gambarkan adalah, Undisputed menjadi wadah bagi tiap orang menyampaikan kejujuran yang paling telanjang melalui puisi-puisi mereka tanpa keharusan pada aturan sastrawi yang teoritis. Tak ada puisi yang bukan puisi selama ia menampung kejujuran. Pun aku pukau dengan leburnya suasana yang mungkin ditemukan setelah beranjak dari ruangan ini.

Salah satu performa yang menjadi favoritku adalah puisi dari Mbak Wike, salah seorang pengelola C2O. Beliau berpuisi tentang menjadi seorang Ibu dengan amat jujur. Memulangkan keresahannya pada kata-kata yang amat sederhana. Namun keresahan yang terwujud ke dalam pembawaan puisi itu mampu membuat siapapun di ruangan tak sampai hati melewatkan performa beliau. Fingersnaps after! 

Performa puisi dari Mbak Wike

Undisputed Poetry dibuat dengan rancangan spoken word poetry, partisipan harus membuat karyanya sendiri dan membawakan performanya di panggung. Berbicara spoken word poetry, salah satu yang menarik perhatianku juga adalah sebuah komunitas puisi dari Amerika Serikat, Button Poetry.

Komunitasyang didirikan pada tahun 2011 ini bertujuan mengalihwahanakan puisi ke dalam bentuk audiovisual dan media sosial, pun saat ini telah menjadi komunitas performans dan media puisi terbesar. Beberapa performa yang menjadi favoritku adalah “OCD” dari Neil Hilborn dan “When Love Arrives” dari Sarah Kay dan Phil Kaye. Keduanya menggambarkan sang subyek sekaligus konteks yang melingkungi sikap-sikap subyek melalui cerita yang dibangun serentak dengan performa yang begitu memesona.

Spoken word poetry pada dasarnya seperti bermain peran, seorang poet akan membawakan puisinya dengan kreativitas dan gayanya yang bisa merepresentasikan isi puisi. Performa tak harus dilakukan satu orang, bisa lebih, dan bisa mengggunakan properti yang mendukung performa. Dalam acara poetry slam, ketika sang poet membacakan puisi mereka, masing-masing juri yang diambil dari penonton akan memberikan penilaian dari rentang angka 0 sampai 10.

Suasana di Undisputed Poetry

Aku suka puisi, dan selalu suka puisi. Menghadiri Undisputed memperluas pandanganku bahwa puisi bisa menjadi sangat luwes; bukan hanya tentang diksi yang meliuk-liuk atau rima yang konstan. Lebih dari itu, puisi adalah penelanjangan pada warna-warni tubuh si penulis. Ragam puisi saat itu beranjak dari segala keresahan. Tentang isu perempuan, sosial, percintaan, pencarian jati diri. Semuanya membaur dalam ruangan, yang baru bergabung, yang telah lama bergabung, menjadi ruang aman bagi semua.

Ekosistem ini pikirku menjadi penting untuk dikembangkan menjadi pemantik gairah ide dan kepenulisan puisi. Karena menulis pada awalnya dimulai dengan eksplorasi pada diri sendiri, mengenal diri sendiri untuk kemudian bisa turut tenggelam dalam cerita-cerita lain dan mendorong pada pembacaan yang lebih luas.

Aku jadi teringat pada salah satu kutipan puisi dari Rumi yang selalu aku suka, “Only from the heart, can you touch the sky” [T]

Surabaya, 16 Desember 2022

“Bali Poetry Slam” di Singaraja: Mengucapkan yang Ragu-ragu Diucapkan di Panggung
Ketegangan Bahasa pada Baca Puisi vs Poetry Slam vs Palawakya
Tags: poetrypoetry slamPuisisastraSurabayaUndisputed Poetry
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Cultural Dining” di Hotel Tugu Bali, Perkenalkan Seni Pertunjukan Bali

Next Post

Menapak Jejak Konsep Purusa-Pradana di Lereng Gunung Rawung

Putu Dinda Ayudia

Putu Dinda Ayudia

Mahasiswa ilmu komunikasi tahun ketiga. Menyukai fenomena dengan isu perempuan, adat, serta pendidikan. Saat ini punya dua hobi: main sama kucing dan nonton anime.

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Menapak Jejak Konsep Purusa-Pradana di Lereng Gunung Rawung

Menapak Jejak Konsep Purusa-Pradana di Lereng Gunung Rawung

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026
Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti
Ulas Buku

Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

KITA sering berangkat dengan tujuan yang telah ditentukan, seolah jalan hanya perlu mengantar tubuh sampai ke sebuah tempat. Padahal, perjalanan...

by Emi Suy
October 8, 2026
Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal
Esai

Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

LOMBA ceng-ceng kreasi diselenggarakan oleh Kelurahan Kapal sebagai bagian dari rangkaian Porseni dan Jong Fest 2026. Sebagai salah satu tangkai...

by Wayan Diana Putra
October 8, 2026
Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru
Pameran

Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

KETIKA mengunjungi pameran ini, jangan kaget jika menemukan warisan budaya seperti tenun, batik, dan berbagai perhiasan yang beradaptasi dengan zaman,...

by Nyoman Budarsana
October 8, 2026
Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan
Kuliner

Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

BAGI orang Indonesia, keju bukan makanan yang hadir setiap hari di meja makan. Karena itu, ketika dua belas peserta berkumpul...

by Rusdy Ulu
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co