28 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wajah Perempuan dalam Gurat Berani Garis-garis | Dari Pameran Panen SMPN 1 Singaraja

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
April 27, 2022
in Ulasan
Wajah Perempuan dalam Gurat Berani Garis-garis | Dari Pameran Panen SMPN 1 Singaraja

Dua perempuan pengunjung Pameran Panen SMPN 1 Singaraja

Constellation : ”The Beginning”. Begitu tema Pameran Panen Hasil Karya dari SMP Negeri 1 Singaraja yang dibuka Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Selasa, 26 April 2022, di sekolah setempat. Pameran itu sejatinya adalah pameran karya-karya seni rupa; lukisan, instalasi, patung, baju lukis, karya tanah liat, komik, poster, cetak tera dan cetak saring.

Ini sebuah pameran yang bisa dikata sebagai upaya penciptaan iklim baik bagi dunia seni rupa di sekolah menengah pertama. Bisa juga disebut sebagai ajang pembuktian bahwa para remaja, di tengah gempuran seni digital, masih bisa menciptakan karya seni manual yang dikerjakan oleh tangan mereka sendiri.

Secara formal pihak sekolah menyebut bahwa pameran ini bertujuan untuk meningkatkan, membangkitkan semangat, apresiasi dan kreativitas bagi siswa untuk berkarya seni yang materinya terdapat dari pembelajaran seni budaya.

Selain itu, pameran ini juga untuk melatih siswa bekerja kelompok dan berorganisasi sehingga siswa menjadi lebih mandiri dan lebih bertanggungjawab serta dapat dijadikan sarana hiburan dan apresiasi seni bagi siswa SMP Negeri 1 Singaraja.

Semua hasil karya seni ini dikumpulkan dari awal semester ganjil yang sudah sesuai dengan materi pembelajaran yang diajarkan pada kelas VII, VIII dan IX. Pameran kreativitas seni ini merupakan hasil karya tugas praktek dari materi pembelajaran seni budaya khususnya sub seni rupa.

Foto: Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana di sela Pameran Panen SMPN 1 Singaraja

“Acara ini merupakan langkah yang luar biasa bagaimana guru pengajar bisa paham tentang naluri dan ide-ide serta kreativitas dikalangan siswa. Ini penting, karena selama ini siswa hanya diberikan teks book saja. Dengan ini mereka bisa berkreativitas dan tahu ke mana arah kedepannya,” kata Bupati Agus Suradnyana saat melihat pameran anak-anak SMP itu.

Mudah-mudahan, lanjut Bupati, dengan acara seperti ini kedepan akan lahir orang yang lebih spesifik dalam bidangnya, paham terhadap beberapa hal dan mampu berkomunikasi dengan baik. “Ini merupakan kecerdasan pendidik untuk bisa mengarahkan siswanya yang memiliki kelebihan di bidangnya,” kata Bupati.

Imajinasi Anak SMP

Bagaimana menilai karya seni rupa, terutama lukisan, anak-anak SMP? Tentu tak perlu serius-serius. Yang tampak dari karya-karya seniman remaja dari SMPN 1 Singaraja adalah keberanian mengelola imajinasi remaja mereka dalam guratan garis dan warna yang khas dan orisinal.

Bentuk atau obyek lukisan bisa saja setangkai dua tangkai bunga, bisa sebentuk wajah dengan ragam-rupa mimic dan ekspresi, bisa sebatang atau dua batang pohon yang menjulang di tepi telaga, bisa juga sewajah burung hantu yang memenuhi ruang lukisan. Obyek itu bisa tampak dengan jelas, seperti bisa dibayangkan dengan gamblang dalam realitas keseharian anak-anak remaja. Namun karya-karya mereka tak bisa disebut sepenuhnya realis, justru karena anak-anak itu sangat berani bermain dengan garis.

Lihat misalnya sejumlah karya yang melukiskan wajah-wajah perempuan. Saat melukis wajah perempuan, para remaja itu dengan lihai mengelola mimik atau ekspresi perempuan, misalnya dengan memainkan bentuk bibir. Permainan bibir, dalam kenyataan, mungkin banyak dilakukan oleh remaj, misalnya ketika bercermin sembari meneliti anatomi yang rinci pada ruang wajah mereka.

Yang lebih menarik, permainan ekspresi wajah, sebagian besar dalam lukisan itu, diolah dengan permainan garis sehingga wajah seakan dibentuk oleh potongan-potongan mozaik. Gaya melukis semacam itu tentu saja tidak sepenuhnya orisinal, tapi anak-anak itu tampak sangat menguasai gaya seperti itu sehingga lukisannya tampak utuh, tanpa adanya tarikan garis yang canggung.

