3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Untuk Tahun Ini, “A Place for Everything and Everything Is In Its Place”

Putu Sri Suciyati by Putu Sri Suciyati
January 7, 2021
in Esai
Untuk Tahun  Ini,  “A Place for Everything and Everything Is In Its Place”

Putu Sri Suciyati

Bagi kebanyakan dari kita, tahun baru ini merupakan tahun dimana semua perubahan besar-besaran yang telah kita lalui di tahun sebelumnya terbayarkan.

Awal tahun ini, rasa optimisme itu terasa lebih “real”. Doa dan harapan yang dipanjatkan oleh setiap individu di mana pun berada hampir terdengar sama yaitu agar situasi dan kondisi yang kita hadapi bersama saat ini  lekas sirna dan kehidupan normal bisa segera dijalankan kembali!

Doa dan harapan yang tulus sudah pasti akan terjadi.

Mari menengok kembali ke tahun kemarin dimana saya lebih suka menyebutnya tahun penuh  perubahan ,cleansing dan kebangkitan sekadar untuk mengingatkan diri kita sejauh mana pribadi kita ini telah ‘ menjadi  jauh lebih baik’.

Ada yang berubah sehingga terjadilah kebangkitan dalam artian yang mendalam. Terlebih dahulu , ada kuasa  yang jauh lebih besar dari kuasa intelek manusia itu sendiri yaitu kuasa dari alam semesta – Sang Pencipta.

Di awal  cerita, pada saat kita collapse ketika semua kegiatan rutinitas normal kita harus dihentikan, seolah-olah kita dibawa lagi untuk melihat kedalam yaitu kepada  ketidakberdayaan kita, sisi vulnerability kita dan siapa sejatinya diri kita ini.

Perubahan dari yang biasanya semuanya terkontrol, tiba-tiba berubah 180 derajat.

Kita lepas kendali! Seperti ada penderitaan yang muncul, sebelum pada akhirnya  kebangkitan itu terjadi. Biasanya penderitaan terjadi  terlebih dahulu dalam level pikiran/mental dan emosional  seperti : rasa khawatir, pesimis, takut dan seolah-olah tersesat tanpa tujuan –– sebelum muncul atau terlihat pada level fisik.

Tidak semua dari kita memiliki kemampuan yang sama  untuk menyelamatkan diri meskipun dihadapkan pada situasi yang mirip. Bagi mereka yang gemar mengolah batin benar-benar dekat dan tahu tentang dirinya sendiri , cenderung lebih cepat merasakan tuntunan.

Pemikiran dan emosi negatif di atas harus kemudian dibersihkan. Yang saya lakukan adalah dengan banyak-banyak mendapatkan pengetahuan melalui membaca dan menonton video-video dengan konten yang mengedukasi  tentang self-improvement.

Ada lagi metode yang dapat dilakukan untuk menggantikan pikiran-pikiran yang bersifat destruktif seperti di atas yaitu dengan cara menanamkan benih-benih pikiran positif melalui afirmasi. Namun apabila sudah ditanam, jangan lupa disiram dan diberi pupuk supaya kuat mengakar. Setelah proses cleansing terjadi , selanjutnya yang dibangkitkan adalah pemahaman yang lebih mendalam tentang sang diri dan berserah.

Pemahaman itu membangkitkan keyakinan untuk menyerahkan semuanya  terhadap  Kemahakuasaan Sang Pencipta dan semesta . Bukan pasrah. Berserah yang dimaksud ialah mengalir saja dengan penuh percaya diri tanpa mengesampingkan kualitas diri kita. Apa yang kita tahu tentang energi semesta ialah , apa yang kita kirimkan  itulah yang akan kita dapatkan dalam level energi.

Jika kita mengirimkan penderitaan dan meyakini jika diri kita benar adanya menderita , maka penderitaanlah yang akan datang . Demikian pula sebaliknya.
Apabila energi optimisme yang kita kirimkan maka semesta menjawab dengan peluang – peluang indah dalam hidup. Ketahuilah jika semesta bekerja dengan energy-based bukan analytical mind. Itulah mengapa jalan semesta itu kadang tidak terduga dan diluar dari apa yang bisa kita pikirkan.

Mengenai  sisi positif dari sebuah peristiwa – karena dalam kehidupan pasti akan selalu ada 2 sisi yang berbeda – adalah munculnya kesadaran. Kita dibawa sadar kembali ke dalam diri esensial kita yang bersifat lebih halus bukan materi, seperti badan pikiran dan emosi. Diingatkan  lagi akan folosofi hidup dari Tri Hita Karana : tiga penyebab kesejahteraan dalam hidup.

Pola pikir dan emosi kita akan membentuk kualitas hidup kedepannya. Karena hal tersebut sangat terkait dengan bagaimana kita melihat dan menerima hidup itu sendiri. Pikiran dan emosi dipelihara dengan cara yang berbeda dari badan fisik , tentu saja karena unsur pembentuknya bukan bersifat material atau kebendaan .

