3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Nyatnyat” | Ikan Nila Punya Daging, Mujair Punya Nama

Agus Rochdianto by Agus Rochdianto
February 4, 2021
in Esai
“Nyatnyat” | Ikan Nila Punya Daging,  Mujair Punya Nama

Ilustrasi tatkala.co. Sumber gambar Google

Di sejumlah restoran atau warung makan di Bali sering kita temui menu mujair nyatnyat, salah satu masakan khas Bali yang belakangan memiliki banyak penggemar. Namun setelah diamati menu mujair nyatnyat yang disajikan secara seksama, ternyata ikan yang dimasak nyatnyat tersebut bukan ikan mujair, tetapi ikan nila.

Nama menunya mujair nyatnyat, ternyata ikan yang dimasak dari jenis ikan nila. Bukan ikan mujair. Atas peristiwa ini, penggemar kuliner ini lantas menyebutkan istilah Ikan nila punya daging, ikan mujair punya nama. Bagaimana membedakan ikan mujair dan ikan nila ?

Ikan nila dan ikan mujair sekilas mempunyai penampakan yang mirip sekali. Hal ini dikarenakan kedua jenis ikan ini sama-sama termasuk dalam famili Cichlidae dan genus Oreochromis. Ikan nila memiliki nama ilmiah Oreochromis niloticus. Sedangkan ikan mujair memiliki nama ilmiah yaitu Oreochromis mossambicus.

Ikan Mujair

Di Indonesia ikan mujair pertama kali ditemukan oleh Pak Mujair di muara Sungai Serang pantai selatan Blitar, Jawa Timur pada tahun 1939. Sampai sekarang, masih menjadi misteri, bagaimana ikan mujair yang asli sungai Mozambiq di Benua Afrika ini bisa sampai ke muara terpencil di selatan Blitar?

Untuk menghargai penemuanya, ikan yang memiliki nama ilmiah Oreochromis mossambicus ini dipanggil dengan nama ikan mujair yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Mozambique tilapia, atau kadang-kadang secara tidak tepat disebut “Java tilapia”

Bila diamati, bentuk badan ikan mujair pipih dengan warna hitam, keabu-abuan, kecoklatan atau kuning. Pada bagian sirip punggungnya (dorsal) memiliki 15-17 duri (tajam) dan 10-13 jari-jari (duri berujung lunak); dan sirip dubur (anal) dengan 3 duri dan 9-12 jari-jari.

Selain hidup di air tawar, ikan mujair juga kerap ditemukan di perairan payau karena ikan ini memiliki toleransi yang tinggi pada kadar garam. Tingkat pertumbuhan ikan mujair dari anakan hingga usia remaja tergolong cepat. Kelebihan lainnya, ikan ini mulai berkembang biak pada umur 3 bulan. Kemudian ikan ini dapat berbiak secara rutin setiap 1,5 bulan sekali.

Boleh jadi karena memiliki hoby kawin tersebut ikan mujair yang awalnya bisa tumbuh bongsor lama kelamaan pertumbuhannya semakin seret. Diduga kuat pertumbuhan yang semakin seret tersebut karean ikan mujair sudah mengalami penurunan kualitas akibat pernikahan sedarah (in breeding) yang terjadi secara berulang.

Karena tidak bisa tumbuh bongsor, ikan mujair yang dulunya  pernah menjadi ikan primadona dikembangkan dan dibudiayakan di seluruh Indonesia akhirnya kurang diminati para pembudidaya ikan. Di Bali, ikan mujair yang dulu sering ditemukan tertangkap di Danau batur (Bangli) dan Danau Beratan (Tabanan) serta di sejumlah perairan umum ini, saat ini (boleh dibilang) tidak ada yang membudidayakan lagi. Diganti dengan jenis ikan lainnya yang memiliki pertumbuhan bongsor, di antaranya adalah ikan nila.

Ikan Nila

Berbeda dengan ikan mujair yang asal-usulnya di Indonesi masih menjadi misteri, di Indonesia ikan nila pertama kali diintroduksi dari Taiwan oleh Lembaga Penelitian Ikan Air Tawar Bogor pada tahun 1969. Setelah itu beberapa kali kembali benih ikan nila didatangkan dari luar negeri. Selain dari Taiwan juga da yang berasal dari Philipina, Thailand dan Afrika.

Ikan nila yang pertama kali didatangkan ke Indonesia mempunyai tubuh yang berwarna kehitam-hitaman sampai keabu-abuan. Ada beberapa belang-belang berwarna gelap yang melintang di tubuhnya. Bentuk ekornya pun bergaris-garis dan cenderung tegak. Sedangkan bagian sirip dada, sirip punggung, sirip ekor, sirip perut, dan tenggorokan berwarna merah atau merah kekuningan.

Ikan nila mempunyai postur yang sedang dengan panjang tubuh hingga mencapai 30 cm. Pada bagian sirip punggungnya terdapat 16-17 duri tajam dan 11-15 duri lunak. Sementara pada bagian sirip duburnya terdapat 3 duri tajam dan 8-11 duri lunak.

Sama seperti ikan mujair, ikan nila juga mempunyai toleransi yang besar terhadap kadar garam (salinitas), sehingga dapat hidup di air payau. Jenis ikan nila memiliki kecepatan pertumbuhan yang relatif cepat dan bisa tumbuh bongsor dan panjang hingga 40 Cm.

Boleh jadi karena kelebihannya itulah, ikan nila beberapa kali diintroduksi dari luar negeri dan diteliti untuk dikawinsilangkan. Saat ini di Indonesia bisa ditemukan berbagai varietas ikan nila. Baik itu yang bewearna kehitaman seperti ikan mujair atau yang bewarna merah atau albino.

Lantas bagaimana cara membedakan ikan mujair dan ikan nila yang warnanya kehitaman keabu-abuan itu. Untuk membedakanya, yang paling gampang adalah melihat sirip ekornya. Pada ikan nila, sirip ekornya terdapat pola garis-garis vertikal. Pola garis – garis vertikal bisa dilihat juga pada badannya. Sedangkan untuk ikan mujair, tidak ada pola garis-garis vertikel di sirip ekor maupun badannya.

Perbedaan lainnya, ikan nila umunya memiliki postur yang lebih gemuk (tebal)  dibandingkan dengan ikan mujair. Sedangkan ikan mujair cenderung berbentuk pipih dan melebar. Ikan mujair pada umumnya mempunyai mulur yang berukuran lebih lebar daripada mulut ikan nila.

Jika diperhatikan secara seksama, ikan nila memiliki pipi yang tampak bersih. Sementara itu, pipi ikan mujair biasanya bertutul-tutul.  Pada bagian ujung dan belakang sirip punggung ikan mujair berwarna kemerahan-merahan. Berbeda dengan sirip punggung ikan nila yang seluruhnya berwarna keabu-abuan atau kehitam-hitaman. [T]

Tags: balikulinerkuliner khas bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Royyan Julian: Aku Tidak Mau Meromantisasi Madura

Next Post

Terkejut, Mengolah Kejutan dan Beradaptasi

Agus Rochdianto

Agus Rochdianto

Penyuluh Perikanan Madya di Tabanan. Mantan Kepala Balai Benih Ikan (BBI) Pemebel, dan mantan Kepala Seksi Pengkajian Teknologi Dinas Perikanan Tabanan

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Terkejut, Mengolah Kejutan dan Beradaptasi

Terkejut, Mengolah Kejutan dan Beradaptasi

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co