14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sehat Jiwa untuk Semua

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ by dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ
October 9, 2020
in Esai
Ketidakpastian Pandemi: Dukungan Psikososial Vs Teori Konspirasi

Ilustrasi tatkala.co | Nana Partha

Sabtu 10 Oktober 2020 ini kita semua merayakan hari kesehatan jiwa sedunia, Tema perayaan tahun ini adalah “Kesehatan Jiwa untuk Semua, Investasi Lebih Besar – Akses Lebih Luas“. Slogan ini sangat nyaman terdengar dan sangat penting diwujudkan, karena sebenarnya kesehatan jiwa masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar di Indonesia khususnya juga di Bali.

Bali saat ini menjadi provinsi dengan angka mengalami skizofrenia tertinggi di Indonesia, berdasarkan riset kesehatan dasar 2018. Angka skizofrenia di Bali yakni 11 per 1000 rumah tangga yang tentu membutuhkan pengobatan teratur.  

Belum lagi, PR besar lain terkait kesehatan jiwa di Indonesia adalah tingkat pengobatan terhadap depresi hanyalah 9 persen yang menunjukkan indikator kesehatan terburuk dalam hal jangkauan pengobatan.

Di masa pandemi ini tentu saja keadaan kesehatan jiwa di masyarakat Indonesia akan menurun taraf kualitasnya. Hal itu tentu saja harus mendapatkan perhatian yang cukup besar. Selama ini banyak orang berpikir soal bantuan-bantuan yang sifatnya fisik misalnya ekonomi dan pengobatan.

Investasi Negara

Kedua hal di atas penting sekali, akan tetapi yang tidak kalah penting adalah menjaga tingkat kesehatan jiwa masyarakat tetap terjaga. Karena, tanpa kesehatan jiwa sesungguhnya produktivitas dan kualitas hidup kita untuk mampu bekerja, berkeluarga dan belajar tentu juga akan terganggu. Di tahun ini, pembicaraan atau wacana yang berkembang yakni bagaimana mendesak negara untuk berinvestasi lebih besar dalam hal kesehatan jiwa. Istilah yang kini dipakai adalah investasi, karena pandangan bahwa sebenarnya memperbaiki kesehatan jiwa itu hanyalah charity atau derma dari negara pada masyarakat ingin diubah.

Pandangan ini tentu keliru. Angka produktivitas kerja di masyarakat, juga tingkat kekerasan di masyarakat, kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan dalam masa pacaran atau stigma dalam pekerjaan dan penyalahgunaan narkoba itu sangat terkait dengan kesehatan jiwa masyarakat. Tentunya, untuk beberapa hal di atas  penting bagi negara untuk berinvestasi lebih banyak terutama dalam hal mengantisipasi atau mencegah terjadinya gangguan kejiwaan, sehingga masyarakat bisa tetap produkti dalam hal berkeluarga, bekerja, dan belajar.

Kesehatan jiwa bisa terbentuk dengan baik dimulai dari keluarga. Bagaimana misalnya anak-anak tumbuh dengan baik di keluarga yang penuh perhatian, saling berkomunikasi terbuka sehingga setiap orang di dalam keluarga menyadari potensi-potensi dan keunggulan di dalam pribadinya. Dan tentu saja juga mengenali hal-hal yang kurang dalam dirinya sehingga bisa diperbaiki.

Stigma Masyarakat

Stigma di masyarakat tentang kesehatan jiwa juga menjadi PR besar, dimana kesulitan mengakses layanan kesehatan jiwa karena dihalang-halangi oleh stigma salah di masyarakat. Salah satu stigma misalnya mereka yang mengalami gangguan jiwa adalah orang-orang kurang iman, kurang sembahyang, terkena black magic atau itu hanya dalam pikiran orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) saja dan dalam kehidupan nyata tidak ada hal seperti yang dipikirkan.

