26 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Legenda Dusun Batu Megaang di Busungbiu

I Ketut Suar Adnyana by I Ketut Suar Adnyana
December 6, 2020
in Dongeng
Legenda  Dusun Batu Megaang di Busungbiu

Ilustrasi: Suar Adnyana

Legenda ini menceritakan terjadinya suatu dusun. Dusun itu bernama Dusun Batu Megaang. Dusun itu merupakan wilayah Desa Pucaksari. Desa Pucaksari terletak di daerah pegunungan dengan ketinggian 750 meter dari permukaan laut. Desa Pucaksari  merupakan wilayah Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Bali. Desa Pucaksari merupakan daerah yang sangat subur dengan udara yang begitu sejuk. Mata pencaharian penduduk Desa Pucaksari sebagai petani kopi dan tenaga kerja migran di Kota Denpasar.

Sifat kegotong royongan penduduk Desa Pucaksari masih sangat tinggi. Penduduknya begitu ramah dengan pendatang dan memiliki sifat keterbukaan terhadap pembaharuan. Ada kearifan lokal (berupa legenda) yang belum diketahui penduduk desa tersebut yang berkaitan dengan asal-usul terjadinya Dusun Batu Megaang (megaang ‘merangkak’). Batu Megaang artinya batu yang merangkak.         

Penulisan cerita ini bertujuan untuk mendokumentasikan satra lisan yang merupakan  kearifan lokal yang dimiliki masyarakat. Kearifan lokal tersebut akan tetap diketahui oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang sehingga keraifan lokal tetap terjaga secara turun-temurun.

Dahulu kala, ada sekelompok masyarakat yang mendiami suatu wilayah yang diapit oleh perbukitan. Ada aliran sungai yang mengalir dekat wilayah itu. Wilayah tersebut merupakan wilayah pertanian yang subur. Bentangan sawah membuat wilayah itu begitu asri. Mata pencaharian penduduknya adalah bertani (sawah).

Setiap hari penduduk pergi ke sawah  untuk mengolah sawah. Petani mengolah sawah seharian penuh. Ketika bulan purnama petani bisa bekerja di sawah sampai larut malam. Petani dengan tekun mengerjakan sawah dengan bergotong royong.

Pada saat bulan purnama terjadi keanehan di wilayah itu. Penduduk mendengar suara bergemuruh. Penduduk ketakutan. Dengan segera, penduduk yang masih mengerjakan sawah pulang ke rumahnya.  Suara gemuruh tersebut diakibatkan oleh pergerakan batu besar mengarah ke bukit. Ada seorang penggembala itik yang  berani mendekati batu besar itu.

Penggembala Itik     :

“ Hai batu besar. Kehadiranmu menimbulkan ketakutan bagi penduduk. Apa sebenarnya  keinginanmu? ”

Batu Besar                  :

“ Penggembala itik, aku akan menjadikan wilayah ini menjadi danau.”

Penggembala Itik      :

“ Kamu jangan main-main Batu Besar.”

Batu Besar                  :

“ Aku tidak main-main. Siapapun yang menghalangi niatku akan aku kubur  di dasar  danau.”

Pengembala Itik        :

“  Jangan kamu mengancam, Aku akan menghalangi niatmu.”

Batu Besar                  :

“ Hai, pengembala itik. Aku bisa mencelakai kamu. Minggirlah!”

Pengembala Itik        :

“ Aku tidak akan minggir Batu Besar.”

Batu Besar                  :

“ Minggirlah. Jika kamu tidak menghalangi niatku. Aku akan berikan apapun yang  kamu mau.”

Pengembala Itik        :

“ Aku tidak butuh harta Batu Besar.” Aku ada di sini untuk menyelamatkan penduduk.”

Batu Besar                  :

“ Besar juga nyalimu Pengembala Itik. Minggirlah!”

Pengembala Itik        :

“ Aku tidak akan minggir.”

[Dengan kekuatannya, Batu Besar itu mulai bergerak dan tanah yang dilalui amblas. Melihat kejadian itu  Penggembala Itik  terus menghalangi niat Batu Besar itu. Penggembala Itik  berharap  pagi segera datang. Dengan itu, niat Batu Besar  dapat dihentikan. Tidak disadari, langit di ufuk Timur  berwarna merah. Itu menandakan pagi segera datang. Dengan sigap, Penggembala Itik memukul kentongan berulang-ulang.]

