3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Eka Darmawan | Inspirasi Usaha Sampah Plastik Ternyata dari Kerja+Belajar di Kapal Pesiar

Redaksi Tatkala Buleleng by Redaksi Tatkala Buleleng
April 22, 2022
in Berita
Eka Darmawan | Inspirasi Usaha Sampah Plastik Ternyata dari Kerja+Belajar di Kapal Pesiar

Eka Darmawan | Foto-foto: Kominfosanti Buleleng

Ketika bekerja di kapal pesiar, Eka Darmawan (33) tampaknya punya sambilan juga. Sambilannya, ya, belajar. Bukannya belajar mengelola kapal wisata, atau mengelola bisnis travel, atau mengelola restoran, melainkan ia malah belajar mengelola sampah plastik.

Maka itulah, pulang-pulang ia tidak membuka usaha restoran, atau membangun villa dan penginapan, atau tidak membangun usaha bisnis travel, sebagaimana banyak dilakukan alumni pekerja kapal pesiar di Bali. Eka Dharmawan justru membuka bisnis pengelolaan sampah—sesuai apa yang dipelajari di kapal pesiar.

Pelajaran Daur Ulang Sampah dari Rumah Plastik di Desa Petandakan

Peluang yang ditangkap Eka Darmawan adalah peluang yang tak banyak dilihat orang lain, termasuk oleh sesama pekerja kapal pesiar. Dan, peluang itu ia manfaatkan dengan baik, sehingga kini usaha pengelolaan sampahnya sudah tergolong besar dengan jaringan kerjasama yang luas, bukan hanya di Bali, melainkan juga di luar Bali.

“Di kapal pesiar tempat saya kerja, saya terheran-heran melihat pengolahan sampah plastik,” kata Eka.

Tentu saja terheran-heran. Kata Eka, di kapal pesiar itu semua sampah plastik dikelola dengan baik hingga menjadi cacahan plastik kecil dan bersih untuk kemudian dijual kembali. Sungguh tidak terpikirkan sebelumnya.

Foto: Eka Darmawan dan pemilhan sampah

Dari rasa heran terbitlah inspirasi. Dari inspirasi terbit tekad.

Eka Darmawan bertekad untuk belajar dari pengolahan sampah di kapal pesiar, untuk kemudian hasil pelajaran itu akan diterapkan di daerah asalnya, di Buleleng, Bali, Indonesia.

Tekadnya makin subur, apalagi mengingat Buleleng dan daerah lain di sekitarnya masih punya banyak kendala di bidang pengelolaan sampah plastik yang jumlahnya terus meningkat setiap hari. Apalagi, kebiasaan buruk masyakarat belum sepenuhnya hilang, yakni  kebiasaan masyarakat yang sembarangan membuang sampah

Pulang dari bekerja di kapal pesiar, ia bertekad untuk tinggal di kampung halaman, dan tak balik lagi ke kapal pesiar. Ia membangun tempat pengelolaan sampah plastik dengan nama Rumah Plastik di Desa Petandakan, pinggiran timur Kota Singaraja.

Ibu Sinar Wati | 17 Tahun Memilah Sampah Plastik dan Kini Sudah Ahli

Usaha yang dibangunnya tentu saja punya tujuan mulia: membantu mengurangi volume sampah plastik yang beredar di masyarakat. Tujuan lain yang tak kalah penting adalah membangun bisnis jangka panjang sekaligus ingin membuktikan bahwa pengelolaan sampah plastik adalah bisnis yang menjanjikan.

Eka tidak begitu saja langsung membangun bentuk fisik usahanya, namun ia mengawalinya dengan membangun jaringan bisnis, mempelajari standar kualitas hingga pemasaran cacahan plastik.

Pada tahun 2016, ayah dua anak ini mulai membuat rangkaian mesin pencacah rancanganya sendiri dengan memanfaatkan pengusaha las sekitar tempat tinggalnya. Proses pengolahan sampah plastiknya tentu saja tidak akan berjalan dengan baik tanpa melibatkan peran masyarakat yang selama ini menjadi sumber keberadaan sampah plastik.

Foto: Eka Darmawan dan hasil cacahan sampah plastik

Yang menarik, ia tidak mau menerima kiriman sampah perorangan. Ini dilakukan untuk menghindari terjadinya persaingan harga yang dapat menjatuhkan nilai jual sampah plastik di Buleleng, dan secara umum di Bali.

 Mereka yang ingin menjual sampah plastik wajib membentuk kelompok bank sampah terlebih dahulu. Jika belum terbentuk, Eka siap memberikan edukasi kepada masyarakat yang punya keinginan membentuk kelompok bank sampah.

“Ini penting untuk menjaga nilai jual sampah di pasaran Buleleng dan Bali. Kenapa begitu? Karena kami menerima sampah itu dengan harga yang lebih tinggi dari kebanyakan,” terang Eka.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, Eka memberikan kesempatan bebas kepada warga Desa Petandakan secara perorangan untuk menjual sampah plastiknya. Tidak hanya itu, ia juga mengajak masyarakat untuk bergabung dalam usahanya, mulai dari memilah jenis dan warna sampah hingga sampai pada proses pencacahan dan pengemasan cacahan sampah plastik.

Ada Sampah Plastik, Ada Kepedulian, Terciptalah Kaki Palsu dari Sampah Plastik

Hingga kini sudah banyak masyarakat sekitar ikut membantu usahanya, baik itu remaja maupun lansia. Ia selalu membuka pintu lebar-lebar jika ada warga yang ingin bekerja membantu memilah sampah plastik.

