2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Juara Ideal Itu City, Tapi Chelsea Bisa Brutal dan Mematikan

Komang Adnyana by Komang Adnyana
May 6, 2021
in Ulasan
Juara Ideal Itu City, Tapi Chelsea Bisa Brutal dan Mematikan

Bintang Mancherter City, Phil Foden | Sumber foto: The FA via Getty Images

Apa yang harus ditulis setelah kemenangan?

Hhmmm…. Tapi kerja belum selesai. Belum apa-apa. Dan Thomas Tuchel, pelatih Chelsea juga mengakuinya setelah pasukannya mengalahkan Real Madrid 2-0 di laga kedua semifinal Liga Champions 2020-2021 di Stamford Bridge, Kamis dini hari. The Blues lolos dengan agregat 3-1, dan seperti yang sudah diketahui, Manchester City bakal menanti mereka di Istanbul pada 29 Mei dalam final sesama klub Inggris.

“Ini belum selesai. Kami ingin terus melaju dan datang ke Instanbul untuk menang. Kerja belum selesai, kami lolos ke dua final saat ini,” ucap Tuchel seperti dikutip Daily Mail, merujuk satu final lainnya di ajang Piala FA.

Dalam rentang dua bulan (sejak era Tuchel), pertemuan Chelsea dengan Manchester City bak trilogi film. Pertemuan pertama akhir bulan lalu, Chelsea mengalahkan City 1-0 di semifinal Piala FA. Kemenangan itu toh tak bisa dijadikan tolak ukur mengingat Pep Guardiola, arsitek City, hampir melakukan delapan rotasi pemain dari skuad utamanya. Dalam sepakbola, terkadang statistik historis bisa menjadi nol ketika kick off dilakukan bukan? Ah, pengandaian macam apalagi itu.

Akhir pekan ini, Chelsea kembali bertemu City di Liga Premier Inggris. Kemenangan bagi The Citizens sekaligus akan memastikan mereka menyegel gelar juara liga. Pertandingan akhir pekan ini boleh jadi seperti laga rehearsal bagi pertemuan mereka di Turki nanti. Siapa yang akan menang? Tunggu, masih ada waktu lebih dari tiga pekan sampai partai final dan apa pun bisa terjadi.

Namun sebagai penggemar Chelsea sekali pun, harus diakui, City saat ini, setelah sempat keteteran di awal musim, adalah tim yang ideal. Tim impian banyak orang. Tim dengan gaya permainan idaman. Mereka sangat komplit. Trengginas dalam menyerang (meski tanpa striker murni), kuat dalam bertahan, dan punya keseimbangan yang luar biasa. Belum lagi Guardiola. Duh, pelatih impian hampir semua klub di Eropa (termasuk pemilik Chelsea, Roman Abramovich sangat menginginkannya). Dengan filosofi total football-nya yang khas. Seolah tidak ada kata pragmatis dalam hidupnya.

Lihat betapa impresifnya mereka menghempaskan finalis musim lalu PSG di semifinal dengan agregat 4-1. Terasa betul energi dalam skuad yang fondasinya sudah dibangun sejak lama, sejak era Sheikh Mansour mengambilalih klub ini lebih dari satu dekade lalu, sejak pemain bintang datang silih berganti, sejak era awal-awal mereka hanya menjadi tetangga gaduh buat rival sekotanya Manchester United dan Guardiola akhirnya berhasil meloloskan tim ini ke final Liga Champions pertamanya.

Sejak Guardiola menjadi pelatih, City menghabiskan sekitar 500 juta pound untuk gonta-ganti memperbaiki lini pertahanan dalam empat tahun terakhir. Dan musim ini, kesabaran sekaligus pengeluaran mereka seolah terbayar. Duet John Stones dan Ruben Dias seperti dua gunung kokoh. Belum lagi sepasang full back mereka di kanan dan kiri, Kyle Walker dan Oleksander Zinchenko yang tak kalah luar biasa. Beberapa pundit bola bahkan menyebut, kokohnya lini pertahanan inilah yang jadi kunci keberhasilan City menembus final.

Lihat lagi saat pemain belakang mereka begitu gembira dan bereuforia tak ubahnya seperti merayakan sebuah gol usai berhasil memblok tembakan Neymar di leg kedua semifinal Rabu lalu.  “Ini permainan tim, kita semua ikut menyerang dan merayakan gol, tetapi yang utama adalah bertahan agar tidak kebobolan. Kami berhasil melakukannya dengan sangat baik. Memblok sebuah tembakan seperti mencetak gol bagiku,” ungkap Walker.

Omong-omong soal juara, bukan karena saya penggemar Chelsea, tidakkah terkadang sama seperti lapangan hidup, lapangan hijau juga tak selamanya berpihak pada yang ideal? Bukankah terkadang niat mengalahkan dominasi yang ideal itu memberi suntikan energi lebih yang sulit dipahami? Atau sebaliknya yang ideal tak bisa menjadi realita karena trik-trik yang dianggap tak ideal?

Chelsea masih dalam masa berbenah. Tuchel baru menjabat tiga bulan menggantikan Frank Lampard. Tepat saat laga lawan Madrid dini hari tadi, adalah hari ke-100 masa kerjanya di Stamford Bridge. Di bawah asuhannya, Chelsea memang tak segarang anak-anak Guardiola. Penguasaan bolanya yang dominan kadang sia-sia karena masalah lini depan. Dan sesekali dia juga bisa pragmatis. Serangan balik mereka terkadang brutal dan mematikan, terlihat seperti saat mengalahkan Madrid dini hari tadi. Mereka bahkan seharusnya bisa menang dengan tiga atau empat gol. Sayangnya City tak akan sama seperti Madrid yang terlihat seperti tim yang lelah dan menua.   

Lalu bagaimana cara mengalahkan yang ideal dan terlihat sempurna? Bagaimana menerebas yang menjadi corong idealisasi dan impian banyak orang? Cukup sekian. Saya tidak mau terlihat Chelsea sentris (meskipun sudah begitu). Yang saya ingat hanya Tuchel pernah bilang: membuat tim lain tak bisa melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan juga bagian dari seni permainan.  [T]

Tags: ChelseaLIga ChampionLiga InggrisManchester Citysepakbolaulasan sepakbola
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Apa Arti Kemenangan Ini? | Renungan Usai Perang

Next Post

Bahasa | “Mampukah Bahasa Bali Mewakili Perasaanku dengan Tepat?”

Komang Adnyana

Komang Adnyana

Penikmat cerita, yang belajar lagi menulis cerita.

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Bahasa | “Mampukah Bahasa Bali Mewakili Perasaanku dengan Tepat?”

Bahasa | “Mampukah Bahasa Bali Mewakili Perasaanku dengan Tepat?”

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co