25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Isbedy Stiawan ZS || Tentang Namanama, Sungai dalam Kepalaku

Isbedy Stiawan ZS by Isbedy Stiawan ZS
January 9, 2021
in Puisi
Puisi-puisi Isbedy Stiawan ZS || Tentang Namanama, Sungai dalam Kepalaku

ilustrasi tatkala.co || Satia Guna


TENTANG NAMANAMA


disebutnya namanama

ia pun dalam hitungan

masuk barisan pencari

matahari, bulan-bintang

juga laut, gunung, dan hutan


lalu menetap di namanama


kau mau sebut ia siapa?

ia adalah pejalan, namun

tak pernah hapal tanda

hanya bekesiur di antara

sejuta nama yang disapa


di lembarlembar bukunya


dari adam, hawa, mariam,

isa, muhammad, elisabhet,

shakeaspeare, hingga pada

namamu: si tampan….


(kau jadi bagian pula di sana)


sementara tanganmu layu

matamu tak bersinar


kepalamu….


Lampung 2020


SUNGAI DALAM KEPALAKU


sebuah sungai dalam kepalaku

malam datang dan minta dipeluk

aku kehilangan warna, selain ingin

mencumbu gelapgelap


yang juga ketakutan jika aku menjauh

ke hulu; tempat para ibu menjual ikan

asap. terbayang ibu di ruang makan

dan berserak piring sendok…


aku memasuki tubuh sungai. satu tangan

hendak menarikku makin dalam. di dalam

kepalaku mengalir air jernih. ikanikan

menari di mataku. kaukah itu merayuku


untuk berenang?

seperti ikanikan

sebelum dimakamkan


Lampung 2020


SENYUM DAN PUISI


ini senyumku

simpan puisiku


jika kau masuk

pada senyumku

puisi akan memberimu

kecupan syahdu


di dalam puisiku

langit cerah

wajahku matahari


pada setiap senyumku


2020


TAHU DI MANA SINGGAH


kepada senja kau titipkan bungabunga

dari matahari yang kini mulai tua

pandangnya kian kuyu. tiada lagi gairah

pepohon di tubuhmu


kau juga mulai melepas beban, menambatkan

di sebongkah batu. sebelum kau benarbenar

menjauhi air itu. sebelum kau jejakkan kaki

di tanah — dulu kau tanam kenangan, kelak

kau makamkan tubuh — yang membawa makin

jauh dari rumah


sebagai orang yang tahu kelak di mana singgah

itulah jeda!


2020


DI SINI TIDAK ADA SALJU


di sini tidak ada salju


berjalanlah ia ke barat

dari mataku yang terpejam

dan ia paham kepada siapa

ditambatkan temali kapal

atau dia gugurkan sayapsayapnya


: kepada siapa ia mesti rebah

di sini memang tak ada salju,

ia melangkah ke arah barat

dari mataku yang kerap terpejam

dilupakan segala persinggahan,

pelangi yang menggoda, dan angin

selalu datang bersama dendang


: tapi ia mau salju dan perjalanan


di mana ia nanti melabuhkan


Lampung 2020


AKU PATUNG DI RUANG TAMU


aku batu yang kau bawa dari sungai

dekat bukit itu. aku kokoh. lalu

di samping rumahmu, aku ditatah

dan kau belahbelah


jadilah patung! jadi hiasan ruang tamu,

kau biarkan waktu membuatku abadi;

