3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Teman Guru, Jangan Banyak Mikir, Mari Mulailah Menulis…

DN Sarjana by DN Sarjana
December 4, 2022
in Esai
Teman Guru, Jangan Banyak Mikir, Mari Mulailah Menulis…

Ilustrasi tatkala.co

  • Tulisan ini hanya mengingatkan kita semua utamanya teman guru, seperti yang dimuat pada buku yang saya tulis: ” Siapa Bilang Menulis Itu  Susah ”

KESULITAN PERTAMA dan utama yang Anda alami ketika mau menulis pastilah karena ”minat” Anda masih tersembunyi. Padahal kalau Anda sebagai guru sejati, menulis adalah tugas keseharian.

Bukankah Anda selalu disibukkan untuk menulis kelengkapan mengajar seperti menyusun silabus, RPP, memeriksa ulangan, menganalis, dan seabreg tugas rutin lainnya. Sesungguhnya Anda sudah memulai membuka minat Anda.

Ibarat lentera dalam keremangan malam, dan dedaunan yang lebat. Cahayanya akan menyelinap  menerangi perjalanan Anda, dalam menuntun arah Anda ke satu tujuan, yaitu mengembangkan ide Anda dalam menulis. Sekecil apapun minat yang Anda miliki  apabila terus dipompa dan dipompa akan menjadi kekuatan yang teramat dasyat.

Ada dua kunci utama harus Anda pegang. ”Berpikir positif” dan ”percaya diri”. Anda yang berpikir positif melepaskan semua keraguan  dalam  mengambil  keputusan.

Saya sempat membaca dalam buku Wishnubroto Widarso yang mengupas sebuah puisi tentang gunung dan tupai. Anda tahu kan sebuah gunung? Tinggi, besar, dan sudah tentu sangat kokoh. Bagaimana dengan seekor tupai?

Tapi di hadapan sebuah gunung dia tetap percaya diri. Tupai tidak merasa rendah diri. Tubuhnya yang kecil dilihatnya sebagai suatu kelebihan. Tupai berpikir, bahwa ia tidak bisa menggendong hutan, seperti si gunung, tapi ia lincah, dan bisa mengupas kacang. Gunung tidak punya kemampuan seperti aku, pikirnya.

Nah, apa yang Anda dapat bayangkan dari puisi tersebut? Berpikir positif. Itulah yang harus Anda tumbuhkan. Apapun, bagaimanapun diri Anda, terima dengan lapang dada dan penuh kebanggaan. Yakini Anda punya kemampuan yang dahsyat.

Dari berpikir positif akan tumbuh rasa percaya diri. Anda sering mendengar ucapan anak muda: ”Gue PE-DE aja nih”. Percaya diri juga modal utama bila Anda mau mengambil keputusan, termasuk dalam hal menulis. Dalam buku Berpikir Positif karangan AN. Ubaedy, ada beberapa istilah yang terkait dengan PE-DE.

Pertama, self-concept, bagaimana Anda menyimpulkan diri Anda secara keseluruhan, bagaimana Anda melihat potret diri Anda secara keseluruhan, bagaimana Anda mengkonsepsikan diri Anda secara keseluruhan.

Kedua, self-esteem, sejauhmana Anda memiliki perasaan positif terhadap diri Anda, sejauhmana Anda punya sesuatu yang Anda rasakan bernilai atau berharga dari diri Anda, sejauhmana Anda meyakini adanya sesuatu yang bernilai, bermartabat, atau harga di dalam diri Anda.

Ketiga, self efficacy, sejauhmana Anda punya keyakinan atas kapasitas yang Anda miliki untuk bisa menjalankan tugas atau menangani persoalan dengan hasil yang bagus.

Keempat, self-confidence, sejauhmana Anda punya keyakinan terhadap penilaian Anda atas kemampuan Anda, dan sejauhmana Anda bisa merasakan adanya kepantasan untuk berhasil.

Berpedoman pada 5 W dan 1 H

Anda tahu kan, maksud dari judul di atas. Paling tidak Anda  pernah mendengar, atau membaca apa makna dari 5 W + 1 H. Dalam tulisan ini 5 W+ 1 H dimaksudkan sebagai pedoman bagi Anda  untuk menuangkan gagasan pikiran, menjadi sebuah tulisan. Ulasannya  bisa dibaca dibawah ini.

WHAT 

Apa yang Anda tuangkan dalam tulisan? Kebingungan untuk melahirkan ide sebuah tulisan, biasanya menjadi hambatan utama. Anda  sering memvonis diri Anda bahwa saya tidak berbakat menulis. Ubahlah mindset pikiran Anda.

