4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Isbedy Stiawan ZS || Tentang Namanama, Sungai dalam Kepalaku

Isbedy Stiawan ZS by Isbedy Stiawan ZS
January 9, 2021
in Puisi
Puisi-puisi Isbedy Stiawan ZS || Tentang Namanama, Sungai dalam Kepalaku

ilustrasi tatkala.co || Satia Guna


TENTANG NAMANAMA


disebutnya namanama

ia pun dalam hitungan

masuk barisan pencari

matahari, bulan-bintang

juga laut, gunung, dan hutan


lalu menetap di namanama


kau mau sebut ia siapa?

ia adalah pejalan, namun

tak pernah hapal tanda

hanya bekesiur di antara

sejuta nama yang disapa


di lembarlembar bukunya


dari adam, hawa, mariam,

isa, muhammad, elisabhet,

shakeaspeare, hingga pada

namamu: si tampan….


(kau jadi bagian pula di sana)


sementara tanganmu layu

matamu tak bersinar


kepalamu….


Lampung 2020


SUNGAI DALAM KEPALAKU


sebuah sungai dalam kepalaku

malam datang dan minta dipeluk

aku kehilangan warna, selain ingin

mencumbu gelapgelap


yang juga ketakutan jika aku menjauh

ke hulu; tempat para ibu menjual ikan

asap. terbayang ibu di ruang makan

dan berserak piring sendok…


aku memasuki tubuh sungai. satu tangan

hendak menarikku makin dalam. di dalam

kepalaku mengalir air jernih. ikanikan

menari di mataku. kaukah itu merayuku


untuk berenang?

seperti ikanikan

sebelum dimakamkan


Lampung 2020


SENYUM DAN PUISI


ini senyumku

simpan puisiku


jika kau masuk

pada senyumku

puisi akan memberimu

kecupan syahdu


di dalam puisiku

langit cerah

wajahku matahari


pada setiap senyumku


2020


TAHU DI MANA SINGGAH


kepada senja kau titipkan bungabunga

dari matahari yang kini mulai tua

pandangnya kian kuyu. tiada lagi gairah

pepohon di tubuhmu


kau juga mulai melepas beban, menambatkan

di sebongkah batu. sebelum kau benarbenar

menjauhi air itu. sebelum kau jejakkan kaki

di tanah — dulu kau tanam kenangan, kelak

kau makamkan tubuh — yang membawa makin

jauh dari rumah


sebagai orang yang tahu kelak di mana singgah

itulah jeda!


2020


DI SINI TIDAK ADA SALJU


di sini tidak ada salju


berjalanlah ia ke barat

dari mataku yang terpejam

dan ia paham kepada siapa

ditambatkan temali kapal

atau dia gugurkan sayapsayapnya


: kepada siapa ia mesti rebah

di sini memang tak ada salju,

ia melangkah ke arah barat

dari mataku yang kerap terpejam

dilupakan segala persinggahan,

pelangi yang menggoda, dan angin

selalu datang bersama dendang


: tapi ia mau salju dan perjalanan


di mana ia nanti melabuhkan


Lampung 2020


AKU PATUNG DI RUANG TAMU


aku batu yang kau bawa dari sungai

dekat bukit itu. aku kokoh. lalu

di samping rumahmu, aku ditatah

dan kau belahbelah


jadilah patung! jadi hiasan ruang tamu,

kau biarkan waktu membuatku abadi;

