12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bahasa | “Mampukah Bahasa Bali Mewakili Perasaanku dengan Tepat?”

Kadek Sonia Piscayanti by Kadek Sonia Piscayanti
May 8, 2021
in Esai
Bahasa | “Mampukah Bahasa Bali Mewakili Perasaanku dengan Tepat?”

Foto ilustrasi: Model Sintya Kristina Devi | Jayen Photograpy

Persoalan memilih bahasa kadang sesederhana memilih keterwakilan perasaan. Ketika dunia ini dipetakan oleh bahasa, pikiran kita didefinisikan oleh bahasa yang membentuknya, maka memilih bahasa adalah mempercayakan keterwakilan itu dalam representasi kata, kumpulan kata. Sebagai pengguna bahasa, perlakuan kita terhadap bahasa barangkali adalah sebuah analogi memilih media ungkap yang tepat.

Persoalannya, bagaimana Bahasa Bali membuat keterwakilan itu terungkap secara proporsional. Pertama, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana bisa bahasa Bali menjadi pilihan di antara bahasa bahasa lain? Mengapa perlu berbahasa Bali? Bagaimana dia bisa mewakili saya dan ide saya dalam mengungkapkan pikiran?

Kedua, siapakah audiens saya ketika saya mengungkapkan makna dalam bahasa Bali?

Ketiga, bagaimanakah efek keberterimaan dari penyampaian makna ini?

Berikutnya apa kontribusinya dalam kerangka bahasa.

Saya mewawancarai setidaknya tiga ahli bahasa Bali dalam menjawab hipotesa ini. Pertama, saya menghubungi Putu Eka Guna Yasa, anak muda yang hebat dalam bahasa Bali, saya bertanya bagaimana membuat Bahasa Bali menjadi sebuah pilihan untuk keterwakilan ide dalam membentuk makna. Guna Yasa tidak serta merta menjawab, tentu saja. Dia menyampaikan beberapa hal yang menyebutkan antara lain bahwa memang tidak semua kata dalam bahasa Bali akan menjadi sebuah representasi yang ‘equal’ terhadap makna. Bagaimana mencapai ‘equal’ dalam berbahasa tentu menjadi topik yang lain lagi untuk dibahas? Namun, mau tidak mau di sanalah persoalan. Ketika kita merasa tidak ‘equal’ bahwa sebuah makna tidak bisa terwakili oleh makna terjemahan secara ‘equal’ maka kita memilih menghindari memakai bahasa itu.

Dalam kasus saya, misalnya, kalau menyapa saya biasa berbahasa Bali, namun ketika sudah masuk ke presentasi ide, mengungkap makna, saya pasti switch ke Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Saya sangat jarang memakai Bahasa Bali, jika tidak diharuskan, atau bahkan jika diharuskan pun saya akan mencampurnya dengan bahasa Indonesia atau Inggris.

Persoalan kedua, adalah menurut Guna Yasa, kurangnya pakar yang mau urun rembug dalam membuat istilah atau padanan kata yang relevan dalam bahasa Bali. Jika misalnya sebuah teori dapat dijabarkan dalam 700 halaman di Bahasa Inggris, maka proses menuju ke Bahasa Bali dipastikan akan melalui penerjemahan panjang, pertama, bagaimana itu akan membentuk sebuah proses penerjemahan dari Bahasa Inggris ke Indonesia lalu ke Bahasa Bali.

Dan setelah ke Bahasa Bali, pilihan bahasa  apa yang akan digunakan, apakah singgih, kapara, atau sor.

Saya bertanya kepada Guna Yasa, apakah bahasa Bali untuk ‘conceptual framework’? Lalu saya bertanya apakah Bahasa Bali untuk ‘representasi’?

