4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Covid-19 dalam Alam Pikir Religi Nusantara – Catatan Harian Sugi Lanus

Sugi Lanus by Sugi Lanus
April 20, 2020
in Esai
Covid-19 dalam Alam Pikir Religi Nusantara – Catatan Harian Sugi Lanus

ILustrasi tatkala.co / Nana Partha

Ketika mara-bahaya agung melanda — tsunami, meteor jatuh, letusan mahadasyat gunung, atau Covid-19 — leluhur Nusantara punya jawaban puncak: Sang Hyang Jāti-Karuṇā di balik semuanya.

Apakah Sang Hyang Jāti-Karuṇā?

Jāti adalah “kesejatian hakiki”. Karuṇā adalah “welas-asih universal”.

“Sang Hyang Jāti-Karuṇā” adalah titik temu tertinggi ajaran religi Śiwa-Buddha dan religi-religi Nusantara mengenai konsep alam semesta, sebuah nama untuk Kekuatan Tiada Terhingga yang menggerakan alam semesta beserta isinya, dari dalam dan dari luar.

Sang Hyang Jāti-Karuṇā adalah “the universal force of love”, tenaga welas-asih universal.

Kenapa bencana terkait dengan “the universal force of love”?

Jāti-Karuṇā adalah kekuatan yang menyusupi dan melingkupi semua alam semesta, sekaligus mengerakkan fenomena yang beroperasi di alam semesta.

Jāti-Karuṇā wibawanya menembus dan menyusup kulit, tulang sumsum, detak jantung, pikiran, getar hati, serta melampaui alam sadar dan ketaksadaran manusia. — muṅguh pwa sira niṅ śarīra, siṅ jro niṅ pusuh pusuh, pinakasthānanira.

Rasa cinta, welas-asih, yang ada dalam diri manusia adalah partikel-partikel yang bisa diamati atau wujud kehadiran yang bisa dirasakan oleh manusia atas keberadaan Sang Hyang Jāti-Karuṇā.

Manusia merasakan cinta yang personal, cinta keluarga, welas-asih sesama; ini adalah bentuk-bentuk kekuatan Sang Hyang Jāti-Karuṇā yang hadir dalam diri manusia; ini menjadi pengatur relasi atau hubungan dengan sesama; ini menjadi “magnet dan gravitasi” yang mengatur relasi manusia secara universal.

Kalau lebih jauh “diturunkan” Jāti-Karuṇā hadir dalam kehidupan kita dalam bentuk karuṇā, lalu menjadi “cinta” yang menggebu — tresna-asih. Bencana di tataran hubungan antara manusia sering muncul oleh “maya” atau ilusi dari karuṇā ini. Jika tidak bisa dikendalikan, bisa terjadi akar keretakan antar manusia. Jika kuatan “cinta” terbuka di hati manusia, dan tidak terkendali, manusia akan mengalami dan merasa rasa ditolak, diam-diam merasa kehilangan harapan dan sakit hati, ini menjadi mara-bencana bagi yang mengalaminya. Stress dan rontok daya hidupnya, trauma seumur hidup, dan seterusnya.

Jika ilusi dari kekuatan Jāti-Karuṇā tidak terkendali, berubah menjadi marabahaya; membara menjadi api amarah dan kebencian. Ada banyak kisah cinta berujung kematian dan perang — disulut oleh energi “maya” Jāti-Karuṇā. Ini bukan kesejatian karuṇā, tapi ilusinya. Sepanjang masih terkendali tidak akan bertentangan dengan jalinan relasi kemanusiaan kita, tapi kalau tidak terkendali akan berbalik menjadi marabahaya antar manusia.

Jika “maya” ini bergerak liar di hati manusia, tidak terkendali, maka meluber menjadi api benci, dstnya. Demikian juga di balik semua fenomena alam tsunami, meteor jatuh, letusan mahadasyat gunung, atau Covid-19, ada Sang Hyang Jāti-Karuṇā. Energi mahadasyat Jāti-Karuṇā yang mengerakkan putaran kosmik, oleh sesuatu dan lain hal, bisa meluber menjadi tidak sepenuhnya terkendali.

