2 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketut Robi | Menata Sampah di Atas Pick-Up pun Perlu Keahlian

Gading Ganesha by Gading Ganesha
July 29, 2021
in Khas
Ketut Robi | Menata Sampah di Atas Pick-Up pun Perlu Keahlian

Ketut Robi [Foto-foto Gading Ganesha]

Seorang lelaki, gesit, seakan tak bisa diam. Satu persatu karung berisi sampah plastik itu dinaikkan ke atas mobil pick-up.  Jumlah sampah itu hampir 500 kg. Itu sampah plastik jenis PET yang diambil dati Bank Sampah Galang Panji, Desa Panji, untuk dibawa ke Rumah Plastik di Desa Petandakan.

Tidak butuh waktu lama, kurang dari sejam, mobil pick-up sudah siap berangkat. Isinya, sampah plastik tertata rapi, penuh, tapi tak sesak.

Menaikkan dan menata karung-karung sampah plastik ke atas mobil pick-up, di tangan Ketut Robi, lelaki penata sampah itu, tampak seperti pekerjaan mudah. Padahal jika tak berpengalaman, menata sampah di atas pick-up, bisa bikin ngos-ngosan. Tenaga habis, sampah berdesakan tak karuan.  

Ketut Robi, lahir tahun 2000 di Karangasem, punya pengalaman matang menata sampah, di atas pick-up atau di dalam gudang. Ia melakukan pekerjaan sejak lima tahun lalu di Rumah Plastik, dan kini  ia bisa disebut penata ahli sampah plastic.

Di Rumah Plastik, ia memang bertugas untuk mengambil sampah-sampah dari bank sampah atau tempat lain yang telah bekerjasama dengan Rumah Plastik. Dan untuk pekerjaan itu, ia sangat dipercaya oleh Bos Rumah Plastik, Eka Darmawan.

Kenapa ia dipercaya sedemikian khusus? “Ketut Robi punya kemampuan yang sangat baik dalam menata sampah untuk di mobil pickup. Dan kemampuan jenis ini sangat penting, karena dengan hanya memiliki satu kendaraan penjemput sampah,  volume sampah yang bisa diangkut haruslah maksimal dan itulah tugasnya Ketut Robi,” kata Eka Darmawan.

Memang, seperti yang terlihat ketika mengangkut sampah plastik dari Bank Galang Panji, Ketut Robi sungguhlah ahli. Ia menata karung-karung yang berisi sampah plastik sedemikian rupa sehingga pick-up itu bisa berisi banyak karung sampah.

Dulu, Bank Sampah Galang Panji pernah mengirim sampah sendiri dengan jenis pick-up yang sama hanya mampu menaikkan sebanyak 250 kg sampah plastik.  Tapi di tangan Ketut Robi, sampah yang bisa ditampung pick-up itu sebanyak lebih dari 500 kg.

Bahkan, kata Robi yang hanya lulusan sekolah dasar ini, dia sebenarnya mampu membawa lebih banyak dari itu,  tapi ia takut tumpukannya terlalu tinggi sehingga nanti akan berisiko di jalan raya.

“Kalau jenis plastik bentukan campur yang belum dipres biasanya sampai 600 kg, kalau plastik yang sudah dipres bisa lebih banyak lagi,  tapi kalau jenis kertas dan kardus itu bisa saya tata sampai 1 ton,” katanya.

Ketut Robi menata sampah di atas pick-up

Banyak yang tak percaya tentang kemampuannya itu sebelum melihat secara langsung. Dulu, seorang di tempat pengiriman sampah di Denpasar sempat mempertanyakan, bagaimana bisa dengan mobil pick-up bisa membawa 1 ton kardus. Tapi setelah si bos melihat langsung kiriman sampah dengan berat 1 ton, si bos pun  langsung memarahi anak buahnya. Tentu saja, karena mobil operasional tempat pengelola sampah itu sebenarnya lebih besar dari yang dipakai Ketut Robi, tapi tidak pernah mampu membawa sampah sampai 1 ton.

Kemampuan Ketut Robi ini tentu saja tidak lahir begitu saja. Di awal-awal bekerja di Rumah Plastik volume sampah yang bisa diambil juga belum maksimal,  tetapi setelah berproses dan belajar dari rekan-rekan yang juga bekerja di tempat sampah ia mampu mengatur strategi untuk memaksimalkan volume sampah yang dibawa.

“Kuncinya adalah mengetahui seberapa besar kendaraan kita dan karakter jenis sampah serta jenis-jenis sampah yang akan diambil di bank sampah atau TPST,” kata Ketut Robi.

Lalu, langkah berikutnya, memastikan setiap ruang di mobil pick-up.  Misalnya jika yang dibawa apalah banyak jenis, maka kardus dan jenis kertas  akan ditaruh di bawah lalu jenis karung plastik, yang karung berisi plastik paling berat, akan diupayakan ditaruh paling atas untuk memberikan tekanan. Ini dilakukan agar sampah tidak terbang ketika mobil bergerak.

