4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Humor di Balik Covid 19

I Ketut Suar Adnyana by I Ketut Suar Adnyana
April 11, 2020
in Esai
Humor di Balik Covid 19

Sumber gambar: media sosial

Humor secara umum dapat didefinisikan sebagai hal yang mengandung kelucuan bagi seseorang sehingga orang tersebut merasa terhibur bahkan dapat meyebabkan orang itu tertawa. Humor umumnya didefinisikan sesuatu yang digunakan orang untuk membuat orang lain tertawa  Hal yang lucu bisa dalam bentuk lelucon, kartun, permainan kata, cerita lucu dan  kemampuan seseorang untuk melakukan kelucuan (Ruch,1998). Namun, fungsi humor berbeda disesuaikan dengan  konteks. Misalnya stand-up comedy melibatkan seorang komedian yang tampil di atas panggung dengan tujuan membuat penonton tertawa. Kemampuan untuk mencapai tujuan ini juga merupakan indikator utama dari komedian yang baik atau buruk (Keisalo,2018). Keisalo mencatat bahwa komedian biasanya menimbulkan tawa melalui penyampaian isu dari sudut pandang pribadi.

Politisi terkadang juga menggunakan humor dalam pidato publik. Tujuan memunculkan tawa bukanlah tujuan utama pidato publik politisi. Politisi dapat menggunakan humor untuk membuat pidatonya berkesan, membangun hubungan dengan audien, menunjukkan keramahan, atau untuk mengurangi reaksi negatif pada saat mengkritik lawan politik (Meyer, 2000). Dengan kata lain, politisi dapat menggunakan humor dalam pidato publik agar penyampian pidato lebih bersifat persuasif. Dalam konteks belajar mengajar, humor digunakan untuk membantu atau memfasilitasi pembelajaran di ruang kelas (Chabeli, 2008; Garner, 2006). Humor membantu atau memfasilitasi guru dalam memperoleh dan mempertahankan perhatian siswa dan membantu siswa siswa tetap berkonsentrasi dalam pembelajaran (Benjelloun, 2009). Humor juga membantu menjaga reputasi guru yang baik, membangun dan memelihara hubungan yang baik antara guru dan siswa, sehingga pembelajaran dapat berlansung dengan rileks.

Saat ini penggunaan humor dalam bentuk meme digunakan oleh para netizen untuk mengkritik kebijakan pemerintah, mengolok-olok pernyataan politisi dan bahkan meme tentang covid 19. Pandemi covid 19 menyedot perhatian masyarakat di seluruh dunia. Berita tersebut menimbulkan keresahan bahkan ketakutan. Covid 19 merupakan pandemi yang sangat mematikan. Berita-berita berkaitan dengan covid 19 disiarkan baik melalui media cetak maupun media online. Suguhan berita itu membuat masyarakat menjadi cemas. Pandemi ini telah merenggut nyawa puluhan ribu. Berita itu tentu membuat masyarakat menjadi semakin cemas dan ketakutan.

Kondisi psikologis masyarakat terkadang tidak rasional. Petugas medis yang berjuang menyelamatkan pasien teinfeksi covid 19 mendapat perlakukan yang tidak manusiawi. Ini merupakan bentuk kepanikan masyarakat. Kepanikan tersebut mungkin diakibatkan oleh pengetahuan masyarakat yang masih minim tentang cara penyebaran covid 19.  

Anjuran stay at home, work from home, social distancing, physical distancing dan sekarang diambil kebijakan dengan menerapkan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) memengaruhi  keadaan psikologis masyarakat. Masyarakat cemas sampai kapan keadaan mencekam tersebut berakhir. Namun di tengah merebaknya covid 19 masih ada orang yang menghibur masyarakat dengan membuat meme lucu berkaitan dengan covid 19.

Kelangkaan masker di masyarakat diakibatkan oleh tindakan orang  yang tidak bertanggungjawab. Mereka menyetok masker dan menjual kembali dengan harga mahal. Bagi pembuat meme, kelangkaan masker bukan akibat masker distok tetapi kelangkaan masker diakibatkan oleh kaum wanita memakai masker sebagai ganti dari bra. Meme ini dapat menghibur masyarakat dan memberikan efek rileks kepada masyarakat.

Akibat kelangkaan masker, masyarakat menggunakan serabut kelapa sebagai masker. Ide kreatif ini tentu membuat masyarakat merasa terhibur. Meme ini sekaligus memberikan kritik secara santun kepada pemerintah bahwa pada saat ini masker langka di pasaran dan harga masker melonjak naik.

Masker Unik Bin Kocak dari Serabut Kelapa. (twitter.com/finrul)
Sumber foto: media sosial

Plato, Cicero, Aristoteles, dan Francis Bacon (dalam Gauter, 1988) mengatakan bahwa orang tertawa apabila ada sesuatu yang menggelikan dan di luar kebiasaan. Meme di atas tentu menggelikan bagi orang yang melihat dan merupakan tindakan yang tidak biasa menggunakan serabut kelapa sebagai masker.  