Semua penulis terkenal sepakat mengatakan semua orang berbakat menulis. Seperti yang dikatakan penulis buku Best Seller Andrias Harefa: ”Yang mungkin diperlakukan bukanlah suatu’bakat’ istimewa, tetapi lebih pada keinginan dan minat yang besar untuk mau belajar, membangun kebiasaan menuangkan gagasan lewat tulisan”. (M. Hasyim Ashari: 2007, hal. 92).

Kekeringan dalam memunculkan ide, bisa diatasi dengan melepaskan pikiran Anda secara liar untuk menangkap penomena yang muncul dalam kehidupan ini , tentu yang menarik untuk ditulis.

Cara lain, Anda harus lebih banyak membaca, guna memperkaya kasanah bahasa dan juga mempertajam isi tulisan. Media informasi dan komunikasi yang canggih dan mengglobal dewasa ini, sangat baik Anda manfaatkan.

Berita atau peristiwa faktual, memiliki bobot yang sangat diperhitungkan. Contoh masalah sertifikasi guru. Banyak gagasan tulisan yang bisa diangkat dari peritiwa ini. Seperti judul berikut: ”Sertifikasi Guru, Peningkatan Profesionalitas, atau Isi Perut”. Terkait dengan tugas Anda sebagai guru, karya tulis ilmiah berupa PTK, atau karya ilmiah populer menjadi tulisan utama

WHEN

Kapan  Anda   memulai  untuk   menulis? Banyak   penulis   pemula    beranggapan melahirkan  sebuah  ide memerlukan waktu khusus. Anda tahu  kan,  waktu  kita sama 24 jam sehari. Asal ada  kemauan yang kuat, masalah  waktu bisa  diatasi. 

Ketika Anda sendirian, ketika Anda   diperjalanan,  ketika Anda  ke suatu  obyek  yang  indah, ketika Anda mendengar peristiwa menarik, atau  ketika Anda menghadapi masalah dalam  melaksanakan tugas, saat itulah waktu yang tepat untuk menuangkan gagasan Anda. 

Masalah waktu juga sangat terkait dengan momen tulisan yang Anda buat untuk dipublikasikan. Contoh, saat pemilihan presiden, atau DPR, buatlah tulisan yang bernapaskan politik. Atau ketika di bulan Mei, buatlah ulasan yang berbau pendidikan.

WHERE

Waktu  dan  tempat (where), rupanya saling  berdampingan. Yang utama bersamaan dengan munculnya ide Anda,  jangan  ditunda untuk diungkapkan dalam bentuk tulisan. Sedikit, tidak apa-apa. Ketika mood datang, silahkan dilanjutkan lagi. Bawalah  alat tulis kemanapun Anda pergi. Pengalaman penulis, banyak tulisan menarik yang dimuat dibeberapa harian idenya datang tiba-tiba.

WHY

Dalam buku Quantum Learning ada  ditulis: AMBAK (apa manfaat bagiku). Seorang penulis biasanya mematok kepuasan awal bukan pada materi. Keberhasilan  menuangkan ide secara  tidak langsung memberikan pencerahan, dan melepaskan   beban  dalam  memori otak kita.

Jangan lupa, mengapa selanjutnya  adalah   mengalirnya uang kedalam  pundi-pundi  tabungan Anda. Inilah yang  dimaksud  dengan  passive  income. Anda  pernah  nonton  film  Harry  Potter, atau membaca komiknya? J.K.ROWLING. 

Sebagai penulis,  ia sekarang  menjadi  salah satu orang terkaya di dunia. Ah…, tidak usahlah mengkhayal seperti itu. Tapi paling tidak, jika tulisan Anda dimuat dalam sebuah harian, Anda telah menunjukkan bahwa Anda punya kemampuan, dan Anda-lah salah seorang guru yang profesional.

WHO

Siapa (who) yang bisa anda tulis? Berkata tentang siapa, tentu tidak lepas dari obyek. Obyek tulisan berfokus pada fakta atau non fakta, benda mati atau benda hidup. Semua obyek di atas sama-sama memiliki bobot, apabila Anda mampu menuangkan dalam narasi yang menggelitik, dan bagaimana Anda membangun rasa ingin tahu dikalangan pembaca, itulah obyek terbaik untuk Anda tulis.

HOW

Bagainmana  Anda membuat sebuah tulisan? Banyak buku memuat kaidah-kaidah penulisan. Antara tulisan ilmiah, dengan tulisan jurnalistik biasa, jelas beda. Perbanyaklah membaca panduan jurnalistik, niscaya Anda menjadi penulis profesional. Ingat, ala bisa, karena biasa.

Mulailah   Menulis

”Mulailah dengan menuliskan hal-hal yangkau ketahui. Tulislah tentang pengalaman

dan perasaan diri sendiri.Itulah yang saya lakukan”J.K. ROWLING. (M. Hasyim Ashari: 2007, hal. 95).