[Penduduk berhamburan ke luar rumah menuju ke suara kentongan. Alangkah terkejutnya, penduduk melihat batu besar bergerak.]

Penduduk                   :

“ Batu besar, batu besar.”

[Teriakan itu membuat Batu Besar menghentikan niatnya. Batu itu berhenti bergerak dan diam selamanya]

Pengembala Itik        :

“ Terima kasih semuanya. Kalian telah membantu usahaku menghentikan niat Batu Besar.”

Penduduk                   :

“ Siapakah Tuan sebenarnya?”

Pengembala Itik        :

“ Aku adalah Dewa Wisnu datang menyelamatkan kalian dari niat jahat Batu Besar.”

Penduduk                   ;

“Terima kasih Dewa, atas pertolongan Mu.”

[Pengembala Itik segera menghilang. Penduduk kembali ke rumah masing-masing. Sejak saat itu penduduk menamai wilayah tempat tinggalnya dengan nama  Batu Megaang (Batu Merangkak). Batu itu sampai sekarang masih ada di tegalan penduduk.]

________

  • Diceritakan oleh  : I Ketut Suar Adnyana
  • Informan               : Kumpi Rai (alm., Batu Megaang), Ni Nyoman Nalin (alm.), dan I Wayan Belayag (Alm.)
  • Terima kasih disampaikan kepada informan Kumpi Rai, dan kedua orang tua penulis ( I Wayan Belayag dan Ni Nyoman Nalin) yang sudah meluangkan waktu untuk mendongeng tentang Legenda Batu Megaang sebagai pengantar  tidur.
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Bisikan Rindu” dari Ocha

Next Post

Gadis yang Lahir dari Rembulan

I Ketut Suar Adnyana

I Ketut Suar Adnyana

Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. adalah Wakil Rektor I Universitas Dwijendra, Denpasar

Related Posts

Takut Galungan

by Dede Putra Wiguna
June 27, 2026
0
Takut Galungan

DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan...

Read moreDetails

Radio Tua Kakek Panjul

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Radio Tua Kakek Panjul

PAGI di Desa Muncuk Sari selalu datang dengan cara yang sama. Perlahan, lembut, seperti tangan yang membelai tanpa suara. Kabut...

Read moreDetails

Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
February 27, 2026
0
Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

DI langit biru yang luas, hiduplah kawanan awan yang lembut dan setia. Pemimpin mereka bernama Rinai, awan tua berwarna kelabu...

Read moreDetails

Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

by Jaswanto
February 8, 2026
0
Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

SEKAR masih menangis ketakutan dengan badan kuyup. Badai telah reda. Tapi Kakek dan orang-orang desa tak kunjung kelihatan. Di ujung...

Read moreDetails

Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
January 18, 2026
0
Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil yang dikelilingi sawah hijau dan sungai yang jernih, hiduplah seorang anak lelaki bernama Adik. Ia dikenal...

Read moreDetails

Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
October 12, 2025
0
Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil bernama Desa Kerta Harum, berdiri sebuah beringin raksasa berusia ratusan tahun di pinggir jalan dekat Pura...

Read moreDetails

Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

by Pitrus Puspito
May 11, 2025
0
Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

MENJELANG sore, seekor beruang madu ditangkap oleh para pemburu dan dibawa ke kebun binatang Zoole. Kebun binatang Zoole merupakan tempat...

Read moreDetails

Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 26, 2025
0
Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

DI satu gedung Gereja hiduplah seekor burung yang bahagia. Ia tidur di tempat yang nyaman dan sering keluar bermain dan...

Read moreDetails

Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

by Wayan Purne
January 25, 2025
0
Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

“Tolong-tolong!!! Aku diburu! Diburu! Tolong aku!” teriakan seekor ulat ketakutan. Terlihat seekor ulat menggeliat merayap di antara dedaunan mati yang...

Read moreDetails

Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 12, 2025
0
Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

DI satu kampung yang dikelilingi gunung batu: Gunung Batu Kulbi di timur dan Gunung Batu Wandel di barat dan Gunung...

Read moreDetails
Next Post
Gadis yang Lahir dari Rembulan

Gadis yang Lahir dari Rembulan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono
Ulas Rupa

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

by Jaswanto
September 26, 2026
Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka
Ulas Musik

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran
Esai

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan
Esai

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12
Ulas Film

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998
Ulas Film

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar
Khas

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

by Jaswanto
September 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co