7 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

I Putu Dirga | SMA Nongkrong di Warnet, Tamat Kuliah Buat Blog Pembelajaran Bahasa Bali

I Putu Supartika by I Putu Supartika
July 23, 2021
in Khas
I Putu Dirga | SMA Nongkrong di Warnet, Tamat Kuliah Buat Blog Pembelajaran Bahasa Bali

I Putu Dirga

Tahun 2020. Covid-19 mulai menyerang Indonesia setelah beberapa pejabat di atas sana berkelakar jika Covid-19 tak bisa masuk karena perizinan di Indonesia berbelit-belit, Covid-19 tak kuat dengan cuaca di Indonesia, ataupun karena kita doyan makan nasi kucing. Nyatanya Covid-19 melenggang bebas masuk dan membuat semua kelabakan termasuk dunia pendidikan hingga muncullah istilah belajar daring.

Seorang pemuda desa, I Putu Dirga yang kemudian merantau ke kota dan pinggiran kota memanfaatkan kondisi itu dengan membuat sebuah blog untuk pembelajaran bahasa Bali dengan alamat belajarbahasabali.com. Sejatinya, blog itu tidaklah baru, karena sudah ia bangun sejak SMA.

Saat itu ia sedang gila-gilanya main ke warnet dan mulailah belajar dasar-dasar membuat blog termasuk HTML di Google. Dari hasil kegilaannya di warnet, lahir blog dengan alamat iputu-dirga.blogspot.com. Isinya pun beragam, tentang apa yang ia sukai dan apa yang sedang ia geluti termasuk tutorial photoshop hingga lirik lagu. Termasuk kemudian memuat konten yang berkaitan dengan bahasa Bali yang mulai sedikit diseriusi ketika berkuliah di Jurusan Pendidikan Bahasa Bali, Undiksha tahun 2012 lalu.

Ketika istilah belajar daring membuat orang menjadi latah, Dirga mengubah blog campur sari ini menjadi blog yang benar-benar fokus dengan bahasa Bali, termasuk juga aksara Bali. Ia pun mulai mencari formula apa yang harus dilakukan agar saat orang mengetik bahasa Bali di pencarian Google, blog ini bisa muncul. Muncullah keinginan untuk lebih mengerucutkan ide dan berfokus pada pembelajaran bahasa Bali di sekolah, karena ia memastikan akan banyak siswa termasuk guru yang akan mengetik kata kunci bahasa Bali di Google.

Blog pun berubah nama dan beberapa pendukung pembelajaran bahasa Bali pun dimuat di blog ini. Mulai dari materi, latihan soal, tutorial, bahkan media pembelajaran pun dimuat. Tak hanya itu, guru-guru yang sedikit kerepotan dengan administrasi pembelajaran juga dipermudah dengan blog ini, dimana ia mengunggah Silabus, RPP, program tahunan, program semester, hingga latihan soal yang akan diberikan siswa. Beberapa permintaan teman atau peminat blog ini pun dipenuhinya, seperti ada permintaan untuk menerjemahkan lirik lagu Bali ke bahasa Indonesia.

Meski berfokus pada dunia pendidikan bahasa Bali, ia tak alpa dengan perkembangan jaman. Semisal, saat orang suka berbalas stiker di aplikasi pesan WhatsApp, ia membuat stiker dengan dwi aksara yakni aksara latin dan aksara Bali. Ia ingin membuat bahasa dan aksara Bali benar-benar keren.

Lewat blog ini, ada keinginan besar yang ingin diwujudkan Dirga: blog ini bisa menjadi database bahasa dan aksara Bali utamanya untuk siswa dan guru. Selanjutnya, ia ingin menyasar penggemar dari Penyuluh Bahasa Bali, mungkin sebagai bentuk balas dendam karena ia tak lolos seleksi Penyuluh Bahasa Bali.

Tak puas hanya berperang lewat blog, Dirga merambah dunia lain yakni facebook, instagram hingga youtube. Di youtube, ia juga membuat tutorial menulis aksara Bali, cara menggunakan aplikasi bahasa Bali, termasuk perbaikan kesalahan tulis tempat publik seperti kesalahan penulisan Alun-Alun Gianyar yang cukup heboh beberapa waktu lalu. Di instagram, ia membuat konten-konten kreatif yang sesuai dengan perkembangan saat ini termasuk kata-kata viral yang ia tulis dalam aksara Bali.

