3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Teori Konspirasi, Selalu Asyik & Mendebarkan

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
June 19, 2020
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Kenapa begitu? Mungkin karena di sana ada kisah perselingkuhan, pengkhianatan atau tabir rahasia penuh intrik yang dapat tersingkap kapan saja. Selalu membangkitkan minat setiap orang yang sehat sel-sel otaknya dan terobsesi dengan kebenaran. Teori yang bermaksud mendudukkan persoalan pada fakta yang sesungguhnya, yang telah ditutupi dengan satu alur kisah yang seakan-akan benar dan nyata lalu tentu saja dipercaya oleh kebanyakan orang.

Konspirasi memang selalu beraroma bangkai dan coba dibeberkan kebusukannya dengan sebuah teori, teori konspirasi. Namun, seperti sebuah pistol revolver yang dapat melumpuhkan penjahat, ia pun sebaliknya dapat digunakan mencelakai kebenaran. Maka, sebuah teori konspirasi pun bisa saja dibangun justru untuk meruntuhkan kebenaran demi sebuah alur skenario bohong yang dapat mengacaukan kebenaran tersebut, lalu memberi keuntungan untuk seseorang, sindikat bahkan sebuah negara.

Kadang kala, teori konspirasi pun dilemparkan sekadar hanya untuk meramaikan hari kita yang semakin jenuh dalam dunia modern ini. Sebuah konspirasi yang coba dibongkar namun tak memberi dampak apapun kepada kita kemudian. Misalnya konspirasi soal kematian sang diktaktor Roma, Julius Caesar pada tanggal 15 Maret 44 SM. Sebuah teori konspirasi menyebutkan, pemimpin militer dan politikus Roma yang bernama lengkap Gaius Julius Caesar ini, telah membiarkan pembunuhan terhadap dirinya. Ini terjadi lantaran sang kaisar saat itu mengalami depresi yang berat akibat menderita penyakit kejang yang parah atau epilepsi lobus temporal. Ia diyakini sudah mendengar desas-desus tentang upaya pembunuhannya dan memutuskan untuk menerima saja nasib buruknya itu. Dengan membiarkan para senator membunuhnya, Caesar berhasil menghindari penurunan kemampuan akibat faktor usia, yang menurutnya sangat menyakitkan dan memalukan. Dengan cara itu juga, Caesar berhasil mengamankan tempatnya dalam sejarah sebagai seorang martir dan korban dari sebuah plot pengkhianatan yang besar. Ada beberapa teori konspirasi sejenis ini, seperti prasangka bahwa seniman besar sepanjang sejarah Leonardo da Vinci adalah seorang gay atau mahluk alien ikut terlibat dalam pembunuhan terhadap mantan presiden Amerika John F Kennedy. 

Dalam dunia fiksi, novelis tersohor Dan Brown menyodorkan sejumlah teori konspirasi yang telah menyihir pambacanya di seluruh dunia. Apalagi tanpa ragu-ragu, dengan berbagai teori-teori konspirasinya itu Brown telah menelanjangi keimanan kristiani, agama yang pernah ia anut. Kita yang sudah membaca kisah-kisah dalam sekian banyak novelnya akan sulit untuk tak percaya dengan alur konspirasi yang ia bangun sebab ia telah menyuguhkan begitu banyak data dan angka serta tokoh-tokoh yang riil ada, sesuai ruang dan waktu. Sebutlah setting terjadinya kisah-kisah tersebut seperti gedung Basilika Santo Petrus, di Vatikan, Roma atau Westmister Abbey, London dan Museum Louvre, Paris. Juga tokoh-tokoh yang diceritakan di dalamnya antara lain Yesus Kristus, Sir Issac Newton atau Dante Alighieri juga berbagai karya-karya seniman klasik yang menghiasi peristiwa-peristiwa dalam novelnya seperti lukisan Monalisa karya Leonardo da Vinci. Brown, tampaknya, di sini tak sekadar hendak menghibur penggemar cerita fiksi, terutama yang menyukai teori konspirasi, namun ia ingin mengajukan kritik terhadap iman kristiani yang baginya telah berdosa terhadap perkembangan sains dan teknologi. Maksud ini dengan sangat mudah kita tangkap dalam Angels and Demons, yang menceritakan aksi kelompok rahasia Illuminati yang melakukan serangan intelejen terhadap empat orang kardinal calon pemegang tahta Vatikan, Paus yang baru akan dipilih. Dan Brown, menulis pada novelnya bahwa gereja memang menentang ilmu pengetahuan, karena ilmu pengetahuan dapat membuat hilangnya keajaiban-keajaiban dari Tuhan. Dan kemudian Illuminati menyerang gereja, sebagai balasan atas kematian ilmuwan-ilmuwan mereka yang telah dibunuh karena kecerdasannya.