Meski usianya masih terbilang begitu muda, 21 tahun  Ketut Robi tampak begitu bertanggungjawab terhadap pekerjaannya. Beban sebagai seorang kepala keluarga dengan istri dan satu orang anak, memberinya semangat untuk bekerja, meskipun pekerjaannya terlihat kotor karena setiap harinya bergelut dengan sampah.

Ya, Ketut Robi sudah menikah di usia yang cukup muda, dan harus memberanikan diri merantau ke Buleleng dari Karangasem untuk bekerja. Di desanya sendiri tidak ada banyak pilihan pekerjaan.

Kemampuan menata ini memang terlihat sepele,  tapi sangat berperan besar untuk pengelolaan sampah di Rumah Plastik. Dengan hanya memiliki satu kendaraan operasional,  setiap pengambilan sampah harus selalu dipastikan volume yang dibawa itu maksimal, sehingga dengan banyak yang bisa diangkut maka semakin banyak pula sampah plastik yang mampu didaur ulang.

 Itu mungkin yang menjadi salah satu penyebab kenapa Rumah Plastik mampu mengelola sampah hingga 30 ton dalam sebulan. [T]

Ketut Robi

BACA JUGA:

Pak Brenyit Sang Penunggu Sampah | “Berkantor” di Depan Kuburan Desa Panji
  • Pak Brenyit Sang Penunggu Sampah | “Berkantor” di Depan Kuburan Desa Panji
Pasek Govinda | Masih Mahasiswa Sudah Jadi Direktur dan CEO Usaha Sampah Plastik
  • Pasek Govinda | Masih Mahasiswa Sudah Jadi Direktur dan CEO Usaha Sampah Plastik
Ibu Sinar Wati | 17 Tahun Memilah Sampah Plastik dan Kini Sudah Ahli
  • Ibu Sinar Wati | 17 Tahun Memilah Sampah Plastik dan Kini Sudah Ahli
Senyum Manis 3 Perempuan Bank | Eh, Bukan Bank Umum, Tapi Bank Sampah
  • Senyum Manis 3 Perempuan Bank | Eh, Bukan Bank Umum, Tapi Bank Sampah
Tags: Bank Sampah Galang Panjidaur ulang sampah plastikRumah Plastiksampah plastik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mendedah Harapan dalam “Sublimasi Rasa” | Tentang Novel Karya Teddy C Putra

Next Post

Kucing Betina Saya Tak Mau Pulang | Cerpen AA Ayu Rahatri Ningrat

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
0
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

Read moreDetails

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

by Emi Suy
November 1, 2026
0
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

Read moreDetails

Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

by Wahyu Mahaputra
October 30, 2026
0
Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

SETIDAKNYA 7,05 juta wisatawan mancanegara melintasi pintu gerbang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai setiap tahunnya. Bali telah lama...

Read moreDetails

Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

by Nyoman Budarsana
October 30, 2026
0
Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

WAJAH-wajah polos penuh semangat memenuhi Jimbaran Hub, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Kamis pagi, 29 Oktober 2026. Sisa air hujan...

Read moreDetails

Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
0
Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

ALUNAN lembut gamelan gangsa dan moncong reong berpadu dengan tembang-tembang klasik nan sakral, menghadirkan suasana khidmat yang sarat nuansa spiritual....

Read moreDetails

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
0
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

Read moreDetails

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails
Next Post
Kucing Betina Saya Tak Mau Pulang | Cerpen AA Ayu Rahatri Ningrat

Kucing Betina Saya Tak Mau Pulang | Cerpen AA Ayu Rahatri Ningrat

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Poem by Sugi Lanus | Yamuna
Poetry

Poem by Sugi Lanus | Yamuna

My Yamuna, I bow down to your love,which has kept me awake while drowning in your flow for thousands of...

by Sugi Lanus
November 2, 2026
Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu
Kritik Sastra

Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu

SATU cerpen mampu menghasilkan dua tafsir yang saling bertolak belakang. Fenomena ini muncul dan menarik perhatian saya ketika melakukan penilaian...

by I Kadek Adhi Dwipayana
November 2, 2026
Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”
Kritik Sastra

Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”

Sejarah Ditulis oleh Korban yang Kalah Karya sastra Kidung Bhuwana Wināśa ‘Nyanyian Kehancuran Dunia’ yang ditulis oleh Ida Pedanda Ngurah...

by Putu Eka Guna Yasa
November 2, 2026
Musik, Agama dan Politik
Esai

Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

by tatkala
November 1, 2026
Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026
Bahasa

Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026

SAYA merasa bangga dan terharu melihat pemuda Bali dalam ajang Konferensi Pemuda Bali (KPB 2026). Betapa tidak, tagar #PemudaBersuaraBerdaya ini membuat...

by I Made Sudiana
November 1, 2026
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik
Esai

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual
Esai

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

by I Wayan Artika
November 1, 2026
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak
Khas

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

by Emi Suy
November 1, 2026
Saraswati dan Kenaikan Kelas
Esai

Saraswati dan Kenaikan Kelas

ADA suasana yang hampir selalu sama setiap kali tahun pelajaran berakhir. Wajah-wajah murid tampak sumringah ketika menerima rapor. Sebagian tersenyum...

by I Wayan Yudana
October 31, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co