24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Merespon Kritik Pan Bungkling, Pelatihan Meningkatkan Kapasitas Pemangku

Made Metera by Made Metera
September 18, 2021
in Esai
Merespon Kritik Pan Bungkling, Pelatihan Meningkatkan Kapasitas Pemangku

I Gde Made Metera

Pemangku merupakan rohaniwan Hindu “Ekajati” di Bali yang sudah menempuh penyucian diri mawinten yang dipimpin oleh Pendeta Hindu. Ada Pemangku yang ngemong Pura. Ada juga Pemangku yang tidak ngemong Pura.

Pemangku yang ngemong Pura memiliki kewenangan nganteb upakara dan memimpin upacara agama yang dilaksanakan di Pura yang diemong. Pemangku yang ngemong Pura juga berkewenangan memberikan pelayanan kepada warga nganteb upakara memimpin upacara Panca Yadnya sampai tingkat tertentu menurut tatwa apabila diminta oleh warga Hindu yang melaksanakan upacara.

Pemangku yang tidak ngemong Pura tidak memiliki kewenangan nganteb upakara dan memimpin upacara di Pura. Namun, Pemangku yang tidak ngemong Pura memiliki kewenangan memberikan pelayanan kepada warga nganteb upakara memimpin upacara Panca Yadnya pada tingkat tertentu sesuai tatwa apabila diminta oleh warga Hindu yang melaksanakan upacara.

Dengan kewenangan yang dimiliki, tugas dan fungsi Pemangku di masyarakat penganut Hindu di Bali sangat penting dan strategis. Pemangku merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan dan pembinaan agama Hindu kepada masyarakat. Pemangku menjadi tempat bertanya paling awal bagi warga Hindu di Bali berkaitan dengan tatwa, susila dan acara agama Hindu. Karena itu Pemangku sangat perlu memiliki kapasitas dan kompetensi dalam melaksanakan kewenangan, tugas dan fungsi agar tidak di-Bungkling-i oleh warga yang kritis seperti Pendeta Hindu dalam cerita Pan Bungkling. Kalau Pendeta yang sudah dwijati bisa di-Bungkling-i, oleh warga yang kritis apalagi Pemangku yang ekajati.

Cerita Pan Bungling

Cerita Pan Bungkling adalah cerita rakyat yang mengandung kritik terhadap kehidupan beragama Hindu di Bali. Tokoh sentral cerita Pan Bungkling adalah Pan Bungkling sendiri dan Ida Gede Gangga Sura.

Pan Bungkling merupakan tokoh yang kontroversial. Ia seorang tukang kritik, suka berdebat, dan sangat kritis. Segala sesuatu diperdebatkan, mulai dari Tuhan, takdir, sorga, praktik agama, upakara-upacara agama Hindu, sampai pernak-pernik bahan upakara beserta maknanya.

Ida Gede Gangga Sura adalah Pendeta Hindu terhormat tempat warga Hindu bertanya tentang segala hal kehidupan. Ida Gede menguasai seluk beluk upakara-upacara agama Hindu. Pasih berbicara dan memberi Dharma Wacana tentang jalan menuju Tuhan dan menjadi kaya raya karena keahliannya itu.

Suatu ketika Pan Bungkling datang ke Griya menemui Ida Gede Gangga Sura mengabarkan kematian ibunya serta memohon Ida Gede Gangga Sura untuk memimpin upacara berkaitan dengan kematian ibu Pan Bungkling.

“Ida Gede, ibu hamba baru saja meninggal, hamba mohon dibuatkan upakara yang layak sekaligus Ida yang ‘muput’ memimpin upacara agar arwah ibu hamba bisa menyatu dengan Tuhan, dan kalau harus kembali agar lahir sebagai manusia sempurna, tidak cacat”. Demikian Pan Bungkling memulai percakapan sekaligus permohonan.

Ida Gede mendengar permohonan Pan Bungkling, si kritis tukang debat, merasa berbangga dan berujar, “Urusan membuat upakara memang di sini ahlinya, Pan Bungling bisa memilih tingkat upakara yang diinginkan asalkan memiliki biaya, dan urusan “muput” memimpin upacara terkait kematian agar roh Sang Lina menyatu dengan Hyang Widi serahkan kepada Ida”. Demikian Ida Gede Gangga Sura menjawab permohonan Pan Bungling sembari mempersilahkan Pan Bungkling melihat contoh upakara yang ada dan memilih tingkatan upakara yang diinginkan.

Pan Bungling kemudian menelisik secara cermat isi upakara, dan kembali menemui Ida Gede seraya berkata, “Mohon ampun Ida Gede hamba tahu itu upakara penyucian jenasah itu berisi: cermin, besi baja, umbi Gadung, dan sebagainya tapi hamba bingung, apa makna semua itu”.

Ida Gede, Ahli Dharma Wacana, merasa tertantang oleh pertanyaan si tukang debat, Pan Bungkling, dan menjawab, “Pan Bungkling ada saja pertanyaan kamu, ke sini bawa biayanya akan Ida buatkan upakara yang mampu mengantarkan roh ibumu kembali menyatu dengan Hyang Widi”. Demikian jawaban Ida Gede sembari menjelaskan, cermin pada upakara itu dimaksudkan agar jika roh sang lina lahir kembali memiliki mata yang jernih terang seperti cermin, besi baja dimaksudkan agar memiliki gigi yang kuat dan tajam seperti besi baja, dan umbi Gadung maknanya agar memiliki kulit yang halus mulus seperti kulit umbi Gadung.

Menyimak penjelasan Ida Gede yang panjang kebar, Pan Bungkling tertawa terpingkal-pingkal seolah mengejek seraya berkata, “Mohon ampun Ida Gede, hamba pernah menyaksikan warga menanam bangkai sapi tidak disertai dengan cermin, besi baja dan sebagainya, tetapi hamba belum pernah melihat anak sapi yang matanya muram. Dan itu Putra Anda saya lihat matanya “picek”, apakah berarti pemakaman leluhur Anda dahulu tidak berisi cermin, ataukah cerminnya buram?”

Mendengar jawaban mengejek Pan Bungkling seperti itu, Ida Gede Gangga Sura marah besar dan nengusir Pan Bungkling. Haruskah Pendeta ahli upakara dan ahli Dharma Wacana marah besar dan mengusir orang yang mengejeknya?

Semoga Program Pelatihan Pemangku PHDI Kabupaten Buleleng mampu menghasilkan Pemangku yang sabar, tidak pemarah, dan mampu memberikan penjelasan atas pertanyaan warga terkait dengan tatwa, susila, dan acara agama Hindu. [T]

  • Singaraja 05-07-2021 — Resum materi Pelatihan Pemangku dan materi Jagra Winungu di RRI Singaraja.
Tags: agamabalicerita rakyathinduPan Bungklingpemangku
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Ngulengang Kayun” untuk Cegah Bunuh Diri

Next Post

Jurassic World | Ini Adalah 5 Dinosaurus Terkuat Dalam Film Tersebut!

Made Metera

Made Metera

Pengamat masalah-masalah sosial, ekonomi, dan politik. Mantan Rektor Universitas Panji Sakti Singaraja Bali

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Jurassic World | Ini Adalah 5 Dinosaurus Terkuat Dalam Film Tersebut!

Jurassic World | Ini Adalah 5 Dinosaurus Terkuat Dalam Film Tersebut!

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co