24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membaca Raja Purana Pura Ulun Danu Batur

IGA Darma Putra by IGA Darma Putra
January 25, 2021
in Esai
Membaca Raja Purana Pura Ulun Danu Batur

Semoga tidak ada halangan. Ada dua jilid naskah berjudul Raja Purana Pura Ulun Danu Batur Kintamani Bangli. Kedua jilid itu dikerjakan oleh Putu Budiastra dan kawan-kawan. Kawan-kawan yang dimaksudkan, barangkali adalah Tim Peneliti yang ditugaskan untuk meneliti Raja Purana Batur. Peristiwa itu terjadi pada tahun 1979. Pertanyaannya, Siapa yang menugaskan penelitian itu? Darimana Tim Peneliti itu berasal? Dan atas dasar apa penelitian itu dilakukan?

Tidak ada pernyataan yang menyebutkan siapa yang menugaskan mereka membentuk sebuah Tim. Tapi berdasarkan keterangan mereka sendiri, tampaknya Tim ini berasal dari Museum Bali. Saat pembacaan dilakukan, konon turut hadir pula perwakilan dari beberapa Lembaga seperti Kanwil Depag Prov. Bali, Bidang Permuseuman Sejarah dan Kepurbakalaan Kanwil Dep. P dan K Prov. Bali, dan Kantor Depag Kab. Bangli. Pemuka-pemuka desa juga hadir saat itu.

Menurut keterangan yang kita peroleh dari Jilid I, penelitian itu berawal dari sebuah surat yang disampaikan pada tanggal 26 Mei 1979 oleh pangemong Pura Ulun Danu Batur. Setelah surat diterima, Tim tersebut melakukan pembacaan dari tanggal 4 sampai dengan 7 Juni 1979. Itu artinya, Tim tersebut mulai bekerja kira-kira seminggu setelah surat diterima.

Pekerjaan mereka adalah mengidentifikasi, membaca, dan mengalihaksarakan beberapa naskah yang mereka temukan. Ada 13 cakĕp naskah lontar yang harus mereka periksa. Sayangnya, karena waktu yang mereka dapat tidak banyak [kira-kira 4 hari saja], Tim tersebut baru berhasil menyelesaikan 6 cakĕp. Banyaknya lembar lontar, huruf dan bahasa yang asing konon menjadi penyebab pekerjaan itu baru dapat diselesaikan setengahnya.

Menurut Tim itu, beberapa huruf dan bahasa yang digunakan dalam Raja Purana Batur konon asing bagi mereka. Tapi pada saat yang sama, mereka menyebut huruf yang digunakan adalah ‘huruf Bali yang muda usianya’. Istilah ‘muda usianya’ digunakan, barangkali karena dibandingkan dengan huruf atau aksara yang biasa digunakan dalam prasasti-prasasti Bali Kuno. Sedangkan bahasanya menggunakan bahasa Bali Lumrah diselingi bahasa Jawa Tengahan. Jika mereka dapat mengidentifikasi huruf dan bahasa yang digunakan, lalu apa maksud pernyataan ‘huruf dan bahasa yang asing’ itu? Pertanyaan ini, hanya dapat dijawab dengan melakukan peninjauan ulang pada naskah yang mereka teliti.

 Apa isi keenam cakep lontar yang telah berhasil diteliti? Menurut keterangan yang diberikan, topik yang dibicarakan oleh keenam cakep lontar tersebut secara umum meliputi:

  1. Beberapa ketetapan yang harus dipenuhi penduduk selama dilangsungkan upakara pada kahyangan di desanya;
  2. Beberapa ketetapan yang harus dilaksanakan pemuka-pemuka desa. Pemuka desa yang dimaksud antara lain: Kubayan, para hulu, kasinoman dan lain-lain. Ketetapan itu menyangkut upakara kahyangan di Desanya;
  3. Awig-awig yang harus dilaksanakan untuk menjaga ketentraman serta keamanan desa dan sekitarnya [Budiastra, dkk. 1979: 3].

Lalu bagaimana dengan 7 lontar yang lain? Ketujuh cakĕp lontar itu diterbitkan beberapa bulan kemudian pada tahun yang sama [Jilid II, September 1979]. Rombongan itu datang untuk keduakalinya pada tanggal 11 sampai 15 Juli 1979. Agar waktu dapat dimanfaatkan lebih efisien, mereka membagi tugas. Hasil dari kedatangan rombongan ini yang kedua dapat dilihat pada Jilid II. Isi ketujuh cakĕp lontar tadi hampir sama dengan enam naskah sebelumnya. Tetapi, ada keterangan yang menarik disampaikan oleh Tim tersebut, begini:

