3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wahai Kaum Rebahan, Yukk Nonton Drakor! Dijamin Tambah Mager

Putu Hendra Mas Martayana by Putu Hendra Mas Martayana
April 5, 2020
in Esai
Wahai Kaum Rebahan, Yukk Nonton Drakor! Dijamin Tambah Mager

Ilustrasi tatkala.co/Nana Partha

Libur panjang gini enaknya ngapain ya?. Sudah hampir dua minggu mengkarantina diri di desa nir peradaban. Ceritanya, lagi ngikut anjuran Pemerintah Pusat untuk tidak keluar rumah. Jikapun terpaksa keluar, paling-paling  jogging seputaran kompleks. Itu pun dilakukan jelang subuh.

Di tengah wabah Corona, masyarakat desa dimana saya tinggal terbilang santuy. Belum barbar thus nimbun masker dan hand sanitizer. Aktivitas ekonomi, terutama di pasar desa masih berlangsung seperti biasanya. Kandjeng mami yang bertugas menyiapkan kebutuhan makan selama masa liburan panjang emoh ke pasar. Katanya sih ngikut anjuran social/physical distancing gitu. Kebutuhan lauk dan sayur dibelinya dari pedagang sayur keliling yang sering wara wiri di seputaran rumah.

Selain rebahan yang menjadi menu wajib mengisi liburan, aktivitas lainnya yang tidak kalah seru ya nonton drama korea. Di saat dunia sedang suram karena wabah Covid19, drakor bak oase di padang pasir yang ngasih gambaran surga penuh tawa dan warna. Lumayan kan, bisa melototin cewe-cowo bening body goals. 

Seminggu sebelum kampus ditutup, saya sudah menyiapkan beberapa drama Korea terbaru. Awalnya sih buat bekal ngusir bosan sambil nemenin insomnia akut berminggu-minggu. Selain drakor, ada beberapa genre lain yang saya barter dengan teman seperti film Hollywood Barat, Bollywood India dan beberapa anime Jepang seperti Dragon Ball dan Naruto.

Cuman saya perhatikan di beranda FB, pada banyak ngebagiin link drakor banding film lain. Kesimpulan sementara, penggemar drakor jumlahnya mayoritas di negeri ini. Mereka tidak akan susah ditemukan. Tersebar di semua kelompok usia, terutama remaja putri hingga emak-emak. Oleh sebab itulah tulisan ini dibuat.

Kenapa sih cewe-cewe pada suka drakoran ?. Padahal ya, itu kan hanya drama gitu lho, settingan, sandiwara atau apalah namanya. Sama aja kan dengan sinetron yang tiap hari kejar tayang di stasion tv swasta. Emang sih aktor dan aktrisnya mulus-mulus. Tapi kan gak semua mukak aseli. Beberapa aktor dan aktris melakukan tindakan oplas pada bagian wajah yang dianggap kurang menarik. Tapi toh tetap bejibun penggemarnya.

Tapi nih ya, ada cerita menarik dari drakor. Semua pemeran yang terlibat mulus-mulus banget. Padahal perannya jadi babu atau jongos. Gila emang, drakor gak kenal istilah burik apapun perannya. Mau gembel, mau kaya, semuanya mulus. Yang ngebedain cuman pakaian aja. Yang satu nampak berkelas, yang satu agak dekil dan kucel.   

Saya amati, penonton cewe, remaja putri khususnya cenderung memproyeksikan impian pada karakter tertentu yang seharusnya dimiliki laki-laki melalui tokoh-tokoh yang ada, baik secara fisik maupun prilakunya. Ada yang bilang pemeran, terutama aktor prianya cakep, romantis, cool, dewasa, lucu dan terkesan misterius. Beberapa yang popular misalnya Lee Min Ho, Ji Chang Wook, Lee Dong Wook, Lee Jung Suk, Song Joong Ki dan masih banyak yang lain. Setelah dicek, emang bener sih. Jangankan kaum hawa, lelaki tulen kayak saya, ngeliat kegantengan hakiki macam mereka jadi rendah diri. Bak langit dan bumi, mereka memiliki segalanya untuk disebut pesohor kaum hawa. Selain modal tampang menggoda iman, postur tubuhya tinggi dan atletis. Ditambah karakter yang dbawakan di setiap serial drama sebagai pemeran utama semakin menambah kesan bahwa mereka adalah pria ideal calon mantu idaman.

Lha, terus gimana dengan pemeran perempuan?. Kalau saya lihat, tokoh ini mewakili impian perempuan. Mereka ditampilkan cantik, berbusana sosialita dan tinggal di rumah yang megah. Ada juga nih cerita di mana pemeran perempuan utama dari kalangan biasa yang awalnya keliatan ndeso. Lalu ketemu pangeran tampan pemeran pria utama yang kaya raya pewaris perusahaan besar. Jatuh cinta, endingnya bahagia meskipun di sana sini banyak halangan dari pihak keluarga.