Eka bercerita, memang terdapat beberapa anak kecil dan lansia yang bekerja memilah sampah plastik. Mereka membantu tanpa aturan yang ketat seperti karyawan, misalnya tidak ada aturan ketat mereka harus mencapai target hasil tertentu saat melakukan pemiilahan sampah.

“Ada beberapa anak SD sepulang sekolah ikut memilah sampah di sini, mereka kumpulkan perkarung, jika sudah cukup saya berikan upah. Saya sangat senang melihat semangat mereka, apalagi ketika menerima upah atas jerih payahnya sendiri,” kata Eka.

Bonus Menabung Sampah di Desa Tembok: Yang SMP Gratis Bus Sekolah, Yang Sakit Gratis Berobat

Kini pria inspiratif ini telah mampu meningkatkan kapasitas mesinnya jauh lebih besar hingga mencapai 500 kilogram per jam dan mengatasi 30 kelompok bank sampah di Buleleng, serta kelompok bank sampah lainnya di Bali. Atas kerjasama dengan pihak industri besar di Bandung, sejak tahun 2017 ia secara berkelanjutan mengirim hasil cacahan plastik dengan kualitas full grade berjumlah minimal 14 ton. [T][*/Ado]

Tags: Bank Sampahdaur ulang sampah plastikRumah Plastiksampah plastik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Memotret Gandrung, Mengabadikan Tari Sakral Penangkal “Grubug” di Desa Suter

Next Post

Trekking Dulu Lewat Pematang, Lalu Temukan Air Terjun Tanah Putih di Desa Galungan

Redaksi Tatkala Buleleng

Redaksi Tatkala Buleleng

Related Posts

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

Read moreDetails

Mengangkat Kearifan Lokal Melalui Drama Tari Berbahasa Inggris ——Dari FGD ISI Bali

by Dewi Yulianti
July 29, 2026
0
Mengangkat Kearifan Lokal Melalui Drama Tari Berbahasa Inggris ——Dari FGD ISI Bali

DENPASAR | TATKALA.CO -- Tim Penelitian Fundamental menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Formulasi Konsep Drama Tari Berbahasa Inggris Berbasis...

Read moreDetails

DPRD Buleleng Gelar Rapat Gabungan Komisi Bersama Eksekutif: Soroti Evaluasi SiLPA dan Penguatan BUMD

by tatkala
July 28, 2026
0
DPRD Buleleng Gelar Rapat Gabungan Komisi Bersama Eksekutif: Soroti Evaluasi SiLPA dan Penguatan BUMD

BULELENG | TATKALA -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buleleng menggelar Rapat Gabungan Komisi bersama jajaran Eksekutif Pemerintah Kabupaten...

Read moreDetails

Rapat Bersama TAPD, Banggar DPRD Buleleng Bahas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 dan Penyehatan BUMD 

by tatkala
July 27, 2026
0
Rapat Bersama TAPD, Banggar DPRD Buleleng Bahas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 dan Penyehatan BUMD 

BULELENG | TATKALA.CO -- Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Buleleng menggelar Rapat Kerja bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten...

Read moreDetails

Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

by tatkala
July 25, 2026
0
Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

DI kaki Gunung Batur, sejarah tidak hanya tersimpan dalam arsip atau cerita para tetua; tapi hidup di jalan-jalan yang pernah...

Read moreDetails

Lewat Digitalisasi dan “Green Tourism”, Mahasiswa Politeknik Negeri Bali Menghidupkan Potensi Desa Muncan, Karangasem

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
0
Lewat Digitalisasi dan “Green Tourism”, Mahasiswa Politeknik Negeri Bali Menghidupkan Potensi Desa Muncan, Karangasem

BANYAK program pengabdian masyarakat berakhir sebagai seremoni. Datang, memberi pelatihan, lalu pulang. Namun, program Bina Desa yang digagas Badan Eksekutif...

Read moreDetails

Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Berikan Catatan Penting Mengenai Postur APBD serta Fenomena Pencatatan SiLPA

by tatkala
July 20, 2026
0
Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Berikan Catatan Penting Mengenai Postur APBD serta Fenomena Pencatatan SiLPA

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan penting mengenai postur APBD serta fenomena pencatatan...

Read moreDetails

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

Read moreDetails

Daftar Juara Wimbakara Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Diumumkan, Gianyar dan Denpasar Bersinar

by Nyoman Budarsana
July 9, 2026
0
Daftar Juara Wimbakara Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Diumumkan, Gianyar dan Denpasar Bersinar

PESTA Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 resmi mengumumkan para pemenang berbagai kategori lomba. Dalam pengumuman yang disiarkan secara langsung...

Read moreDetails

Dua Belas Manifesto Aliansi Cipayung Plus untuk Dewan Perwakilan Rakyat

by Jaswanto
July 1, 2026
0
Dua Belas Manifesto Aliansi Cipayung Plus untuk Dewan Perwakilan Rakyat

DERU puluhan sepeda motor bergema dari arah utara Kota Singaraja pada Senin, 29 Juni 2026. Satu per satu kendaraan itu...

Read moreDetails
Next Post
Trekking Dulu Lewat Pematang, Lalu Temukan Air Terjun Tanah Putih di Desa Galungan

Trekking Dulu Lewat Pematang, Lalu Temukan Air Terjun Tanah Putih di Desa Galungan

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co