1 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Itu “Coffee Shop” Minggir Dulu, Kopi Banyuatis Mau Lewat

Azman H. Bahbereh by Azman H. Bahbereh
June 2, 2022
in Esai
Itu “Coffee Shop” Minggir Dulu, Kopi Banyuatis Mau Lewat

Azman (penulis) sedang ngopi

“Bila kau pergi, lantas apa yang kucicipi.” Kiranya kata-kata Al-Hallaj itu yang bisa saya ambil dan plintir sedikit endingnya, untuk menjadi wali perasaan saya, di samping relevansi dan kecocokan akan tulisan ini.

Biarlah tanpa uang 2 hari, gak makan dari subuh sampai malam, dan keseharian yang enggak produktif , yang penting Kopi Banyuatis masih satu toples di dapur kontrakan. Itu sudah bikin saya tenang dan tak terlalu was-was untuk menghadapi kehidupan yang serba fana ini. Aduh aduh aduhhhh.

Karena hanya Kopi Banyuatis yang bisa buat saya merasa menjadi orang yang intelek dan melek kebudayaan. Tanpanya, saya hanyalah buih di lautan, mengambang-ngambang ikuti arus zaman yang tak karuan. Mih, bungutee.

Bukti sederhananya, yakinlah, ketika saya menyelesaikan tulisan ini, total 4 gelas Kopi Banyuatis telah membanjiri kerongkongan saya. 1 gelas di pagi hari, siang sepulang kuliah 1 gelas lagi, dan 2 gelas dari awal sampai selesainya tulisan ini. Dan teman-teman di pojokan yang sedang duduk di ruang tamu, khusyuk bercinta dengan masing-masing segelas pekat Kopi Banyuatis juga.

“Uger-Uger Pikolih Kopi”, Undang-Undang Kopi Bali 1920

Di Kota Malang, eksistensi Kopi Banyuatis di kontrakan bagi saya lebih fundamental, daripada kehadiran kekasih dalam pelukan. Kopi Banyuatis bukan lagi sekadar sruput sebangun tidur dan sruput sepulang kerja atau kuliah. Tapi sudah menjadi sandang pangan yang punya kontribusi lebih besar ketimbang beras dan baju. Dan adanya Kopi Banyuatis di kontrakan, adalah salah satu alasan kenapa saya masih dalam keadaan waras.

Namun, mengurung diri dalam pelukan Kopi Banyuatis sambil baca Don Quixote, bukan berarti saya kampungan dan tak mengenal coffee shop ala-ala gen Z. Kadang sebulan sekali saya menyempatkan diri menerima ajakan teman buat nongki di tempat begituan. Bukan karena saya suka kopinya, melainkan menghargai ajakan kawan saja, plus ramai ukhti-uktinya juga sihh.

Dan di Kota Malang, tempat saya kost dan kuliah, pembangunan-pembangunan coffee shop semakin marak, hampir di segala tempat ada coffee Shop, entah yang konvensional atau yang kontemporer. Di kawasan UIN dan Unisma, coffe shop didominasi bentuk tradisional, dengan pengunjung yang rata-rata adalah mahasiswa-mahasiswa organisasi akut stadium 4. Sedangkan kawasan UB dan UMM, ramai coffee shop modern. Biasanya  gen Z di sana nongki cuman buat pamer FWB dan outfit yang jilbabnya nyekik leher.

Seiring pembangunan itu pun, saya seakan digiring untuk berhijrah menjadi hedonis yang totalitas. Untungnya, persuasif terselubung semacam itu, terbentengi dengan bubuk pahit nagih-nagih dari Kopi Banyuatis yang bertumpuk-tumpuk di dapur kontrakan.

Jujur saya sedikit menjaga bibir saya dari kopi yang dimix-mix gitu, yang diart-art gitu. Di samping alasan tak terlalu suka, saya juga takut keintelektualan yang merasuk ke diri saya dari memagut pahit Banyuatis itu, memudar sedikit demi sedikit.

Jadinya saya harus sehati-hati mungkin  menjaga kontak fisik, agar tak terkontaminasi dengan kopi yang manis-manis bergambar-gambar itu. Dan, oh iya, juga dengan ice coffee, yang bila es batunya meleleh, rasanya jadi hambar.