Orang bijaksana bilang , peliharalah pikiran dan perasaan dengan baik dan benar sehingga itulah nanti yang akan membimbingmu dalam hidup. Pikiran dan emosional terkoneksi dengan kuat . Dari pikiran yang positif , terlahirlah ide-ide cemerlang . Dari pikiran yang positif terciptalah suasana hati yang positif pula. Kekuatan pikiran itu ,  benar adanya dapat dipergunakan untuk  tujuan yang baik  maupun buruk tergantung bagaimana setiap individu mempergunakannya.

Dalam lingkungan pergaulan kita , ada banyak contoh yang bisa kita amati tentang  bagaimana kehidupan itu dapat dijalankan dengan penuh rasa syukur oleh mereka yang berpikiran positif meskipun sebenarnya memiliki kehidupan yang pas-pasan.

Begitupula sebaliknya , bagaimana orang yang kehidupannya tercukupi namun masih saja merasa kekurangan ditambah iri hati dan cemburu  karena salah paham dikiranya hidup ini adalah sebuah kompetisi antara satu dengan yang lainnya. Sungguh telah gagal diri ini  meyakini dan mempercayai bahwa masing-masing dari kita adalah individu yang unik yang terlahir dengan sudah membawa karunia masing-masing dari Yang Maha Kuasa.

Jadi  setiap peristiwa yang terjadi dalam kehidupan saat ini, bukan semata – mata hanya karena nasib dan karma. Kita pula menaruh usaha atas bagaimana kita membentuk kehidupan kita sendiri termasuk bagaimana kita ingin mentransformasikan diri kita sendiri.

Cobalah untuk perjalanan kedepannya, kita lebih memfokuskan perhatian kita kedalam – mencari jati diri sejati demi memperkuat survival plan kita  .  Banyak – banyak luangkan waktu mempelajari dan mengolah pikiran dan rasa. Bisa dengan berafirmasi positif , visualisasi dan bermeditasi – apapun itu yang membawa kepada ketenangan jangan hanya memenuhi kebutuhan fisik saja agar tercipta keseimbangan. 

Terlalu memaksakan diri untuk harus begini dan begitu pun kurang baik , nanti bisa jadi sakit hati apabila ekspektasi tidak bertemu dengan realitas.  Diri ini harusnya diperhatikan dan dicintai bukannya malah dikritisi. Bagi yang telah mengeksplorasi dirinya sendiri , tetap selalu dibutuhkan konsistensi untuk mempertahankannya. Tidak mudah, pola-pola pikir lama harus di cleansing terlebih dahulu untuk selanjutnya di re-programm. Tahun ini adalah waktu yang tepat untuk menjadi diri sendiri yang lebih baik.

Merespon terhadap kehilangan – apakah itu pekerjaan , mungkin teman , atau sesuatu yang kita sayangi –  ditahun kemarin maupun dalam kehidupan secaraumum , memang meguras emosi.  Sejatinya yang ada ialah semua yang kita kira adalah milik kita , hanya bersifat sementara kecuali perubahan itu sendiri yang  kekal adanya. Bahkan hidup ini pun adalah sementara. 

Dalam perubahan itu , ada yang pergi dan pasti ada yang datang ,  harus ada yang dikosongkan untuk menyediakan tempat untuk yang lebih baik agar terjadi. Yang lama akan digantikan dengan yang baru. Berjalan ke masa depan , ada baiknya beban masa lalu ditinggalkan dibelakang agar langkah menjadi lebih ringan . Sebelum merespon atas sesuatu , temukanlah sisi  baik dalam sebuah peristiwa itu sehingga menciptakan reaksi dan tindakan yang bijak. 

Apa yang tidak menjadi milik kita saat ini lagi , membuat kita mengerti akan arti bersyukur atas apa yang kita punyai. Meski secara teori terdengar simple , namun dalam praktek kita selalu lupa untuk menjalankannya .  Karena tahu akan segalanya pasti akan mengalami perubahan seiring dengan waktu mau tidak mau kita harus memiliki kemampuan untuk survive ,  yaitu sebisa mungkin menjadi yang terbaik di masa apapun dengan cara mengeksplorasi potensi diri dan ide-ide baru.

Yang membuat cerita perjalanan kita berbeda dari kemarin – kemarin sudah barang tentu bagaimana kita sebagai diri telah berevolusi, secara fisik , batin , emosi dan mental. Bagiamana kita menjadi lebih siap dan dewasa dalam menanggapi sebuah peristiwa dan sejauh mana pemahaman yang telah kita dapatkan tentang diri kita sendiri .

