12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

De Javu dalam Saga Seru Piala Dunia Qatar: Kejutan dan Kesedihan yang Berulang

dr. Ketut Suantara by dr. Ketut Suantara
December 3, 2022
in Esai
De Javu  dalam  Saga Seru Piala Dunia Qatar: Kejutan dan Kesedihan yang Berulang

PIALA DUNIA sudah memasuki hari ke-12. Seluruh laga di babak penyisihan grup telah berakhir. Mulai nanti malam saga sudah memasuki fase knock out, sistem gugur. Mereka yang kalah langsung  pulang kampung. Laga mesti mendapatkan pemenang, saat babak normal berlangsung imbang mesti dituntaskan dengan perpanjangan waktu bahkan adu pinalti. Babak 16 besar dimulai nanti malam  diawali oleh Belanda sebagai juara grup A meladeni Amerika Serikat selaku runner up Grup B.

Begitu banyak kejutan terjadi, tim tim unggulan dikalahkan tim yang dianggap lemah. Bahkan juara empat kali  Jerman tersingkir secara tragis, karena kalah selisih gol oleh tim juara lainnya Spanyol di grup E. Dan yang lebih mengejutkan lagi, juara grup ini diraih oleh tim samurai biru Jepang. Dan rasanya inilah kejutan terbesar piala dunia kali ini. Tim kasta ketiga di dunia mengangkangi dua mantan juara dunia.

Suasana de javu bisa kita rasakan sejak awal piala dunia bergulir. Hasil sebuah pertandingan bisa hampir sama dengan pertandingan hari berikutnya. Diawali dengan kekalahan Argentina atas Arab Saudi 2-1 di laga pertama grup C.

Gol penalti Lionel Messi di babak pertama dibalas dua gol oleh tim alap alap hijau Arab Saudi. Keesokan harinya Jerman mengalami situasi serupa, pinalti Ikay Gundogan di babak pertama dibalas dua gol juga oleh sesama tim Asia, Jepang. Betapa miripnya situasi ini.

Situasi yang nyaris sama bisa kita lihat di laga terakhir, laga penentuan untuk ketiga tim yang ada di grup untuk bisa melaju ke fase berikutnya. Di awali laga terakhir di grup E. Pada partai terakhir, Jerman yang diunggulkan atas Costarika seharusnya bisa tenang karena di laga lain tak ada kamusnya Spanyol tim juara dunia dan eropa bisa dikalahkan oleh Jepang, negeri anak bawang di kancah sepak bola dunia.

Tapi kenyataan di lapangan berbicara lain. Kemenangan 4-2 Jerman atas Costa rika jadi tak berarti, karena di partai lain tim Spanyol ditaklukkan Jepang 1-2. Jepang jadi juara grup dan Jerman tersingkir lagi untuk kedua kalinya di fase grup piala dunia setelah tahun 2018 di Rusia kemarin.Benar benar menyesakkan untuk pendukung tim panser.

Dan kejadian serupa terjadi lagi dini hari tadi. Sesama tim Iberia, Portugal, juara Eropa 2016 dikalahkan juga oleh sesama tim Asia Korsel, setelah unggul 1-0 babak pertama, berakhir dengan kekalahan 2-1 di ujung laga. Kekalahan ini mengantar Korsel ke baaabak 16 besar dan mengeleminasi juara dunia dua kali Uruguay dari piala dunia.

Tentang kekalahan Spanyol, kita bisa menduga ada perhitungangan  intern tim Spanyol, untuk mengalah dan membiarkan tim Jerman tersingkir. Karena kita tahu tim Jerman dijuluki tim panser, tim bertenaga diesel yang semakin lama semakin panas dan susah untuk dihentikan. Entah ini benar apa tidak, dan apakah Portugal juga berpikiran sama untuk menyingkirkan Uruguay dari perburuan gelar piala dunia kali ini, entahlah.

Beberapa kejadian berulang dalam rentang waktu yang lebih panjang bisa saya tuliskan  di sini :

  • Tersingkirnya Jerman di penyisihan grup, mengulangi kegagalan mereka empat tahun yang lalu saat berstatus sebagai juara bertahan. Mereka satu grup dengan Mexico, Swedia dan Korsel yang ditukangi pelatih timnas kita hari ini Shin Tae yong. Mereka kalah dua kali dari Mexico dan Korsel.
  • Lolosnya Maroko sebagai juara grup F mengulangi prestasi mereka pada piala dunia 1986 di Mexico. Saat itu dikeroyok tiga jagoan eropa Inggris, Portugal dan Polandia  mereka berhasil menjadi juara grup dan melangkah ke babak kedua.
  • Hasil imbang jagoan saya Inggris lawan AS mengulangi hasil serupa mereka saat beretemu di fase grup tahun 2010 di Afrika selatan. Hasil imbang yang membuat mereka hanya bisa menjadi runner up grup hingga harus bertemu Jerman di babak 16 besar dan dikalahkan dengan skor telak 1-4.
  • Lolosnya Jepang dan Korsel ke babak 16 besar, mengulang prestasi mereka saat menjadi tuan rumah bersama tahun 2002. Waktu itu Jepang langsung tersingkir sedangkan Korsel melaju jauh sampai babak semi final sebelum disingkirkan Jerman.

Selain kejadian yang nyaris serupa itu ada beberapa kutukan yang terputus pada gelaran piala dunia kali ini. Kutukan juara bertahan yang tersingkir di fase grup dimulai sejak pildun 2010, 2014, 2018. Juara bertahan piala dunia yaitu Italia, Spanyol dan Jerman tersisih di fase grup. Khusus piala dunia kali ini, juara bertahan Perancis telah dipastikan melaju ke babak 16 besar dengan status juara grup D.

Khusus jagoan saya Inggris, yang biasanya kurang bagus di fase grup. Tahun ini mereka cukup meyakinkan. Menjadi juara grup dan melaju dengan selisih gol yang mentereng 9 berbanding 2.

Mudah –mudahan mereka bisa menembus final seperti empat tahun yang lalu, bahkan menjadi juara.

Itu adalah hadiah terindah untuk saya, pendukung mereka sejak tahun 90-an.

 Akhirnya, jangan pernah lelah begadang menonton laga laga yang tersisa kawan, akan  banyak kejutan yang menunggu. Siapkan kopi dan pengecipnya, sobat. Semoga kita tetap sehat selalu sampai piala dunia berakhir. [T]

Piala Dunia Afrika Selatan 2010: Saat Musik dan Sepakbola Bersatu
Nonton Bareng Piala Dunia, Melintas Dari Zaman ke Zaman
Gli Azzurri dan Jhumpa Lahiri
Tags: olahragaPiala Duniasepakbolaulasan sepakbola
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Improvisasi Tokoh 1 | Cerpen Nyoman Sukaya Sukawati

Next Post

Teman Guru, Jangan Banyak Mikir, Mari Mulailah Menulis…

dr. Ketut Suantara

dr. Ketut Suantara

Dokter. Lahir di Tista, Busungbiu, Buleleng. Kini bertugas di Puskesmas Busungbiu 2 dan buka praktek di Desa Dapdaputih, Busungbiu

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Teman Guru, Jangan Banyak Mikir, Mari Mulailah Menulis…

Teman Guru, Jangan Banyak Mikir, Mari Mulailah Menulis...

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co