Hasan dalam tulisan Humor dan Kepribadian (1981) membagi humor dalam dua kelompok yaitu: (1) humor pada dasarnya berupa tindakan agresif yang dimaksudkan untuk melakukan degradasi terhadap seseorang; (2) humor adalah tindakan untuk melampiaskan perasaan tertekan melalui cara yang ringan dan dapat dimengerti, serta mengakibatkan kendornya ketegangan jiwa. Meme tersebut di atas disampaikan untuk melampiaskan perasaan seseorang dalam menyikapi kelangkaan masker.

Himbauan untuk melakukan social distancing dan physical distancing telah disampaikan pemerintah. Masyarakat mematuhi arahan tersebut sehingga himbauan itu dapat memutus penyebaran covid 19. Himbauan ini tentu sulit dilakukan oleh ojek online (ojol) dan pengguna motor.  Humor yang dibuat untuk menggambarkan keadaan seperti itu adalah dengan membuat meme seperti ini.         

Sumber gambar: media sosial

Tampak dalam gambar  sepasang kekasih berkendara dengan menjaga jarak. Meme tersebut mengakibatkan orang yang melihat tersenyum atau tertawa.  Senyum dan tawa juga diakibatkan oleh cara tukang cukur memotong rambut pelanggannya. Tukang cukur menggunakan tongkat untuk menjaga jarak dengan pelanggannya yang sedang dipotong rambutnya.

Sumber gambar: media sosial

Danandjaya (dalam Suhadi, 1989), mengatakan bahwa fungsi humor yang paling menonjol, yaitu sebagai sarana penyalur perasaan yang menekan diri seseorang. perasaan itu bisa disebabkan oleh berbagai hal seperti ketidakadilan sosial, persaingan politik, ekonomi dan kekangan dalam kebebasan gerak, atau kebebasan mengeluarkan pendapat. Apabila dicermati meme di atas, tujuannya adalah untuk menyalurkan perasaannya dan memberikan respon terhadap arahan melakukan social distancing. Meme di atas bukan ditujukan untuk mengolok-olok. Tujuannya adalah untuk menghibur dengan menafsirkan social distancing dengan cara mencukur dengan menggunakan tongkat untuk menjaga jarak.

Salah satu cara yang dilakukan untuk memutus penyebaran covid 19 dengan melakukan lockdown. Langkah itu telah dilakukan oleh beberpa negara. Anjuran pelaksanaan lockdown agar diambil pemerintah untuk memutus penyebaran covid 19. Lockdown diplesetkan menjadi download, slowdown, lock dont, lockdown ( lock’kunci’, down ‘di bawah’ jadi lockdown artinya kunci di bawah keset)

Sumber foto: media sosial

Plesetan lockdown menimbulkan efek humor. Pembaca akan tersenyum membaca itu. Hal ini tentu mengakibatkan rasa senang. Ada waktu sejenak melupakan ganasnya covid 19.

Upaya mencegah wabah akibat Covid-19 di Bali dilakukan secara sekala dan niskala. Secara sekala dilakukan dengan stay at home, work from home, social distancing , dan physical distancing. Secara niskala dilakukan dengan mengadakan ritual di lebuh pekarangan dengan menghaturkan nasi wong-wongan, ulam bawang jahe dan garam beralas pucuk daun pisang dengan ketentuan. Kepala berwarna putih, tangan kanan berwarna merah, tangan kiri berwarna kuning, badan berwarna manca warna, dan kaki berwarna hitam seperti foto berikut ini.

Sumber foto: media sosial

Apakah karena kreativitas masyaraka terlalu tinggi atau masyarakat campah sehingga bentuk nasi wong-wongan bervariasi seperti foto di bawah ini.

Sumber foto: media sosial

Bentuk nasi wong-wongan tersebut beredar di media online dan mendapat beragam komentar dari para netizen di Bali (khususnya yang beragama Hindu). Terlepas dari apakah kreativitas itu campah atau tidak, variasi bentuk nasi tersebut dapat membuat netizen tersenyum di tengah merebaknya pandemi covid 19.

Tags: covid 19humor
Share11TweetSendShareSend
Previous Post

Olahraga di Masa Karantina

Next Post

Gerakan Lumbung Pangan Keluarga: Bertanam Pangan di Halaman

I Ketut Suar Adnyana

I Ketut Suar Adnyana

Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. adalah Wakil Rektor I Universitas Dwijendra, Denpasar

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Gerakan Lumbung Pangan Keluarga: Bertanam Pangan di Halaman

Gerakan Lumbung Pangan Keluarga: Bertanam Pangan di Halaman

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co