Namun karena bekerja sendiri, ia pun kadang kewalahan. Saat sedang aktif di blog, youtube dan instagram pun sedikit terbengkalai. Namun ia berusaha agar bisa mengelola ketiganya meskipun seorang diri.

Dirga mengaku, kunjungan ke blognya akan melonjak saat hari efektif, sedangkan Sabtu Minggu traffic cenderung menurun. Rata-rata dalam sehari ada 400 view. Memang tak banyak, namun untuk ukuran blog berbahasa Bali itu sangat lumayan.

Baginya, sebagaimana web maupun blog lain, kata kunci atau SEO sangat penting agar bisa terindeks di Google dan ditemukan oleh pembaca. Sayangnya, kini hampir semua kata kunci sudah dikuasai oleh portal berita, sehingga blog semacam ini hanya menikmati sisa-sisa yang belum diangkut portal berita. Walaupun peluang di blog kecil, namun menurutnya peluang besar untuk bahasa Bali ini masih tersisa di Youtube.

Meski sudah banyak yang mengakses dan memanfaatkan blog ini, namun ia masih takut jika ada kesalahan dalam artikel, video maupun postingan instagram yang dibuat. Pasalnya, orang lebih suka nyinyir dengan kesalahan kecil daripada melihat kelebihan dari apa yang ia buat. Itulah yang membuatnya selalu berpikir dua kali sebelum membuat konten, karena akan kerap dijumpai pertanyaan: dija maan teori keto?

Keseriusannya mengurus bahasa Bali di dunia maya, membuatnya semakin fasih dalam menggarap konten, membuat desain dan memaksanya untuk belajar lebih dari sekadar bahasa Bali. Ia pun mencoba ikut dalam lomba membuat website bahasa Bali yang digelar PDIP saat pelaksanaan Bulan Bung Karno. Meski mendaftar pada menit-menit akhir penutupan lomba, ia meraih juara II se-Bali.

Selain mengelola pembelajaran Bahasa Bali dunia maya, ia juga mengelola pembelajaran di dunia nyata. Ia mengajar di dua sekolah di kawasan Denpasar juga mengajar privat. Dirinya pun sering menemui kesulitan saat memberikan materi aksara Bali karena banyak siswa yang kesulitan. Dirga berinovasi dengan membuat kartu aksara Bali. Siswa menjadi lebih tertarik belajar aksara karena ada permainan kartu, baik dengan tebak-tebakan ataupun menyusun aksara menjadi sebuah kruna maupun lengkara.  

Kini, masih ada satu harapan yang ingin diwujudkannya untuk bahasa Bali. Ia ingin bisa menghasilkan sebuah aplikasi dan font aksara Bali dengan gayanya sendiri. [T]

BACA JUGA:

Pustaka Ekspresi, Janji Hati Made Sugianto pada Sastra Bali Modern
Pustaka Ekspresi, Janji Hati Made Sugianto pada Sastra Bali Modern
Carma Citrawati, Ide Menulis Itu Datang dari Drama Korea
  • Carma Citrawati, Ide Menulis Itu Datang dari Drama Korea
Sosok Alit Juliartha di Mata Darma Putra, dari Salah Menyebut Nama hingga Kukuh pada Idealisme
  • Sosok Alit Juliartha di Mata Darma Putra, dari Salah Menyebut Nama hingga Kukuh pada Idealisme
Putra Ariawan | Menelan Permen Karet, Berobat Lewat Sastra Bali Modern
  • Putra Ariawan | Menelan Permen Karet, Berobat Lewat Sastra Bali Modern
Wayan Sumahardika | PR Untuk Sastra Bali Modern yang Berada di Persimpangan
  • Wayan Sumahardika | PR Untuk Sastra Bali Modern yang Berada di Persimpangan
Komang Adnyana | Membunuh “Writer Block” dengan Mem-Bali-kan Sastra Dunia
  • Komang Adnyana | Membunuh “Writer Block” dengan Mem-Bali-kan Sastra Dunia
Tags: Bahasa Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pronomina Persona “Eda” dan “Kola” dalam Dialek Nusa Penida

Next Post

“Dari Air” Pada Karya Rupa Eka Suta

I Putu Supartika

I Putu Supartika

Pengamat cewek teman dan peternak sapi ulung yang tidak bisa menyabit rumput. Belakangan nyambi menulis cerpen

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
“Dari Air” Pada Karya Rupa Eka Suta

“Dari Air” Pada Karya Rupa Eka Suta

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi
Esai

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co