Teori konspirasi yang sepertinya laten berkelindan dengan insting kecerdasan manusia Indonesia adalah peristiwa G30S PKI yang masih menyimpan misteri hingga hari ini. Meskipun secara resmi pemerintah RI di bawah kekuasaan otoriter Soeharto menyebutkan dalang peristiwa hitam tersebuat adalah Partai Komunis Indonesia, yang juga menyudutkan Soekarno pada sisi penuh noda, namun berbagai teori konspirasi yang berseliweran meyakini peristiwa tersebut justru diorganisasi oleh pemerintah Amerika Serikat melalui CIA. Tentu saja Soeharto mengetahui hal ini. Ini cukup mudah dipahami mengingat sikap keras presiden pertama Indonesia terhadap Amerika Serikat dan sebaliknya pada saat yang sama mengusung poros Jakarta-Peking. Hal ini cukup menggelisahkan Amerika Serikat yang pada saat itu sedang aktif mencari pendukung menghadapai faham komunis yang makin menguat dan musuhnya sebagai negara super power,Uni Soviet. Di sini, teori konspirasi sesungguhnya dapat menjadi api pemantik generasi saat ini bersama penguasa untuk mengungkapkan peristiwa yang sesungguhnya. Jika tidak, maka sejarah pada akhirnya hanyalah imajinasi penguasa yang terus-menerus dijejalkan pada otak kita sebagai produk propaganda.

Saat ini, keseharian kita kembali diramaikan oleh berbagai perdebatan terkait teori konspirasi yang dipicu oleh pandemi Covid-19. Wabah virus Corona ini telah menulari 7 juta penduduk dunia dan meminta setengah juta nyawa penderitanya. Tuduhan diarahkan kepada jutawan dan pendiri Microsoft, Bill Gates sebagai orang yang bertanggung jawab terjadinya prahara mengerikan ini. Ini lantaran pernyataannya sekitar tahun 2015 yang mengatakan dunia tak pernah menyiapkan diri dengan baik untuk menghadapai wabah mematikan yang bisa saja terjadi setiap saat. Ia pun menyampaikan kesanggupannya untuk berdonasi sebesar US$ 250 juta. Meskipun ia telah menjelaskan ini merujuk pada kasus wabah Ebola, namun sejumlah kalangan yang tertarik dengan teori konspirasi terlanjur asik menyeret-nyeret Gates memang terlibat dalam merekayasa wabah ini untuk meraup keuntungan kelak dalam penjualan vaksin. Tak ketinggalan salah seorang selebriti asal Bali, musisi JRX, drummer band punk kawakan SID, meyakini betul konspirasi ini. Maka ramailah media tanah air, terutama media sosial dalam masyarakat Bali, membahas polemik yang dipicu oleh teori konspirasi ini, terutama antara JRX dengan insan medis yang merasa terusik saat mereka berjibaku melawan wabah yang masih terus merebak ini. Bahkan infonya, wadah profesi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Bali telah menempuh jalur hukum.

Sebuah teori, ketimbang sebagai seni, ia jauh lebih dekat dengan sains, maka dibutuhkan elemen-elemen ilmiah dan faktual untuk membangunnya. Teori konspirasi pun mestinya demikian. Apapun istilahnya, sebuah teori hendaknya dapat menjelaskan segala fenomena yang masih berkabut menjadi lebih terang. Sebab meskipun setiap orang punya perspektifnya sendiri, namun hanya ada satu peristiwa faktual. Artinya, hanya ada satu kebenaran dari beberapa perspektif ini, satu, Bill Gates merekayasa pandemi Covid, kedua Bill Gates tidak merekayasa pandemi Covid-19. Tentu setiap orang yang ingin mengajukan salah satu teori tersebut wajib menyajikan data-data faktual dan teruji agar kemudian publik mau bersepakat untuk menyetujui teorinya. Sebuah teori bukanlah sebuah karya seni atau satra yang memiliki seribu wajah dan semuanya dapat terlihat indah dan cantik. Maka tetaplah berada dalam dunia seni dan satra untuk menjelajahi kemerdekaan dan menyadari di sana tak ada yang salah dan benar. [T]

Tags: covid 19ilmuPengetahuanteori konspirasi
Share80TweetSendShareSend
Previous Post

IGB Sugriwa, Pengalir Mata Air Sastra ke Berbagai Telaga Zaman

Next Post

Kapan Nikah, Kapan Punya Momongan, dan Pertanyaan Tiada Akhir

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Kapan Nikah, Kapan Punya Momongan, dan Pertanyaan Tiada Akhir

Kapan Nikah, Kapan Punya Momongan, dan Pertanyaan Tiada Akhir

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co