13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Dari Air” Pada Karya Rupa Eka Suta

Doni Sugiarto Wijaya by Doni Sugiarto Wijaya
July 23, 2021
in Ulasan
“Dari Air” Pada Karya Rupa Eka Suta

Lukisan Eka berjudul Dari Air

Di daerah Kedampang, Kecamatan Kuta Utara terdapat tempat yang menyerupai Sanur Creative Hub dimana tersedia ruang untuk pameran karya seni, diskusi dan pemutara film.

Pada tanggal 26 April sampai  2 Mei 2021, Pasraman Air: Aji Toya mengadakan pameran seni dengan tema Air. Pasraman Air : Aji Toya merupakan sebuah ruang belajar bersama menanggapi permasalahan air di Bali.

Bali sudah dilanda permasalahan air sejak pariwisata massal yang dimulai pada tahun 1970-an. Nusa dua dan Kuta Selatan yang relatif tandus dibangun hotel mewah dan lapangan golf yang mengambil dari dari Badung Utara. Di saat musim kering, semua hotel dan resort mewah tetap mendapat volume air yang sama sedangkan rakyat kecil harus mengalami kesulitas. Masalah air di Bali amatlah kompleks.

Menurut pengamat lingkungan Bali I Made Sudarma(1), luas hutan kurang dari 35 %  pulau Bali. Ini berarti daya lahan untuk meresap dan menampung air relatif rendah. Akan meningkatkan kelangkaan air saat musim kering dan banjir saat musim basah.

Ditambah lagi, semakin beralih fungsinya sawah dan lahan hijau menjadi beton dan aspal akibat tata kelola ruang yang mengutamakan pembanguan gedung untuk mengejar pertumbuhan ekonomi yang semakin kencang serta menjamurnya spekulasi tanah dimana harga satu are tanah mencapai miliaran rupiah di Denpasar dan Badung Selatan.

Pada acara pameran seni tersebut ditampilkan lukisan mempesona karya Eka Suta berjudul Dari Air. Dilukis di atas kanvas berbentuk persegi dengan ukuran 50 cm dengan tinta akrilik.

Warna latar lukisan berwarna warni yang dapat dianggap sebagai pelangi. Di depan warna warni , pada bagian atas tersebar gumpalan gumpalan awan yang menjulang ke langit. Menuju ke bagian bawah, terpampang topeng kayu, hamburger, manusia, air, dan bunga bunga.

Lukisan Eka berjudul Dari Air

Apa isi pesan dari lukisan Eka Suta ini? Kita akan mulai dari warna latar. Pelangi yang menjadi inspirasi warna latar lukisan terbentuk dari pembiasan cahaya matahari pada air. Cahaya matahari yang berwarna putih menyentuh butiran butiran air yang jauth ke tanah. Cahaya tersebut memantulkan warna merah, jingga, kuning, hijau, kuning, nila ,dan ungu. Pantulan tujuh warna inilah yang tertangkap oleh sel retina pada mata manusia saat lensa mata mengamatinya sehingga otak merekam hasil pengamatan sebagai pelangi.

Gumpalan awan terbentuk saat air dan kelembapan pada danau, sungai, hutan, padang rumput dan lautan yang luasnya paling kecil ribuan hektar menguap ke Langit. Udara panas dari matahari membuatnya menjadi ringan sehingga mendorong uap ini ke atas dan berkumpul membentuk awan.

 Saat awan terus naik ke atas, akan bersentuhan dengan udara dingin, lalu uap ini kembali menjadi butiran butiran air yang jatuh ke sebagai hujan karena gaya gravitasi bumi. Ini dinamakan siklus hidrologi dan amat vital bagi kelangsungan mahluk hidup di bumi.

Pada Hutan Hujan Tropis yang amat luas seperti Sumatera, Borneo dan Papua, penguapan dari miliaran daun daun lebar kanopi pohon menggerakkan pembentukan awan secara mandiri dan langsung membasahi daratan. Ini berarti hutan hujan tropis mengelola sendiri ekosistemnya. Sebagian besar hujan yang jatuh berasal dari proses ini.

