24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kangen Band, Tri Suaka-Zidan, dan Cita-cita Kami

Jaswanto by Jaswanto
April 27, 2022
in Esai
Kangen Band, Tri Suaka-Zidan, dan Cita-cita Kami

Ilustrasi diolah dari foto-foto di Google

Aku iseng mengetik kata “Kangen Band” di Google, dan ini hasilnya: “Konser Tri Suaka Batal Akibat Menghina Andika Kangen Band?” suara.com, “Andika Kangen Band Nasehati Tri Suaka-Zidan: Jadikan Pelajaran” CNN Indonesia, “Benarkah Subscriber Zinidin Zidan Merosot Usai Parodikan Andika Kangen Band” detikHOT, “Banjir Hujatan Usai Ejek Andika Kangen Band, Tri Suaka dan Zidan Ngaku Kena Mental” suara.com, dll.

Viral! Nama Tri Suaka dan Zidan sedang dibicarakan, “diserang”, dibully, diparodikan, dimaki, dihujat beramai-ramai di media sosial. Bahkan dalam sesi wawancara di kanal Yutubnya Manji, dua sejoli ini⸺eh, maksud saya, dua pemuda yang sedang naik daun ini⸺mengaku kena mental. Zidan mengaku sampai muntah dan tidak bisa tidur dua hari akibat ulahnya ini. Ia yang masih baru di dunia entertainment kaget menghadapi cibiran netizen. Semua ini bermula dari video mereka berdua saat memparodikan gaya bernyanyi Andika Kangen Band, viral. Banyak orang menilai bahwa video itu berlebihan. Netizen beranggapan bahwa karikatural tubuh Tri dan Zidan cenderung menghina.

Cukup! Aku tak mau ikut dalam keributan ini. Dalam hal ini aku sepakat dengan psikolog pilih tanding abad ini, Ibu⸺eh, atau Mbak?⸺Lya Fahmi. Sebagai seorang psikolog, ia “sadar bahwa ucapan yang paling jahat dan paling menyakitkan adalah ucapan yang ditujukan seseorang kepada dirinya sendiri”. Ucapan itu, katanya, tak selalu terkatakan, tapi berputar-putar terus di dalam kepalanya.

“Ucapan buruk orang lain kepada diri kita sebenarnya tak seberapa menyakitkan, bahkan sama sekali tak menyakitkan. Yang membuat terasa menyakitkan karena tak jarang ucapan-ucapan itu memicu kita berpikiran buruk tentang diri kita sendiri. Mungkin, ucapan-ucapan orang itu membuat kita berulang-ulang memikirkan dan berkata pada diri sendiri, ‘Aku sejahat itu ya? Aku sebodoh itu ya? Aku memang bodoh. Aku memang tidak layak. Aku memang konyol. Aku memang jelek. Aku membenci diriku sendiri’.

Entah watak atau bagaimana, manusia sepertinya adalah sosok yang paling sadis kepada dirinya sendiri,” tulis psikolog alumni UGM ini di akun Facebook-nya.

Atas dasar pemikiran di atas itu ia menjadi enggan ikut-ikutan berkomentar atau menghujat sosok-sosok yang sedang ramai dibicarakan. “Nggak usah dikata-katai apa-apa, mereka tu kayaknya udah sangat stress dengan pikiran-pikiran mereka sendiri,” katanya.

Aku lega membaca postingannya ini. Aku enggan ikut berkomentar atau justru menghujat Tri maupun Zidan. Maka dalam tulisan ini, sebenarnya aku hanya ingin bernostalgia dengan grup musik pop melayu bernama Kangen Band.

***

Sebagai generasi yang lahir pada tahun ’90-an, aku besar⸺dan tumbuh⸺bersama musik dangdut, campur sari, dan musik pop melayu⸺yang pada tahun 2000-an sedang mendapatkan momentumnya itu. Pop melayu selain Peterpan, Wali Band, dan musik-musik Thomas Arya, lagu-lagu Kangen Band paling sering aku dengar dari VCD tetangga. Awalnya aku tidak tahu saat teman-temanku menyanyikan lagu dewasa dengan lirik “… tapi kamu kok selingkuh” atau “…empat belas hari kumencari dirimu” yang hit itu, sampai seorang teman sekolah dasarku bilang, “Ini lagunya Kangen Band, Jas. Grup band yang sedang terkenal.”

Semenjak saat itu, aku sering nongkrong di rumah salah seorang teman yang memiliki VCD untuk mendengar dan ikut menyanyikan lagu-lagu Kangen Band beramai-ramai.

Konser Live for Musik di RTH Bung Karno: Menghubungkan Musik, Ruang dan Usaha

Grup band yang dibentuk di Bandar Lampung pada tahun 2005 oleh Dodhy (Gitar), Andika (Vocal), Tama (Gitar), Bebe (Bass), Izzy (Keyboard), dan Baim (Drum) ini, tak membutuhkan waktu lama untuk memikat hatiku. Pasalnya, lagu-lagu yang mereka ciptakan dan nyanyikan, sungguh sangat mudah untuk diingat. Apalagi saat album ketiga mereka yang diberi judul “Pujaan Hati” (2008), dengan hit single “Terbang Bersamaku” dan “Pujaan Hati” rilis, aku semakin terpikat dengan grup band yang berhasil masuk sebagai Grup Band Tervaforit pada SCTV Award 2007 ini.