aku tak bercakapcakap, namun kedua

mataku tak henti menatap


kau pergi dan pulang. tertawa riang

atau seselali berang, dan duka. kau

ingin aku diam di sudut ruang ini

menyaksikan tiap suara langkahku

tapi, katamu, usah rekam polahku


aku benarbenar patung

tak kau siapkan bibirku yang berdegup

tak kau buat hati agar aku tak mencintai

maupun membencimu


ke mana kau pergi

aku berdiri di sudut ruang ini


mungkin jika takdir aku dihidupkan

kau akan kembali mematikan


: seorang patung tak baik menasihati


Lampung, 29-30 Oktober 2020


SAAT KOTA KUYUP


di punggung bukit itu

hujan tak juga reda

kota di sana kuyup

       : aku masih bersamamu,

         ingin menyimpan kisah

         kelak aku baca lagi

         bersama

              — kita ringkih mengejanya

                   saat huruphurup itu rapuh


di dekat pembatas antara jurang

dan keabadian, kulihat kau amat

ragu. ingin berpeluk ketat atau

kembali ke kaki sang pemuja


yang diamdiam menginginkan

kita jatuh dalam basah. tubuh

bagai bulu burung yang kuncup

tak ada lagi mau mengecup


“apa nikmatnya berciuman

kalau tubuh ini tak kemarau?” tanyamu


aku makin ke bibir bukit. menyaksikan

kota basah, butiran mutiara

memercik mataku. di keningmu masih

tersisa kecupan


“tapi jangan ulangi lagi, sesaat aku

akan lelap. jauh dari pelukanmu,” pintamu


aku dirikan tenda

untuk yang mau jeda


29-30 Okt 2020


AKU MAKIN INGIN MENEPI


aku menepi!

gelombang orang begitu riuh

menusuk telingaku,

tubuhku lembut dijilati


tapi, aku ingin sunyi


kawanku laron yang berkunjung

sebelum sayapsayapnya putung

matanya menatapku senyap


dan aku makin ingin menepi!


berdiri di antara persimpangan

mana kupilih: hening atau riuh


Digger 29 Oktober 2020


INGIN MENGGANDENGMU


setelah kafe, kolam renang,

kau mau mengajakku ke pantai

atau pegunungan?


aku ingin menggandengmu menyusuri

taman cemara sebelum tiba di kaki

gunung; kau akan mendekatiku

membunuh dingin dan ketakutan

tersasar. “pegangi tanganku, jika

aku akan jatuh dari tebing itu,” katamu


kubisikkan padamu, kupeluk tubuhmu

jika ingin tergelincir. apa kau sedia?


setiap pegunungan membuka pintu

cinta, kasih, juga khianat!


2020


JARIMU BUBUHI TANDA DI DADAKU


jemari ibu darimu membubuhi tanda

di dadaku. apakah itu pelangi untuk

pertemuan? bidadari yang kutunggu

di dekat sumur biasa  mandi, kini

berpendarpendar cahaya senja. dari

                                            wajahmu


lupakan masa silam saat kau kehilangan selendang,

lelaki kurang ajar itu telah kukerangkeng

di batang pohon besar nan rindang itu; ia akan

kelaparan meski tak kehausan dan sengat

matahari


kini aku untukmu

bukan mencuri selendang

: hatimu berbungabunga


281020


LALU MEMANGGILKU: RINDU RINDU…


kau salahkan aku. selalu, kau

panggilpanggil rindu. tapi ketika

aku menjemput kau segera pergi

: jauh ke balik rimba yang tak bisa

kukejar petamu


apakah karena rindu, kau mengadu padaku

dan saat kau beramai dan bersama keriangan,

kausimpan aku dalam buku masa lalu;

padahal aku, si rindu, yang memburumu dan

menghantuimu agar kau tetap sunyi


lalu memanggilku:

“rindu rindu….”


GPSL, 27 Oktober 2020

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bandar Udara atau Bandar Tanah

Next Post

Jalan Kehilangan || Cerpen Ozik Ole-olang

Isbedy Stiawan ZS

Isbedy Stiawan ZS

Lahir di Tanjungkarang, Lampung, pada 5 Juni 1958. Ia menulis puisi, cerpen, eaai, dan karya juranlistik. Karya-karyanya disiarkan sejumlah media Jakarya dan daersh di Indonesia dan masuk sejumlah antologi bersama di Tanah Air dan mancanegara. Media massa tang telah menuat karyanya seperti Kompas, Jawa Pos, Republika, Media Indonesia, Horison, Nova, Sinar Harapan, Suara Pembaruan, Suara Merdeka, Padang Ekspres, Haluan, Tanjujgpinang Pos, dan lain-lain. Buku puisi terbarunya Kini Aku Sudah Jadi Batu! (Siger Publisher, 2020) masuk 5 besar Badan Pengembangan Bahasa Kemendikbus RI tahun 2020, Belok Kiri Jalan Terus ke Kota Tua, Tausiyaj Ibu (keduanya diterbitkan Siger Publisher, 2020), dan kupulan cerpen Aku Betina Kau Perempuan (Penerbit Basabasi, Yogyakarta, 2020).

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Jalan Kehilangan || Cerpen Ozik Ole-olang

Jalan Kehilangan || Cerpen Ozik Ole-olang

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co