2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Waktu yang Singkat Untuk Naskah yang Padat | Catatan Pentas Teater di Surakarta

Pandu Wardana by Pandu Wardana
April 27, 2022
in Esai
Teater Kampus Seribu Jendela Undiksha Bawa “Jero Ketut” ke Hari Teater Sedunia di Surakarta

Dengan waktu dua minggu kurang, pementasan oleh Teater Kampus Seribu Jendela Undiksha ini rampung dan mengorbit di Taman Budaya Surakarta, Jawa Tengah dalam acara SalaHaTeDu (Hari Teater Dunia) #8.

Rasa yang pernah terlewati. Berperan dalam pemetasan drama simbolis pernah saya lalui sejak di bangku SMA. Pementasan yang menguras keringat, waktu, bahkan mental. Pementasan kali ini sangat membawa saya bernostalgia pada pementasan pementasan sebelumnya ketika saya SMA. Mulai dari porsi latihan, frekuensi latihan, dan pemanasan gerak yang cukup melelahkan.

Berdasarkan info yang saya dapat dari Santi Dewi dan Dian Ayu, pementasan drama “Jro Ketut, Tom Jerry, dan Kisah – Kisah Seumpanya” karya Manik Sukadana ini merupakan pementasan kelima setelah pementasan pementasan yang juga sempat ditampilkan sebelumnya.

Oleh karena sudah pernah digarap oleh sutradara terdahulu, proses kali ini tidak begitu membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun dalam proses penggarapan pementasan ini ada beberapa yang mengalami modifikasi ataupun penggubahan atas imajiner kami.

Teater Kampus Seribu Jendela Undiksha Bawa “Jero Ketut” ke Hari Teater Sedunia di Surakarta

Dalam pementasan ini, saya berperan sebagai tokoh Wayan Aman yang merupakan kakak Nengah Karni. Wayan Aman yang saya perankan ini adalah seseorang pensiunan polisi yang mengalami pergolakan dengan adik iparnya sendiri, lantaran dia lebih disayang oleh Hyang Bapa, ayah dari Wayan Aman dan Nengah Karni.

Ada sebuah problematika pribadi yang saya alami ketika sutradara meminta saya berlakon dengan membawa rokok, merokok sungguhan maksudnya. Saya bukan bermaksud menolak keras atau bertentangan dengan hal ini, tetapi karena saya memang tidak bisa merokok dan tidak mau melakukannya karena ada tujuan tertentu yang harus saya pertahankan. Pada penghujung akhir latihan, akhirnya saya putuskan untuk tidak merokok dalam lakon yang saya perankan.

Tidak hanya itu, masalah lain juga datang bermunculan dari dalam diri saya sendiri yang menjadi sebuah tantangan bagi saya. Menurut pengamatan sutradara, dialog saya cenderung seperti pembacaan puisi yang akhirnya membuat dialog saya terdengar tidak natural.

Ya, saya adalah orang yang sekadar suka membaca puisi, hal ini karena di bangku SMA saya dimandatkan untuk menjadi pengurus di bidang sastra puisi. Maka kebiasaan kebiasaan dahulu sangat melekat di dalam diri saya.

Problema ini tentu sangat ditegur oleh sutradara. Menghilangkan kebiasaan itu, di pikiran saya, harus membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun masalah itu terasa mudah untuk dipecahkan karena dalam proses latihan yang sangat memukul habis saya, saya diberikan momentum untuk menggali diri sendiri dan mencari karakteristik tokoh lebih dalam sehingga kecenderungan seperti membaca puisi itu bisa hilang perhalan.