Dengan adanya isi pokok yang hampir bersamaan pada cakep lontar satu dengan lontar lainnya, kami pun menghubungi beberapa pangemong pura menanyakan apa sebab isi lontar di atas hampir bersamaan? Oleh mereka dijelaskan bahwa beberapa cakep lontar di atas pernah diperbaharui karena kondisinya amat rusak dan sukar dibaca kembali. Bahkan pada suatu saat beberapa tali pengikat cakep ini putus sehingga pada waktu mengikat kembali, lembaran lontar satu diselipkan ke lontar lainnya. Hal ini pulalah yang menyebabkan bahwa pada satu cakep lontar terdapat dua lembar lontar yang bernomer sama tetapi isinya agak berbeda dan berasal dari kelompok lain pula. Atau beberapa lembar lontar lainnya terselip pada salah satu cakep tanpa nomer dan tidak ada hubungannya dengan urutan penempatan lembaran tersebut [Budiastra, 1979: 1—2].

Kutipan di atas, sengaja saya kutip agak panjang agar maksud dari Tim bisa kita pahami. Berdasarkan informasi tersebut, dapat kita ketahui bahwa: 1] beberapa cakep lontar pernah rusak; 2] karena rusak, kemudian diperbaharui; 3] ada lembar yang tidak sesuai posisinya karena tali pengikat sempat putus; 4] kuat dugaan ketidaksesuaian itu yang mengakibatkan lembar lontar tidak runut.

Pada naskah terbitan yang saya jadikan sumber tulisan ini, setelah kutipan panjang di atas, masih terdapat keterangan yang tidak kalah penting. Isinya: ‘Untuk tidak mengelirukan serta tidak membingungkan pembaca, kelompok lembaran di atas kami sisihkan dan kami kumpulkan pada bagian terakhir transkripsi tiap-tiap cakep lontar tersebut.’

Dengan demikian, keterangan lanjutan tersebut bermaksud memberikan informasi bahwa lembar-lembar lontar yang diduga tidak sesuai posisinya, disisihkan oleh Tim. Penyisihan tersebut dilakukan dengan pertimbangan agar tidak membingungkan pembaca di kemudian hari. Anehnya, pada sumber yang saya baca, bagian keterangan ini dicoret dengan suatu alat tulis. Saya sebut demikian karena tidak jelas alat tulis apa yang digunakan, berhubung naskah yang saya jadikan sumber dalam tulisan ini ada dalam bentuk copyan. Jika ada pembaca yang mungkin kebetulan memiliki kedua jilid Raja Purana Batur ini, bisa memeriksa kembali pada Jilid II halaman 2. Apakah sama-sama tercoret?

Itulah sedikit gambaran yang dapat saya kemukakan perihal suatu sumber penting yang dimiliki Bangli, khususnya Batur. Tulisan selanjutnya, saya akan mulai masuk pada isinya. Saya bermaksud merunutnya sesuai dengan hasil pekerjaan dari Tim Penyusun. Tujuannya, agar saya sendiri mendapat pengetahuan yang runut. Tujuan lainnya, agar para pembaca yang budiman, turut memeriksa hasil bacaan saya terhadap sumber Raja Purana Pura Ulun Danu Batur Kintamani Bangli ini.

Perlu saya informasikan sekilas, bagian pertama dari Raja Purana Batur [Jilid I], berjudul Prasasti Wedalan Ratu Pingit. Jadi tulisan selanjutnya, saya akan mulai dari sana. Di lain pihak, saya harap dengan melakukan pembacaan pada dua jilid Raja Purana Batur ini, kita mendapatkan informasi, siapa yang dipercaya untuk “memperbaharui” cakepan yang rusak sebelumnya? [*]

Catatan:

  • Isi kedua Jilid terbitan Raja Purana Batur ini ialah: Jilid I [Wedalan Ratu Pingit, Pangeling-eling Wong Batur, Pangeling-eling Klian Tumpuk [1], Pangeling-eling Klian Tumpuk [2], Purana Tattwa, Usana Bali]. Jilid II [Babad Patisora, Pangeling-eling Dane Saya, Pangeling-eling Gaman Desa, Gama Patĕmon, Pratekaning Usana Siwa Sasana, Pangacin-acian Ida Bhatara, Pungga Habanta, Lontar-lontar Lepas dan Lampiran Penjelasan].

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menuju Bali Sebagai Pusat Seni Kontemporer Dunia

Next Post

KETURUNAN GAJAH MADA DI BALI

IGA Darma Putra

IGA Darma Putra

Penulis, tinggal di Bangli

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Covid-19 dalam Alam Pikir Religi Nusantara – Catatan Harian Sugi Lanus

KETURUNAN GAJAH MADA DI BALI

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co