25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Covid-19 dalam Alam Pikir Religi Nusantara – Catatan Harian Sugi Lanus

Sugi Lanus by Sugi Lanus
April 20, 2020
in Esai
Covid-19 dalam Alam Pikir Religi Nusantara – Catatan Harian Sugi Lanus

ILustrasi tatkala.co / Nana Partha

Ketika mara-bahaya agung melanda — tsunami, meteor jatuh, letusan mahadasyat gunung, atau Covid-19 — leluhur Nusantara punya jawaban puncak: Sang Hyang Jāti-Karuṇā di balik semuanya.

Apakah Sang Hyang Jāti-Karuṇā?

Jāti adalah “kesejatian hakiki”. Karuṇā adalah “welas-asih universal”.

“Sang Hyang Jāti-Karuṇā” adalah titik temu tertinggi ajaran religi Śiwa-Buddha dan religi-religi Nusantara mengenai konsep alam semesta, sebuah nama untuk Kekuatan Tiada Terhingga yang menggerakan alam semesta beserta isinya, dari dalam dan dari luar.

Sang Hyang Jāti-Karuṇā adalah “the universal force of love”, tenaga welas-asih universal.

Kenapa bencana terkait dengan “the universal force of love”?

Jāti-Karuṇā adalah kekuatan yang menyusupi dan melingkupi semua alam semesta, sekaligus mengerakkan fenomena yang beroperasi di alam semesta.

Jāti-Karuṇā wibawanya menembus dan menyusup kulit, tulang sumsum, detak jantung, pikiran, getar hati, serta melampaui alam sadar dan ketaksadaran manusia. — muṅguh pwa sira niṅ śarīra, siṅ jro niṅ pusuh pusuh, pinakasthānanira.

Rasa cinta, welas-asih, yang ada dalam diri manusia adalah partikel-partikel yang bisa diamati atau wujud kehadiran yang bisa dirasakan oleh manusia atas keberadaan Sang Hyang Jāti-Karuṇā.

Manusia merasakan cinta yang personal, cinta keluarga, welas-asih sesama; ini adalah bentuk-bentuk kekuatan Sang Hyang Jāti-Karuṇā yang hadir dalam diri manusia; ini menjadi pengatur relasi atau hubungan dengan sesama; ini menjadi “magnet dan gravitasi” yang mengatur relasi manusia secara universal.

Kalau lebih jauh “diturunkan” Jāti-Karuṇā hadir dalam kehidupan kita dalam bentuk karuṇā, lalu menjadi “cinta” yang menggebu — tresna-asih. Bencana di tataran hubungan antara manusia sering muncul oleh “maya” atau ilusi dari karuṇā ini. Jika tidak bisa dikendalikan, bisa terjadi akar keretakan antar manusia. Jika kuatan “cinta” terbuka di hati manusia, dan tidak terkendali, manusia akan mengalami dan merasa rasa ditolak, diam-diam merasa kehilangan harapan dan sakit hati, ini menjadi mara-bencana bagi yang mengalaminya. Stress dan rontok daya hidupnya, trauma seumur hidup, dan seterusnya.

Jika ilusi dari kekuatan Jāti-Karuṇā tidak terkendali, berubah menjadi marabahaya; membara menjadi api amarah dan kebencian. Ada banyak kisah cinta berujung kematian dan perang — disulut oleh energi “maya” Jāti-Karuṇā. Ini bukan kesejatian karuṇā, tapi ilusinya. Sepanjang masih terkendali tidak akan bertentangan dengan jalinan relasi kemanusiaan kita, tapi kalau tidak terkendali akan berbalik menjadi marabahaya antar manusia.

Jika “maya” ini bergerak liar di hati manusia, tidak terkendali, maka meluber menjadi api benci, dstnya. Demikian juga di balik semua fenomena alam tsunami, meteor jatuh, letusan mahadasyat gunung, atau Covid-19, ada Sang Hyang Jāti-Karuṇā. Energi mahadasyat Jāti-Karuṇā yang mengerakkan putaran kosmik, oleh sesuatu dan lain hal, bisa meluber menjadi tidak sepenuhnya terkendali.