Pesan di atas mendorong Anda bersiap-siap untuk menuliskan pena Anda. Gagasan, pengalaman, dan pandangan dari berbagai penulis, sudah Anda baca. Sekarang, hilangkan ilusi bahwa menulis itu susah. Tulis apa saja yang melintas dipikiran Anda. Biarkan seperti air mengalir. Pengalaman pribadi biasanya paling mudah kita ingat, lalu tuangkan dalam bentuk tulisan.

Jangan takut salah. Jangan takut tidak sesuai dengan kaidah penulisan, atau tidak berbobot. Ada baiknya Anda mengikuti langkah-langkah menulis sehingga Anda tidak kehilangan arah.

Pertama, tentukan topik atau tema yang anda akan tulis

Mencari topik tulisan, sebaiknya pada bidang yang Anda kuasai. Pencarian topik tulisan ilmiah atau tulisan populer, sangat berbeda. Anda seorang guru, tentu topik yang baik untuk diangkat adalah masalah pendidikan. Salah satu bentuk karya tulis yang dekat dengan pengembangan profesi Anda adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), ketika Anda menghadapi masalah pembelajaran.

Misal, Anda ingin meneliti penggunaan metoda pembelajaran yang dapat mendorong peningkatan prestasi siswa. Topik dapat pula dituangkan dalam bentuk karya tulis populer, seperti artikel dalam koran, majalah, atau tabloid. Carilah isu-isu yang sedang ngetren. Contoh, menjelang ujian. Ujian bersama yang disebut Ujian Nasional (UN), banyak menuai pro dan kontra. Anda dapat mengangkat dalam sebuah ulasan artikel, misal: ”Ujian Nasional, Menanam Benih, Menuai Badai”.

Kedua, membuat kerangka

Bagi penulis pemula, kerangka tulisan penting untuk dirumuskan, sehingga ada acuan yang bisa dipedomani. Penulisan ilmiah, jelas harus ada kerangka, sesuai dengan ketentuan penulisan ilmiah.

Namun untuk tulisan populer semacam artikel, atau fiksi, biasanya kerangka karangan tidak begitu penting, karena gagasan mengalir sesuai dengan pola pikir kita. Paling tidak format tulisan Anda memuat unsur pendahuluan, inti permasalahan (pokok gagasan Anda), kesimpulan.

Ketiga, siapkan dan baca buku acuan

Tidak ada satu penulispun sekiranya mengungkap ide, tanpa dilengkapi buku acuan. Pengalaman penulis, gagasan yang muncul, sering karena membaca sebuah tulisan, atau buku, kemudian kita memadukan tulisan yang ada pada sumber, dengan gagasan kita. Oleh karenanya rajin-rajinlah mengoleksi buku, atau mengkliping bacaan yang mungkin Anda perlukan. Kemudian bacalah buku itu ….!!

Keempat, editing tulisan.

Ketika tulisan Anda sudah jadi, membaca berulang-ulang merupakan suatu keharusan. Langkah ini memberikan kesempatan kepada Anda untuk mengoreksi kembali tata penulisan, redaksionalnya, maupun penajaman isi dari tulisan tersebut.

Kelima, menawarkan kepada penerbit

Perasaan apa  paling menghantui ketika Anda telah selesai menyusun sebuah tulisan ?, jawabnya keraguan menawarkan kepada penerbit. Jangan ada keraguan dan ketakutan untuk ditolak. Prinsip ini harus Anda pegang teguh. 

Pengalaman saya sebagai penulis, berkali-kali tulisan yang dikirim, tidak ada kabar berita, sebaliknya saat tertentu ada kejutan. Dalam hitungan hari sudah bisa diterbitkan. Termasuk ketika penulis mau naik pangkat menuju IVb, arsip usulan satu tahun tidak ada berita. Penulis tidak putus asa. Ulangi setahun lagi, dan ternyata hasilnya tidak mengecewakan. [T]

Carma Citrawati, Ide Menulis Itu Datang dari Drama Korea
Menulis, Menjaga Kelestarian Otak Kita
Tips Menulis dan Proses Kreatif Kurnia Effendi – Dari Koleksi Judul hingga Ilham & Buku
Tags: gurukiat menuliskiat menulis untuk guruLiterasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

De Javu dalam Saga Seru Piala Dunia Qatar: Kejutan dan Kesedihan yang Berulang

Next Post

Pembelajaran Sastra Inovatif, Murid Produktif

DN Sarjana

DN Sarjana

Guru. Ketua PGRI Tabanan

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Pembelajaran Sastra Inovatif, Murid Produktif

Pembelajaran Sastra Inovatif, Murid Produktif

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co