23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Teori Konspirasi, Selalu Asyik & Mendebarkan

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
June 19, 2020
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Kenapa begitu? Mungkin karena di sana ada kisah perselingkuhan, pengkhianatan atau tabir rahasia penuh intrik yang dapat tersingkap kapan saja. Selalu membangkitkan minat setiap orang yang sehat sel-sel otaknya dan terobsesi dengan kebenaran. Teori yang bermaksud mendudukkan persoalan pada fakta yang sesungguhnya, yang telah ditutupi dengan satu alur kisah yang seakan-akan benar dan nyata lalu tentu saja dipercaya oleh kebanyakan orang.

Konspirasi memang selalu beraroma bangkai dan coba dibeberkan kebusukannya dengan sebuah teori, teori konspirasi. Namun, seperti sebuah pistol revolver yang dapat melumpuhkan penjahat, ia pun sebaliknya dapat digunakan mencelakai kebenaran. Maka, sebuah teori konspirasi pun bisa saja dibangun justru untuk meruntuhkan kebenaran demi sebuah alur skenario bohong yang dapat mengacaukan kebenaran tersebut, lalu memberi keuntungan untuk seseorang, sindikat bahkan sebuah negara.

Kadang kala, teori konspirasi pun dilemparkan sekadar hanya untuk meramaikan hari kita yang semakin jenuh dalam dunia modern ini. Sebuah konspirasi yang coba dibongkar namun tak memberi dampak apapun kepada kita kemudian. Misalnya konspirasi soal kematian sang diktaktor Roma, Julius Caesar pada tanggal 15 Maret 44 SM. Sebuah teori konspirasi menyebutkan, pemimpin militer dan politikus Roma yang bernama lengkap Gaius Julius Caesar ini, telah membiarkan pembunuhan terhadap dirinya. Ini terjadi lantaran sang kaisar saat itu mengalami depresi yang berat akibat menderita penyakit kejang yang parah atau epilepsi lobus temporal. Ia diyakini sudah mendengar desas-desus tentang upaya pembunuhannya dan memutuskan untuk menerima saja nasib buruknya itu. Dengan membiarkan para senator membunuhnya, Caesar berhasil menghindari penurunan kemampuan akibat faktor usia, yang menurutnya sangat menyakitkan dan memalukan. Dengan cara itu juga, Caesar berhasil mengamankan tempatnya dalam sejarah sebagai seorang martir dan korban dari sebuah plot pengkhianatan yang besar. Ada beberapa teori konspirasi sejenis ini, seperti prasangka bahwa seniman besar sepanjang sejarah Leonardo da Vinci adalah seorang gay atau mahluk alien ikut terlibat dalam pembunuhan terhadap mantan presiden Amerika John F Kennedy. 

Dalam dunia fiksi, novelis tersohor Dan Brown menyodorkan sejumlah teori konspirasi yang telah menyihir pambacanya di seluruh dunia. Apalagi tanpa ragu-ragu, dengan berbagai teori-teori konspirasinya itu Brown telah menelanjangi keimanan kristiani, agama yang pernah ia anut. Kita yang sudah membaca kisah-kisah dalam sekian banyak novelnya akan sulit untuk tak percaya dengan alur konspirasi yang ia bangun sebab ia telah menyuguhkan begitu banyak data dan angka serta tokoh-tokoh yang riil ada, sesuai ruang dan waktu. Sebutlah setting terjadinya kisah-kisah tersebut seperti gedung Basilika Santo Petrus, di Vatikan, Roma atau Westmister Abbey, London dan Museum Louvre, Paris. Juga tokoh-tokoh yang diceritakan di dalamnya antara lain Yesus Kristus, Sir Issac Newton atau Dante Alighieri juga berbagai karya-karya seniman klasik yang menghiasi peristiwa-peristiwa dalam novelnya seperti lukisan Monalisa karya Leonardo da Vinci. Brown, tampaknya, di sini tak sekadar hendak menghibur penggemar cerita fiksi, terutama yang menyukai teori konspirasi, namun ia ingin mengajukan kritik terhadap iman kristiani yang baginya telah berdosa terhadap perkembangan sains dan teknologi. Maksud ini dengan sangat mudah kita tangkap dalam Angels and Demons, yang menceritakan aksi kelompok rahasia Illuminati yang melakukan serangan intelejen terhadap empat orang kardinal calon pemegang tahta Vatikan, Paus yang baru akan dipilih. Dan Brown, menulis pada novelnya bahwa gereja memang menentang ilmu pengetahuan, karena ilmu pengetahuan dapat membuat hilangnya keajaiban-keajaiban dari Tuhan. Dan kemudian Illuminati menyerang gereja, sebagai balasan atas kematian ilmuwan-ilmuwan mereka yang telah dibunuh karena kecerdasannya.

