4 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bergerilya di Bangli

IGA Darma Putra by IGA Darma Putra
December 11, 2020
in Esai
Atat Yang Bijaksana #1

ILustari tatkala.co | Nana Partha

Shastra selalu menemukan cara untuk mengalirkan dirinya. Tidak peduli apakah aliran itu dengan sengaja dibuatkan celah, atau dibendung dengan ketidakpedulian terhadapnya. Dengan begitu, pada tiap-tiap zaman kita akan selalu menemukan seseorang yang merelakan dirinya untuk menjadi ‘korban’.

Dua puluh lima oktober tahun dua ribu dua puluh, kelak akan dikenang sebagai sejarah bahwa di Bangli, parade pembacaan puisi berbahasa Bali sekaligus diskusi pernah dilakukan. Itu artinya Bangli meneruskan tradisi shastra yang konon bisa dicari silsilahnya sampai ke tahun 804 Shaka. Tentu dengan catatan apakah prasasti Sukawana yang termayur itu bisa dimasukkan sebagai shastra?

Pertanyaan usang ini memang terus-menerus didaur ulang dengan berbagai latar belakang. Kita bisa saja mengutip-ngutip pendapat banyak orang tentang ‘apakah shastra?’, salah satunya Andreas Teeuw untuk memberikan jawaban dengan kadar keilmiahan yang bagus. Tapi kita tidak sedang dalam perdebatan pengertian semacam itu. Kita sedang membicarakan tentang aliran shastra yang mengalir ke tiap-tiap kanal hati manusia.

Bangli Sastra Komala baru lima setengah tahun umurnya. Perayaan dengan diskusi dan ‘pesta’ baca puisi digelar tidak dengan meriah, tapi istimewa. Perayaan itu sekaligus memperingati serratus sepuluh tahun sastra Bali Modern sesuai hasil studi Nyoman Darma Putra [2010]. Antari dan Mardi adalah dua orang menjadi bintang – tanpa mengurangi arti penting kawan-kawan yang datang — dalam diskusi yang digelar di Umah Bata. Keduanya sama-sama masih mahasiswa, tapi jam terbangnya bisa dibandingkan dengan pengajar-pengajarnya. Keberanian yang dimiliki oleh Antari untuk melumat hasil karya pendahulunya patut diberikan apresiasi berupa pujian dan kritikan. Keduanya penting, agar riak-riak shastra terus dapat dijaga.

Dua orang ini secara geografis, tinggal di wilayah Kintamani. Yang dalam banyak ulasan, Kintamani dimaknai sebagai permata pikiran. Tapi, mari kita hentikan romantisasi melankolis semacam ini agar otak kita tetap terjaga dan mata tetap bebas dari kantuknya karena terus dijejali bualan yang serupa pujian. Kita mesti bertanya pada diri sendiri, benarkah asal kedaerahan yang selalu kita bangga-banggakan itu dapat menjamin kelangsungan shastra yang katanya lahir dari buddhi? Ataukah kita hanya malu mengakui bahwa kita hanya berlindung pada penjelasan klasik yang melangit itu karena kita sesungguhnya telah dipisahkan oleh jarak yang samar dengan muasal? Jika memang benar Bangli adalah tonggak keberaksaraan di Bali, maka seharusnya Bangli mampu melakukan sesuatu hal yang lebih mulia pada sejarah yang selalu dibangga-banggakan.

Antari dan Mardi adalah moncong baru yang dilahirkan dari aktivitas shastra di Bangli yang senyap. Kenapa senyap? Karena shastra di Bangli selalu berada di pinggir, nihil perhatian. Bisa saya analogikan dengan lontar yang dahulunya beramai-ramai ditinggalkan karena tidak menghasilkan cuan atau dolar dengan gampang. Tapi sekarang banyak orang beramai-ramai meminta perlindungan kepadanya. Berlindung dari konsep agama yang carut marut. Termasuk berlindung dari keragu-raguan dalam hatinya sendiri tentang keleluhuran. Seperti seorang penghianat yang menyesali diri.