Jāti-Karuṇā bekerja mengikat akar pohon-pohon dengan air dan tanah. Ketika pohon-pohon ditebangi dan hutan digundulkan, energi Jāti-Karuṇā lepas dan tidak terkendali. Maka terjadilah banjir bandang, longsor dan runtuhnya perbukitan.

Seperti banjir bandang akibat lepas dan tidak terkendalinya energi yang mengikat pohon, tanah, air dan perbukitan, demikianlah gelombang kegaduhan antar manusia, kebencian yang menguasai dunia, dan tipisnya welas-asih antar manusia, semuanya bergema ke langit, laut, udara, tanah, dan semua partikel alam sekitar kita. Semakin besar gelombang kebencian dan kegaduhan antar manusia, semakin tidak terkendali energi Jāti-Karuṇā yang bekerja menjaga harmoni alam sekitar kita.

Dalam manuskrip-manuskrip kuno disebutkan: Kebencian diri yang ditahan akan mengendap menyebabkan seseorang jatuh sakit; kebencian antar sesama yang bertumpuk dan terus berlipat bergelombang menyebabkan muncul bermacam penyakit menular dan wabah, serta bencana.

Jika kita bersikap berseberangan dengan hakikat Jāti-Karuṇā — welas-asih yang hakiki tanpa batas — maka ia akan berpantul mengingatkan kita dengan gelombang mara-bahaya. Jika kita bekerja selaras dengannya, maka ia akan mendukung sepenuh perjalanan damai umat manusia.

Ajaran Sang Hyang Jāti-Karuṇā mengatakan bahwa tindakan kebajikan dan perbuatan welas-asih adalah generator energi untuk menyembuhkan dunia. Jika kebajikan dan welas asih universal terus diputar oleh semua manusia, maka energi karuṇā akan berlipat dan bekerja di alam raya selaras dengan energi magnet (tarik-menarik), cahaya (terang), gravitasi (keseimbangan) — harmonilah alam raya.

Dengan memahami prinsip ajaran Jāti-Karuṇā manusia akan dapat “mengendalikan” kekuatan alam semesta untuk mendukung kehidupan di dunia yang damai penuh welas-asih.

Ajaran Jāti-Karuṇā bukan hanya pedoman untuk bertahan hidup dalam harmoni, tapi juga pegangan untuk menemukan makna terdalam dari kehidupan dan penciptaan kosmik. Sanghyang Jāti-Karuṇā adalah jawaban puncak atas semua misteri kehidupan karena ia adalah intisari kehidupan.

Setiap manusia adalah generator cinta universal dan welas-asih — Karuṇā, Jāti-Karuṇā, Sanghyang Jāti-Karuṇā. Jika tidak diputar maka ia akan berkarat dan menjadi residu yang otomatis menimbulkan malas gerak, berat hati, cepat tersinggung, benci hati, dan mudah sakit hati. Jika diputar generator welas-asih, hati manusia akan lapang — terjadi proses penyucian dan pemurnian berkerja diam-diam dalam diri manusia.

Dengan memutar generator welas-asih yang ada di dalam diri kita masing-masing, kita terlibat dan turut serta bekerja memperbesar gelombang kebajikan Jāti-Karuṇā. Sekecil apapun putaran welas-asih, sesuai dharma masing-masing, akan berkontribusi memperbesar gelombang energi kebajikan Jāti-Karuṇā di sekitar kita, sumber harmoni manusia dan alam semesta. [T]

Catatan Harian Sugi Lanus, 20 April 2020

*Catatan ini adalah “resume” kecil atas pembacaan kitab Kalpabuddha dan Jñānasiddhânta, dua kitab kuno religi Nusantara, yang menyebutkan intisari terdalam dari kehidupan adalah Sang Hyang Buddha-jāti-Karuṇā dan Sang Hyang Siwa-jāti-Karuṇā.

Tags: covid 19NusantaraSugi Lanus
Share13TweetSendShareSend
Previous Post

Mendukung Pendirian Stiti Loka LPD Bali

Next Post

Bagaimana Jika Akhirnya Kita Terbiasa dengan Situasi ini? – [Renungan di Masa Pandemi]

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Bagaimana Jika Akhirnya Kita Terbiasa dengan Situasi ini? – [Renungan di Masa Pandemi]

Bagaimana Jika Akhirnya Kita Terbiasa dengan Situasi ini? – [Renungan di Masa Pandemi]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co