23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

De Javu dalam Saga Seru Piala Dunia Qatar: Kejutan dan Kesedihan yang Berulang

dr. Ketut Suantara by dr. Ketut Suantara
December 3, 2022
in Esai
De Javu  dalam  Saga Seru Piala Dunia Qatar: Kejutan dan Kesedihan yang Berulang

PIALA DUNIA sudah memasuki hari ke-12. Seluruh laga di babak penyisihan grup telah berakhir. Mulai nanti malam saga sudah memasuki fase knock out, sistem gugur. Mereka yang kalah langsung  pulang kampung. Laga mesti mendapatkan pemenang, saat babak normal berlangsung imbang mesti dituntaskan dengan perpanjangan waktu bahkan adu pinalti. Babak 16 besar dimulai nanti malam  diawali oleh Belanda sebagai juara grup A meladeni Amerika Serikat selaku runner up Grup B.

Begitu banyak kejutan terjadi, tim tim unggulan dikalahkan tim yang dianggap lemah. Bahkan juara empat kali  Jerman tersingkir secara tragis, karena kalah selisih gol oleh tim juara lainnya Spanyol di grup E. Dan yang lebih mengejutkan lagi, juara grup ini diraih oleh tim samurai biru Jepang. Dan rasanya inilah kejutan terbesar piala dunia kali ini. Tim kasta ketiga di dunia mengangkangi dua mantan juara dunia.

Suasana de javu bisa kita rasakan sejak awal piala dunia bergulir. Hasil sebuah pertandingan bisa hampir sama dengan pertandingan hari berikutnya. Diawali dengan kekalahan Argentina atas Arab Saudi 2-1 di laga pertama grup C.

Gol penalti Lionel Messi di babak pertama dibalas dua gol oleh tim alap alap hijau Arab Saudi. Keesokan harinya Jerman mengalami situasi serupa, pinalti Ikay Gundogan di babak pertama dibalas dua gol juga oleh sesama tim Asia, Jepang. Betapa miripnya situasi ini.

Situasi yang nyaris sama bisa kita lihat di laga terakhir, laga penentuan untuk ketiga tim yang ada di grup untuk bisa melaju ke fase berikutnya. Di awali laga terakhir di grup E. Pada partai terakhir, Jerman yang diunggulkan atas Costarika seharusnya bisa tenang karena di laga lain tak ada kamusnya Spanyol tim juara dunia dan eropa bisa dikalahkan oleh Jepang, negeri anak bawang di kancah sepak bola dunia.

Tapi kenyataan di lapangan berbicara lain. Kemenangan 4-2 Jerman atas Costa rika jadi tak berarti, karena di partai lain tim Spanyol ditaklukkan Jepang 1-2. Jepang jadi juara grup dan Jerman tersingkir lagi untuk kedua kalinya di fase grup piala dunia setelah tahun 2018 di Rusia kemarin.Benar benar menyesakkan untuk pendukung tim panser.

Dan kejadian serupa terjadi lagi dini hari tadi. Sesama tim Iberia, Portugal, juara Eropa 2016 dikalahkan juga oleh sesama tim Asia Korsel, setelah unggul 1-0 babak pertama, berakhir dengan kekalahan 2-1 di ujung laga. Kekalahan ini mengantar Korsel ke baaabak 16 besar dan mengeleminasi juara dunia dua kali Uruguay dari piala dunia.

Tentang kekalahan Spanyol, kita bisa menduga ada perhitungangan  intern tim Spanyol, untuk mengalah dan membiarkan tim Jerman tersingkir. Karena kita tahu tim Jerman dijuluki tim panser, tim bertenaga diesel yang semakin lama semakin panas dan susah untuk dihentikan. Entah ini benar apa tidak, dan apakah Portugal juga berpikiran sama untuk menyingkirkan Uruguay dari perburuan gelar piala dunia kali ini, entahlah.

Beberapa kejadian berulang dalam rentang waktu yang lebih panjang bisa saya tuliskan  di sini :

  • Tersingkirnya Jerman di penyisihan grup, mengulangi kegagalan mereka empat tahun yang lalu saat berstatus sebagai juara bertahan. Mereka satu grup dengan Mexico, Swedia dan Korsel yang ditukangi pelatih timnas kita hari ini Shin Tae yong. Mereka kalah dua kali dari Mexico dan Korsel.
  • Lolosnya Maroko sebagai juara grup F mengulangi prestasi mereka pada piala dunia 1986 di Mexico. Saat itu dikeroyok tiga jagoan eropa Inggris, Portugal dan Polandia  mereka berhasil menjadi juara grup dan melangkah ke babak kedua.
  • Hasil imbang jagoan saya Inggris lawan AS mengulangi hasil serupa mereka saat beretemu di fase grup tahun 2010 di Afrika selatan. Hasil imbang yang membuat mereka hanya bisa menjadi runner up grup hingga harus bertemu Jerman di babak 16 besar dan dikalahkan dengan skor telak 1-4.
  • Lolosnya Jepang dan Korsel ke babak 16 besar, mengulang prestasi mereka saat menjadi tuan rumah bersama tahun 2002. Waktu itu Jepang langsung tersingkir sedangkan Korsel melaju jauh sampai babak semi final sebelum disingkirkan Jerman.

Selain kejadian yang nyaris serupa itu ada beberapa kutukan yang terputus pada gelaran piala dunia kali ini. Kutukan juara bertahan yang tersingkir di fase grup dimulai sejak pildun 2010, 2014, 2018. Juara bertahan piala dunia yaitu Italia, Spanyol dan Jerman tersisih di fase grup. Khusus piala dunia kali ini, juara bertahan Perancis telah dipastikan melaju ke babak 16 besar dengan status juara grup D.

Khusus jagoan saya Inggris, yang biasanya kurang bagus di fase grup. Tahun ini mereka cukup meyakinkan. Menjadi juara grup dan melaju dengan selisih gol yang mentereng 9 berbanding 2.

Mudah –mudahan mereka bisa menembus final seperti empat tahun yang lalu, bahkan menjadi juara.

Itu adalah hadiah terindah untuk saya, pendukung mereka sejak tahun 90-an.

 Akhirnya, jangan pernah lelah begadang menonton laga laga yang tersisa kawan, akan  banyak kejutan yang menunggu. Siapkan kopi dan pengecipnya, sobat. Semoga kita tetap sehat selalu sampai piala dunia berakhir. [T]

Piala Dunia Afrika Selatan 2010: Saat Musik dan Sepakbola Bersatu
Nonton Bareng Piala Dunia, Melintas Dari Zaman ke Zaman
Gli Azzurri dan Jhumpa Lahiri
Tags: olahragaPiala Duniasepakbolaulasan sepakbola
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Improvisasi Tokoh 1 | Cerpen Nyoman Sukaya Sukawati

Next Post

Teman Guru, Jangan Banyak Mikir, Mari Mulailah Menulis…

dr. Ketut Suantara

dr. Ketut Suantara

Dokter. Lahir di Tista, Busungbiu, Buleleng. Kini bertugas di Puskesmas Busungbiu 2 dan buka praktek di Desa Dapdaputih, Busungbiu

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Teman Guru, Jangan Banyak Mikir, Mari Mulailah Menulis…

Teman Guru, Jangan Banyak Mikir, Mari Mulailah Menulis...

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co