Guna menjawab tidak ada yang presisi  untuk kedua istilah tersebut, walau sempat Guna Yasa menjelaskan jika framework disebut ‘bingkai’ maka barangkali ini bisa disebut sebagai ‘bebantangan’. Barangkali. Karena ‘bantang’ itu isi, lalu ‘bebantangan’ itu ‘bingkai isi’.

Ketika itu dibahas kita menjadi berdiskusi tiada batas. Padahal pekerjaan kita menunggu.

Lalu isu berikutnya adalah penciptaan audiens yang membutuhkan pengetahuan dengan Bahasa Bali. Lalu kebutuhan dipakainya pengetahuan itu. Lalu isu-isu lainnya.

Hemat saya, kebutuhan berbahasa itu kompleks. Kebutuhan itu tidak hanya ditentukan oleh pengguna bahasa tapi urgensi pemakaiannya. Apakah urgensinya, bagaimanakah itu kelak akan berlanjut dan seterusnya.

Penulis perempuan berbahasa Bali, Carma Citrawati, mengakui bahwa persoalan Bahasa Bali memang kompleks. Saya bertanya spesifik soal subjek, atau pengganti subjek. Katakanlah orang kedua tunggal. Dalam Bahasa Indonesia kita menyebut orang kedua tunggal sebagai ‘kamu’, ‘anda’, atau ‘kau’. Ada yang tunggal, majemuk. Kalau majemuk ‘kalian’, atau ‘saudara-saudara’.

Apakah orang kedua tunggal dalam bahasa Bali itu ‘ragane’. Kalau dalam Bahasa Buleleng lebih gampang, bisa pilih ‘cai’, ‘ente’, atau ‘nani’.

Lalu orang pertama tunggal. ‘Saya’, “aku” dalam bahasa Bali itu “titiang”, “yang”, “tiang”, atau apa lagi. Yang kasar mungkin “ake”, “awake”, “icang”, “cang”. Yang di tengah-tengah secara rasa bahasa mungkin “yang”. Apa ada pilihan lain?

Citrawati dalam karya-karyanya cukup berhasil membahasakan cerita dalam Bahasa Bali yang santai meskipun dia juga mengakui untuk beberapa konteks sulit menemukan padanan yang tepat. Seperti pengganti subjek tunggal yang saya paparkan di atas. Masih banyak lagi yang harus ditemukan, diselaraskan dan diketahui oleh pengguna Bahasa Bali. Termasuk soal rasa, konteks, dan sasarannya.

Pendapat Ari Dwijayanthi ketika ditanya keterwakilan bahasa, menjawab begini, bahwa Bahasa Bali tidak perlu menjadi sebuah momok ketika tidak ditemukan padanan yang ‘equal’. Santai saja, toh serapan dalam bahasa Bali sudah banyak ditemukan, mulai dari “lampu”, “sekolah”, “buku”, semua adalah serapan.

Jadi ketika ada yang tidak bisa secara ‘equal’ dibahasakan maka pakai saja kata dari bahasa aslinya lalu penjelasannya bisa sedapat mungkin dialihbahasakan menjadi Bahasa Bali. Kalau misalnya bicara ‘conceptual framework’ ya bisa saja tetap begitu. Pemaparannya kemudian baru bisa dijelaskan. “Nak kene madan ‘conceptual framework’ ento”. Baru dijelaskan sebisanya.[T]

Tags: Ari DwijayanthiBahasaBahasa BalibaliCarma CitrawatiGuna Yasa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Juara Ideal Itu City, Tapi Chelsea Bisa Brutal dan Mematikan

Next Post

Traumatis yang Dibalut Komedi dalam Cerpen “Ayat Kopi” Karya Joko Pinurbo

Kadek Sonia Piscayanti

Kadek Sonia Piscayanti

Penulis adalah dosen di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
Traumatis yang Dibalut Komedi dalam Cerpen “Ayat Kopi” Karya Joko Pinurbo

Traumatis yang Dibalut Komedi dalam Cerpen “Ayat Kopi” Karya Joko Pinurbo

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co