23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wahai Kaum Rebahan, Yukk Nonton Drakor! Dijamin Tambah Mager

Putu Hendra Mas Martayana by Putu Hendra Mas Martayana
April 5, 2020
in Esai
Wahai Kaum Rebahan, Yukk Nonton Drakor! Dijamin Tambah Mager

Ilustrasi tatkala.co/Nana Partha

Libur panjang gini enaknya ngapain ya?. Sudah hampir dua minggu mengkarantina diri di desa nir peradaban. Ceritanya, lagi ngikut anjuran Pemerintah Pusat untuk tidak keluar rumah. Jikapun terpaksa keluar, paling-paling  jogging seputaran kompleks. Itu pun dilakukan jelang subuh.

Di tengah wabah Corona, masyarakat desa dimana saya tinggal terbilang santuy. Belum barbar thus nimbun masker dan hand sanitizer. Aktivitas ekonomi, terutama di pasar desa masih berlangsung seperti biasanya. Kandjeng mami yang bertugas menyiapkan kebutuhan makan selama masa liburan panjang emoh ke pasar. Katanya sih ngikut anjuran social/physical distancing gitu. Kebutuhan lauk dan sayur dibelinya dari pedagang sayur keliling yang sering wara wiri di seputaran rumah.

Selain rebahan yang menjadi menu wajib mengisi liburan, aktivitas lainnya yang tidak kalah seru ya nonton drama korea. Di saat dunia sedang suram karena wabah Covid19, drakor bak oase di padang pasir yang ngasih gambaran surga penuh tawa dan warna. Lumayan kan, bisa melototin cewe-cowo bening body goals. 

Seminggu sebelum kampus ditutup, saya sudah menyiapkan beberapa drama Korea terbaru. Awalnya sih buat bekal ngusir bosan sambil nemenin insomnia akut berminggu-minggu. Selain drakor, ada beberapa genre lain yang saya barter dengan teman seperti film Hollywood Barat, Bollywood India dan beberapa anime Jepang seperti Dragon Ball dan Naruto.

Cuman saya perhatikan di beranda FB, pada banyak ngebagiin link drakor banding film lain. Kesimpulan sementara, penggemar drakor jumlahnya mayoritas di negeri ini. Mereka tidak akan susah ditemukan. Tersebar di semua kelompok usia, terutama remaja putri hingga emak-emak. Oleh sebab itulah tulisan ini dibuat.

Kenapa sih cewe-cewe pada suka drakoran ?. Padahal ya, itu kan hanya drama gitu lho, settingan, sandiwara atau apalah namanya. Sama aja kan dengan sinetron yang tiap hari kejar tayang di stasion tv swasta. Emang sih aktor dan aktrisnya mulus-mulus. Tapi kan gak semua mukak aseli. Beberapa aktor dan aktris melakukan tindakan oplas pada bagian wajah yang dianggap kurang menarik. Tapi toh tetap bejibun penggemarnya.

Tapi nih ya, ada cerita menarik dari drakor. Semua pemeran yang terlibat mulus-mulus banget. Padahal perannya jadi babu atau jongos. Gila emang, drakor gak kenal istilah burik apapun perannya. Mau gembel, mau kaya, semuanya mulus. Yang ngebedain cuman pakaian aja. Yang satu nampak berkelas, yang satu agak dekil dan kucel.   

Saya amati, penonton cewe, remaja putri khususnya cenderung memproyeksikan impian pada karakter tertentu yang seharusnya dimiliki laki-laki melalui tokoh-tokoh yang ada, baik secara fisik maupun prilakunya. Ada yang bilang pemeran, terutama aktor prianya cakep, romantis, cool, dewasa, lucu dan terkesan misterius. Beberapa yang popular misalnya Lee Min Ho, Ji Chang Wook, Lee Dong Wook, Lee Jung Suk, Song Joong Ki dan masih banyak yang lain. Setelah dicek, emang bener sih. Jangankan kaum hawa, lelaki tulen kayak saya, ngeliat kegantengan hakiki macam mereka jadi rendah diri. Bak langit dan bumi, mereka memiliki segalanya untuk disebut pesohor kaum hawa. Selain modal tampang menggoda iman, postur tubuhya tinggi dan atletis. Ditambah karakter yang dbawakan di setiap serial drama sebagai pemeran utama semakin menambah kesan bahwa mereka adalah pria ideal calon mantu idaman.

Lha, terus gimana dengan pemeran perempuan?. Kalau saya lihat, tokoh ini mewakili impian perempuan. Mereka ditampilkan cantik, berbusana sosialita dan tinggal di rumah yang megah. Ada juga nih cerita di mana pemeran perempuan utama dari kalangan biasa yang awalnya keliatan ndeso. Lalu ketemu pangeran tampan pemeran pria utama yang kaya raya pewaris perusahaan besar. Jatuh cinta, endingnya bahagia meskipun di sana sini banyak halangan dari pihak keluarga.