Di lokasi eksekusi pementasan yang dipenuhi ratusan orang yang bergelut di bidang seni teater, hal ini tentu ini menjadi sebuah ajang yang mempertemukan penggiat seni teater dan  anak muda. Saya merasa sangat kagum. Ya bagaimana tidak kagum, Teater Kampus Seribu Jendela bisa bersanding dengan komunitas seni teater se-Indonesia? Wadaw…

Apresiasi penuh pun ditunjukan kepada setiap pementasan. Saya pula demikian, setiap pementasan di masing masing komunitas sendiri memiliki senjata atau “Bom” untuk menunjukan keindahan dan menarik perhatian penonton. Mulai dari menceburkan diri ke kolam, datang dari tengah tengah penonton, penonton yang digiring ke tempat yang berbeda, hingga penggunaan properti yang terpajang di luar keperluan pementasan.

Membawa Umpatan Khas Bali dalam Pentas Teater “Jero Ketut” di Surakarta

Sungguh eksplorasi yang luar biasa. Melihat teknik itu, saya pun mencoba untuk membuat hal serupa dalam pementasan kami. Ada sebuah babak yang menunjukan saya agar muncul secara tiba tiba dari arah penonton. Namun hal itu harus menjadi pertimbangan karena melihat setting daerah penonton yang sangat padat dan sulit mencari celah, akhirnya saya memutuskan untuk tidak muncul di daerah itu. Saya memutuskan untuk muncul di belakang atas panggung yang bentuknya seperti terasering. Hal itu saya anggap sebuah keberhasilan, karena lawan tokoh saya pun kaget dan heran, kenapa saya dapat keluar dari tempat itu.

Apresiasi pun muncul bersautan. Berangkat dari pementasan itu, dalam diri saya sendiri ada terbesit rasa ketidakpuasan. Hal ini dikarenakan ada sebuah kekeliruan kecil yang terjadi. Akhirnya saya sadar bahwa saling berkoordinasi sesama tokoh sangat diperlukan. Sebatas sekadar saling mengingatkan pun adalah bentuk yang sangat sangat penting. Ya, di akhir adegan, lawan tokoh saya salah mengucapkan nama. Ia yang seharusnya menyebut nama saya, justru menyebut nama tokoh lain yang seharusnya tidak disebutkan.

Namun, sebuah apresiasi dan tanggapan datang dari banyak teman. Seperti yang dikatakan Mas Abi, yang juga seorang pegiat teater, ia memberikan tanggapan bahwa pementasan kami keren, tapi kami disarankan untuk menggunakan bahasa Bali agar memunculkan aroma atau nafas daerah Bali. Salah satu seniman dari Bali yaitu Pak Jayendra Vaisnawa juga sempat memberikan komentarnya kepada pementasan kami saat bertemu di Surakarta. Dalam postingan Facebook-nya, ia juga memberikan apresiasi dan mengatakan “Tetap semangat dan terus maju”.

“Tugasmu Hanya Satu, Mengaku!” | Cerita Kecil Pentas Teater “Jro Ketut” di Surakarta

Dari setiap pertunjukan dan pementasan, sudah menjadi kewajiban saya sebagai aktor untuk melihat ulang kekurangan dan kelebihan performa saya dalam pementasan dan belajar lebih baik ke depannya.

Setelah pementasan ini, saya sangat dibuat rindu dengan pementasan yang mengandung unsur simbolik yang multiperan ini. Melayang sepintas di pikiran saya bahwa saya sangat ingin lagi untuk berperan dalam pementasan yang penuh unsur simbolik seperti ini lagi.

Tags: TeaterTeater Kampus Seribu Jendela
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wajah Perempuan dalam Gurat Berani Garis-garis | Dari Pameran Panen SMPN 1 Singaraja

Next Post

Tata Ruang Kota, Tiang dan Kabel-kabel, dan Persoalan Estetika

Pandu Wardana

Pandu Wardana

Made Pandu Deva Kusuma Wardana, kelahiran Tabanan 13 Juni 2003, sedang menempuh bangku perkuliahan di Undiksha. Hobi berolahraga dan berkegiatan di bidang kesenian, suka berteater sejak SMA di Tabanan.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Tata Ruang Kota, Tiang dan Kabel-kabel, dan Persoalan Estetika

Tata Ruang Kota, Tiang dan Kabel-kabel, dan Persoalan Estetika

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co