Tentu saja anggapan dan stigma terkait kesehatan mental itu salah. Orang-orang yang mencari pertolongan terhadap gangguan yang dialami adalah hal yang sangat baik. Sementara, kesehatan jiwa sangat dipengaruhi juga oleh kesehatan otak kita. Ketika terjadi gangguan jiwa tentu saja ada gangguan di dalam keseimbangan otak kita.

Investasi oleh negara harus lebih banyak diarahkan dalam hal meningkatkan layanan kesehatan jiwa. Menurut saya, saat ini investasi negara sangat tidak mencukupi.  Sebagai bahan pertimbangan misalnya, obat untuk skizofrenia dalam bentuk suntikan berkala setiap sebulan sekali harganya hanyalah Rp 60.000 dan itu dalam aturan BPJS harus ditanggungkan di fasilitas kesehatan primer seperti Puskesmas atau praktik dokter umum.

Tetapi pada kenyataannya, sebagian besar Puskesmas tidak menyediakan ini, padahal Rp 60.000 per bulan itu setara dengan Rp 2000 per hari. Kalau untuk itu saja negara tidak berani berinvestasi, tentu saja cita-cita hari kesehatan jiwa sedunia tahun ini masih jauh dari harapan kita.

Sedangkan resikonya ketika seseorang misalnya mengalami gangguan jiwa berat atau skizofrenia dan tidak berobat secara rutin bisa menyebabkan penderitaan pada keluarga seperti kemiskinan dalam keluarga terjadi. Dan, biaya negara juga keluar untuk mengobati hal ini. Harus datang opname berulang-ulang,  belum lagi biaya transportasi dan biaya pengobatannya tentu jauh lebih mahal daripada ketika kita  mencegah kekambuhan mereka hanya dengan obat-obatnya sederhana, tetapi tersedia tingkat paling bawah.

Kelompok Dukungan

Hal lain, penting juga membentuk kelompok-kelompok dukungan sebaya entah itu di lingkungan sekolah atau di tempat kerja sehingga masalah psikologi apa pun segera bisa tertangani di unit terkecil.

Ini perlu segera menjadi sebuah gerakan di dalam masyarakat. Bisa juga diinisiasi misalnya di tingkat keluarga lewat PKK, sehingga paradigma mencegah gangguan kesehatan jiwa bisa juga lebih diutamakan.

Selain menangani kelompok masyarakat yang sudah memerlukan bantuan terapi kesehatan jiwa. Tentunya, guna mewujudkan kesehatan jiwa untuk semua juga harus diusahakan oleh semua orang. Adanya investasi dari negara, tenaga kesehatan yang mencukupi dan juga stigma masyarakat yang mulai memudar dengan bantuan tokoh-tokoh masyarakat dan agama.

Sehingga penanganan kesehatan jiwa bisa dilakukan secara holistik, terutama menghadapi musim pandemi dan resesi yang bisa datang secepatnya. Tentunya kita harus bisa mengantisipasi supaya kita semua senantiasa dalam keadaan mantap jiwa dan raga.

Mudah-mudahan kesehatan jiwa untuk semua orang dimanapun berada bisa segera terwujud. Kalau tidak, tentu saya khawatir masyarakat berpikir perayaan-perayaan terkait kesehatan jiwa tidak diperlukan lagi karena tidak mengubah keadaan. Semoga kita bisa menciptakan dunia yang lebih baik, ramah kesehatan jiwa bagi anak-anak dan cucu kita. Salam mantap jiwa.

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Surat Raja Buleleng ke Stamford Raffles —Menelusuri Perjalanan Ketut Jubeleng Budak Buleleng

Next Post

Laga Lanjutan Pilkada 2020

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

Psikiater di Klinik Utama Sudirman Medical Center (SMC) Denpasar, Founder Rumah Berdaya, Pegiat kesehatan jiwa di Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) simpul Bali dan Komunitas Teman Baik

Related Posts

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
0
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

Read moreDetails

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails
Next Post
Bali dan Covid-19: Titik Balik Bali Untuk Masa Depan

Laga Lanjutan Pilkada 2020

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co