24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ayo Melanglang ke Pedalaman

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
February 21, 2021
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

“…tak ada yang perlu ditakuti soal pedalaman Kalimantan, justru pergilah ke sana jika kau ingin menjadi manusia tangguh. Alam dan orang-orangnya adalah guru dan pelajaran terhebat.” (Merayakan Ingatan, Mahima 2019)

Membaca ulasan sebuah kolom pada satu surat kabar nasional hari ini, saya mendapati lagi kenyataan jumlah tenaga kesehatan (nakes), terutama dokter yang masih jauh dari memadai. Jika rasio standar dokter umum dengan jumlah penduduk adalah 1:1.000, maka rasio di Indonesia masih 1:2.500. Di negara-negara Skandinavia, bahkan seorang dokter keluarga hanya perlu melayani 300 orang penduduk. Hanya di ibukota Jakarta rasionya 1:600. Itu baru bicara dokter umum. Jika bicara dokter ahli, jurang kesenjangannya tentu semakin curam. Masalah yang kita alami rupanya bukan hanya rasio yang belum proporsional, situasi ini telah diperparah oleh distribusi dokter umum dan dokter ahli yang tidak merata. Saat ini, persebaran kedua nakes tersebut terpusat di Jawa, Bali, Lombok sebagian Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan. Perawat dan bidan pun, meski terasa berlebihan di Jawa, Bali dan Lombok, namun faktanya masih sangat langka di wilayah-wilayah pedalaman Nusantara.

Keadaan kontradiktif saya rasakan saat kemudian sebagai direktur rumah sakit daerah dan pemilik satu klinik rawat jalan di kota Singaraja, adalah menerima begitu banyak lamaran pekerjaan dari nakes-nakes yang masih menganggur. Terutama bidan, perawat, dokter umum bahkan ada juga satu dua dokter ahli. Tentu saja tidak lagi bisa diterima, sebab jumlah nakes yang sudah ada bukan saja sudah mencukupi, namun sebagian besar sudah berlebihan. Jika bicara wilayah Bali saja, masih ada daerah yang belum tercukupi kebutuhan nakesnya, seperti Kintamani misalnya. Untuk wilayah Nusantara, lima provinsi yang masih sangat kekurangan tenaga kesehatan di puskemas dan rumah sakit yakni Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Maluku, Sulawesi Barat dan Papua. Di wilayah-wilayah ini, masyarakat tak dapat berharap banyak pelayanan kesehatan untuk mereka bisa optimal dan keselamatan mereka lebih banyak kemudian diserahkan pada nasib.

Hal-hal apa saja yang menyebabkan ini terjadi? Secara garis besar, ada dua elemen yang memegang peranan penting. Pertama tentu saja sistem pelayanan kesehatan yang sepenuhnya dikelola pemerintah. Kedua, terkait etos kerja dan mentalitas para nakes itu sendiri. Bicara sistem, ini akan menjadi sedemikian kompleks dan saling terkait antar berbagai faktor. Paling mendasar adalah ada tidaknya komitmen yang kuat dari pemerintah dalam menyepakati anggaran yang memadai. Hal ini sangat penting terutama untuk wilayah-wilayah kategori sangat terpencil, baik pada sisi infrastruktur berikut sarana medisnya dan tentu saja penghasilan yang sesuai untuk nakes di sana. Merupakan tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam mengelola negara kepulauan seperti Indonesia ini. Pengalaman saya saat bertugas di pedalaman Kalimantan Utara, rata-rata saya perlu waktu tiga hari dua malam dari kota kabupaten untuk mencapai puskesmas tempat saya bertugas menggunakan transportasi sungai. Dan tentu saja, minimal semalam, kami harus menginap entah di mana di pinggir sungai, saat malam telah turun.

Inilah salah satu sisi menarik, yang saya sebut sebagai elemen kedua yang mencakup mentalitas dan etos kerja nakes. Siap dan bersediakah setiap nakes menjalani perjalanan menuju tempat tugasnya seperti itu? Itu pun baru sekelumit cerita. Belum lagi jika kami mesti berjalan kaki semenjak pagi hingga menjelang sore ke satu desa untuk pelayanan imunisasi. Dan masih banyak lagi romantika bekerja di wilayah sangat terpencil yang menuntut panggilan jiwa dan modal nyali yang gede. Namun jika dibandingkan dengan rekan-rekan kita yang bertugas sebagai TNI misalnya, jelas nakes masih lebih beruntung. Meski tugas nakes di daerah pedalaman tergolong berat, namun nyawa seorang prajurit sudah pasti dimiliki negara, bukan lagi dirinya sendiri atau keluarganya. Demi negeri, mereka harus siap dijemput maut di medan operasi.

Mengamati pola kehidupan sosial, anak sekolah dari tingkat SD hingga bangku kuliah saat ini, tak berlebihan rasanya kita sebut mulai lekangnya nilai-nilai humanisme dan bela negara. Teknologi yang semakin canggih, kian memisahkan anak-anak dan remaja dari alam dan sesama. Bagaimana mungkin kemudian para lulusan dokter atau nakes lain untuk tertarik mengabdi ke wilayah pedalaman kalau sudah demikian kondisi psikologisnya? Tanpa regulasi yang memaksa, mereka akan cenderung memilih kehidupan nyaman di kota-kota besar yang serba mudah ditopang teknologi meski potensi mereka akhirnya tak betul-betul termanfaatkan. Maka, kembali pada sistem, pemerintah sebaiknya tetap menerapkan pola penugasan untuk dokter, dokter ahli atau nakes lain untuk harus bekerja di daerah terpencil dan sangat terpencil ketika mereka baru lulus pendidikan. Hanya dengan kebijakan seperti itu, puskesmas dan rumah sakit di wilayah-wilayah demikian bisa terpenuhi kebutuhan tenaganya. Tentu saja komitmen pemerintah pada sisi infrastruktur dan sarana medis serta insentif nakes di sana harus proporsional yang selalu dapat menjaga semangat kerja dan pengabdian mereka.

Saya termasuk salah seorang dokter yang beruntung sempat mengabdi di wilayah pedalaman Nusantara. Saya pun meyakini, cinta tanah air dan bangsa tak cukup ditunjukkan dengan mengibarkan sang Merah Putih dan memberi hormat secara khidmat di setiap hari kemerdekaan RI. Cinta tanah air dan bangsa mesti diwujudkan dengan cara-cara nyata melayani sesama yang tak berdaya dan menikmati alamnya yang memesona, hingga menghadirkan rasa haru dalam sukma sanubari kita. [T]

KOLOM DOKTER SELENGKAPNYA…

Tags: dokterkesehatan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

[Satir Mabuk] – Jangan Minum Berdua Saja! | Jika Kelahi & Mati, Susah Cari Saksi

Next Post

Semua Kabupaten/Kota di Bali Sudah Bangun Gedung Majelis Desa Adat

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Semua Kabupaten/Kota di Bali Sudah Bangun Gedung Majelis Desa Adat

Semua Kabupaten/Kota di Bali Sudah Bangun Gedung Majelis Desa Adat

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co