Kopi Banyuatis, mungkin bagi teman-teman saya yang bukan orang Bali cuman seonggok bubuk cokelat legam. Tapi bagi saya, Kopi Banyuatis adalah penyokong kehidupan saya dan mahasiswa-mahasiswa Bali di Malang, yang di dalamnya mengandung partikel-partikel gaib yang menyegarkan elemen-elemen tubuh.

Tanpa Kopi Banyuatis, saya tak mungkin kuat baca bukunya Metamorfosis Kafka, Kritikus Adinan, apalagi tulisan-tulisan Afrizal Malna. Tanpa Kopi Banyuatis juga, sebatang rokok country dan lucky strike tak memiliki kenikmatan yang hakiki.

Dan posisi itu tidak bisa digantikan dengan kopi-kopi yang ada di coffee Shop di sekitaran Malang. Saya lebih memilih minum kopikap yang dijual WM (Warung Madura), ketimbang minum kopi latte dan kopi art-art itu.

Kopi Susu + Telur Ayam Arab Setengah Matang | Legenda Ngopi di Kota Tua Singaraja

Pernah, suatu ketika sekitaran tahun lalu. Stok Kopi Banyuatis di kontrakan saya sudah di ambang ajal. Sontak saya panik, sampai mau bikin storydi Instagram, dan ngetweet di Twitter, biar netizen bantu nyari solusi. Saya bingung harus beli di mana, karena Kopi Banyuatis tidak beredar di pulau Jawa. Pun, teman-teman mahasiwa Bali sudah ada di Malang semua. Kalaupun lewat jasa pengiriman dari Bali ke Malang, tentu tak kebayang berapa pengeluaran yang harus saya rogoh dari kantong. Alhasil pelarian saya hanyalah Sidomukti dan Kapal Api, yang rasanya rada-rada mirip Kopi Banyuatis.

Namun, hanya Kopi Banyuatis yang bisa menopang saya untuk kuat selama berjam-jam di depan laptop, menggarap tugas dan maratonin series Game of Thrones. Kopi Banyuatis adalah foundation of my strength, bisa dibilang begitu. Hanya kepahitan Kopi Banyuatis saja yang bisa buat badan saya tegak dan mata saya tak layu buat berlama-lama di depan laptop dan buku.

Oleh sebab itu, ketika saya kehabisan Kopi Banyuatis, cuman sisa satu sendok teh bubuknya doang. Saya dan teman-teman satu kontrakan, secara tidak langsung merancang manajemen pendistribusian Kopi Banyuatis dari Bali ke Malang. Pokoknya, setiap masing-masing kami yang akan berangkat ke Malang, hukumnya sunnah muakad (diharuskan) membawa minimal 1 bungkus Kopi Banyuatis ukuran 500 gram. Entah itu beli di toko pak kadek, kelontongan orang cina, ataupun warung pak samsul.

Dengan manajemen pendistribusian yang kami rancang secara kolektif. Perkiraan stok Kopi Banyuatis yang kami bawa dari masing-masing rumah, bisa habis dalam kurun waktu 3 sampai 4 bulan. Kalau ngopinya pakai akhlak sih. Ya kalau gak pakai akhlak, 2 bulan itu Kopi Banyuatis udah raib dari ruang penyimpanan, inguh be ngalih dije ne ngadep.

Makanya saya sangat berhati-hati untuk mengatur kecukupan pangan dan sandang (Kopi Banyuatis) kami di kontrakan. Yang penting dari kami semua ngopinya pakai akhlak dan otak aja. Itu perlu dilakukan, untuk kesejahteraan kami semua ketika menikmati Kopi Banyuatis.

Di sini, tak jarang beberapa pikiran muncul secara tiba-tiba dalam diri saya. Dan salah satunya adalah, saya sangat menginginkan Kopi Banyuatis beredar di pulau Jawa, tak hanya Bali dan NTB saja. Padahal kalau dilihat, mahasiswa-mahasiswa Bali yang merantau ke pulau Jawa itu banyak banget, kan. Dan yang namanya Kopi Banyuatis sangat penting ada di sisi kami. Dan saya pribadi berharap Pak Gede Pusaka (Bos Kopi Banyuatis) bisa memikirkan hal ini. Jadi tak terbatas mengedukasi orang minum kopi dengan benar di Bali dan NTB saja. Tapi juga Pulau Jawa perlu deh kayaknya.

