3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Siasat Filsafat “Tractatus Logico Philosophicus” dalam Hidup Wittgenstein

Kadek Sonia Piscayanti by Kadek Sonia Piscayanti
January 6, 2021
in Esai
Siasat Filsafat “Tractatus Logico Philosophicus” dalam Hidup Wittgenstein

Wittgenstein [Foto Google]

Jika anda adalah pelaku filsafat dan penggemar teori filsafat maka tentu anda tak akan asing dengan nama Wittgenstein. Tokoh filsafat asal Austria ini sangat termashyur dengan teorinya yang dituangkan dalam buku Tractatus Logico Philosophicus. Buku ini adalah salah satu buku filsafat yang sangat penting di dalam perjalanan filsafat terutama soal teori makna di abad 20.

Tractatus Logico Philosophicus adalah versi terjemahan Bahasa Inggris dari naskah aslinya yang berbahasa Jerman berjudul  Logisch-Philosophische Abhandlung, terbit di tahun 1921.

Tebal buku ini ‘hanya’ 75 halaman saja, namun isinya benar-benar membuat kita (penggemar filsafat) jatuh cinta. Pengantar dalam buku ini ditulis oleh Bertrand Russel, sang guru filsafat Wittgenstein yang jatuh cinta pada pemikiran muridnya sendiri. Begini kebanggaan Russel ia tulis dalam pengantar buku ini, pada kalimat pembuka pengantarnya,

“Mr Wittgenstein’s Tractatus Logico-Philosophicus, whether or not it prove to give the ultimate truth on the matters with which it deals, certainly deserves, by its breadth and scope and profundity, to be considered an important event in the philosophical world.”

Bagaimana seorang guru dapat memuji seorang murid sedemikian rupa padahal sang guru juga adalah mahaguru yang sangat terpuji? Sungguh sebuah ketulusan intelektual dan spiritual yang bisa ditunjukkan oleh seorang Bertrand Russel.

Dalam pengantarnya yang sangat gemilang dan terang benderang, Russel mengatakan bahwa sebelum kita dapat memahami buku Wittgenstein maka kita harus memahami persoalan yang dibahas oleh Wittgenstein. Dalam teori Wittgenstein yang berhubungan dengan Symbolism, ia membahas beberapa kondisi yang harus dipenuhi oleh sebuah bahasa yang logis sempurna. Padahal, apakah logis sempurna itu ada?

Russel menyebutkan beberapa persoalan bahasa. Pertama, ada persoalan antara apa yang terjadi pada pikiran kita dengan bahasa yang kita gunakan untuk mencapai makna tertentu. Kedua, ada persoalan hubungan antara pikiran, kata-kata, kalimat, dengan apa yang kita acu atau maksud. Ketiga adalah persoalan menggunakan kalimat untuk menggambarkan kebenaran daripada ketidakbenaran. Keempat, bagaimana sebuah kalimat mampu menjadi simbol bagi sebuah fakta?

Yang keempat inilah yang dimaksud sebagai logika bahasa yang dibahas oleh Wittgenstein. Sebab dalam praktiknya, bahasa sangat abu-abu, sangat ragu, dan sangat tidak bisa dibuat akurat, dan inilah yang menyebabkan bahasa tidak pernah benar-benar dapat menjelaskan dengan presisi sebuah fakta.

Jadi, Wittgenstein ingin menemukan Symbolism yang akurat, meskipun secara logika ia ditantang dua masalah dalam logika, pertama; masalah sense kombinasi simbol, kedua; masalah makna atau referensi dalam simbol dan kombinasi simbol. Rumitnya persoalan ini ingin dipecahkan oleh Wittgenstein dengan sebuah pendekatan yang ideal yang paling mendekati logis sempurna.

Bagaimana hal ini mungkin terjadi?

Menurut Russel tesis fundamental yang diajukan oleh Wittgenstein adalah bahwa untuk menuju logis sempurna – harus ada kesamaan antara struktur bahasa dengan struktur fakta. Secara “sederhana” menurut Wittgenstein, tidak ada sesuatu yang sederhana dapat diwakili oleh sesuatu yang tidak sederhana, sebaliknya tidak ada yang tidak sederhana dapat diwakili oleh yang sederhana. Sangat “sederhana” bukan?

Ternyata memang, se”sederhana” itu. Menurut Wittgenstein, yang kompleks adalah fakta. Sebuah fakta dapat berdiri sendiri atau tunggal dan sebuah fakta dapat terdiri dari beberapa fakta. Fakta tunggal disebut sebagai Sachverhalte, sementara fakta yang terdiri dari beberapa fakta disebut Tatsache. Contohnya sebuah kalimat “Socrates adalah seorang yang bijak”. Kalimat ini adalah sebuah Sachverhalte sekaligus Tatsache namun kalimat “Socrates adalah seorang yang bijak dan Plato adalah muridnya” tergolong Tatsache namun bukan Sachverhalte.