Teori konspirasi yang sepertinya laten berkelindan dengan insting kecerdasan manusia Indonesia adalah peristiwa G30S PKI yang masih menyimpan misteri hingga hari ini. Meskipun secara resmi pemerintah RI di bawah kekuasaan otoriter Soeharto menyebutkan dalang peristiwa hitam tersebuat adalah Partai Komunis Indonesia, yang juga menyudutkan Soekarno pada sisi penuh noda, namun berbagai teori konspirasi yang berseliweran meyakini peristiwa tersebut justru diorganisasi oleh pemerintah Amerika Serikat melalui CIA. Tentu saja Soeharto mengetahui hal ini. Ini cukup mudah dipahami mengingat sikap keras presiden pertama Indonesia terhadap Amerika Serikat dan sebaliknya pada saat yang sama mengusung poros Jakarta-Peking. Hal ini cukup menggelisahkan Amerika Serikat yang pada saat itu sedang aktif mencari pendukung menghadapai faham komunis yang makin menguat dan musuhnya sebagai negara super power,Uni Soviet. Di sini, teori konspirasi sesungguhnya dapat menjadi api pemantik generasi saat ini bersama penguasa untuk mengungkapkan peristiwa yang sesungguhnya. Jika tidak, maka sejarah pada akhirnya hanyalah imajinasi penguasa yang terus-menerus dijejalkan pada otak kita sebagai produk propaganda.

Saat ini, keseharian kita kembali diramaikan oleh berbagai perdebatan terkait teori konspirasi yang dipicu oleh pandemi Covid-19. Wabah virus Corona ini telah menulari 7 juta penduduk dunia dan meminta setengah juta nyawa penderitanya. Tuduhan diarahkan kepada jutawan dan pendiri Microsoft, Bill Gates sebagai orang yang bertanggung jawab terjadinya prahara mengerikan ini. Ini lantaran pernyataannya sekitar tahun 2015 yang mengatakan dunia tak pernah menyiapkan diri dengan baik untuk menghadapai wabah mematikan yang bisa saja terjadi setiap saat. Ia pun menyampaikan kesanggupannya untuk berdonasi sebesar US$ 250 juta. Meskipun ia telah menjelaskan ini merujuk pada kasus wabah Ebola, namun sejumlah kalangan yang tertarik dengan teori konspirasi terlanjur asik menyeret-nyeret Gates memang terlibat dalam merekayasa wabah ini untuk meraup keuntungan kelak dalam penjualan vaksin. Tak ketinggalan salah seorang selebriti asal Bali, musisi JRX, drummer band punk kawakan SID, meyakini betul konspirasi ini. Maka ramailah media tanah air, terutama media sosial dalam masyarakat Bali, membahas polemik yang dipicu oleh teori konspirasi ini, terutama antara JRX dengan insan medis yang merasa terusik saat mereka berjibaku melawan wabah yang masih terus merebak ini. Bahkan infonya, wadah profesi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Bali telah menempuh jalur hukum.

Sebuah teori, ketimbang sebagai seni, ia jauh lebih dekat dengan sains, maka dibutuhkan elemen-elemen ilmiah dan faktual untuk membangunnya. Teori konspirasi pun mestinya demikian. Apapun istilahnya, sebuah teori hendaknya dapat menjelaskan segala fenomena yang masih berkabut menjadi lebih terang. Sebab meskipun setiap orang punya perspektifnya sendiri, namun hanya ada satu peristiwa faktual. Artinya, hanya ada satu kebenaran dari beberapa perspektif ini, satu, Bill Gates merekayasa pandemi Covid, kedua Bill Gates tidak merekayasa pandemi Covid-19. Tentu setiap orang yang ingin mengajukan salah satu teori tersebut wajib menyajikan data-data faktual dan teruji agar kemudian publik mau bersepakat untuk menyetujui teorinya. Sebuah teori bukanlah sebuah karya seni atau satra yang memiliki seribu wajah dan semuanya dapat terlihat indah dan cantik. Maka tetaplah berada dalam dunia seni dan satra untuk menjelajahi kemerdekaan dan menyadari di sana tak ada yang salah dan benar. [T]

Tags: covid 19ilmuPengetahuanteori konspirasi
Share80TweetSendShareSend
Previous Post

IGB Sugriwa, Pengalir Mata Air Sastra ke Berbagai Telaga Zaman

Next Post

Kapan Nikah, Kapan Punya Momongan, dan Pertanyaan Tiada Akhir

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Kapan Nikah, Kapan Punya Momongan, dan Pertanyaan Tiada Akhir

Kapan Nikah, Kapan Punya Momongan, dan Pertanyaan Tiada Akhir

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co