Dan saat ini, alhamdulillah stok Kopi Banyuatis saya dan teman-teman kontrakan masih cukup untuk dua bulan kedepan. Ditambah ada beberapa teman yang akan ke Malang nantinya bawa Kopi Banyuatis juga. Dengan itu saya tak perlu lagi khawatir, tak perlu lagi story di Instagram dan ngeteweet di Twitter, dan tak perlu lagi beli kopikap di WM (Warung Madura). Apalagi beralih ke coffe shop. Biarlah teman-teman saya yang hedon aja ngopi di sana, sambil ngomongin rencana collab bareng Bayu Skak dan Juragan 99. [T]

Tags: bulelengkopi balikopi banyuatis
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gong Kebyar Legendaris | Sekaa Gong Gunung Sari dari Peliatan, Mendunia Sejak 1930-an

Next Post

Siap Grak, Maju Jalan…! Buleleng Bersiap Gelar Lomba Gerak Jalan

Azman H. Bahbereh

Azman H. Bahbereh

Lahir di Singaraja, Bali, 30 Januari 2001. Bekerja sebagai tukang jagal ayam yang selain gemar membaca juga gemar menulis. Kalian bisa menemukannya di akun Instagram : @azmnhssmb

Related Posts

Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat

by Agung Sudarsa
April 30, 2026
0
Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat

Ilmuwan di Persimpangan Zaman Nama J. Robert Oppenheimer selalu menghadirkan paradoks: seorang ilmuwan jenius yang sekaligus menjadi simbol kegelisahan moral...

Read moreDetails

BALI SEDANG KRISIS KEBERANIAN? —‘Cari Aman’, ‘Koh Ngomong’ dan ‘Sing Nyak Uyut’ yang Menghancurkan Bali

by Sugi Lanus
April 30, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 29 April 2026 Di permukaan dan kasat mata: Bali sedang menghadapi darurat sampah. Pengerusakan hutan...

Read moreDetails

Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles

by T.H. Hari Sucahyo
April 29, 2026
0
Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles

DI tengah dunia yang begitu bising oleh standar dan penilaian, banyak orang tumbuh dengan keyakinan bahwa daya tarik ditentukan oleh...

Read moreDetails

Annam Brahman: Makanan adalah Tuhan

by Agung Sudarsa
April 28, 2026
0
Annam Brahman: Makanan adalah Tuhan

Dari Dapur Menuju Kesadaran Ungkapan Annam Brahman dari Taittiriya Upanishad sering terdengar sederhana, bahkan terasa “terlalu duniawi” untuk ukuran nilai-nilai...

Read moreDetails

Buku Terbit, Lalu Terlalu Banyak Selebrasi

by Angga Wijaya
April 28, 2026
0
Buku Terbit, Lalu Terlalu Banyak Selebrasi

BUKU terus lahir, hampir setiap waktu. Dari penulis lama, penulis baru; dari yang sudah punya nama, sampai yang masih mencari...

Read moreDetails

Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya

by Asep Kurnia
April 27, 2026
0
Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya

TAK dapat dipungkiri lagi bahwa Seba Baduy bukan lagi dimaknai hanya sebagai acara ritual sakral semata, tapi sudah melebihi dari...

Read moreDetails

Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

by I Nyoman Tingkat
April 27, 2026
0
Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

DUNIA mengakui1 April adalah tanggal olok-olok. Orang boleh berbohong pada 1 April yang disebut dengan April Mop. Tidak demikian dengan...

Read moreDetails

Masalahnya Bukan Hanya Anggaran

by Isran Kamal
April 27, 2026
0
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

SETIAP kali angka besar muncul di ruang publik, reaksi yang mengikuti hampir selalu serupa, yakni cepat, emosional, dan penuh kecurigaan....

Read moreDetails

Ketika Orang Bali Terpapar Jadi Pasukan Payuk Jakan & Cicing Borosan

by Sugi Lanus
April 27, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 27 April 2027 Lihatlah berbagai kejadian orang Bali cekcok, adu mulut terbuka, saling berhadapan-hadapan, berkelahi...

