24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Teori Konspirasi, Selalu Asyik & Mendebarkan

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
June 19, 2020
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Kenapa begitu? Mungkin karena di sana ada kisah perselingkuhan, pengkhianatan atau tabir rahasia penuh intrik yang dapat tersingkap kapan saja. Selalu membangkitkan minat setiap orang yang sehat sel-sel otaknya dan terobsesi dengan kebenaran. Teori yang bermaksud mendudukkan persoalan pada fakta yang sesungguhnya, yang telah ditutupi dengan satu alur kisah yang seakan-akan benar dan nyata lalu tentu saja dipercaya oleh kebanyakan orang.

Konspirasi memang selalu beraroma bangkai dan coba dibeberkan kebusukannya dengan sebuah teori, teori konspirasi. Namun, seperti sebuah pistol revolver yang dapat melumpuhkan penjahat, ia pun sebaliknya dapat digunakan mencelakai kebenaran. Maka, sebuah teori konspirasi pun bisa saja dibangun justru untuk meruntuhkan kebenaran demi sebuah alur skenario bohong yang dapat mengacaukan kebenaran tersebut, lalu memberi keuntungan untuk seseorang, sindikat bahkan sebuah negara.

Kadang kala, teori konspirasi pun dilemparkan sekadar hanya untuk meramaikan hari kita yang semakin jenuh dalam dunia modern ini. Sebuah konspirasi yang coba dibongkar namun tak memberi dampak apapun kepada kita kemudian. Misalnya konspirasi soal kematian sang diktaktor Roma, Julius Caesar pada tanggal 15 Maret 44 SM. Sebuah teori konspirasi menyebutkan, pemimpin militer dan politikus Roma yang bernama lengkap Gaius Julius Caesar ini, telah membiarkan pembunuhan terhadap dirinya. Ini terjadi lantaran sang kaisar saat itu mengalami depresi yang berat akibat menderita penyakit kejang yang parah atau epilepsi lobus temporal. Ia diyakini sudah mendengar desas-desus tentang upaya pembunuhannya dan memutuskan untuk menerima saja nasib buruknya itu. Dengan membiarkan para senator membunuhnya, Caesar berhasil menghindari penurunan kemampuan akibat faktor usia, yang menurutnya sangat menyakitkan dan memalukan. Dengan cara itu juga, Caesar berhasil mengamankan tempatnya dalam sejarah sebagai seorang martir dan korban dari sebuah plot pengkhianatan yang besar. Ada beberapa teori konspirasi sejenis ini, seperti prasangka bahwa seniman besar sepanjang sejarah Leonardo da Vinci adalah seorang gay atau mahluk alien ikut terlibat dalam pembunuhan terhadap mantan presiden Amerika John F Kennedy. 

Dalam dunia fiksi, novelis tersohor Dan Brown menyodorkan sejumlah teori konspirasi yang telah menyihir pambacanya di seluruh dunia. Apalagi tanpa ragu-ragu, dengan berbagai teori-teori konspirasinya itu Brown telah menelanjangi keimanan kristiani, agama yang pernah ia anut. Kita yang sudah membaca kisah-kisah dalam sekian banyak novelnya akan sulit untuk tak percaya dengan alur konspirasi yang ia bangun sebab ia telah menyuguhkan begitu banyak data dan angka serta tokoh-tokoh yang riil ada, sesuai ruang dan waktu. Sebutlah setting terjadinya kisah-kisah tersebut seperti gedung Basilika Santo Petrus, di Vatikan, Roma atau Westmister Abbey, London dan Museum Louvre, Paris. Juga tokoh-tokoh yang diceritakan di dalamnya antara lain Yesus Kristus, Sir Issac Newton atau Dante Alighieri juga berbagai karya-karya seniman klasik yang menghiasi peristiwa-peristiwa dalam novelnya seperti lukisan Monalisa karya Leonardo da Vinci. Brown, tampaknya, di sini tak sekadar hendak menghibur penggemar cerita fiksi, terutama yang menyukai teori konspirasi, namun ia ingin mengajukan kritik terhadap iman kristiani yang baginya telah berdosa terhadap perkembangan sains dan teknologi. Maksud ini dengan sangat mudah kita tangkap dalam Angels and Demons, yang menceritakan aksi kelompok rahasia Illuminati yang melakukan serangan intelejen terhadap empat orang kardinal calon pemegang tahta Vatikan, Paus yang baru akan dipilih. Dan Brown, menulis pada novelnya bahwa gereja memang menentang ilmu pengetahuan, karena ilmu pengetahuan dapat membuat hilangnya keajaiban-keajaiban dari Tuhan. Dan kemudian Illuminati menyerang gereja, sebagai balasan atas kematian ilmuwan-ilmuwan mereka yang telah dibunuh karena kecerdasannya.

