3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

[Satir Mabuk] – Jangan Minum Berdua Saja! | Jika Kelahi & Mati, Susah Cari Saksi

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
February 21, 2021
in Esai
[Satir Mabuk] – Jangan Minum Berdua Saja! | Jika Kelahi & Mati, Susah Cari Saksi

Ilustrasi tatkala.co || Nuriarta

Kita selalu senang membaca berita tentang kematian yang konyol dan tragis. Seperti berita tentang dua orang bersahabat, minum-minum, mabuk, lalu berkelahi, kemudian ada yang mati. Setelah itu polisi agak susah cari saksi untuk menceritakan peristiwa naas itu. Sebab tak ada orang ketiga di antara dua sahabat itu.

Ini berita sekitar dua minggu lalu, tepatnya Senin, 8 Februari 2021. Sepertinya kalian sudah baca. Tentu saja sudah. Karena, ya, itu tadi. Berita tentang kematian yang konyol memang masih jadi pavorit di tengah minat baca masyarakat yang begitu-begitu saja.

Inti beritanya begini:

Kadek Sutarjana, warga Banjar Dinas Munduk, Desa/Kecamatan Banjar, Buleleng, minum berdua dengan temannya, Ida Lempog. Berdua mereka minum arak dan tuak sekitar pukul 14.00 Wita di teras rumah Kadek Sutarjana.

Entah apa penyebab awalnya, keduanya kemudian adu jotos. Dari perkelahian itu, Sutarjana meninggal. Bahasa koran; tewas. Dari hasil pemeriksaan medis, petugas menemukan luka robek pada bagian dagu dan bibir atas korban, luka robek pada bagian kepala belakang, luka lecet di bagian lengan kanan, serta  gigi bagian atas dan bawah rontok.

Lempog melarikan diri. Sempat bersembunyi, namun akhirnya ditangkap polisi.

Tidak ada saksi orang ketiga atau keempat atau orang kelima dalam perkelahian itu. Istri Sutarjana, yakni Widiani, memang sempat melihat keduanya bertengkar dan adu fisik. Namun ia tak tahu urutan peristiwa dengan lengkap. Saat melihat keduanya adu jotos, ia pergi untuk minta tolong. Pulang-pulang, suaminya sudah ambruk.

Berita selengkapnya baca saja Bali Express, atau media online yang lain. Semua media, terutama di Bali, memberitakannya. Tentu saja. Karena, ya, itu tadi. Berita tentang kematian yang konyol memang masih jadi pavorit di tengah minat baca masyarakat yang begitu-begitu saja.

Dua Sahabat Kolok

Peristiwa tragis yang terjadi di wilayah Banjar itu tidak setragis peristiwa yang terjadi di Desa Bengkala, masih di wilayah Buleleng. Peristiwanya terjadi sekitar November 2010.

Dua orang sahabat yang sama-sama kolok (bisu), Suk (27) dan Sub (25),  minum berdua saja. Saat minum-minum itulah terjadi perselisihan, sampai akhirnya  terjadi perkelahian yang menyebabkan Suk kehilangan nyawa.

Saat itu tidak ada yang benar-benar tahu kenapa mereka berkelahi. Seseorang sempat melihat keduanya bertengkar dengan menggunakan bahasa isyarat dan saling dorong. Sampai akhirnya mereka berhenti minum, namun disambung lagi dengan perkelahian sampai salah satu dari mereka ambruk tak bernapas, dan salah satunya menjadi tersangka.

Polisi sempat kesulitan memeriksa tersangka Sub. Selain karena peristiwa itu hanya terjadi di antara mereka berdua, tersangka juga menderita tuli bisu.

Minum Berdua Sepupu

Kejadian serupa ternyata tak hanya terjadi di Bali. Di daerah Sumedang, Jawa Barat, sekira Maret 2018, dua pemuda yang masih terhitung sepupu, minum berdua saja di tengah sawah tanpa ada orang lain di sekitar mereka. Ketika asyik minum terjadi pertengkaran, sampai akhirnya satu terbunuh dan satu lagi menjadi tersangka pembunuhan. Polisi pun menangkap tersangka RB (19).

“Awalnya minum-minum berdua di tengah sawah bersama korban, tapi waktu saya ajak pulang, dia tidak mau, ngeyel,” ujar RB. RB mengakui, dirinya dan korban  berkelahi di tempat itu. RB mengaku mencekik leher saudaranya.

***

Selain tiga peristiwa tragis itu, mungkin banyak lagi terdapat peristiwa serupa. Tapi tiga peristiwa yang diberitakan itu cukup memberi pelajaran berharga. Pelajarannya; jika ingin minum, jangan minum berdua saja. Minum sendiri lebih baik, atau ajaklah banyak teman, bikin lingkaran, ngobrol bersama, nyanyi-nyayi bersama.

Pelajaran yang lebih berharga lagi, kata orang bijak: Jangan minum miras!

Tentang minum dan kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi, lebih baik baca sebuah novel bagus karya Jhon Steinbeck, judulnya Dataran Tortilla. Itu  novel terjemahan dari versi bahasa Inggris berjudul Tortilla Flat yang terbit pada tahun 1935.

