14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ayo Melanglang ke Pedalaman

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
February 21, 2021
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

“…tak ada yang perlu ditakuti soal pedalaman Kalimantan, justru pergilah ke sana jika kau ingin menjadi manusia tangguh. Alam dan orang-orangnya adalah guru dan pelajaran terhebat.” (Merayakan Ingatan, Mahima 2019)

Membaca ulasan sebuah kolom pada satu surat kabar nasional hari ini, saya mendapati lagi kenyataan jumlah tenaga kesehatan (nakes), terutama dokter yang masih jauh dari memadai. Jika rasio standar dokter umum dengan jumlah penduduk adalah 1:1.000, maka rasio di Indonesia masih 1:2.500. Di negara-negara Skandinavia, bahkan seorang dokter keluarga hanya perlu melayani 300 orang penduduk. Hanya di ibukota Jakarta rasionya 1:600. Itu baru bicara dokter umum. Jika bicara dokter ahli, jurang kesenjangannya tentu semakin curam. Masalah yang kita alami rupanya bukan hanya rasio yang belum proporsional, situasi ini telah diperparah oleh distribusi dokter umum dan dokter ahli yang tidak merata. Saat ini, persebaran kedua nakes tersebut terpusat di Jawa, Bali, Lombok sebagian Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan. Perawat dan bidan pun, meski terasa berlebihan di Jawa, Bali dan Lombok, namun faktanya masih sangat langka di wilayah-wilayah pedalaman Nusantara.

Keadaan kontradiktif saya rasakan saat kemudian sebagai direktur rumah sakit daerah dan pemilik satu klinik rawat jalan di kota Singaraja, adalah menerima begitu banyak lamaran pekerjaan dari nakes-nakes yang masih menganggur. Terutama bidan, perawat, dokter umum bahkan ada juga satu dua dokter ahli. Tentu saja tidak lagi bisa diterima, sebab jumlah nakes yang sudah ada bukan saja sudah mencukupi, namun sebagian besar sudah berlebihan. Jika bicara wilayah Bali saja, masih ada daerah yang belum tercukupi kebutuhan nakesnya, seperti Kintamani misalnya. Untuk wilayah Nusantara, lima provinsi yang masih sangat kekurangan tenaga kesehatan di puskemas dan rumah sakit yakni Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Maluku, Sulawesi Barat dan Papua. Di wilayah-wilayah ini, masyarakat tak dapat berharap banyak pelayanan kesehatan untuk mereka bisa optimal dan keselamatan mereka lebih banyak kemudian diserahkan pada nasib.

Hal-hal apa saja yang menyebabkan ini terjadi? Secara garis besar, ada dua elemen yang memegang peranan penting. Pertama tentu saja sistem pelayanan kesehatan yang sepenuhnya dikelola pemerintah. Kedua, terkait etos kerja dan mentalitas para nakes itu sendiri. Bicara sistem, ini akan menjadi sedemikian kompleks dan saling terkait antar berbagai faktor. Paling mendasar adalah ada tidaknya komitmen yang kuat dari pemerintah dalam menyepakati anggaran yang memadai. Hal ini sangat penting terutama untuk wilayah-wilayah kategori sangat terpencil, baik pada sisi infrastruktur berikut sarana medisnya dan tentu saja penghasilan yang sesuai untuk nakes di sana. Merupakan tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam mengelola negara kepulauan seperti Indonesia ini. Pengalaman saya saat bertugas di pedalaman Kalimantan Utara, rata-rata saya perlu waktu tiga hari dua malam dari kota kabupaten untuk mencapai puskesmas tempat saya bertugas menggunakan transportasi sungai. Dan tentu saja, minimal semalam, kami harus menginap entah di mana di pinggir sungai, saat malam telah turun.

Inilah salah satu sisi menarik, yang saya sebut sebagai elemen kedua yang mencakup mentalitas dan etos kerja nakes. Siap dan bersediakah setiap nakes menjalani perjalanan menuju tempat tugasnya seperti itu? Itu pun baru sekelumit cerita. Belum lagi jika kami mesti berjalan kaki semenjak pagi hingga menjelang sore ke satu desa untuk pelayanan imunisasi. Dan masih banyak lagi romantika bekerja di wilayah sangat terpencil yang menuntut panggilan jiwa dan modal nyali yang gede. Namun jika dibandingkan dengan rekan-rekan kita yang bertugas sebagai TNI misalnya, jelas nakes masih lebih beruntung. Meski tugas nakes di daerah pedalaman tergolong berat, namun nyawa seorang prajurit sudah pasti dimiliki negara, bukan lagi dirinya sendiri atau keluarganya. Demi negeri, mereka harus siap dijemput maut di medan operasi.

Mengamati pola kehidupan sosial, anak sekolah dari tingkat SD hingga bangku kuliah saat ini, tak berlebihan rasanya kita sebut mulai lekangnya nilai-nilai humanisme dan bela negara. Teknologi yang semakin canggih, kian memisahkan anak-anak dan remaja dari alam dan sesama. Bagaimana mungkin kemudian para lulusan dokter atau nakes lain untuk tertarik mengabdi ke wilayah pedalaman kalau sudah demikian kondisi psikologisnya? Tanpa regulasi yang memaksa, mereka akan cenderung memilih kehidupan nyaman di kota-kota besar yang serba mudah ditopang teknologi meski potensi mereka akhirnya tak betul-betul termanfaatkan. Maka, kembali pada sistem, pemerintah sebaiknya tetap menerapkan pola penugasan untuk dokter, dokter ahli atau nakes lain untuk harus bekerja di daerah terpencil dan sangat terpencil ketika mereka baru lulus pendidikan. Hanya dengan kebijakan seperti itu, puskesmas dan rumah sakit di wilayah-wilayah demikian bisa terpenuhi kebutuhan tenaganya. Tentu saja komitmen pemerintah pada sisi infrastruktur dan sarana medis serta insentif nakes di sana harus proporsional yang selalu dapat menjaga semangat kerja dan pengabdian mereka.

Saya termasuk salah seorang dokter yang beruntung sempat mengabdi di wilayah pedalaman Nusantara. Saya pun meyakini, cinta tanah air dan bangsa tak cukup ditunjukkan dengan mengibarkan sang Merah Putih dan memberi hormat secara khidmat di setiap hari kemerdekaan RI. Cinta tanah air dan bangsa mesti diwujudkan dengan cara-cara nyata melayani sesama yang tak berdaya dan menikmati alamnya yang memesona, hingga menghadirkan rasa haru dalam sukma sanubari kita. [T]

KOLOM DOKTER SELENGKAPNYA…

Tags: dokterkesehatan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

[Satir Mabuk] – Jangan Minum Berdua Saja! | Jika Kelahi & Mati, Susah Cari Saksi

Next Post

Semua Kabupaten/Kota di Bali Sudah Bangun Gedung Majelis Desa Adat

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Semua Kabupaten/Kota di Bali Sudah Bangun Gedung Majelis Desa Adat

Semua Kabupaten/Kota di Bali Sudah Bangun Gedung Majelis Desa Adat

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co