Secara umum, lukisan anak-anak SMPN 1 Singaraja ini memang lebih banyak melukis dengan permainan garis-garis, di mana pertemuan-pertemuan garis itu membentuk lekuk dan gestur obyek yang menarik. Tarikan garis membentuk ruang, bisa ruang lingkaran, ruang kotak, ruang oval, dan bentuk ruang lain. Ruang itu membentuk irisan, dan irisan membentuk obyek.

Selain terbayangkan sebagai sebuah obyek realis, sejumlah lukisan karya anak-anak SMPN 1 Singaraja juga menampilkan bentuk-bentuk yang bisa disebut sebagai surealis. Salah satunya adalah lukisan seorang perempuan berdiri di tepi danau, dengan pohon kelapa yang menunduk dan bayangan perahu di latarnya. Pada kepala perempuan itu seakan-akan baru saja keluar segerombolan kupu-kupu yang kemudian beterbangan di atas kepala. Lukisan semacam ini mungkin bukan hal baru, tapi bisa dibayangkan apa yang sedang dipikirkan oleh anak yang melukis itu?

Pikiran anak-anak remaja tak bisa ditebak. Jika ngotot hendak menebaknya, perlu dilihat apa yang sedang ia lukis. Untuk itulah penting seorang remaja melukis, meski tak harus jadi pelukis, namun dengan melukis ia mencoba untuk berkomunikasi dengan lingkungan dan orang-orang di sekitarnya.    

Jadi, benar kata Bupati Suradnyana saat melihat pameran, bahwa ada beberapa tahapan atau fase-fase dalam mencapai karakter dan kepribadian yang cukup untuk bisa menghadapi masa yang akan datang bagi anak-anak. 

Dimulai dari masa usia PAUD yang merupakan masa untuk meniru dan kecepatan daya tangkap, sehingga usia PAUD sangat penting untuk diraih dengan benar, sehingga kedepannya bisa memberikan edukasi yang terstruktur dan terukur agar bisa memberikan kontribusi berdasarkan kurikulum yang benar.

Dalam usia dewasa sudah pasti akan larut dengan pelajaran di sekolah, permainan dan berinteraksi dengan lingkungan. “Maka perlunya edukasi dalam tatanan budi pekerti yang mungkin selama ini belum tersampaikan dengan baik dan perlu dilakukan pendekatan yang humanis dalam pembelajaran tentang tata karma, disiplin dan tata cara berinteraksi yang sopan dan baik,” kata Bupati.

Dan, edukasi dalam tatanan budi pekerti itu bisa dilakukan dengan melukis.  [T][Foto-foto: Yuni Antari]

Tags: bulelengPameran Seni RupaPendidikanSeni RupaSMPN 1 Singaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kangen Band, Tri Suaka-Zidan, dan Cita-cita Kami

Next Post

Waktu yang Singkat Untuk Naskah yang Padat | Catatan Pentas Teater di Surakarta

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Teater Kampus Seribu Jendela Undiksha Bawa “Jero Ketut” ke Hari Teater Sedunia di Surakarta

Waktu yang Singkat Untuk Naskah yang Padat | Catatan Pentas Teater di Surakarta

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta
Cerpen

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa
Puisi

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

by Chusmeru
September 27, 2026
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival
Panggung

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda
Esai

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

by Angga Wijaya
September 27, 2026
Mahasiswa PPG Universitas Mahasaraswati Ajak Siswa SMPN 7 Denpasar Bijak Gunakan AI
Pendidikan

Mahasiswa PPG Universitas Mahasaraswati Ajak Siswa SMPN 7 Denpasar Bijak Gunakan AI

KECERDASAN buatan semakin dekat dengan kehidupan pelajar. Mencari informasi, memahami materi, menemukan ide, hingga membuat rangkuman kini dapat dilakukan dengan...

by Dede Putra Wiguna
September 27, 2026
Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”
Pop

Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

SINGARAJA pernah menjadi pintu masuk bagi Gede Angga Prasaja untuk memperkenalkan musiknya. Lewat “Singaraja Kota Kita” dan “Senja di Singaraja”,...

by Rusdy Ulu
September 27, 2026
Mengurai Gnosis Perupa Payangan
Ulas Rupa

Mengurai Gnosis Perupa Payangan

Dr. Jean Couteau, budayawan asal Prancis pernah berseloroh soal kondisi terkini psiko-budaya generasi Bali. Dalam sejumlah pernyataan lisan maupun tertulis,...

by I Wayan Westa
September 27, 2026
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi
Khas

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono
Ulas Rupa

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

by Jaswanto
September 26, 2026
Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka
Ulas Musik

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran
Esai

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co