24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Humor di Balik Covid 19

I Ketut Suar Adnyana by I Ketut Suar Adnyana
April 11, 2020
in Esai
Humor di Balik Covid 19

Sumber gambar: media sosial

Humor secara umum dapat didefinisikan sebagai hal yang mengandung kelucuan bagi seseorang sehingga orang tersebut merasa terhibur bahkan dapat meyebabkan orang itu tertawa. Humor umumnya didefinisikan sesuatu yang digunakan orang untuk membuat orang lain tertawa  Hal yang lucu bisa dalam bentuk lelucon, kartun, permainan kata, cerita lucu dan  kemampuan seseorang untuk melakukan kelucuan (Ruch,1998). Namun, fungsi humor berbeda disesuaikan dengan  konteks. Misalnya stand-up comedy melibatkan seorang komedian yang tampil di atas panggung dengan tujuan membuat penonton tertawa. Kemampuan untuk mencapai tujuan ini juga merupakan indikator utama dari komedian yang baik atau buruk (Keisalo,2018). Keisalo mencatat bahwa komedian biasanya menimbulkan tawa melalui penyampaian isu dari sudut pandang pribadi.

Politisi terkadang juga menggunakan humor dalam pidato publik. Tujuan memunculkan tawa bukanlah tujuan utama pidato publik politisi. Politisi dapat menggunakan humor untuk membuat pidatonya berkesan, membangun hubungan dengan audien, menunjukkan keramahan, atau untuk mengurangi reaksi negatif pada saat mengkritik lawan politik (Meyer, 2000). Dengan kata lain, politisi dapat menggunakan humor dalam pidato publik agar penyampian pidato lebih bersifat persuasif. Dalam konteks belajar mengajar, humor digunakan untuk membantu atau memfasilitasi pembelajaran di ruang kelas (Chabeli, 2008; Garner, 2006). Humor membantu atau memfasilitasi guru dalam memperoleh dan mempertahankan perhatian siswa dan membantu siswa siswa tetap berkonsentrasi dalam pembelajaran (Benjelloun, 2009). Humor juga membantu menjaga reputasi guru yang baik, membangun dan memelihara hubungan yang baik antara guru dan siswa, sehingga pembelajaran dapat berlansung dengan rileks.

Saat ini penggunaan humor dalam bentuk meme digunakan oleh para netizen untuk mengkritik kebijakan pemerintah, mengolok-olok pernyataan politisi dan bahkan meme tentang covid 19. Pandemi covid 19 menyedot perhatian masyarakat di seluruh dunia. Berita tersebut menimbulkan keresahan bahkan ketakutan. Covid 19 merupakan pandemi yang sangat mematikan. Berita-berita berkaitan dengan covid 19 disiarkan baik melalui media cetak maupun media online. Suguhan berita itu membuat masyarakat menjadi cemas. Pandemi ini telah merenggut nyawa puluhan ribu. Berita itu tentu membuat masyarakat menjadi semakin cemas dan ketakutan.

Kondisi psikologis masyarakat terkadang tidak rasional. Petugas medis yang berjuang menyelamatkan pasien teinfeksi covid 19 mendapat perlakukan yang tidak manusiawi. Ini merupakan bentuk kepanikan masyarakat. Kepanikan tersebut mungkin diakibatkan oleh pengetahuan masyarakat yang masih minim tentang cara penyebaran covid 19.  

Anjuran stay at home, work from home, social distancing, physical distancing dan sekarang diambil kebijakan dengan menerapkan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) memengaruhi  keadaan psikologis masyarakat. Masyarakat cemas sampai kapan keadaan mencekam tersebut berakhir. Namun di tengah merebaknya covid 19 masih ada orang yang menghibur masyarakat dengan membuat meme lucu berkaitan dengan covid 19.

Kelangkaan masker di masyarakat diakibatkan oleh tindakan orang  yang tidak bertanggungjawab. Mereka menyetok masker dan menjual kembali dengan harga mahal. Bagi pembuat meme, kelangkaan masker bukan akibat masker distok tetapi kelangkaan masker diakibatkan oleh kaum wanita memakai masker sebagai ganti dari bra. Meme ini dapat menghibur masyarakat dan memberikan efek rileks kepada masyarakat.

Akibat kelangkaan masker, masyarakat menggunakan serabut kelapa sebagai masker. Ide kreatif ini tentu membuat masyarakat merasa terhibur. Meme ini sekaligus memberikan kritik secara santun kepada pemerintah bahwa pada saat ini masker langka di pasaran dan harga masker melonjak naik.

Masker Unik Bin Kocak dari Serabut Kelapa. (twitter.com/finrul)
Sumber foto: media sosial

Plato, Cicero, Aristoteles, dan Francis Bacon (dalam Gauter, 1988) mengatakan bahwa orang tertawa apabila ada sesuatu yang menggelikan dan di luar kebiasaan. Meme di atas tentu menggelikan bagi orang yang melihat dan merupakan tindakan yang tidak biasa menggunakan serabut kelapa sebagai masker.  

