24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sehat Jiwa untuk Semua

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ by dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ
October 9, 2020
in Esai
Ketidakpastian Pandemi: Dukungan Psikososial Vs Teori Konspirasi

Ilustrasi tatkala.co | Nana Partha

Sabtu 10 Oktober 2020 ini kita semua merayakan hari kesehatan jiwa sedunia, Tema perayaan tahun ini adalah “Kesehatan Jiwa untuk Semua, Investasi Lebih Besar – Akses Lebih Luas“. Slogan ini sangat nyaman terdengar dan sangat penting diwujudkan, karena sebenarnya kesehatan jiwa masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar di Indonesia khususnya juga di Bali.

Bali saat ini menjadi provinsi dengan angka mengalami skizofrenia tertinggi di Indonesia, berdasarkan riset kesehatan dasar 2018. Angka skizofrenia di Bali yakni 11 per 1000 rumah tangga yang tentu membutuhkan pengobatan teratur.  

Belum lagi, PR besar lain terkait kesehatan jiwa di Indonesia adalah tingkat pengobatan terhadap depresi hanyalah 9 persen yang menunjukkan indikator kesehatan terburuk dalam hal jangkauan pengobatan.

Di masa pandemi ini tentu saja keadaan kesehatan jiwa di masyarakat Indonesia akan menurun taraf kualitasnya. Hal itu tentu saja harus mendapatkan perhatian yang cukup besar. Selama ini banyak orang berpikir soal bantuan-bantuan yang sifatnya fisik misalnya ekonomi dan pengobatan.

Investasi Negara

Kedua hal di atas penting sekali, akan tetapi yang tidak kalah penting adalah menjaga tingkat kesehatan jiwa masyarakat tetap terjaga. Karena, tanpa kesehatan jiwa sesungguhnya produktivitas dan kualitas hidup kita untuk mampu bekerja, berkeluarga dan belajar tentu juga akan terganggu. Di tahun ini, pembicaraan atau wacana yang berkembang yakni bagaimana mendesak negara untuk berinvestasi lebih besar dalam hal kesehatan jiwa. Istilah yang kini dipakai adalah investasi, karena pandangan bahwa sebenarnya memperbaiki kesehatan jiwa itu hanyalah charity atau derma dari negara pada masyarakat ingin diubah.

Pandangan ini tentu keliru. Angka produktivitas kerja di masyarakat, juga tingkat kekerasan di masyarakat, kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan dalam masa pacaran atau stigma dalam pekerjaan dan penyalahgunaan narkoba itu sangat terkait dengan kesehatan jiwa masyarakat. Tentunya, untuk beberapa hal di atas  penting bagi negara untuk berinvestasi lebih banyak terutama dalam hal mengantisipasi atau mencegah terjadinya gangguan kejiwaan, sehingga masyarakat bisa tetap produkti dalam hal berkeluarga, bekerja, dan belajar.

Kesehatan jiwa bisa terbentuk dengan baik dimulai dari keluarga. Bagaimana misalnya anak-anak tumbuh dengan baik di keluarga yang penuh perhatian, saling berkomunikasi terbuka sehingga setiap orang di dalam keluarga menyadari potensi-potensi dan keunggulan di dalam pribadinya. Dan tentu saja juga mengenali hal-hal yang kurang dalam dirinya sehingga bisa diperbaiki.

Stigma Masyarakat

Stigma di masyarakat tentang kesehatan jiwa juga menjadi PR besar, dimana kesulitan mengakses layanan kesehatan jiwa karena dihalang-halangi oleh stigma salah di masyarakat. Salah satu stigma misalnya mereka yang mengalami gangguan jiwa adalah orang-orang kurang iman, kurang sembahyang, terkena black magic atau itu hanya dalam pikiran orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) saja dan dalam kehidupan nyata tidak ada hal seperti yang dipikirkan.

