3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membaca Raja Purana Pura Ulun Danu Batur

IGA Darma Putra by IGA Darma Putra
January 25, 2021
in Esai
Membaca Raja Purana Pura Ulun Danu Batur

Semoga tidak ada halangan. Ada dua jilid naskah berjudul Raja Purana Pura Ulun Danu Batur Kintamani Bangli. Kedua jilid itu dikerjakan oleh Putu Budiastra dan kawan-kawan. Kawan-kawan yang dimaksudkan, barangkali adalah Tim Peneliti yang ditugaskan untuk meneliti Raja Purana Batur. Peristiwa itu terjadi pada tahun 1979. Pertanyaannya, Siapa yang menugaskan penelitian itu? Darimana Tim Peneliti itu berasal? Dan atas dasar apa penelitian itu dilakukan?

Tidak ada pernyataan yang menyebutkan siapa yang menugaskan mereka membentuk sebuah Tim. Tapi berdasarkan keterangan mereka sendiri, tampaknya Tim ini berasal dari Museum Bali. Saat pembacaan dilakukan, konon turut hadir pula perwakilan dari beberapa Lembaga seperti Kanwil Depag Prov. Bali, Bidang Permuseuman Sejarah dan Kepurbakalaan Kanwil Dep. P dan K Prov. Bali, dan Kantor Depag Kab. Bangli. Pemuka-pemuka desa juga hadir saat itu.

Menurut keterangan yang kita peroleh dari Jilid I, penelitian itu berawal dari sebuah surat yang disampaikan pada tanggal 26 Mei 1979 oleh pangemong Pura Ulun Danu Batur. Setelah surat diterima, Tim tersebut melakukan pembacaan dari tanggal 4 sampai dengan 7 Juni 1979. Itu artinya, Tim tersebut mulai bekerja kira-kira seminggu setelah surat diterima.

Pekerjaan mereka adalah mengidentifikasi, membaca, dan mengalihaksarakan beberapa naskah yang mereka temukan. Ada 13 cakĕp naskah lontar yang harus mereka periksa. Sayangnya, karena waktu yang mereka dapat tidak banyak [kira-kira 4 hari saja], Tim tersebut baru berhasil menyelesaikan 6 cakĕp. Banyaknya lembar lontar, huruf dan bahasa yang asing konon menjadi penyebab pekerjaan itu baru dapat diselesaikan setengahnya.

Menurut Tim itu, beberapa huruf dan bahasa yang digunakan dalam Raja Purana Batur konon asing bagi mereka. Tapi pada saat yang sama, mereka menyebut huruf yang digunakan adalah ‘huruf Bali yang muda usianya’. Istilah ‘muda usianya’ digunakan, barangkali karena dibandingkan dengan huruf atau aksara yang biasa digunakan dalam prasasti-prasasti Bali Kuno. Sedangkan bahasanya menggunakan bahasa Bali Lumrah diselingi bahasa Jawa Tengahan. Jika mereka dapat mengidentifikasi huruf dan bahasa yang digunakan, lalu apa maksud pernyataan ‘huruf dan bahasa yang asing’ itu? Pertanyaan ini, hanya dapat dijawab dengan melakukan peninjauan ulang pada naskah yang mereka teliti.

 Apa isi keenam cakep lontar yang telah berhasil diteliti? Menurut keterangan yang diberikan, topik yang dibicarakan oleh keenam cakep lontar tersebut secara umum meliputi:

  1. Beberapa ketetapan yang harus dipenuhi penduduk selama dilangsungkan upakara pada kahyangan di desanya;
  2. Beberapa ketetapan yang harus dilaksanakan pemuka-pemuka desa. Pemuka desa yang dimaksud antara lain: Kubayan, para hulu, kasinoman dan lain-lain. Ketetapan itu menyangkut upakara kahyangan di Desanya;
  3. Awig-awig yang harus dilaksanakan untuk menjaga ketentraman serta keamanan desa dan sekitarnya [Budiastra, dkk. 1979: 3].

Lalu bagaimana dengan 7 lontar yang lain? Ketujuh cakĕp lontar itu diterbitkan beberapa bulan kemudian pada tahun yang sama [Jilid II, September 1979]. Rombongan itu datang untuk keduakalinya pada tanggal 11 sampai 15 Juli 1979. Agar waktu dapat dimanfaatkan lebih efisien, mereka membagi tugas. Hasil dari kedatangan rombongan ini yang kedua dapat dilihat pada Jilid II. Isi ketujuh cakĕp lontar tadi hampir sama dengan enam naskah sebelumnya. Tetapi, ada keterangan yang menarik disampaikan oleh Tim tersebut, begini:

