2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Merespon Kritik Pan Bungkling, Pelatihan Meningkatkan Kapasitas Pemangku

Made Metera by Made Metera
September 18, 2021
in Esai
Merespon Kritik Pan Bungkling, Pelatihan Meningkatkan Kapasitas Pemangku

I Gde Made Metera

Pemangku merupakan rohaniwan Hindu “Ekajati” di Bali yang sudah menempuh penyucian diri mawinten yang dipimpin oleh Pendeta Hindu. Ada Pemangku yang ngemong Pura. Ada juga Pemangku yang tidak ngemong Pura.

Pemangku yang ngemong Pura memiliki kewenangan nganteb upakara dan memimpin upacara agama yang dilaksanakan di Pura yang diemong. Pemangku yang ngemong Pura juga berkewenangan memberikan pelayanan kepada warga nganteb upakara memimpin upacara Panca Yadnya sampai tingkat tertentu menurut tatwa apabila diminta oleh warga Hindu yang melaksanakan upacara.

Pemangku yang tidak ngemong Pura tidak memiliki kewenangan nganteb upakara dan memimpin upacara di Pura. Namun, Pemangku yang tidak ngemong Pura memiliki kewenangan memberikan pelayanan kepada warga nganteb upakara memimpin upacara Panca Yadnya pada tingkat tertentu sesuai tatwa apabila diminta oleh warga Hindu yang melaksanakan upacara.

Dengan kewenangan yang dimiliki, tugas dan fungsi Pemangku di masyarakat penganut Hindu di Bali sangat penting dan strategis. Pemangku merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan dan pembinaan agama Hindu kepada masyarakat. Pemangku menjadi tempat bertanya paling awal bagi warga Hindu di Bali berkaitan dengan tatwa, susila dan acara agama Hindu. Karena itu Pemangku sangat perlu memiliki kapasitas dan kompetensi dalam melaksanakan kewenangan, tugas dan fungsi agar tidak di-Bungkling-i oleh warga yang kritis seperti Pendeta Hindu dalam cerita Pan Bungkling. Kalau Pendeta yang sudah dwijati bisa di-Bungkling-i, oleh warga yang kritis apalagi Pemangku yang ekajati.

Cerita Pan Bungling

Cerita Pan Bungkling adalah cerita rakyat yang mengandung kritik terhadap kehidupan beragama Hindu di Bali. Tokoh sentral cerita Pan Bungkling adalah Pan Bungkling sendiri dan Ida Gede Gangga Sura.

Pan Bungkling merupakan tokoh yang kontroversial. Ia seorang tukang kritik, suka berdebat, dan sangat kritis. Segala sesuatu diperdebatkan, mulai dari Tuhan, takdir, sorga, praktik agama, upakara-upacara agama Hindu, sampai pernak-pernik bahan upakara beserta maknanya.

Ida Gede Gangga Sura adalah Pendeta Hindu terhormat tempat warga Hindu bertanya tentang segala hal kehidupan. Ida Gede menguasai seluk beluk upakara-upacara agama Hindu. Pasih berbicara dan memberi Dharma Wacana tentang jalan menuju Tuhan dan menjadi kaya raya karena keahliannya itu.

Suatu ketika Pan Bungkling datang ke Griya menemui Ida Gede Gangga Sura mengabarkan kematian ibunya serta memohon Ida Gede Gangga Sura untuk memimpin upacara berkaitan dengan kematian ibu Pan Bungkling.

“Ida Gede, ibu hamba baru saja meninggal, hamba mohon dibuatkan upakara yang layak sekaligus Ida yang ‘muput’ memimpin upacara agar arwah ibu hamba bisa menyatu dengan Tuhan, dan kalau harus kembali agar lahir sebagai manusia sempurna, tidak cacat”. Demikian Pan Bungkling memulai percakapan sekaligus permohonan.

Ida Gede mendengar permohonan Pan Bungkling, si kritis tukang debat, merasa berbangga dan berujar, “Urusan membuat upakara memang di sini ahlinya, Pan Bungling bisa memilih tingkat upakara yang diinginkan asalkan memiliki biaya, dan urusan “muput” memimpin upacara terkait kematian agar roh Sang Lina menyatu dengan Hyang Widi serahkan kepada Ida”. Demikian Ida Gede Gangga Sura menjawab permohonan Pan Bungling sembari mempersilahkan Pan Bungkling melihat contoh upakara yang ada dan memilih tingkatan upakara yang diinginkan.

Pan Bungling kemudian menelisik secara cermat isi upakara, dan kembali menemui Ida Gede seraya berkata, “Mohon ampun Ida Gede hamba tahu itu upakara penyucian jenasah itu berisi: cermin, besi baja, umbi Gadung, dan sebagainya tapi hamba bingung, apa makna semua itu”.

Ida Gede, Ahli Dharma Wacana, merasa tertantang oleh pertanyaan si tukang debat, Pan Bungkling, dan menjawab, “Pan Bungkling ada saja pertanyaan kamu, ke sini bawa biayanya akan Ida buatkan upakara yang mampu mengantarkan roh ibumu kembali menyatu dengan Hyang Widi”. Demikian jawaban Ida Gede sembari menjelaskan, cermin pada upakara itu dimaksudkan agar jika roh sang lina lahir kembali memiliki mata yang jernih terang seperti cermin, besi baja dimaksudkan agar memiliki gigi yang kuat dan tajam seperti besi baja, dan umbi Gadung maknanya agar memiliki kulit yang halus mulus seperti kulit umbi Gadung.

Menyimak penjelasan Ida Gede yang panjang kebar, Pan Bungkling tertawa terpingkal-pingkal seolah mengejek seraya berkata, “Mohon ampun Ida Gede, hamba pernah menyaksikan warga menanam bangkai sapi tidak disertai dengan cermin, besi baja dan sebagainya, tetapi hamba belum pernah melihat anak sapi yang matanya muram. Dan itu Putra Anda saya lihat matanya “picek”, apakah berarti pemakaman leluhur Anda dahulu tidak berisi cermin, ataukah cerminnya buram?”

Mendengar jawaban mengejek Pan Bungkling seperti itu, Ida Gede Gangga Sura marah besar dan nengusir Pan Bungkling. Haruskah Pendeta ahli upakara dan ahli Dharma Wacana marah besar dan mengusir orang yang mengejeknya?

Semoga Program Pelatihan Pemangku PHDI Kabupaten Buleleng mampu menghasilkan Pemangku yang sabar, tidak pemarah, dan mampu memberikan penjelasan atas pertanyaan warga terkait dengan tatwa, susila, dan acara agama Hindu. [T]

  • Singaraja 05-07-2021 — Resum materi Pelatihan Pemangku dan materi Jagra Winungu di RRI Singaraja.
Tags: agamabalicerita rakyathinduPan Bungklingpemangku
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Ngulengang Kayun” untuk Cegah Bunuh Diri

Next Post

Jurassic World | Ini Adalah 5 Dinosaurus Terkuat Dalam Film Tersebut!

Made Metera

Made Metera

Pengamat masalah-masalah sosial, ekonomi, dan politik. Mantan Rektor Universitas Panji Sakti Singaraja Bali

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Jurassic World | Ini Adalah 5 Dinosaurus Terkuat Dalam Film Tersebut!

Jurassic World | Ini Adalah 5 Dinosaurus Terkuat Dalam Film Tersebut!

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co