Dalam teorinya yang terkait dengan Symbolism, Wittgenstein menulis

(2.1): ‘We make to ourselves pictures of facts.’

Kita membuat gambar fakta kepada diri kita sendiri. Gambar menurut Wittgenstein adalah sebuah model realitas. Ada kesamaan antara elemen gambar dan realitas yang diwakilinya. Menurut Wittgenstein filosofi hanya dapat membahas apa yang dapat ditunjukkan di dalam realita. Seperti fakta dan gambar yang mewakilinya secara logis.

Wittgenstein meyakini bahwa objek filosofi adalah klarifikasi logis pikiran. Jadi pemikiran yang buram atau tidak jelas harus disingkirkan.

Dalam pengantar bukunya Wittgenstein membuka dengan kalimat seperti ini,

“Perhaps this book will be understood only by someone who has himself already had the thoughts that are expressed in it—or at least similar thoughts.—So it is not a textbook.—Its purpose would be achieved if it gave pleasure to one person who read and understood it.”

Dia meyakini bahwa tujuan bukunya hanya akan tercapai jika pembacanya terhibur dan memahami pemikirannya. Jadi tidak muluk-muluk dia mengatakan bahwa idenya ini hanya dapat diterima oleh yang satu ide dengannya.

Dia juga menyebut dua inspirasi dalam pengantarnya yaitu Frege dan Russel yang membantu menstimulasi pikiran-pikirannya.

Dalam penutup pengantarnya ia menyebutkan, “I therefore believe myself to have found, on all essential points, the final solution of the problems. And if I am not mistaken in this belief, then the second thing in which the value of this work consists is that it shows how little is achieved when these problems are solved. L. W”

Betapa percaya dirinya ia ketika mengatakan ia telah menemukan esensi solusi persoalan sekaligus betapa rendah hatinya ia mengatakan bahwa ketika semua persoalan selesai, ternyata sangat sedikit yang ia capai.

Berikut adalah beberapa pemikiran Wittgenstein di dalam Tractatus Logico Philosophicus yang layak kita renungi. Di dalam traktat ini Wittgenstein menyusun pemikirannya seperti line atau baris puisi yang bernomor. Tidak ada penjelasan, hanya pemikiran.


1* The world is all that is the case.

  1. The world is the totality of facts, not of things.

1.11 The world is determined by the facts, and by their being all the facts.


Di bagian pertama ini ia menyatakan dan meyakinkan dengan dalilnya bahwa dunia adalah totalitas fakta bukan benda. Dan bahwa dunia ditentukan oleh fakta-fakta.

Lalu berikutnya dalil kedua-hingga ketujuh adalah sebagai berikut.

2. What is the case—a fact—is the existence of states of affairs.

3. A logical picture of fact is the thought.

4. A thought is a proposition with a sense.

5. A proposition is a truth-function of elementary propositions.

6. The general form of a truth-function is [p¯, ξ – , N(ξ – )].

7. What we cannot speak about we must pass over in silence.


Namun yang paling menghentak tentu dalil ketujuh, yang tidak seperti dalil 1-6 diikuti butir-butir dalil yang detail dan rigid dalam urutan angka desimal, dalil ketujuh hadir sendiri, percaya diri. Wittgenstein seolah mengejek dunia dengan dalilnya yang ketujuh, bahwa apa yang tak dapat kita katakan, kita harus lempar ke dalam sunyi.

Tak ada kalimat penutup sekuat itu, bahkan dalam puisi. Wittgenstein adalah seorang filsuf yang keras kepala, yang kemudian ditentang banyak filsuf lainnya. Karena ia berbeda, dan tentu saja, ia pun juga kelak menentang dirinya sendiri. Namun apapun itu, seperti kata penutupnya, diamlah dalam sunyi jika tak paham, saya pun akan menutup ini dalam sunyi. Sesunyi malam yang tak berlogika ini. [T]

Singaraja, 6 Januari 2021

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Monolog dan Kekasih Satu Tahun Lalu || Mencincang Pesan

Next Post

Pengendara di Persimpangan Sikap

Kadek Sonia Piscayanti

Kadek Sonia Piscayanti

Penulis adalah dosen di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Related Posts

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails
Next Post
Pengendara di Persimpangan Sikap

Pengendara di Persimpangan Sikap

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co