Di bawah atap langit berawan, terdapat topeng barong yang terbuat dari kayu dan hamburger yang mana keduanya berasal dari air. Mengapa demikian? Kayu yang menjadi bahan baku pembuatan topeng berasal dari tanaman yang harus dapat cukup air bersih dan tanah berhumus dimana mikro organisme memproses zat zat yang ada menjadi nutrisi.

Air pada tanaman berkayu diperlukan untuk fotosintesis dan melarutkan nutrient yang diserap melalui akar. Tanpa dua hal itu , pohon akan mati sehingga kayu berkualitas ideal tidak terhasilkan. Kerajinan Bali dapat terganggu karenanya.

Makananan yang terdiri dari roti, sayur sayuran, dan daging berasal dari mahluk hidup. Seperti halnya pohon, gandum, selada, bawang, tomat dan merica butuh air dan tanah untuk tumbuh dan berkembang sebelum dipanen.

Mengenai daging yang digunakan, seluruh hewan darat dan air tawar butuh air untuk menjaga kadar cairan dalam tubuh karena lebih dari 50% tubuh hewan tersusun atas air, sebagai pelarut zat makanan dan kadang jadi habitat kedua. Sapi yang diambil dagingnya membutuhkan tanaman hijau dimana hidup sehat dengan air cukup dan humus serta untuk minum.

Manusia disamping menggunakan air untuk hal yang sama dengan semua mahluk hidup, ia menggunakannya untuk industri pengolahan barang barang yang dikenakan tiap hari secara tak langsung dan langsung . yang tidak langsung berupa air untuk pembangkit listri tenaga uap dan surya yang menghasilkan listrik yang menjadi nyawa dan tulang punggung peradaban modern untuk hampir segala aktivitas. Yang digunakan secara langsung mencakup untuk rekreasi, olah raga, membersihkan diri, transportasi perahu , pembuatan minyak astiri dengan penyulingan dan lain sebagainya.

Bunga bunga cantik yang kita lihat di taman atau hidup liar di alam bergantung pada air dan humus untuk tumbuh mulai dari benih sampai dewasa. Tanah yang berhumus, air jernih dan suhu yang ideal akan mempertahankan usia bunga sebelum layu menjadi nutrisi tanah yang selanjutnya menghidupi lagi benih benih berikutnya. 

Kesimpulannya, semua aspek yang manusia butuhkan untuk hidup di bumi berasal dari air secara langsung maupun tak langsung. 

Sumber:

  1. Bali Post. Wujudkan Kawasan Hijau 30 Persen, Bali Perlu Lakukan Hal Ini. 27 Oktober 2020.  Diakses tanggal 2 Juli 2020 https://www.balipost.com/news/2020/10/27/154526/Wujudkan-Kawasan-Hijau-30-Persen,…html . Diakses tanggal 2 Juli 2021
Tags: alamlingkunganSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

I Putu Dirga | SMA Nongkrong di Warnet, Tamat Kuliah Buat Blog Pembelajaran Bahasa Bali

Next Post

Perbekel Gede Adi Wistara | Sedang Mengerjakan PR untuk Desa Les

Doni Sugiarto Wijaya

Doni Sugiarto Wijaya

Lulus Kuliah tahun 2017 dari Universitas Pendidikan Nasional jurusan ekonomi manajemen dengan IPK 3,54. Mendapat penghargaan Paramitha Satya Nugraha sebagai mahasiswa yang menulis skripsi dengan bahasa Inggris. Sejak tahun 2019 pertengahan bulan Oktober, Doni mulai belajar menulis di blog secara otodidak. Doni menulis untuk bersuara kepada publik mengenai isu isu lingkungan hidup, sosial dan satwa liar.

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Perbekel Gede Adi Wistara | Sedang Mengerjakan PR untuk Desa Les

Perbekel Gede Adi Wistara | Sedang Mengerjakan PR untuk Desa Les

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co