Hasan dalam tulisan Humor dan Kepribadian (1981) membagi humor dalam dua kelompok yaitu: (1) humor pada dasarnya berupa tindakan agresif yang dimaksudkan untuk melakukan degradasi terhadap seseorang; (2) humor adalah tindakan untuk melampiaskan perasaan tertekan melalui cara yang ringan dan dapat dimengerti, serta mengakibatkan kendornya ketegangan jiwa. Meme tersebut di atas disampaikan untuk melampiaskan perasaan seseorang dalam menyikapi kelangkaan masker.

Himbauan untuk melakukan social distancing dan physical distancing telah disampaikan pemerintah. Masyarakat mematuhi arahan tersebut sehingga himbauan itu dapat memutus penyebaran covid 19. Himbauan ini tentu sulit dilakukan oleh ojek online (ojol) dan pengguna motor.  Humor yang dibuat untuk menggambarkan keadaan seperti itu adalah dengan membuat meme seperti ini.         

Sumber gambar: media sosial

Tampak dalam gambar  sepasang kekasih berkendara dengan menjaga jarak. Meme tersebut mengakibatkan orang yang melihat tersenyum atau tertawa.  Senyum dan tawa juga diakibatkan oleh cara tukang cukur memotong rambut pelanggannya. Tukang cukur menggunakan tongkat untuk menjaga jarak dengan pelanggannya yang sedang dipotong rambutnya.

Sumber gambar: media sosial

Danandjaya (dalam Suhadi, 1989), mengatakan bahwa fungsi humor yang paling menonjol, yaitu sebagai sarana penyalur perasaan yang menekan diri seseorang. perasaan itu bisa disebabkan oleh berbagai hal seperti ketidakadilan sosial, persaingan politik, ekonomi dan kekangan dalam kebebasan gerak, atau kebebasan mengeluarkan pendapat. Apabila dicermati meme di atas, tujuannya adalah untuk menyalurkan perasaannya dan memberikan respon terhadap arahan melakukan social distancing. Meme di atas bukan ditujukan untuk mengolok-olok. Tujuannya adalah untuk menghibur dengan menafsirkan social distancing dengan cara mencukur dengan menggunakan tongkat untuk menjaga jarak.

Salah satu cara yang dilakukan untuk memutus penyebaran covid 19 dengan melakukan lockdown. Langkah itu telah dilakukan oleh beberpa negara. Anjuran pelaksanaan lockdown agar diambil pemerintah untuk memutus penyebaran covid 19. Lockdown diplesetkan menjadi download, slowdown, lock dont, lockdown ( lock’kunci’, down ‘di bawah’ jadi lockdown artinya kunci di bawah keset)

Sumber foto: media sosial

Plesetan lockdown menimbulkan efek humor. Pembaca akan tersenyum membaca itu. Hal ini tentu mengakibatkan rasa senang. Ada waktu sejenak melupakan ganasnya covid 19.

Upaya mencegah wabah akibat Covid-19 di Bali dilakukan secara sekala dan niskala. Secara sekala dilakukan dengan stay at home, work from home, social distancing , dan physical distancing. Secara niskala dilakukan dengan mengadakan ritual di lebuh pekarangan dengan menghaturkan nasi wong-wongan, ulam bawang jahe dan garam beralas pucuk daun pisang dengan ketentuan. Kepala berwarna putih, tangan kanan berwarna merah, tangan kiri berwarna kuning, badan berwarna manca warna, dan kaki berwarna hitam seperti foto berikut ini.

Sumber foto: media sosial

Apakah karena kreativitas masyaraka terlalu tinggi atau masyarakat campah sehingga bentuk nasi wong-wongan bervariasi seperti foto di bawah ini.

Sumber foto: media sosial

Bentuk nasi wong-wongan tersebut beredar di media online dan mendapat beragam komentar dari para netizen di Bali (khususnya yang beragama Hindu). Terlepas dari apakah kreativitas itu campah atau tidak, variasi bentuk nasi tersebut dapat membuat netizen tersenyum di tengah merebaknya pandemi covid 19.

Tags: covid 19humor
Share11TweetSendShareSend
Previous Post

Olahraga di Masa Karantina

Next Post

Gerakan Lumbung Pangan Keluarga: Bertanam Pangan di Halaman

I Ketut Suar Adnyana

I Ketut Suar Adnyana

Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. adalah Wakil Rektor I Universitas Dwijendra, Denpasar

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Gerakan Lumbung Pangan Keluarga: Bertanam Pangan di Halaman

Gerakan Lumbung Pangan Keluarga: Bertanam Pangan di Halaman

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co