3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pengangguran dan Obrolan yang Tak Menyenangkan

Agus Wiratama by Agus Wiratama
August 28, 2020
in Esai
Sanggah Setengah Jadi dan Ritual yang Kembali Sederhana

Agus Wiratama || Ilustrasi tatkala.co || Nana Partha

Malam itu, Grudug membuat janji bertemu dengan teman-teman SMA-nya di sebuah angkringan. Di sana mereka berbicara tentang pandemi, tentang kegiatan yang lama di dalam rumah saja, bahkan pendapat mereka tentang pandemi dibicarakan hingga berbuih-buih. Tapi pembicaraan yang menampar Grudug membuat segala obrolan menjadi tak menarik baginya: dampak keuangan mereka.

Di antara riuh obrolan teman-temannya yang terus berlanjut, terasa lama sekali Grudug tidak berpendapat apa-apa, padahal sebelumnya dia yang paling banyak gembar gembor masalah pandemi itu. Rupa-rupanya, ia memaku wajah lesunya tanpa ada yang membeperhatikan. Obrolan mengenai dampak keuangan membuat ia teringat kembali dan menyesali ceramah yang pernah ia berikan pada adiknya. Mengapa ia menyesal?

Kala itu, adiknya selalu saja sibuk bermain HP. Dengan jahil, Grudug mengintip pekerjaan adiknya, “jangan-jangan ia melakukan hal yang aneh-aneh” pikir Grudug dengan harapan dapat menghindari adiknya dari kegiatan buruk. Setelah berhasil mencari celah di antara pintu kamar adiknya, terdengar suara teriak-teriak kecil. Grudug semakin penasaran. Hingga dia mengambil kursi untuk melihatnya dari lubang ventilasi. Ketahuanlah apa yang dilakukan adiknya.

Adiknya sedang berbaring di atas Kasur. Badannya setengah duduk. Di depannya ia memegang HP dengan miring dan headshet besar terpasang di telinganya. Ia sibuk bermain game. Grudug merasa kesal, pasalnya suara kecil itu sering terdengar, bahkan ketika Grudug begadang, suara teriakan kecil itu terdengar lebih jelas, membuatnya takut, dan terbayang hal aneh lainnya.

Langsung saja, pintu digedornya berkali-kali. Tak dijawab. Ia memukul lebih keras lagi. Berkali-kali, hingga adiknya terkejut. Dibukakanlah pintu itu, lalu dengan lugu adiknya bertanya, “Ada apa?” Tanpa basa-basi Grudug menarik tangan adiknya. Disuruhnya duduk dan menanggalkan headshet serta meletakkan HP.

Kali ini melanjutkan ingatan pun membuat Grudug geli sendiri. Menyesal. Ketika itu, ia menceramahi adiknya yang sibuk main game. Dengan gagah ia bahkan mencontoh dirinya, “Makanya tiru aku” katanya sambil menepuk dada.

Sebenarnya, apa yang Grudug ceramahi pada adiknya, tak dipahami sama sekali. Adiknya hanya manggut-manggut dengan memasang wajah kecut. Tapi, begitu mendapat kesempatan, adiknya langsung membalas, “Aku ngasilin uang dari game ini, kau mana? Minta uang aja kerjanya”.

Merasa tersinggung Grudug berusaha mengendalikannya, “Kalau masih sekolah dan mau kuliah, memang waktunya untuk minta uang, tugasmu belajar, baca buku yang banyak. Bukan main game melulu. Sekarang bisa menghasilkan dari game, tapi besok masih bisa? Nanti tamat, aku akan menghasilkan banyak uang, bukan dari game, tapi dari kecerdasanku!” katanya sambil mendongakkan dagu runcingnya.

“Aku memang gak sengaja dapat uang. Tapi aku bersenang-senang, eh, dapat uang. Emang kamu, senang-senang dengan buku tapi gak dapat uang,” tangkas adiknya.

Dalam hati, Grudug merasa semakin kesal. Kali ini ia tak bisa mengendalikan kesal itu, nada suaranya meninggi, “Berhenti main game, itu gak bagus,” Grudug diam sejenak. Hening. Kemudian dilanjutkan, “Pokoknya itu kegiatan jelek, gak ngasilin apa-apa”.

Obrolan bersama adiknya itu berlangsung tiga tahun lalu. Sialnya, pandemi tiba, adiknya makin sibuk main game. Tapi yang paling sial dari kejadian itu menurut Grudug adiknya semakin masif main game, uang semakin banyak. Sementara Grudug, masih sibuk memikirkan cara menghentikan adiknya main Game.

Berhari-hari, selalu ia menyempatkan diri berpikir bagaimana cara membuat adiknya berhenti kecanduan game. “Kalau memutus bayi kecanduan susu kan gampang, oleskan yang pahit-pahit ke susu ibunya, maka kebiasaan menyusu perlahan akan hilang. Tapi kalau kebiasaan game, apa yang bisa aku lakukan?” pikirnya, tanpa ketemu pemecahan.

Masih sibuk memikirkan itu, Grudug melewati hari-harinya sambil diam-diam menyelipkan buku di kamar adiknya. Hingga hari-hari di rumah saja berakhir, belum juga ketemu solusi untuk membuat “kecanduan” itu hilang. Sementara adiknya sendiri semakin serius main game dan mampu membeli beberapa alat yang harganya cukup mahal dari hasil main game. Katanya ia mau jadi youtuber game yang serius. Buku yang diselipi Grudug pun bertumpuk, berdebu di pojok kamar adiknya.

Grudug terkejut, tangan temannya menepuk bahunya. “Hee!” sapa temanya. Seperti baru bangun dari tidur, ia keranjingan menatap satu per satu wajah temannya yang Nampak kebingungan. Grudug berusaha mengingat, obrolan terakhir yang masih ia sadari.

Sambil menarik naps, ia merasa sedikit lega karena obrolan terakhir itu diingat tentang satu per satu teman-temannya dirumahkan oleh pihak tempatnya bekerja. Rata-rata mereka sudah bekerja setelah tamat kuliah, dan kini diberhentikan. Mereka semua kena dampak pandemi. Mereka menyesal memberanikan diri mencicil rumah, mencicil mobil, bahkan ada yang mencicil biaya nikah dan kini tertatih-tatih membayar cicilan itu.

Tapi, karena mereka adalah teman-teman SMA, jadi tak ada yang tahu banyak satu sama lain. Makanya, ketika itu pula temannya bertanya, “Kau kena dampak? Kok gak lesu kayak kami”

Dalam situasi yang belum kembali pulih dari lamunannya, Grudug tergesa-gesa menjawab, “Enggak, kan bapak-ibuku PNS!”

“Bukannya kau sudah tamat 3 tahun lalu?” sambar temannya dengan wajah kecut seperti es jeruk tanpa gula yang masih utuh tak ia minum.

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hindu yang Universal, Seperti Apa?

Next Post

Covid-19: Jawaban dari Pertanyaan-pertanyaan yang Sering Muncul di Tengah Masyarakat

Agus Wiratama

Agus Wiratama

Agus Wiratama adalah penulis, aktor, produser teater dan pertunjukan kelahiran 1995 yang aktif di Mulawali Performance Forum. Ia menjadi manajer program di Mulawali Institute, sebuah lembaga kajian, manajemen, dan produksi seni pertunjukan berbasis di Bali.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Covid-19: Jawaban dari Pertanyaan-pertanyaan yang Sering Muncul di Tengah Masyarakat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co