3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ayo Melanglang ke Pedalaman

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
February 21, 2021
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

“…tak ada yang perlu ditakuti soal pedalaman Kalimantan, justru pergilah ke sana jika kau ingin menjadi manusia tangguh. Alam dan orang-orangnya adalah guru dan pelajaran terhebat.” (Merayakan Ingatan, Mahima 2019)

Membaca ulasan sebuah kolom pada satu surat kabar nasional hari ini, saya mendapati lagi kenyataan jumlah tenaga kesehatan (nakes), terutama dokter yang masih jauh dari memadai. Jika rasio standar dokter umum dengan jumlah penduduk adalah 1:1.000, maka rasio di Indonesia masih 1:2.500. Di negara-negara Skandinavia, bahkan seorang dokter keluarga hanya perlu melayani 300 orang penduduk. Hanya di ibukota Jakarta rasionya 1:600. Itu baru bicara dokter umum. Jika bicara dokter ahli, jurang kesenjangannya tentu semakin curam. Masalah yang kita alami rupanya bukan hanya rasio yang belum proporsional, situasi ini telah diperparah oleh distribusi dokter umum dan dokter ahli yang tidak merata. Saat ini, persebaran kedua nakes tersebut terpusat di Jawa, Bali, Lombok sebagian Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan. Perawat dan bidan pun, meski terasa berlebihan di Jawa, Bali dan Lombok, namun faktanya masih sangat langka di wilayah-wilayah pedalaman Nusantara.

Keadaan kontradiktif saya rasakan saat kemudian sebagai direktur rumah sakit daerah dan pemilik satu klinik rawat jalan di kota Singaraja, adalah menerima begitu banyak lamaran pekerjaan dari nakes-nakes yang masih menganggur. Terutama bidan, perawat, dokter umum bahkan ada juga satu dua dokter ahli. Tentu saja tidak lagi bisa diterima, sebab jumlah nakes yang sudah ada bukan saja sudah mencukupi, namun sebagian besar sudah berlebihan. Jika bicara wilayah Bali saja, masih ada daerah yang belum tercukupi kebutuhan nakesnya, seperti Kintamani misalnya. Untuk wilayah Nusantara, lima provinsi yang masih sangat kekurangan tenaga kesehatan di puskemas dan rumah sakit yakni Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Maluku, Sulawesi Barat dan Papua. Di wilayah-wilayah ini, masyarakat tak dapat berharap banyak pelayanan kesehatan untuk mereka bisa optimal dan keselamatan mereka lebih banyak kemudian diserahkan pada nasib.

Hal-hal apa saja yang menyebabkan ini terjadi? Secara garis besar, ada dua elemen yang memegang peranan penting. Pertama tentu saja sistem pelayanan kesehatan yang sepenuhnya dikelola pemerintah. Kedua, terkait etos kerja dan mentalitas para nakes itu sendiri. Bicara sistem, ini akan menjadi sedemikian kompleks dan saling terkait antar berbagai faktor. Paling mendasar adalah ada tidaknya komitmen yang kuat dari pemerintah dalam menyepakati anggaran yang memadai. Hal ini sangat penting terutama untuk wilayah-wilayah kategori sangat terpencil, baik pada sisi infrastruktur berikut sarana medisnya dan tentu saja penghasilan yang sesuai untuk nakes di sana. Merupakan tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam mengelola negara kepulauan seperti Indonesia ini. Pengalaman saya saat bertugas di pedalaman Kalimantan Utara, rata-rata saya perlu waktu tiga hari dua malam dari kota kabupaten untuk mencapai puskesmas tempat saya bertugas menggunakan transportasi sungai. Dan tentu saja, minimal semalam, kami harus menginap entah di mana di pinggir sungai, saat malam telah turun.

Inilah salah satu sisi menarik, yang saya sebut sebagai elemen kedua yang mencakup mentalitas dan etos kerja nakes. Siap dan bersediakah setiap nakes menjalani perjalanan menuju tempat tugasnya seperti itu? Itu pun baru sekelumit cerita. Belum lagi jika kami mesti berjalan kaki semenjak pagi hingga menjelang sore ke satu desa untuk pelayanan imunisasi. Dan masih banyak lagi romantika bekerja di wilayah sangat terpencil yang menuntut panggilan jiwa dan modal nyali yang gede. Namun jika dibandingkan dengan rekan-rekan kita yang bertugas sebagai TNI misalnya, jelas nakes masih lebih beruntung. Meski tugas nakes di daerah pedalaman tergolong berat, namun nyawa seorang prajurit sudah pasti dimiliki negara, bukan lagi dirinya sendiri atau keluarganya. Demi negeri, mereka harus siap dijemput maut di medan operasi.

Mengamati pola kehidupan sosial, anak sekolah dari tingkat SD hingga bangku kuliah saat ini, tak berlebihan rasanya kita sebut mulai lekangnya nilai-nilai humanisme dan bela negara. Teknologi yang semakin canggih, kian memisahkan anak-anak dan remaja dari alam dan sesama. Bagaimana mungkin kemudian para lulusan dokter atau nakes lain untuk tertarik mengabdi ke wilayah pedalaman kalau sudah demikian kondisi psikologisnya? Tanpa regulasi yang memaksa, mereka akan cenderung memilih kehidupan nyaman di kota-kota besar yang serba mudah ditopang teknologi meski potensi mereka akhirnya tak betul-betul termanfaatkan. Maka, kembali pada sistem, pemerintah sebaiknya tetap menerapkan pola penugasan untuk dokter, dokter ahli atau nakes lain untuk harus bekerja di daerah terpencil dan sangat terpencil ketika mereka baru lulus pendidikan. Hanya dengan kebijakan seperti itu, puskesmas dan rumah sakit di wilayah-wilayah demikian bisa terpenuhi kebutuhan tenaganya. Tentu saja komitmen pemerintah pada sisi infrastruktur dan sarana medis serta insentif nakes di sana harus proporsional yang selalu dapat menjaga semangat kerja dan pengabdian mereka.

Saya termasuk salah seorang dokter yang beruntung sempat mengabdi di wilayah pedalaman Nusantara. Saya pun meyakini, cinta tanah air dan bangsa tak cukup ditunjukkan dengan mengibarkan sang Merah Putih dan memberi hormat secara khidmat di setiap hari kemerdekaan RI. Cinta tanah air dan bangsa mesti diwujudkan dengan cara-cara nyata melayani sesama yang tak berdaya dan menikmati alamnya yang memesona, hingga menghadirkan rasa haru dalam sukma sanubari kita. [T]

KOLOM DOKTER SELENGKAPNYA…

Tags: dokterkesehatan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

[Satir Mabuk] – Jangan Minum Berdua Saja! | Jika Kelahi & Mati, Susah Cari Saksi

Next Post

Semua Kabupaten/Kota di Bali Sudah Bangun Gedung Majelis Desa Adat

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Semua Kabupaten/Kota di Bali Sudah Bangun Gedung Majelis Desa Adat

Semua Kabupaten/Kota di Bali Sudah Bangun Gedung Majelis Desa Adat

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co