Sekilas agak serupa dengan Chairil Anwar yang menurut Sjuman Djaya semasa hidupnya tidak pernah dihargai oleh para kritikus karena dianggap penyair yang merusak nilai sastra dengan bahasa yang lugas tanpa dihias-hias. Chairil baru dipuji dan diakui sebagai pelopor pembaruan seni sastra di Indonesia, justru setelah ia tiada.

Para kritikus yang dimaksud oleh Sjuman Djaya boleh jadi terlambat untuk menyadari kehadiran Chairil Anwar sebagai pelopor pembaruan seni sastra. Tapi Bangli mestinya tidak terlambat menyadari bahwa shastra berperan dalam pembangunannya. Kita bisa membuktikan itu dengan menelusuri prasasti-prasasti yang diwarisi di daerah Bangli sekarang. Jika belum cukup, kita bisa menelusuri jejak sastrawan-sastrawan Bangli. Sebut saja I Nyoman Singin Wikarman dengan karyanya Geguritan I Gusti Wayan Kaprajaya, Kidung Lungsir Petak, dan Kakawin Kebo Tarunantaka. Dari masa penjajahan Belanda, kita menemukan nama I Dewa Poetoe Boekian [I Dewa Gde Agung Anom Putra] yang menulis tentang Kayubihi [Kajoebii Een Oud Balische Bergdesa, 1936], I Jiwa Mungguh Ing Gurit dan Lara Budiman [Mahardika, 2017]. Dari ketiganya hanya satu yang bisa saya telusuri yakni tulisan tentang Kayubihi yang diterjemahkan oleh Grader ke dalam Bahasa Belanda.

Dalam tulisan tersebut, editor mencatatkan sebagai berikut.

[De bewerker heeft getracht in de vertaling het origineele opstel zooveel mogelijk te volgen; dit is niet steeds gelukt, doch gemakshalve wordt van geenerlei wijziging verantwoording afgelegd].

Jelaslah bahwa memang tulisan I Dewa Gde Agung Anom Putra telah diterjemahkan oleh Grader. Penerjemahan ini adalah permintaan dari H.K. Jacobs yang kala itu menjadi seorang kontrolir Klungkung. Awalnya tulisan ini ditulis dalam bahasa Melayu [het Maleisch op schript]. Jika kita melakukan penelusuran yang lebih serius, bukan tidak mungkin kita akan menemukan lagi sejarah yang mengejutkan dari Bangli. Sayangnya, kita harus bersabar menghitung umur, kapan orang-orang dengan kesadaran sejarah dan shastra itu akan lahir?

Kesabaran adalah senjata paling mujarab yang bisa saya temukan untuk melawan kebosanan. Tapi sampai kapan kesabaran itu kuat melawan kebosanan yang terus menggandakan dirinya? Kita sama-sama tahu di luaran sana ada banyak orang yang sumpek dengan keriuhan yang diciptakan tiap musim pemilihan. Karena setelah musim berlalu, kita kembali menjadi manusia yang mandiri dan sibuk dengan urusan masing-masing.

Lalu apa yang membuat kita di jalan shastra yang senyap dan sunyi ini? Saya pinjam yang dikatakan oleh Umbu Landu Paranggi dalam puisi berjudul Melodia, ‘cintalah yang membuat diri betah untuk sesekali bertahan’. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Buku Puisi, Buku Cerpen, dan Kemungkinan-kemungkinan Lain – [Catatan dari Siar Siur Kalangan]

Next Post

“Art and Peace”, Merayakan Pesan Made Wianta

IGA Darma Putra

IGA Darma Putra

Penulis, tinggal di Bangli

Related Posts

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails
Next Post
“Art and Peace”, Merayakan Pesan Made Wianta

“Art and Peace”, Merayakan Pesan Made Wianta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co