Seorang kawan pecinta drakor yang sering saya ajak gibah berujar tema dan alur cerita drakor itu ringan, kreatif, mudah diikuti dan happyending. Dibanding sinetron, penonton lebih antusias ngdrakor. Kalau sinetron lokal itu pada suka ngebahas kisah cinta-cintaan aja. Penonton jadi bosen. Nah, di drakor, mereka nawarin orisinalitas cerita dan kreativitas ide. Emang sih drakor juga nampilin urusan cinta-cintaan ala bucin comel. Tapi ada banyak kategori lain yang tak bisa dilewatkan seperti tema sosial, sejarah, kebudayaan dan bahkan politik.

Apa yang dibilang barusan ada benernya juga. Misalnya drakor Crash Landing on You yang baru-baru ini tayang. Dibintangi aktor kawakan yang baru selesai wamil, Hyun Bin dengan lawan main aktris Son Ye Jin. Di film ini, penonton drakor nggak hanya dimanjain kisah asmara Hyun Bin (Ri Jung Hyuk) dengan Son Ye Jin (Yoon Se-Ri), tetapi juga konteks sosial dan hubungan sejarah serta politik antara duo Korea, Korea Utara dengan Korea Selatan. Jadi, film ini bercerita tentang cinlok antara orang Korea Selatan (Yoon Se-ri) dengan orang Korea Utara (Ri Jung Hyuk). Bisa dibayangin gimana film ini mampu mengaduk-aduk emosi penonton terutama kaum hawa. Nggak salah kalau di negerinya sendiri, film ini mendapat rating yang cukup memuaskan.

Catatan Penutup

Alur cerita di dalam drakor ingin memberi pesan ke kita bahwa cantik atau ganteng itu bukan bawaan lahir. Ia bisa diraih dan dibuat atau diusahakan. Dalam hal ini, Pak sutradara memiliki kejelian menumbuhkan ruang optimistik bagi kita untuk melibatkan feminitas atau maskulinitas sebagai identitas yang terus berubah. Melekat sekaligus dilepas sesuai dengan keinginan.

Pengalaman para aktor dan aktris, meski settingan, namun karena kemampuan acting yang luar biasa menjadi terlihat natural. Kejadian demi kejadian di dalam adegan terlihat akrab dengan kehidupan pribadi. Dibanding penonton pria yang agak kalem, pada penonton perempuan akan lebih mudah ditemukan komentar-komentar seperti ” tuh kan, semua cowok memang begitu, gak ada bedanya, mau enaknya saja”. Mengapa bisa muncul komentar seperti itu ?. Alasannya, bisa jadi penonton perempuan memiliki pengalaman personal yang lebih kuat terhadap alur cerita yang membuatnya bisa menumpahkan kekesalan pada laki-laki.

Tidak berhenti di situ, penonton juga aktif menggali lebih banyak informasi tentang idolanya. Hal itu membantunya berada dalam ruang pembicaraan yang sama dengan sesama, intim dan personal menjadi suatu yang khas. Mereka akan bertukar informasi, lalu mengidentifikasikanya dengan kisah yang dialami sehari-hari. 

Aktivitas dalam “kamar” ini mampu mendatangkan kepuasan psikis, yang bisa jadi kadarnya sama dengan yang didapatkan laki-laki saat nongkrong bareng teman di pinggir jalan. Mereka menemukan romantisme ideal dalam hubungan cinta, sesuatu yang sangat sulit ditemukan dalam kehidupa nyata.

Penonton menjadi dekat dengan drakor karena kemampuan memaralelkan adegan demi adegan dengan apa yang terjadi di dunia nyata. Pada titik ini, drakor menjadi “dunia tetangga” yang dekat dengan, namun bukan bagian dari kehidupan. Drakor  telah berkembang menjadi sebuah budaya tontonan yang memberikan ruang bagi wilayah pengalaman personal. [T]

Tags: Dramadrama koreaKorea
Share38TweetSendShareSend
Previous Post

Heboh dan Berisik, Toh Ini Tetap Negeriku Jua

Next Post

Bali dan Covid-19: Titik Balik Bali Untuk Masa Depan

Putu Hendra Mas Martayana

Putu Hendra Mas Martayana

Lahir di Gilimanuk, 14 Agustus 1989, tinggal di Gerokgak, Buleleng. Bisa ditemui di akun Facebook dan IG dengan nama Marx Tjes

Related Posts

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails
Next Post
Bali dan Covid-19: Titik Balik Bali Untuk Masa Depan

Bali dan Covid-19: Titik Balik Bali Untuk Masa Depan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co