Tentu saja anggapan dan stigma terkait kesehatan mental itu salah. Orang-orang yang mencari pertolongan terhadap gangguan yang dialami adalah hal yang sangat baik. Sementara, kesehatan jiwa sangat dipengaruhi juga oleh kesehatan otak kita. Ketika terjadi gangguan jiwa tentu saja ada gangguan di dalam keseimbangan otak kita.

Investasi oleh negara harus lebih banyak diarahkan dalam hal meningkatkan layanan kesehatan jiwa. Menurut saya, saat ini investasi negara sangat tidak mencukupi.  Sebagai bahan pertimbangan misalnya, obat untuk skizofrenia dalam bentuk suntikan berkala setiap sebulan sekali harganya hanyalah Rp 60.000 dan itu dalam aturan BPJS harus ditanggungkan di fasilitas kesehatan primer seperti Puskesmas atau praktik dokter umum.

Tetapi pada kenyataannya, sebagian besar Puskesmas tidak menyediakan ini, padahal Rp 60.000 per bulan itu setara dengan Rp 2000 per hari. Kalau untuk itu saja negara tidak berani berinvestasi, tentu saja cita-cita hari kesehatan jiwa sedunia tahun ini masih jauh dari harapan kita.

Sedangkan resikonya ketika seseorang misalnya mengalami gangguan jiwa berat atau skizofrenia dan tidak berobat secara rutin bisa menyebabkan penderitaan pada keluarga seperti kemiskinan dalam keluarga terjadi. Dan, biaya negara juga keluar untuk mengobati hal ini. Harus datang opname berulang-ulang,  belum lagi biaya transportasi dan biaya pengobatannya tentu jauh lebih mahal daripada ketika kita  mencegah kekambuhan mereka hanya dengan obat-obatnya sederhana, tetapi tersedia tingkat paling bawah.

Kelompok Dukungan

Hal lain, penting juga membentuk kelompok-kelompok dukungan sebaya entah itu di lingkungan sekolah atau di tempat kerja sehingga masalah psikologi apa pun segera bisa tertangani di unit terkecil.

Ini perlu segera menjadi sebuah gerakan di dalam masyarakat. Bisa juga diinisiasi misalnya di tingkat keluarga lewat PKK, sehingga paradigma mencegah gangguan kesehatan jiwa bisa juga lebih diutamakan.

Selain menangani kelompok masyarakat yang sudah memerlukan bantuan terapi kesehatan jiwa. Tentunya, guna mewujudkan kesehatan jiwa untuk semua juga harus diusahakan oleh semua orang. Adanya investasi dari negara, tenaga kesehatan yang mencukupi dan juga stigma masyarakat yang mulai memudar dengan bantuan tokoh-tokoh masyarakat dan agama.

Sehingga penanganan kesehatan jiwa bisa dilakukan secara holistik, terutama menghadapi musim pandemi dan resesi yang bisa datang secepatnya. Tentunya kita harus bisa mengantisipasi supaya kita semua senantiasa dalam keadaan mantap jiwa dan raga.

Mudah-mudahan kesehatan jiwa untuk semua orang dimanapun berada bisa segera terwujud. Kalau tidak, tentu saya khawatir masyarakat berpikir perayaan-perayaan terkait kesehatan jiwa tidak diperlukan lagi karena tidak mengubah keadaan. Semoga kita bisa menciptakan dunia yang lebih baik, ramah kesehatan jiwa bagi anak-anak dan cucu kita. Salam mantap jiwa.

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Surat Raja Buleleng ke Stamford Raffles —Menelusuri Perjalanan Ketut Jubeleng Budak Buleleng

Next Post

Laga Lanjutan Pilkada 2020

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

Psikiater di Klinik Utama Sudirman Medical Center (SMC) Denpasar, Founder Rumah Berdaya, Pegiat kesehatan jiwa di Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) simpul Bali dan Komunitas Teman Baik

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Bali dan Covid-19: Titik Balik Bali Untuk Masa Depan

Laga Lanjutan Pilkada 2020

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co