Jāti-Karuṇā bekerja mengikat akar pohon-pohon dengan air dan tanah. Ketika pohon-pohon ditebangi dan hutan digundulkan, energi Jāti-Karuṇā lepas dan tidak terkendali. Maka terjadilah banjir bandang, longsor dan runtuhnya perbukitan.

Seperti banjir bandang akibat lepas dan tidak terkendalinya energi yang mengikat pohon, tanah, air dan perbukitan, demikianlah gelombang kegaduhan antar manusia, kebencian yang menguasai dunia, dan tipisnya welas-asih antar manusia, semuanya bergema ke langit, laut, udara, tanah, dan semua partikel alam sekitar kita. Semakin besar gelombang kebencian dan kegaduhan antar manusia, semakin tidak terkendali energi Jāti-Karuṇā yang bekerja menjaga harmoni alam sekitar kita.

Dalam manuskrip-manuskrip kuno disebutkan: Kebencian diri yang ditahan akan mengendap menyebabkan seseorang jatuh sakit; kebencian antar sesama yang bertumpuk dan terus berlipat bergelombang menyebabkan muncul bermacam penyakit menular dan wabah, serta bencana.

Jika kita bersikap berseberangan dengan hakikat Jāti-Karuṇā — welas-asih yang hakiki tanpa batas — maka ia akan berpantul mengingatkan kita dengan gelombang mara-bahaya. Jika kita bekerja selaras dengannya, maka ia akan mendukung sepenuh perjalanan damai umat manusia.

Ajaran Sang Hyang Jāti-Karuṇā mengatakan bahwa tindakan kebajikan dan perbuatan welas-asih adalah generator energi untuk menyembuhkan dunia. Jika kebajikan dan welas asih universal terus diputar oleh semua manusia, maka energi karuṇā akan berlipat dan bekerja di alam raya selaras dengan energi magnet (tarik-menarik), cahaya (terang), gravitasi (keseimbangan) — harmonilah alam raya.

Dengan memahami prinsip ajaran Jāti-Karuṇā manusia akan dapat “mengendalikan” kekuatan alam semesta untuk mendukung kehidupan di dunia yang damai penuh welas-asih.

Ajaran Jāti-Karuṇā bukan hanya pedoman untuk bertahan hidup dalam harmoni, tapi juga pegangan untuk menemukan makna terdalam dari kehidupan dan penciptaan kosmik. Sanghyang Jāti-Karuṇā adalah jawaban puncak atas semua misteri kehidupan karena ia adalah intisari kehidupan.

Setiap manusia adalah generator cinta universal dan welas-asih — Karuṇā, Jāti-Karuṇā, Sanghyang Jāti-Karuṇā. Jika tidak diputar maka ia akan berkarat dan menjadi residu yang otomatis menimbulkan malas gerak, berat hati, cepat tersinggung, benci hati, dan mudah sakit hati. Jika diputar generator welas-asih, hati manusia akan lapang — terjadi proses penyucian dan pemurnian berkerja diam-diam dalam diri manusia.

Dengan memutar generator welas-asih yang ada di dalam diri kita masing-masing, kita terlibat dan turut serta bekerja memperbesar gelombang kebajikan Jāti-Karuṇā. Sekecil apapun putaran welas-asih, sesuai dharma masing-masing, akan berkontribusi memperbesar gelombang energi kebajikan Jāti-Karuṇā di sekitar kita, sumber harmoni manusia dan alam semesta. [T]

Catatan Harian Sugi Lanus, 20 April 2020

*Catatan ini adalah “resume” kecil atas pembacaan kitab Kalpabuddha dan Jñānasiddhânta, dua kitab kuno religi Nusantara, yang menyebutkan intisari terdalam dari kehidupan adalah Sang Hyang Buddha-jāti-Karuṇā dan Sang Hyang Siwa-jāti-Karuṇā.

Tags: covid 19NusantaraSugi Lanus
Share13TweetSendShareSend
Previous Post

Mendukung Pendirian Stiti Loka LPD Bali

Next Post

Bagaimana Jika Akhirnya Kita Terbiasa dengan Situasi ini? – [Renungan di Masa Pandemi]

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Bagaimana Jika Akhirnya Kita Terbiasa dengan Situasi ini? – [Renungan di Masa Pandemi]

Bagaimana Jika Akhirnya Kita Terbiasa dengan Situasi ini? – [Renungan di Masa Pandemi]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co