24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Nyatnyat” | Ikan Nila Punya Daging, Mujair Punya Nama

Agus Rochdianto by Agus Rochdianto
February 4, 2021
in Esai
“Nyatnyat” | Ikan Nila Punya Daging,  Mujair Punya Nama

Ilustrasi tatkala.co. Sumber gambar Google

Di sejumlah restoran atau warung makan di Bali sering kita temui menu mujair nyatnyat, salah satu masakan khas Bali yang belakangan memiliki banyak penggemar. Namun setelah diamati menu mujair nyatnyat yang disajikan secara seksama, ternyata ikan yang dimasak nyatnyat tersebut bukan ikan mujair, tetapi ikan nila.

Nama menunya mujair nyatnyat, ternyata ikan yang dimasak dari jenis ikan nila. Bukan ikan mujair. Atas peristiwa ini, penggemar kuliner ini lantas menyebutkan istilah Ikan nila punya daging, ikan mujair punya nama. Bagaimana membedakan ikan mujair dan ikan nila ?

Ikan nila dan ikan mujair sekilas mempunyai penampakan yang mirip sekali. Hal ini dikarenakan kedua jenis ikan ini sama-sama termasuk dalam famili Cichlidae dan genus Oreochromis. Ikan nila memiliki nama ilmiah Oreochromis niloticus. Sedangkan ikan mujair memiliki nama ilmiah yaitu Oreochromis mossambicus.

Ikan Mujair

Di Indonesia ikan mujair pertama kali ditemukan oleh Pak Mujair di muara Sungai Serang pantai selatan Blitar, Jawa Timur pada tahun 1939. Sampai sekarang, masih menjadi misteri, bagaimana ikan mujair yang asli sungai Mozambiq di Benua Afrika ini bisa sampai ke muara terpencil di selatan Blitar?

Untuk menghargai penemuanya, ikan yang memiliki nama ilmiah Oreochromis mossambicus ini dipanggil dengan nama ikan mujair yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Mozambique tilapia, atau kadang-kadang secara tidak tepat disebut “Java tilapia”

Bila diamati, bentuk badan ikan mujair pipih dengan warna hitam, keabu-abuan, kecoklatan atau kuning. Pada bagian sirip punggungnya (dorsal) memiliki 15-17 duri (tajam) dan 10-13 jari-jari (duri berujung lunak); dan sirip dubur (anal) dengan 3 duri dan 9-12 jari-jari.

Selain hidup di air tawar, ikan mujair juga kerap ditemukan di perairan payau karena ikan ini memiliki toleransi yang tinggi pada kadar garam. Tingkat pertumbuhan ikan mujair dari anakan hingga usia remaja tergolong cepat. Kelebihan lainnya, ikan ini mulai berkembang biak pada umur 3 bulan. Kemudian ikan ini dapat berbiak secara rutin setiap 1,5 bulan sekali.

Boleh jadi karena memiliki hoby kawin tersebut ikan mujair yang awalnya bisa tumbuh bongsor lama kelamaan pertumbuhannya semakin seret. Diduga kuat pertumbuhan yang semakin seret tersebut karean ikan mujair sudah mengalami penurunan kualitas akibat pernikahan sedarah (in breeding) yang terjadi secara berulang.

Karena tidak bisa tumbuh bongsor, ikan mujair yang dulunya  pernah menjadi ikan primadona dikembangkan dan dibudiayakan di seluruh Indonesia akhirnya kurang diminati para pembudidaya ikan. Di Bali, ikan mujair yang dulu sering ditemukan tertangkap di Danau batur (Bangli) dan Danau Beratan (Tabanan) serta di sejumlah perairan umum ini, saat ini (boleh dibilang) tidak ada yang membudidayakan lagi. Diganti dengan jenis ikan lainnya yang memiliki pertumbuhan bongsor, di antaranya adalah ikan nila.

Ikan Nila

Berbeda dengan ikan mujair yang asal-usulnya di Indonesi masih menjadi misteri, di Indonesia ikan nila pertama kali diintroduksi dari Taiwan oleh Lembaga Penelitian Ikan Air Tawar Bogor pada tahun 1969. Setelah itu beberapa kali kembali benih ikan nila didatangkan dari luar negeri. Selain dari Taiwan juga da yang berasal dari Philipina, Thailand dan Afrika.

Ikan nila yang pertama kali didatangkan ke Indonesia mempunyai tubuh yang berwarna kehitam-hitaman sampai keabu-abuan. Ada beberapa belang-belang berwarna gelap yang melintang di tubuhnya. Bentuk ekornya pun bergaris-garis dan cenderung tegak. Sedangkan bagian sirip dada, sirip punggung, sirip ekor, sirip perut, dan tenggorokan berwarna merah atau merah kekuningan.

Ikan nila mempunyai postur yang sedang dengan panjang tubuh hingga mencapai 30 cm. Pada bagian sirip punggungnya terdapat 16-17 duri tajam dan 11-15 duri lunak. Sementara pada bagian sirip duburnya terdapat 3 duri tajam dan 8-11 duri lunak.

Sama seperti ikan mujair, ikan nila juga mempunyai toleransi yang besar terhadap kadar garam (salinitas), sehingga dapat hidup di air payau. Jenis ikan nila memiliki kecepatan pertumbuhan yang relatif cepat dan bisa tumbuh bongsor dan panjang hingga 40 Cm.

Boleh jadi karena kelebihannya itulah, ikan nila beberapa kali diintroduksi dari luar negeri dan diteliti untuk dikawinsilangkan. Saat ini di Indonesia bisa ditemukan berbagai varietas ikan nila. Baik itu yang bewearna kehitaman seperti ikan mujair atau yang bewarna merah atau albino.

Lantas bagaimana cara membedakan ikan mujair dan ikan nila yang warnanya kehitaman keabu-abuan itu. Untuk membedakanya, yang paling gampang adalah melihat sirip ekornya. Pada ikan nila, sirip ekornya terdapat pola garis-garis vertikal. Pola garis – garis vertikal bisa dilihat juga pada badannya. Sedangkan untuk ikan mujair, tidak ada pola garis-garis vertikel di sirip ekor maupun badannya.

Perbedaan lainnya, ikan nila umunya memiliki postur yang lebih gemuk (tebal)  dibandingkan dengan ikan mujair. Sedangkan ikan mujair cenderung berbentuk pipih dan melebar. Ikan mujair pada umumnya mempunyai mulur yang berukuran lebih lebar daripada mulut ikan nila.

Jika diperhatikan secara seksama, ikan nila memiliki pipi yang tampak bersih. Sementara itu, pipi ikan mujair biasanya bertutul-tutul.  Pada bagian ujung dan belakang sirip punggung ikan mujair berwarna kemerahan-merahan. Berbeda dengan sirip punggung ikan nila yang seluruhnya berwarna keabu-abuan atau kehitam-hitaman. [T]

Tags: balikulinerkuliner khas bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Royyan Julian: Aku Tidak Mau Meromantisasi Madura

Next Post

Terkejut, Mengolah Kejutan dan Beradaptasi

Agus Rochdianto

Agus Rochdianto

Penyuluh Perikanan Madya di Tabanan. Mantan Kepala Balai Benih Ikan (BBI) Pemebel, dan mantan Kepala Seksi Pengkajian Teknologi Dinas Perikanan Tabanan

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Terkejut, Mengolah Kejutan dan Beradaptasi

Terkejut, Mengolah Kejutan dan Beradaptasi

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co