2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

De Javu dalam Saga Seru Piala Dunia Qatar: Kejutan dan Kesedihan yang Berulang

dr. Ketut Suantara by dr. Ketut Suantara
December 3, 2022
in Esai
De Javu  dalam  Saga Seru Piala Dunia Qatar: Kejutan dan Kesedihan yang Berulang

PIALA DUNIA sudah memasuki hari ke-12. Seluruh laga di babak penyisihan grup telah berakhir. Mulai nanti malam saga sudah memasuki fase knock out, sistem gugur. Mereka yang kalah langsung  pulang kampung. Laga mesti mendapatkan pemenang, saat babak normal berlangsung imbang mesti dituntaskan dengan perpanjangan waktu bahkan adu pinalti. Babak 16 besar dimulai nanti malam  diawali oleh Belanda sebagai juara grup A meladeni Amerika Serikat selaku runner up Grup B.

Begitu banyak kejutan terjadi, tim tim unggulan dikalahkan tim yang dianggap lemah. Bahkan juara empat kali  Jerman tersingkir secara tragis, karena kalah selisih gol oleh tim juara lainnya Spanyol di grup E. Dan yang lebih mengejutkan lagi, juara grup ini diraih oleh tim samurai biru Jepang. Dan rasanya inilah kejutan terbesar piala dunia kali ini. Tim kasta ketiga di dunia mengangkangi dua mantan juara dunia.

Suasana de javu bisa kita rasakan sejak awal piala dunia bergulir. Hasil sebuah pertandingan bisa hampir sama dengan pertandingan hari berikutnya. Diawali dengan kekalahan Argentina atas Arab Saudi 2-1 di laga pertama grup C.

Gol penalti Lionel Messi di babak pertama dibalas dua gol oleh tim alap alap hijau Arab Saudi. Keesokan harinya Jerman mengalami situasi serupa, pinalti Ikay Gundogan di babak pertama dibalas dua gol juga oleh sesama tim Asia, Jepang. Betapa miripnya situasi ini.

Situasi yang nyaris sama bisa kita lihat di laga terakhir, laga penentuan untuk ketiga tim yang ada di grup untuk bisa melaju ke fase berikutnya. Di awali laga terakhir di grup E. Pada partai terakhir, Jerman yang diunggulkan atas Costarika seharusnya bisa tenang karena di laga lain tak ada kamusnya Spanyol tim juara dunia dan eropa bisa dikalahkan oleh Jepang, negeri anak bawang di kancah sepak bola dunia.

Tapi kenyataan di lapangan berbicara lain. Kemenangan 4-2 Jerman atas Costa rika jadi tak berarti, karena di partai lain tim Spanyol ditaklukkan Jepang 1-2. Jepang jadi juara grup dan Jerman tersingkir lagi untuk kedua kalinya di fase grup piala dunia setelah tahun 2018 di Rusia kemarin.Benar benar menyesakkan untuk pendukung tim panser.

Dan kejadian serupa terjadi lagi dini hari tadi. Sesama tim Iberia, Portugal, juara Eropa 2016 dikalahkan juga oleh sesama tim Asia Korsel, setelah unggul 1-0 babak pertama, berakhir dengan kekalahan 2-1 di ujung laga. Kekalahan ini mengantar Korsel ke baaabak 16 besar dan mengeleminasi juara dunia dua kali Uruguay dari piala dunia.

Tentang kekalahan Spanyol, kita bisa menduga ada perhitungangan  intern tim Spanyol, untuk mengalah dan membiarkan tim Jerman tersingkir. Karena kita tahu tim Jerman dijuluki tim panser, tim bertenaga diesel yang semakin lama semakin panas dan susah untuk dihentikan. Entah ini benar apa tidak, dan apakah Portugal juga berpikiran sama untuk menyingkirkan Uruguay dari perburuan gelar piala dunia kali ini, entahlah.

Beberapa kejadian berulang dalam rentang waktu yang lebih panjang bisa saya tuliskan  di sini :

  • Tersingkirnya Jerman di penyisihan grup, mengulangi kegagalan mereka empat tahun yang lalu saat berstatus sebagai juara bertahan. Mereka satu grup dengan Mexico, Swedia dan Korsel yang ditukangi pelatih timnas kita hari ini Shin Tae yong. Mereka kalah dua kali dari Mexico dan Korsel.
  • Lolosnya Maroko sebagai juara grup F mengulangi prestasi mereka pada piala dunia 1986 di Mexico. Saat itu dikeroyok tiga jagoan eropa Inggris, Portugal dan Polandia  mereka berhasil menjadi juara grup dan melangkah ke babak kedua.
  • Hasil imbang jagoan saya Inggris lawan AS mengulangi hasil serupa mereka saat beretemu di fase grup tahun 2010 di Afrika selatan. Hasil imbang yang membuat mereka hanya bisa menjadi runner up grup hingga harus bertemu Jerman di babak 16 besar dan dikalahkan dengan skor telak 1-4.
  • Lolosnya Jepang dan Korsel ke babak 16 besar, mengulang prestasi mereka saat menjadi tuan rumah bersama tahun 2002. Waktu itu Jepang langsung tersingkir sedangkan Korsel melaju jauh sampai babak semi final sebelum disingkirkan Jerman.

Selain kejadian yang nyaris serupa itu ada beberapa kutukan yang terputus pada gelaran piala dunia kali ini. Kutukan juara bertahan yang tersingkir di fase grup dimulai sejak pildun 2010, 2014, 2018. Juara bertahan piala dunia yaitu Italia, Spanyol dan Jerman tersisih di fase grup. Khusus piala dunia kali ini, juara bertahan Perancis telah dipastikan melaju ke babak 16 besar dengan status juara grup D.

Khusus jagoan saya Inggris, yang biasanya kurang bagus di fase grup. Tahun ini mereka cukup meyakinkan. Menjadi juara grup dan melaju dengan selisih gol yang mentereng 9 berbanding 2.

Mudah –mudahan mereka bisa menembus final seperti empat tahun yang lalu, bahkan menjadi juara.

Itu adalah hadiah terindah untuk saya, pendukung mereka sejak tahun 90-an.

 Akhirnya, jangan pernah lelah begadang menonton laga laga yang tersisa kawan, akan  banyak kejutan yang menunggu. Siapkan kopi dan pengecipnya, sobat. Semoga kita tetap sehat selalu sampai piala dunia berakhir. [T]

Piala Dunia Afrika Selatan 2010: Saat Musik dan Sepakbola Bersatu
Nonton Bareng Piala Dunia, Melintas Dari Zaman ke Zaman
Gli Azzurri dan Jhumpa Lahiri
Tags: olahragaPiala Duniasepakbolaulasan sepakbola
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Improvisasi Tokoh 1 | Cerpen Nyoman Sukaya Sukawati

Next Post

Teman Guru, Jangan Banyak Mikir, Mari Mulailah Menulis…

dr. Ketut Suantara

dr. Ketut Suantara

Dokter. Lahir di Tista, Busungbiu, Buleleng. Kini bertugas di Puskesmas Busungbiu 2 dan buka praktek di Desa Dapdaputih, Busungbiu

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Teman Guru, Jangan Banyak Mikir, Mari Mulailah Menulis…

Teman Guru, Jangan Banyak Mikir, Mari Mulailah Menulis...

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co