3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“We Love Bali” Tour, Sebuah Perjalanan Tentang Merayakan Kesunyian

Putu Nata Kusuma by Putu Nata Kusuma
October 15, 2020
in Esai
“We Love Bali” Tour, Sebuah Perjalanan Tentang Merayakan Kesunyian

            Tempo hari saya berkesempatan mengikuti sebuah trip bernama “We Love Bali” yang diwadahi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang berlangsung dari bulan Oktober hingga November mendatang. Sederhananya, trip ini dilaksanakan untuk membangkitkan pariwisata khususnya di Bali yang keadaannya hingga hari ini masih tidak baik-baik saja. Namun pada tulisan ini saya tidak akan membahas susunan acara dari program ini karena pembaca bisa saja mencari informasi tersebut di website berbeda yang telah disediakan. Tulisan ini hanya berfokus pada apa yang saya rasakan di tiap tempat wisata yang kami kunjungi khususnya tempat wisata yang benar-benar terasa aura kesunyiannya. Ada beberapa hal menarik yang saya jumpai dan rasakan selama mengikuti trip yang berlangsung dari tanggal 11-13 Oktober kemarin. Saya menganggap bahwa perjalanan ini tiada lain adalah tentang perayaan atas sebuah kesunyian.

            Sesuai dengan nama trip ini, “WE LOVE BALI” ingin membangun sebuah branding dimana pariwisata Bali masih memiliki harapan untuk bangkit kembali dan masih baik-baik saja untuk dikunjungi oleh wisatawan. Hal ini tentu tak lepas dari pengadaan protokol kesehatan pada setiap tempat wisata. Dimulai pada hari minggu, kami berangkat dari Singaraja menuju kawasan Kintamani lalu menuju Bali Banana Cacao Park Restaurant di daerah Ubud. Sebuah restaurant dengan nuansa ala-ala warung makan tepi sawah tersebut sungguh memanjakan mata kami. Bagaimana tidak, tempat tersebut berdampingan dengan sawah dengan hamparan padi hijau serta perkebunan pisang serta coklat di sekitar area restaurant. Akan tetapi, dengan segala kenyamanan tersebut, kondisi restaurant itu sangatlah sepi. Hanya ada kami, para peserta tour yang berkunjung kesana saat itu. Disela-sela waktu makan siang disana, saya dan beberapa teman berkeliling untuk melihat keadaan restaurant. Benar-benar sepi, disana ada sebuah tempat pengolahan coklat namun tidak beroperasi mungkin dikarenakan sedikitnya pengunjung yang datang ke restaurant tersebut akibat pandemi ini. Sungguh memerihatinkan sekali keadaannya. Selepas dari Bali Banana Cacao Park Restaurant, kami menuju Bali Zoo. Di Bali Zoo, suasanya tidak terlalu ramai namun tak juga sepi akan tetapi nuansa berbeda sangat terasa dari Bali Zoo saat sebelum dan sesudah pandemi berlangsung. Bagi pembaca yang sudah pernah berkunjung ke Bali Zoo sebelum pandemi lalu sekarang kembali berkunjung kesana, saya yakin pembaca akan menyetujui apa yang saya tuliskan sebelumnya. Tak hanya sepi akan suara manusia, Bali Zoo pun sepi akan suara dari para binatangnya.