Novel itu lebih banyak berisi kisah-kisah persahabatan di antara tokoh-tokoh yang memiliki karakter, latar belakang dan kebiasaan-kebiasaan yang berbeda-beda. Antara lain ada tokoh Danny, Pilon, Big Joe, Si Bajak Laut.

Tampaknya di mana pun persahabatan dan acara minum-minum punya hubungan dan jalin-alur yang selalu menarik. Dalam minuman dan persahabatan tumbuh berbagai idiom kadang idiom hanya sekadar untuk mengejek, kadang idiom-idiom yang penuh filosofi. Tentang minum berdua atau minum bersama ada kutipan menarik dalam novel itu:

Dua galon adalah jumlah anggur yang banyak, bahkan untuk dua orang paisano. Takaran guci anggur itu bisa digambarkan sebagai berikut: Bila anggur sampai ke bahu botol pertama, terjadi percakapan serius dan penuh arti. Dua inci turun, si peminum terkenang akan kenangan sedih dan manis. Tiga inci turun, kenangan akan percintaan masa lalu yang menyenangkan. Satu inci lagi turun, kenangan tentang percintaan lama yang pahit. Dasar guci pertama tercapai, kesedihan umum dan tak terarah. Bahu botol kedua tercapai, rasa putus asa yang suram, dua jari turun, sebuah nyanyian kematian atau kerinduan. Turun satu jempol lagi, nyanyian apa saja yang teringat. Grafik itu berhenti di sini, sebab setelah titik itu tercapai, tak ada kepastian, apa saja bisa terjadi.

Nah, setelah grafik dalam galon atau botol itu terhenti, maka “apa saja bisa terjadi”. Ungkapan “apa saja bisa terjadi” artinya bisa saja  yang terjadi adalah pertengkaran dan perkelahian dan pembunuhan.

Karena “apa pun bisa terjadi”, maka janganlah minum berdua saja. Jika terjadi pertengkaran dan perkelahian, tak ada siapa pun yang akan melerai. Atau jika terjadi sesuatu, misalnya salah satu tewas ketika minum berdua saja, yang tersisa adalah pelaku. Tak ada saksi orang ketiga.

Minum bersama lebih aman. Jika satu orang mabuk berat, meracau, atau agak-agaknya mau nonjok teman di sebelah, maka akan banyak orang yang menariknya, lalu memisahkannya dari lingkaran, atau menceburkannya ke got penuh limbah. Lalu, semuanya tertawa-tawa. Tak ada yang tewas.

Persahabatan dan Pertengkaran

Persahabatan tak bisa dipisahkan dengan pertengkaran. Kata orang, bertengkar bisa membuat persahabatan menjadi lebih sehat, tergantung bagaimana cara kita mengelola pertengkaran.  

Nah jika sedang mabuk berat, apalagi berdua saja, maka pertengkaran tak akan bisa dikelola dengan baik. Bagaimana bisa mengelola pertengkaran, jika tubuh oleng dan otak terpapar alkohol.

Mari tengok beda antara bertengkar dengan sehat dan bertengkar sambil mabuk.

  • Bertengkarlah sehat selalu dilakukan dengan pikiran terbuka, jangan picik, dan sadarilah bahwa yang diajak bertengkar adalah sahabat, bukan musuh.  Nah, bertengkar saat mabuk, pikiran langsung tertutup. Sahabat tiba-tiba dilihat seperti musuh bebuyutan.
  • Bertengkar sehat, biasanya menghindar untuk mengungkit masalah lama. Sebaliknya saat mabuk justru masalah-masalah lama diiumbar kembali.
  • Bertengkar sehat tidak dengan suara keras. Tapi bertengkar saat mabuk biasanya suara langsung menggelegar.
  • Bertengkar sehat akan menghindari kata-kata atau kalimat yang diulang-ulang. Berbeda dengan bertengkar saat mabuk biasanya kalimat yang keluar itu-itu saja.
  • Dalam pertengkaran yang sehat, jika seseorang tampak sangat emosi, maka yang diajak bertengkar akan mengendalikan emosi. Beda saat mabuk, satu emosional, yang lain makin emosional.

(NB: Perbedaan ini ditulis berdasar pengalaman para pemabuk dan dari beberapa sumber)

Minum Bersama

Pertanyaannya sekarang, apakah kalau minum ramai-ramai, orang tak bisa meninggal? Eh, bisa saja. Tapi para peminum itu meninggal bukan karena berkelahi, melainkan karena keracunan miras oplosan atau minum bersama secara terus-menerus selama seminggu.

Banyak contoh peristiwa orang minum bersama dan meninggal secara massal. Nantilah dibicarakan. [T]

Tags: mabukminuman beralkohol
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

MGMP Bahasa Bali SMA Kabupaten Buleleng Selenggarakan Workshop Optimalisasi E-Learning

Next Post

Ayo Melanglang ke Pedalaman

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Ayo Melanglang ke Pedalaman

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co