2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nitya | Gadis Hindu Jawa yang Bintang Dharmawacana Itu Pilih Kuliah di Singaraja

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
May 18, 2021
in Khas
Nitya | Gadis Hindu Jawa yang Bintang Dharmawacana Itu Pilih Kuliah di Singaraja

Nitya Yuli Pratistha

Nitya Yuli Pratistha, gadis yang lahir dari keluarga Hindu Jawa, yang menjadi bintang dharmawacana di Pura-pura besar di Jawa Timur itu, akhirnya memperdalam ilmu agamanya di Singaraja, Bali, tepatnya di STAH Mpu Kuturan.  

“Nggih, saya kemarin daftar di STAH Mpu Kuturan, astungkara keterima,” katanya lewat WA, Selasa, 18/15/2021.

Meski berasal dari keluarga Hindu yang sederhana yang tinggal di desa pedalaman Jawa, niat Nitya untuk melanjutkan kuliah demi memperdalam ilmu agamanya memang tinggi. Awalnya ia ingin melanjutkan kuliah di sebuah perguruan tinggi Agama Hindu di daerah Jawa Timur, namun atas petunjuk Bapak Kusno dari Pura Kerta Bumi Bongso Wetan, Gresik, ia berkenalan dengan kampus STAH Mpu Kuturan di Singaraja.

Singkat cerita, ia mendaftar dan diterima lewat jalur beasiswa Jalur Program Indonesia Pintar Kuliah (PIPK). Ia pilih Program studi (Prodi) Teologi Hindu dan tahun 2021 ini sudah mulai kuliah dan tinggal di Singaraja.

Satu langkah menuju cita-cita besarnya sudah dimulai. Ia punya cita-cita menjadi guru agama Hindu. Agar Hindu semakin berkembang terutama di Kabupaten Jombang, tempatnya lahir dan tinggal selama ini.

Kenapa pilih Teologi?  “Karena saya tak tahu apa itu Teologi Hindu,” ujarnya.

Awalnya ia memang tak tahu sama sekali, namun sempat mencari tahu, apa-apa yang dipelajari dalam Teologi Hindu, sehingga ketertarikannya terhadap ilmu itu menjadi tumbuh.

“Akhirnya saya memutuskan untuk memilih prodi tersebut untuk belajar agama, memahami bagaimana Hindu,” katanya.

***

Ngomong-ngomong, kenapa urusan kuliah Nitya Yuli Pratistha menjadi menarik dan ditulis dalam artikel ini?

Sejak sekitar setahun ini, ketika di Bali mulai ribut-ribut urusan sampradaya dan Hindu non dresta dan lain-lain, di media sosial beredar video dharmawacana Hindu berbahasa Jawa.  Video itu banyak dibagikan berkali-kali di berbagai media sosial dan mendapatkan banyak komentar dari nitizen.

Yang membawakan dharmawacana itu adalah seorang gadis muda, belum kuliah. Namanya, Nitya Yuli Pratistha. Ia lahir dan tinggal di Tegal Rejo, Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Itu sebuah desa yang terpencil.

Nitya, begitu kemudian gadis itu dipanggil, dalam dharmawacananya berbicara dalam Bahasa Jawa. Bukan Jawa Kuno, tapi benar-benar Bahasa Jawa, yakni bahasa yang biasa digunakan dalam pergaulan sehari-hari di desa-desa di Jawa. Meski dalam video yang lain gadis itu kerap juga menggunakan Bahasa Indonesia, tapi logat dan dialeknya tetaplah sangat terasa amat Jawa.

Banyak yang berharap, Nitya akan menjadi pedharmawacana Hindu yang mumpuni, bukan hanya di seputaran Jawa Timur, melainkan juga di daerah lain di Nusantara, dan memberi pengaruh terhadap pergaulan Hindu di kalangan anak-anak muda Nusantara.

Nah, jika kemudian Nitya memutuskan kuliah di Bali, tentu akan jadi menarik. Meski sesungguhnya, umat Hindu dari Jawa atau daerah Nusantara lainnya sudah banyak yang kuliah di Bali, termasuk di STAH Mpu Kuturan, namun Nitya Yuli Pratistha bisa saja membawa “hawa baru” dalam pergaulan Hindu Nusantara, terutama dalam pergaulan anak-anak muda di Bali.

BACA jUGA:

Nitya Yuli Pratistha | Bangga Jadi Hindu, Bangga Jadi Jawa

Nitya Yuli Pratistha | Bangga Jadi Hindu, Bangga Jadi Jawa

______

Nitya, meski dalam wilayah yang belum luas, bisa disebut sebagai ikon perempuan muda dalam menjalin pergaulan komunikasi Hindu Nusantara di ruang-ruang nyata dan ruang media sosial. Nitya akan memahami Hindu yang secara prinsip sama, namun tetap bergaul dan kerkomunikasi dengan kejawaannya, begitu juga anak muda Hindu di Bali dengan kebaliannya, begitu juga di daerah lain.   

Nitya sendiri akan belajar banyak juga tentang perbedaan tanpa harus mengubah kejawaannya.

“Saya pikir (Hindu di Jawad an di Bali) tidak banyak berbeda. Kemungkinan dari bebantenan saja. Kalau di Bali hari-hari suci selalu dirayakan, kalau di Jawa hanya ketika Tahun Baru Sakha. Pada hari suci lainnya hanya sembahyang bersama ke Pura. Tapi kalau di daerah lain banyak juga Galungan dirayakan sepertti Tahun Baru Sakha,” kata Nitya tentang perbedaan-perbedaan itu.

Perbedaan lain, kalau di Jawa umat Hindu tetap memakai blankon, kalau di Bali identik dengan destar. Dan menurut Nitya, perbedaan-perbedaan ini sebaiknya dipertahankan.

“Karena setiap tempat dan daerah memiliki ciri khas dan budaya masing-masing yang harus dipertahankan, namun di balik semua itu harus tetap saling menghargai dan menghormati tanpa memandang perbedaan, beda itu indah,dengan perbedaan kita bisa saling belajar dan melengkapi sehingga terwujudlah negara yang harmonis,” sambungnya lagi.

Ngomong-ngomong Nitya sudah pernah ke Singaraja?

“Belum pernah!”

Sudah mempersiapkan apa saja untuk memulai kuliah di Singaraja?

“Belum sepenuhnya, masih baru kemarin pengumuman jadi belum ada persiapan, Tapi untuk tempat kos sudah meminta bantuan teman dari Jawa yang kebetulan kuliah di sana juga,” katanya.

Okelah, selamat, Nitya, sampai bertemu dengan banyak teman di Singaraja. [T]

Tags: balihinduHindu NusantarajawaNitya Yuli PratisthaSTAHN Mpu Kuturan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Hopes” | Pameran 70 Karya Bersama “Kita Art Friends” di Alila Seminyak

Next Post

Pemutaran Film Tjoet Nja’ Dhien | Erros Djarot: Penting untuk Generasi Milenial

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Pemutaran Film Tjoet Nja’ Dhien | Erros Djarot: Penting untuk Generasi Milenial

Pemutaran Film Tjoet Nja' Dhien | Erros Djarot: Penting untuk Generasi Milenial

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co