Seorang kawan pecinta drakor yang sering saya ajak gibah berujar tema dan alur cerita drakor itu ringan, kreatif, mudah diikuti dan happyending. Dibanding sinetron, penonton lebih antusias ngdrakor. Kalau sinetron lokal itu pada suka ngebahas kisah cinta-cintaan aja. Penonton jadi bosen. Nah, di drakor, mereka nawarin orisinalitas cerita dan kreativitas ide. Emang sih drakor juga nampilin urusan cinta-cintaan ala bucin comel. Tapi ada banyak kategori lain yang tak bisa dilewatkan seperti tema sosial, sejarah, kebudayaan dan bahkan politik.

Apa yang dibilang barusan ada benernya juga. Misalnya drakor Crash Landing on You yang baru-baru ini tayang. Dibintangi aktor kawakan yang baru selesai wamil, Hyun Bin dengan lawan main aktris Son Ye Jin. Di film ini, penonton drakor nggak hanya dimanjain kisah asmara Hyun Bin (Ri Jung Hyuk) dengan Son Ye Jin (Yoon Se-Ri), tetapi juga konteks sosial dan hubungan sejarah serta politik antara duo Korea, Korea Utara dengan Korea Selatan. Jadi, film ini bercerita tentang cinlok antara orang Korea Selatan (Yoon Se-ri) dengan orang Korea Utara (Ri Jung Hyuk). Bisa dibayangin gimana film ini mampu mengaduk-aduk emosi penonton terutama kaum hawa. Nggak salah kalau di negerinya sendiri, film ini mendapat rating yang cukup memuaskan.

Catatan Penutup

Alur cerita di dalam drakor ingin memberi pesan ke kita bahwa cantik atau ganteng itu bukan bawaan lahir. Ia bisa diraih dan dibuat atau diusahakan. Dalam hal ini, Pak sutradara memiliki kejelian menumbuhkan ruang optimistik bagi kita untuk melibatkan feminitas atau maskulinitas sebagai identitas yang terus berubah. Melekat sekaligus dilepas sesuai dengan keinginan.

Pengalaman para aktor dan aktris, meski settingan, namun karena kemampuan acting yang luar biasa menjadi terlihat natural. Kejadian demi kejadian di dalam adegan terlihat akrab dengan kehidupan pribadi. Dibanding penonton pria yang agak kalem, pada penonton perempuan akan lebih mudah ditemukan komentar-komentar seperti ” tuh kan, semua cowok memang begitu, gak ada bedanya, mau enaknya saja”. Mengapa bisa muncul komentar seperti itu ?. Alasannya, bisa jadi penonton perempuan memiliki pengalaman personal yang lebih kuat terhadap alur cerita yang membuatnya bisa menumpahkan kekesalan pada laki-laki.

Tidak berhenti di situ, penonton juga aktif menggali lebih banyak informasi tentang idolanya. Hal itu membantunya berada dalam ruang pembicaraan yang sama dengan sesama, intim dan personal menjadi suatu yang khas. Mereka akan bertukar informasi, lalu mengidentifikasikanya dengan kisah yang dialami sehari-hari. 

Aktivitas dalam “kamar” ini mampu mendatangkan kepuasan psikis, yang bisa jadi kadarnya sama dengan yang didapatkan laki-laki saat nongkrong bareng teman di pinggir jalan. Mereka menemukan romantisme ideal dalam hubungan cinta, sesuatu yang sangat sulit ditemukan dalam kehidupa nyata.

Penonton menjadi dekat dengan drakor karena kemampuan memaralelkan adegan demi adegan dengan apa yang terjadi di dunia nyata. Pada titik ini, drakor menjadi “dunia tetangga” yang dekat dengan, namun bukan bagian dari kehidupan. Drakor  telah berkembang menjadi sebuah budaya tontonan yang memberikan ruang bagi wilayah pengalaman personal. [T]

Tags: Dramadrama koreaKorea
Share38TweetSendShareSend
Previous Post

Heboh dan Berisik, Toh Ini Tetap Negeriku Jua

Next Post

Bali dan Covid-19: Titik Balik Bali Untuk Masa Depan

Putu Hendra Mas Martayana

Putu Hendra Mas Martayana

Lahir di Gilimanuk, 14 Agustus 1989, tinggal di Gerokgak, Buleleng. Bisa ditemui di akun Facebook dan IG dengan nama Marx Tjes

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Bali dan Covid-19: Titik Balik Bali Untuk Masa Depan

Bali dan Covid-19: Titik Balik Bali Untuk Masa Depan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co