Lagu “Terbang Bersamamu” dan “Pujaan Hati” selalu aku nyanyikan di kelas saat guru belum hadir dengan meja sebagai drum-nya. Aku memukul-mukul meja⸺atau lebih tepatnya menggebrak-gebrak⸺dengan penuh antusias dan, tentu saja, sambil membayangkan bahwa aku sedang konser di atas panggung yang penuh lampu sorot dengan ratusan ribu penonton yang berteriak histeris karena kemerduan suaraku.

Tak hanya dua lagu itu saja, lagu “Tentang Aku, Kau, dan Dia” (2007) dalam album dengan judul yang sama, juga menjadi lagu yang tidak pernah terlewatkan aku nyanyikan di kelas maupun di rumah. Tak main-main, album ini langsung menyabet Golden Award karena penjualannya melebihi angka 150 ribu kopi. Fantastis.

Seorang teman membeli poster mereka di lapak penjual CD bajakan di Pasar Hewan Kecamatan Kerek⸺zaman itu kami biasa membeli CD bajakan dengan harga 5 ribu satu album. Lalu dia menempelkannya di dinding kayu rumahnya. Kami memandanginya lekat-lekat. Dari atas sampai bawah. Dari ujung rambut sampai ujung kaki. Salah seorang teman berkata dengan sangat percaya diri sambil membasahi rambutnya dengan air lalu menatanya sedemikian rupa sampai menyerupai sosok dalam poster, “Kita harus membuat grup band.” Sialnya, kami semua mengangguk tanda setuju.

REIM Space dan Upaya-upaya Membangun Ekosistem Bermusik di Kota Singaraja | Ekosistem Seperti Apa?

Pada waktu itu, sebagai anak kampung miskin pelosok pinggiran yang tak mungkin dapat mengikuti jejaknya, bagi kami Kangen Band merupakan grup yang sempurna. Kami tidak memiliki penilaian atau argumen atau analisis intelektual seperti misalnya yang ditulis Rhenald Kasali dalam buku “Cracking Zone”. Kangen Band, menurut Rhenald, dinilai sebagai sebuah fenomena yang menggambarkan naik kelasnya kalangan ekonomi bawah ke kelas menengah secara masif.

Meskipun disambut meriah oleh pasar dengan penjualan yang mampu menembus 300.000 keping, kehadiran mereka mengejutkan karena baik penampilan maupun kualitas musik dianggap di bawah band menengah-elit. Kehadiran mereka juga dituduh merusak kualitas musik Indonesia⸺Rhenald Kasali, “Cracking Zone”.

Atau komentar sengit dari David Bayu, vokalis band Naif dalam sebuah acara yang diadakan oleh Rollingstone, secara terbuka menyatakan keberatannya terhadap Kangen Band, termasuk label tempat bernaung band tersebut. Keberatan David dilatari oleh banyaknya produser musik yang pada saat itu cenderung mematikan heterogenitas musik Indonesia dengan hanya fokus menggarap band-band bercorak pop melayu.

Pada pertengahan tahun 2000-an, grup band tanah air memang sangat menjamur⸺seperti musik indie pada saat ini. Dalam hal ini, Kangen Band kemudian bukan satu-satunya grup band yang kami letakkan dalam dada kami. Ia harus rela berdesakan dengan band-band yang lebih dulu dibentuk tapi kami baru tahu lagu-lagunya atau band-band yang baru dibentuk setelahnya. Kami memasukkan Radja Band, Wali Band, Letto, Kuburan Band, Hijau Daun, D’Bagindas, D’Masiv, Armada, Republik, The Virgin, Viera, Peterpan, Vagetoz, dan masih banyak lagi, ke dalam saku dada kami masing-masing.

Tetapi berkat grup band-grup band itu, kami, anak-anak udik Dusun Karang Binangun, memiliki pilihan cita-cita selain menjadi polisi, tentara, guru, dokter, dll. Kami mendadak bercita-cita menjadi vokalis, gitaris, basis, pianis, maupun drumer. Hidup generasi kami menjadi lebih berwarna.

Kamau Abayomi: Puisi, Musik dan DJ | Ia Hirup Sejuk Udara Desa Apuan

Namun pada akhirnya, kami harus bangun dari tidur dan disadarkan oleh realita bahwa untuk menjadi grup band, tak semudah membalikkan telapak tangan. Cita-cita kami patah dan terlupakan, seperti saat Andika dan Izzy, personil Kangen Band, ditahan polisi sebab narkoba. Tahun itu menjadi awal band pujaan hati ini mulai meredup. Hingga pada tahun ini, Kangen Band bangkit dan merilis ulang single “Cinta Sampai Mati”, yang sebelumnya dibawakan penyanyi pendatang baru, Raffa, lagu ini menjadi trending di platform digital, selama berturut turut. Dan berkat ulah Tri Suaka dan Zidan, nama Kangen Band kembali menyeruak di jagat permusikan tanah air.

Yuk! Nyanyi yuk! “… kamu di mana, dengan siapa, semalam berbuat apa. Kamu di mana, dengan siapa, di sini aku menunggumu dan bertanya. Yolanda.” [T]

Tags: Kangen Bandmusikpenyanyi indonesiaTri SuakaZidan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Enam Sekolah Model Penerima Penghargaan Praktik Baik Literasi Dipantau Tim KKLP Literasi Balai Bahasa Provinsi Bali

Next Post

Wajah Perempuan dalam Gurat Berani Garis-garis | Dari Pameran Panen SMPN 1 Singaraja

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Wajah Perempuan dalam Gurat Berani Garis-garis | Dari Pameran Panen SMPN 1 Singaraja

Wajah Perempuan dalam Gurat Berani Garis-garis | Dari Pameran Panen SMPN 1 Singaraja

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co