Read moreDetails

Teatrikal Politik Lingkungan di Bali

by Teddy Chrisprimanata Putra
April 26, 2026
0
Menghitung Kekuatan Politik Giri Prasta

BALI sedang tidak baik-baik saja. Setidaknya pernyataan tersebut valid dalam perspektif lingkungan. Telah menjadi diskursus publik bahwa Bali saat ini...

Read moreDetails
Next Post
Siap Grak, Maju Jalan…! Buleleng Bersiap Gelar Lomba Gerak Jalan

Siap Grak, Maju Jalan…! Buleleng Bersiap Gelar Lomba Gerak Jalan

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Vision for All’ Hadirkan Penglihatan Lebih Jelas, 1000 Kacamata Resep bagi Warga Jimbaran
Kesehatan

‘Vision for All’ Hadirkan Penglihatan Lebih Jelas, 1000 Kacamata Resep bagi Warga Jimbaran

SUASANA pagi pada Kamis, 30 April 2026, di Wantilan Kuari, Jimbaran, terasa berbeda. Bukan sekadar hiruk-pikuk aktivitas yang terdengar sejak...

by Nyoman Budarsana
April 30, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Problem Keadilan dalam Pembagian Harta Bersama: Dari Norma ke Uji Konstitusi

Dia luka yang tidak pernah benar-benar terlihat dalam putusan pengadilan berkaitan dengan pembagian harta gono gini dalam perpisah/pecahnya perkawinan  karena...

by I Made Pria Dharsana
April 30, 2026
Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat
Esai

Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat

Ilmuwan di Persimpangan Zaman Nama J. Robert Oppenheimer selalu menghadirkan paradoks: seorang ilmuwan jenius yang sekaligus menjadi simbol kegelisahan moral...

by Agung Sudarsa
April 30, 2026
Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  
Panggung

Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

SEJAK dibentuk pada 2008 di Bali, Dialog Dini Hari konsisten mempertahankan pendekatan musik yang tenang dan reflektif. Kini, band indie...

by Dede Putra Wiguna
April 30, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

BALI SEDANG KRISIS KEBERANIAN? —‘Cari Aman’, ‘Koh Ngomong’ dan ‘Sing Nyak Uyut’ yang Menghancurkan Bali

— Catatan Harian Sugi Lanus, 29 April 2026 Di permukaan dan kasat mata: Bali sedang menghadapi darurat sampah. Pengerusakan hutan...

by Sugi Lanus
April 30, 2026
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik
Tualang

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

by Chusmeru
April 30, 2026
Resistensi Penutur: antara “Mempunyai” dan “Memunyai” dalam Bahasa Indonesia
Bahasa

Resistensi Penutur: antara “Mempunyai” dan “Memunyai” dalam Bahasa Indonesia

BARU-BARU ini, dalam perhelatan Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Sandibasa) IV, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, saya mempresentasikan sebuah makalah...

by I Made Sudiana
April 29, 2026
Sambeng Agung, Perang Hama dari Canggu di Pesta Kesenian Bali 2025
Budaya

Pesta Kesenian Bali 2026 Angkat Isu-isu Sosial Aktual Lewat Panggung dan Seminar Seni

Pesona Pesta Kesenian Bali (PKB) masih memukau, dinamis dan relevan. Buktinya, pesta seni milik masyarakat Bali ini berhasil mempertahankan tradisi,...

by Nyoman Budarsana
April 29, 2026
Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles
Esai

Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles

DI tengah dunia yang begitu bising oleh standar dan penilaian, banyak orang tumbuh dengan keyakinan bahwa daya tarik ditentukan oleh...

by T.H. Hari Sucahyo
April 29, 2026
“Sing Nyidang Ngomong”, Saat Mr. Rayen Bicara tentang Luka Rumah Tangga dari Sudut Pandang Anak
Pop

“Sing Nyidang Ngomong”, Saat Mr. Rayen Bicara tentang Luka Rumah Tangga dari Sudut Pandang Anak

PADA banyak lagu tentang perselingkuhan, yang kita dengar biasanya hanya dua suara, mereka yang terlibat, mereka yang saling menyakiti. Jarang...

by Angga Wijaya
April 29, 2026
Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro
Panggung

Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro

CINEPOLIS Plaza Renon menjadi titik temu antara ingatan, penghormatan, dan refleksi. Di sanalah BALIDOC menggelar diseminasi sekaligus penayangan perdana film...

by Dede Putra Wiguna
April 29, 2026
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026
Khas

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co