12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nitya | Gadis Hindu Jawa yang Bintang Dharmawacana Itu Pilih Kuliah di Singaraja

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
May 18, 2021
in Khas
Nitya | Gadis Hindu Jawa yang Bintang Dharmawacana Itu Pilih Kuliah di Singaraja

Nitya Yuli Pratistha

Nitya Yuli Pratistha, gadis yang lahir dari keluarga Hindu Jawa, yang menjadi bintang dharmawacana di Pura-pura besar di Jawa Timur itu, akhirnya memperdalam ilmu agamanya di Singaraja, Bali, tepatnya di STAH Mpu Kuturan.  

“Nggih, saya kemarin daftar di STAH Mpu Kuturan, astungkara keterima,” katanya lewat WA, Selasa, 18/15/2021.

Meski berasal dari keluarga Hindu yang sederhana yang tinggal di desa pedalaman Jawa, niat Nitya untuk melanjutkan kuliah demi memperdalam ilmu agamanya memang tinggi. Awalnya ia ingin melanjutkan kuliah di sebuah perguruan tinggi Agama Hindu di daerah Jawa Timur, namun atas petunjuk Bapak Kusno dari Pura Kerta Bumi Bongso Wetan, Gresik, ia berkenalan dengan kampus STAH Mpu Kuturan di Singaraja.

Singkat cerita, ia mendaftar dan diterima lewat jalur beasiswa Jalur Program Indonesia Pintar Kuliah (PIPK). Ia pilih Program studi (Prodi) Teologi Hindu dan tahun 2021 ini sudah mulai kuliah dan tinggal di Singaraja.

Satu langkah menuju cita-cita besarnya sudah dimulai. Ia punya cita-cita menjadi guru agama Hindu. Agar Hindu semakin berkembang terutama di Kabupaten Jombang, tempatnya lahir dan tinggal selama ini.

Kenapa pilih Teologi?  “Karena saya tak tahu apa itu Teologi Hindu,” ujarnya.

Awalnya ia memang tak tahu sama sekali, namun sempat mencari tahu, apa-apa yang dipelajari dalam Teologi Hindu, sehingga ketertarikannya terhadap ilmu itu menjadi tumbuh.

“Akhirnya saya memutuskan untuk memilih prodi tersebut untuk belajar agama, memahami bagaimana Hindu,” katanya.

***

Ngomong-ngomong, kenapa urusan kuliah Nitya Yuli Pratistha menjadi menarik dan ditulis dalam artikel ini?

Sejak sekitar setahun ini, ketika di Bali mulai ribut-ribut urusan sampradaya dan Hindu non dresta dan lain-lain, di media sosial beredar video dharmawacana Hindu berbahasa Jawa.  Video itu banyak dibagikan berkali-kali di berbagai media sosial dan mendapatkan banyak komentar dari nitizen.

Yang membawakan dharmawacana itu adalah seorang gadis muda, belum kuliah. Namanya, Nitya Yuli Pratistha. Ia lahir dan tinggal di Tegal Rejo, Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Itu sebuah desa yang terpencil.

Nitya, begitu kemudian gadis itu dipanggil, dalam dharmawacananya berbicara dalam Bahasa Jawa. Bukan Jawa Kuno, tapi benar-benar Bahasa Jawa, yakni bahasa yang biasa digunakan dalam pergaulan sehari-hari di desa-desa di Jawa. Meski dalam video yang lain gadis itu kerap juga menggunakan Bahasa Indonesia, tapi logat dan dialeknya tetaplah sangat terasa amat Jawa.

Banyak yang berharap, Nitya akan menjadi pedharmawacana Hindu yang mumpuni, bukan hanya di seputaran Jawa Timur, melainkan juga di daerah lain di Nusantara, dan memberi pengaruh terhadap pergaulan Hindu di kalangan anak-anak muda Nusantara.

Nah, jika kemudian Nitya memutuskan kuliah di Bali, tentu akan jadi menarik. Meski sesungguhnya, umat Hindu dari Jawa atau daerah Nusantara lainnya sudah banyak yang kuliah di Bali, termasuk di STAH Mpu Kuturan, namun Nitya Yuli Pratistha bisa saja membawa “hawa baru” dalam pergaulan Hindu Nusantara, terutama dalam pergaulan anak-anak muda di Bali.

BACA jUGA:

Nitya Yuli Pratistha | Bangga Jadi Hindu, Bangga Jadi Jawa

Nitya Yuli Pratistha | Bangga Jadi Hindu, Bangga Jadi Jawa

______

Nitya, meski dalam wilayah yang belum luas, bisa disebut sebagai ikon perempuan muda dalam menjalin pergaulan komunikasi Hindu Nusantara di ruang-ruang nyata dan ruang media sosial. Nitya akan memahami Hindu yang secara prinsip sama, namun tetap bergaul dan kerkomunikasi dengan kejawaannya, begitu juga anak muda Hindu di Bali dengan kebaliannya, begitu juga di daerah lain.   

Nitya sendiri akan belajar banyak juga tentang perbedaan tanpa harus mengubah kejawaannya.

“Saya pikir (Hindu di Jawad an di Bali) tidak banyak berbeda. Kemungkinan dari bebantenan saja. Kalau di Bali hari-hari suci selalu dirayakan, kalau di Jawa hanya ketika Tahun Baru Sakha. Pada hari suci lainnya hanya sembahyang bersama ke Pura. Tapi kalau di daerah lain banyak juga Galungan dirayakan sepertti Tahun Baru Sakha,” kata Nitya tentang perbedaan-perbedaan itu.

Perbedaan lain, kalau di Jawa umat Hindu tetap memakai blankon, kalau di Bali identik dengan destar. Dan menurut Nitya, perbedaan-perbedaan ini sebaiknya dipertahankan.

“Karena setiap tempat dan daerah memiliki ciri khas dan budaya masing-masing yang harus dipertahankan, namun di balik semua itu harus tetap saling menghargai dan menghormati tanpa memandang perbedaan, beda itu indah,dengan perbedaan kita bisa saling belajar dan melengkapi sehingga terwujudlah negara yang harmonis,” sambungnya lagi.

Ngomong-ngomong Nitya sudah pernah ke Singaraja?

“Belum pernah!”

Sudah mempersiapkan apa saja untuk memulai kuliah di Singaraja?

“Belum sepenuhnya, masih baru kemarin pengumuman jadi belum ada persiapan, Tapi untuk tempat kos sudah meminta bantuan teman dari Jawa yang kebetulan kuliah di sana juga,” katanya.

Okelah, selamat, Nitya, sampai bertemu dengan banyak teman di Singaraja. [T]

Tags: balihinduHindu NusantarajawaNitya Yuli PratisthaSTAHN Mpu Kuturan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Hopes” | Pameran 70 Karya Bersama “Kita Art Friends” di Alila Seminyak

Next Post

Pemutaran Film Tjoet Nja’ Dhien | Erros Djarot: Penting untuk Generasi Milenial

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Pemutaran Film Tjoet Nja’ Dhien | Erros Djarot: Penting untuk Generasi Milenial

Pemutaran Film Tjoet Nja' Dhien | Erros Djarot: Penting untuk Generasi Milenial

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co