aku tak bercakapcakap, namun kedua

mataku tak henti menatap


kau pergi dan pulang. tertawa riang

atau seselali berang, dan duka. kau

ingin aku diam di sudut ruang ini

menyaksikan tiap suara langkahku

tapi, katamu, usah rekam polahku


aku benarbenar patung

tak kau siapkan bibirku yang berdegup

tak kau buat hati agar aku tak mencintai

maupun membencimu


ke mana kau pergi

aku berdiri di sudut ruang ini


mungkin jika takdir aku dihidupkan

kau akan kembali mematikan


: seorang patung tak baik menasihati


Lampung, 29-30 Oktober 2020


SAAT KOTA KUYUP


di punggung bukit itu

hujan tak juga reda

kota di sana kuyup

       : aku masih bersamamu,

         ingin menyimpan kisah

         kelak aku baca lagi

         bersama

              — kita ringkih mengejanya

                   saat huruphurup itu rapuh


di dekat pembatas antara jurang

dan keabadian, kulihat kau amat

ragu. ingin berpeluk ketat atau

kembali ke kaki sang pemuja


yang diamdiam menginginkan

kita jatuh dalam basah. tubuh

bagai bulu burung yang kuncup

tak ada lagi mau mengecup


“apa nikmatnya berciuman

kalau tubuh ini tak kemarau?” tanyamu


aku makin ke bibir bukit. menyaksikan

kota basah, butiran mutiara

memercik mataku. di keningmu masih

tersisa kecupan


“tapi jangan ulangi lagi, sesaat aku

akan lelap. jauh dari pelukanmu,” pintamu


aku dirikan tenda

untuk yang mau jeda


29-30 Okt 2020


AKU MAKIN INGIN MENEPI


aku menepi!

gelombang orang begitu riuh

menusuk telingaku,

tubuhku lembut dijilati


tapi, aku ingin sunyi


kawanku laron yang berkunjung

sebelum sayapsayapnya putung

matanya menatapku senyap


dan aku makin ingin menepi!


berdiri di antara persimpangan

mana kupilih: hening atau riuh


Digger 29 Oktober 2020


INGIN MENGGANDENGMU


setelah kafe, kolam renang,

kau mau mengajakku ke pantai

atau pegunungan?


aku ingin menggandengmu menyusuri

taman cemara sebelum tiba di kaki

gunung; kau akan mendekatiku

membunuh dingin dan ketakutan

tersasar. “pegangi tanganku, jika

aku akan jatuh dari tebing itu,” katamu


kubisikkan padamu, kupeluk tubuhmu

jika ingin tergelincir. apa kau sedia?


setiap pegunungan membuka pintu

cinta, kasih, juga khianat!


2020


JARIMU BUBUHI TANDA DI DADAKU


jemari ibu darimu membubuhi tanda

di dadaku. apakah itu pelangi untuk

pertemuan? bidadari yang kutunggu

di dekat sumur biasa  mandi, kini

berpendarpendar cahaya senja. dari

                                            wajahmu


lupakan masa silam saat kau kehilangan selendang,

lelaki kurang ajar itu telah kukerangkeng

di batang pohon besar nan rindang itu; ia akan

kelaparan meski tak kehausan dan sengat

matahari


kini aku untukmu

bukan mencuri selendang

: hatimu berbungabunga


281020


LALU MEMANGGILKU: RINDU RINDU…


kau salahkan aku. selalu, kau

panggilpanggil rindu. tapi ketika

aku menjemput kau segera pergi

: jauh ke balik rimba yang tak bisa

kukejar petamu


apakah karena rindu, kau mengadu padaku

dan saat kau beramai dan bersama keriangan,

kausimpan aku dalam buku masa lalu;

padahal aku, si rindu, yang memburumu dan

menghantuimu agar kau tetap sunyi


lalu memanggilku:

“rindu rindu….”


GPSL, 27 Oktober 2020

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bandar Udara atau Bandar Tanah

Next Post

Jalan Kehilangan || Cerpen Ozik Ole-olang

Isbedy Stiawan ZS

Isbedy Stiawan ZS

Lahir di Tanjungkarang, Lampung, pada 5 Juni 1958. Ia menulis puisi, cerpen, eaai, dan karya juranlistik. Karya-karyanya disiarkan sejumlah media Jakarya dan daersh di Indonesia dan masuk sejumlah antologi bersama di Tanah Air dan mancanegara. Media massa tang telah menuat karyanya seperti Kompas, Jawa Pos, Republika, Media Indonesia, Horison, Nova, Sinar Harapan, Suara Pembaruan, Suara Merdeka, Padang Ekspres, Haluan, Tanjujgpinang Pos, dan lain-lain. Buku puisi terbarunya Kini Aku Sudah Jadi Batu! (Siger Publisher, 2020) masuk 5 besar Badan Pengembangan Bahasa Kemendikbus RI tahun 2020, Belok Kiri Jalan Terus ke Kota Tua, Tausiyaj Ibu (keduanya diterbitkan Siger Publisher, 2020), dan kupulan cerpen Aku Betina Kau Perempuan (Penerbit Basabasi, Yogyakarta, 2020).

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Jalan Kehilangan || Cerpen Ozik Ole-olang

Jalan Kehilangan || Cerpen Ozik Ole-olang

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co