Untuk menciptakan realitas hidup yang baru , berawal dari vision yang berasal dari intelek . Ingin menjadi seperti apa kita dikemudian hari termasuk kehidupan seperti apa yang ingin kita jalani. Vision yang kuat otomatis berdampak pada pikiran kita. Kita cenderung untuk memikirkan dan melakukan hal-hal yang dapat menunjang agar vision itu ter-realisasi. Pengetahuan tentang diri adalah modal utama kita untuk bertahan dalam perubahan itu sendiri.

Pengetahuan diri yang dimaksud lebih kepada mengetahui kualitas apa saja yang : saya miliki , talenta apa lagi yang ada dalam diri saya , karakter saya yang sesungguhnya ,  interest saya , kecakapan saya , kegemaran saya , apa yang  manjadi block atau sesuatu yang harus saya perbaiki . Semakin banyak kita mengetahui tentang diri kita sendiri semakin banyak peluang – peluang yang sebenarnya sudah ada namun baru terlihat – yang dapat diambil.

Seperti yang sudah dijabarkan sebelumnya , semesta ini bekerja dengan metode merespon terhadap energi bukan menganalisa dengan pikiran logis. Untuk mengundang semua kebaikan ke dalam diri kita maupun ke dalam hidup kita , yang pertama dilakukan adalah menjadi kebaikan itu sendiri . Berdamailah dengan masa lalu yang  mungkin saja at some point telah menorehkan luka hati .

Berdamailah agar tidak membawa kesengsaraan batin kepada diri sendiri. Memang yang telah terjadi tidak bisa diulang lagi – tidak dapat dihindari – dan memang harus terjadi . Terima saja dengan berjiwa besar  dan ikhlaskan , suatu saat nanti pasti ada nikmat yang lebih besar. Mengupas tentang self-development through self care and self love ,  terlalu kompleks untuk diringkas. Luas ruang lingkupnya , banyak poin yag harus disinggung.

Untuk menjadi kebaikan itu sendiri , berbenahlah dari dalam.  Mulai dari level pikiran dan mental . Bagaimana kita menciptakan kebaikan itu sendiri melalui pikiran – pikiran yang kita tanamkan melalui afirmasi dan visualisasi.  Ya! Pikiran itu sangat kuat. Ia bisa menciptakan ‘ belief system ‘ yang baru. Pikiran yang diulang  ulang menyebabkan kita mempercayai hal tersebut adalah  benar adanya. Berpikir tentang kebaikan berulang-ulang , menyebabkan kita mempercayai tentang kebaikan itu.

Begitupun sebaliknya. Kemudian yang harus dibenahi adalah sisi emosional kita dengan bersedia untuk melepaskan emosi – emosi negatif agar tidak menkonsumsi ketenangan batin . Hidup kita ini kaya akan cerita yang meninggalkan memori terlepas dari baik ataupun buruk . Cerita dimasa lampau tersebut pun masih meninggalkan sisi emosionalnya. Jarang kita bisa memaafkan dengan tulus  , mereka yang meninggalkan luka hati. Masih saja ada emosi kekecewaan ,  ketidakpuasan , kemarahan , kesedihan dan mungkin bahkan dendam. Memaafkan adalah something that we have to deal with jika kita ingin menyembuhkan luka emosional dan batin kita.  Semua itu harus dilebur terlebih dahulu , sehingga ada ruang nantinya bagi emosi – emosi positif seperti cinta kasih untuk berkembang. Banyak-banyak meluangkan waktu untuk ketenangan . Karena dalam ketenangan itu , kejernihan muncul.

Dalam menciptakan kebaikan dalam pikiran dan batin sangat diperlukan kejernihan , sejernih apa kita bisa melihat kebaikan yang ingin kita ciptakan. Apabila “software” kita ( mental dan batin ) sudah diupgrade , seimbangkan juga dengan meng-upgrade badan fisik kita.  Badan fisik butuh bergerak , good hygiene , pangan yang baik , dan istirahat yang cukup.

Jika semuanya tumbuh dan berkembang serta diperhatikan dengan porsi  yang seimbang , hasilnya sudah pasti pribadi yang baru, dengan pancaran energi yang baru , aura yang baru , dan cerita kehidupan yang baru. No More Drama!

Selamat mengaplikasikan metode baru untuk cerita kehidupan yang jauh lebih menarik. Semoga  kita semua senantiasa selalu berada dalam tuntunan dan perlindungan  dari Yang Maha Kuasa, serta senantiasa kiranya kita selalu diberikan anugrah yang berlimpah [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Maskulinitas Perpolitikan Indonesia: Glass Ceiling bagi Perempuan dalam Ranah Politik

Next Post

Hope & Freedom – Run for Mental Health

Putu Sri Suciyati

Putu Sri Suciyati

Tinggal di Puri Tengah Siangan , Banjar Triwangsa, Siangan, Gianyar, Bali. Bisa ditemui di FB: Putu Suciyati dan IG: putu_suciyati

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Hope & Freedom – Run for Mental Health

Hope & Freedom – Run for Mental Health

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co