Dengan adanya isi pokok yang hampir bersamaan pada cakep lontar satu dengan lontar lainnya, kami pun menghubungi beberapa pangemong pura menanyakan apa sebab isi lontar di atas hampir bersamaan? Oleh mereka dijelaskan bahwa beberapa cakep lontar di atas pernah diperbaharui karena kondisinya amat rusak dan sukar dibaca kembali. Bahkan pada suatu saat beberapa tali pengikat cakep ini putus sehingga pada waktu mengikat kembali, lembaran lontar satu diselipkan ke lontar lainnya. Hal ini pulalah yang menyebabkan bahwa pada satu cakep lontar terdapat dua lembar lontar yang bernomer sama tetapi isinya agak berbeda dan berasal dari kelompok lain pula. Atau beberapa lembar lontar lainnya terselip pada salah satu cakep tanpa nomer dan tidak ada hubungannya dengan urutan penempatan lembaran tersebut [Budiastra, 1979: 1—2].

Kutipan di atas, sengaja saya kutip agak panjang agar maksud dari Tim bisa kita pahami. Berdasarkan informasi tersebut, dapat kita ketahui bahwa: 1] beberapa cakep lontar pernah rusak; 2] karena rusak, kemudian diperbaharui; 3] ada lembar yang tidak sesuai posisinya karena tali pengikat sempat putus; 4] kuat dugaan ketidaksesuaian itu yang mengakibatkan lembar lontar tidak runut.

Pada naskah terbitan yang saya jadikan sumber tulisan ini, setelah kutipan panjang di atas, masih terdapat keterangan yang tidak kalah penting. Isinya: ‘Untuk tidak mengelirukan serta tidak membingungkan pembaca, kelompok lembaran di atas kami sisihkan dan kami kumpulkan pada bagian terakhir transkripsi tiap-tiap cakep lontar tersebut.’

Dengan demikian, keterangan lanjutan tersebut bermaksud memberikan informasi bahwa lembar-lembar lontar yang diduga tidak sesuai posisinya, disisihkan oleh Tim. Penyisihan tersebut dilakukan dengan pertimbangan agar tidak membingungkan pembaca di kemudian hari. Anehnya, pada sumber yang saya baca, bagian keterangan ini dicoret dengan suatu alat tulis. Saya sebut demikian karena tidak jelas alat tulis apa yang digunakan, berhubung naskah yang saya jadikan sumber dalam tulisan ini ada dalam bentuk copyan. Jika ada pembaca yang mungkin kebetulan memiliki kedua jilid Raja Purana Batur ini, bisa memeriksa kembali pada Jilid II halaman 2. Apakah sama-sama tercoret?

Itulah sedikit gambaran yang dapat saya kemukakan perihal suatu sumber penting yang dimiliki Bangli, khususnya Batur. Tulisan selanjutnya, saya akan mulai masuk pada isinya. Saya bermaksud merunutnya sesuai dengan hasil pekerjaan dari Tim Penyusun. Tujuannya, agar saya sendiri mendapat pengetahuan yang runut. Tujuan lainnya, agar para pembaca yang budiman, turut memeriksa hasil bacaan saya terhadap sumber Raja Purana Pura Ulun Danu Batur Kintamani Bangli ini.

Perlu saya informasikan sekilas, bagian pertama dari Raja Purana Batur [Jilid I], berjudul Prasasti Wedalan Ratu Pingit. Jadi tulisan selanjutnya, saya akan mulai dari sana. Di lain pihak, saya harap dengan melakukan pembacaan pada dua jilid Raja Purana Batur ini, kita mendapatkan informasi, siapa yang dipercaya untuk “memperbaharui” cakepan yang rusak sebelumnya? [*]

Catatan:

  • Isi kedua Jilid terbitan Raja Purana Batur ini ialah: Jilid I [Wedalan Ratu Pingit, Pangeling-eling Wong Batur, Pangeling-eling Klian Tumpuk [1], Pangeling-eling Klian Tumpuk [2], Purana Tattwa, Usana Bali]. Jilid II [Babad Patisora, Pangeling-eling Dane Saya, Pangeling-eling Gaman Desa, Gama Patĕmon, Pratekaning Usana Siwa Sasana, Pangacin-acian Ida Bhatara, Pungga Habanta, Lontar-lontar Lepas dan Lampiran Penjelasan].

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menuju Bali Sebagai Pusat Seni Kontemporer Dunia

Next Post

KETURUNAN GAJAH MADA DI BALI

IGA Darma Putra

IGA Darma Putra

Penulis, tinggal di Bangli

Related Posts

Presiden di Dalam Kepala Saya

by Angga Wijaya
August 3, 2026
0
Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

Read moreDetails

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

by Chusmeru
August 3, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

Read moreDetails

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails
Next Post
Covid-19 dalam Alam Pikir Religi Nusantara – Catatan Harian Sugi Lanus

KETURUNAN GAJAH MADA DI BALI

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co