Hari kedua, kami tiba di Uluwatu sekitar pukul 3 sore. Jujur saja, ini kali pertama saya datang ke salah satu tempat pertunjukan tari Kecak paling fenomenal di Dunia ini. sebelum tiba di Uluwatu, saya terlebih dahulu sudah membayangkan bagaimana nanti kera-kera disana akan mencuri barang bawaan yang saya pegang, bagaimana nanti kera-kera tersebut dengan lincahnya melompat-lompat diatas kepala saya. Benar, setidaknya seperti itu yang saya tonton di Youtube. Musabab hal tersebut, saya pun tak membawa barang apapun manakala turun dari Bus. Namun sayang, ternyata ekspektasi saya lagi-lagi harus terpatahkan. Saya tahu bahwa kondisi Uluwatu akan sepi oleh karena pandemi, namun saya tak menyangka juga bahwa kawanan kera pun sangat sedikit yang menunjukkan dirinya. Hanya ada sekitar 2-3 ekor Kera saja yang saya lihat di Uluwatu. “Kemana perginya kera-kera disini ya? Apakah mereka juga ikutan Work From Home?” Tanya saya dalam hati. Saya merasa bahwa mungkin binatang pun turut merasakan “kesunyian” di rumahnya. Tak ada satupun manusia yang singgah ke rumah mereka selama beberapa bulan, pastilah mereka rindu rasanya diberi makan atau mencuri barang milik manusia. Sungguh sebuah kesunyian yang aneh saja bagi saya pribadi. Uluwatu benar-benar berubah saat ini.

Hari terakhir, Tanah Lot menjadi tujuan wisata kami berikutnya. Banyak kios tampak tutup disepanjang jalan menuju area Pura. Beberapa pedagang menawarkan barang dagangannya “Topi isi tulisan Bali nya pak, kasihan nanti panas disana” tawar salah seorang pedagang. “Tidak, terimakasih bu” jawab saya sembari tersenyum kecil. Beberapa saat kemudian, seorang tukang foto menghampiri saya dan teman-teman saya yang kebetulan saat itu kami sedang berfoto bersama. Tukang foto tersebut menawarkan jasa nya, “foto langsung jadi pak” tawar tukang foto tersebut. Saya pun membalasnya sambil tersenyum lagi “tidak, terimakasih pak”. Sejujurnya, saya ingin sekali sedikit tidaknya membantu salah satu pedagang yang berada disana dengan membeli barang atau memakai jasa mereka, namun disaat yang sama harga yang mereka tawarkan terbilang cukup mahal sehingga itu mengurungkan niat saya untuk membantu mereka. Pertanyaan pun muncul dalam benak saya, “sudah sepi begini, kenapa mereka menawarkan harga yang mahal kepada kami?” beberapa saat kemudian saya juga yang menjawab pertanyaan yang saya pikirkan tadi “ohh, mungkin mereka mengira kami bukan dari Bali sehingga mereka menawarkan harga sangat mahal kepada kami”. Benar, Tanah Lot dengan segala kesunyian dan keberjuangan dari para pencari Rupiah yang masih berada disana membuat saya merasa sedih dan berharap bahwa pariwisata Bali segera bangkit kembali.

Perjalanan “WE LOVE BALI” tour secara tak langsung mengajarkan saya bahkan kami tentang sebuah perubahan khususnya perubahan kondisi pariwisata. Namun lebih dari itu, perjalanan ini sesungguhnya mengajarkan kami tentang bagaimana kesunyian masih bisa dirayakan meskipun dalam kondisi seperti ini. Program ini tentunya memberikan harapan bagi penggiat usaha khususnya pada tempat-tempat yang menjadi tujuan kami. Ada sekitar 10 program yang ditawarkan yang menuju ke banyak destinasi wisata di Bali dan setiap program terdapat sekiranya lebih dari 3 kali perjalanan. Ini berarti, hampir setiap minggu dan selama dua bulan kedepan, para penggiat usaha tersebut memiliki harapan untuk masih bisa tetap hidup. Mereka masih bisa merayakan kesunyian yang selama ini menemani hari-hari mereka. Akhir kata, lekas sembuh Bali.

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bhūr Bhuvaḥ Svaḥ Dalam Diri

Next Post

Pengabaian Gila-gilaan pada Orang dengan Gangguan Jiwa

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma, S.Pd., Mahasiswa S2 Pascasarjana Program Ilmu Manajemen Undiksha. Hobi: menulis, menyanyi, membuat video, dan mencintai diam-diam.

Related Posts

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails
Next Post
Ketidakpastian Pandemi: Dukungan Psikososial Vs Teori Konspirasi

Pengabaian Gila-gilaan pada Orang dengan Gangguan Jiwa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co