Teori konspirasi yang sepertinya laten berkelindan dengan insting kecerdasan manusia Indonesia adalah peristiwa G30S PKI yang masih menyimpan misteri hingga hari ini. Meskipun secara resmi pemerintah RI di bawah kekuasaan otoriter Soeharto menyebutkan dalang peristiwa hitam tersebuat adalah Partai Komunis Indonesia, yang juga menyudutkan Soekarno pada sisi penuh noda, namun berbagai teori konspirasi yang berseliweran meyakini peristiwa tersebut justru diorganisasi oleh pemerintah Amerika Serikat melalui CIA. Tentu saja Soeharto mengetahui hal ini. Ini cukup mudah dipahami mengingat sikap keras presiden pertama Indonesia terhadap Amerika Serikat dan sebaliknya pada saat yang sama mengusung poros Jakarta-Peking. Hal ini cukup menggelisahkan Amerika Serikat yang pada saat itu sedang aktif mencari pendukung menghadapai faham komunis yang makin menguat dan musuhnya sebagai negara super power,Uni Soviet. Di sini, teori konspirasi sesungguhnya dapat menjadi api pemantik generasi saat ini bersama penguasa untuk mengungkapkan peristiwa yang sesungguhnya. Jika tidak, maka sejarah pada akhirnya hanyalah imajinasi penguasa yang terus-menerus dijejalkan pada otak kita sebagai produk propaganda.

Saat ini, keseharian kita kembali diramaikan oleh berbagai perdebatan terkait teori konspirasi yang dipicu oleh pandemi Covid-19. Wabah virus Corona ini telah menulari 7 juta penduduk dunia dan meminta setengah juta nyawa penderitanya. Tuduhan diarahkan kepada jutawan dan pendiri Microsoft, Bill Gates sebagai orang yang bertanggung jawab terjadinya prahara mengerikan ini. Ini lantaran pernyataannya sekitar tahun 2015 yang mengatakan dunia tak pernah menyiapkan diri dengan baik untuk menghadapai wabah mematikan yang bisa saja terjadi setiap saat. Ia pun menyampaikan kesanggupannya untuk berdonasi sebesar US$ 250 juta. Meskipun ia telah menjelaskan ini merujuk pada kasus wabah Ebola, namun sejumlah kalangan yang tertarik dengan teori konspirasi terlanjur asik menyeret-nyeret Gates memang terlibat dalam merekayasa wabah ini untuk meraup keuntungan kelak dalam penjualan vaksin. Tak ketinggalan salah seorang selebriti asal Bali, musisi JRX, drummer band punk kawakan SID, meyakini betul konspirasi ini. Maka ramailah media tanah air, terutama media sosial dalam masyarakat Bali, membahas polemik yang dipicu oleh teori konspirasi ini, terutama antara JRX dengan insan medis yang merasa terusik saat mereka berjibaku melawan wabah yang masih terus merebak ini. Bahkan infonya, wadah profesi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Bali telah menempuh jalur hukum.

Sebuah teori, ketimbang sebagai seni, ia jauh lebih dekat dengan sains, maka dibutuhkan elemen-elemen ilmiah dan faktual untuk membangunnya. Teori konspirasi pun mestinya demikian. Apapun istilahnya, sebuah teori hendaknya dapat menjelaskan segala fenomena yang masih berkabut menjadi lebih terang. Sebab meskipun setiap orang punya perspektifnya sendiri, namun hanya ada satu peristiwa faktual. Artinya, hanya ada satu kebenaran dari beberapa perspektif ini, satu, Bill Gates merekayasa pandemi Covid, kedua Bill Gates tidak merekayasa pandemi Covid-19. Tentu setiap orang yang ingin mengajukan salah satu teori tersebut wajib menyajikan data-data faktual dan teruji agar kemudian publik mau bersepakat untuk menyetujui teorinya. Sebuah teori bukanlah sebuah karya seni atau satra yang memiliki seribu wajah dan semuanya dapat terlihat indah dan cantik. Maka tetaplah berada dalam dunia seni dan satra untuk menjelajahi kemerdekaan dan menyadari di sana tak ada yang salah dan benar. [T]

Tags: covid 19ilmuPengetahuanteori konspirasi
Share80TweetSendShareSend
Previous Post

IGB Sugriwa, Pengalir Mata Air Sastra ke Berbagai Telaga Zaman

Next Post

Kapan Nikah, Kapan Punya Momongan, dan Pertanyaan Tiada Akhir

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Kapan Nikah, Kapan Punya Momongan, dan Pertanyaan Tiada Akhir

Kapan Nikah, Kapan Punya Momongan, dan Pertanyaan Tiada Akhir

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co