2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wahai Kaum Rebahan, Yukk Nonton Drakor! Dijamin Tambah Mager

Putu Hendra Mas Martayana by Putu Hendra Mas Martayana
April 5, 2020
in Esai
Wahai Kaum Rebahan, Yukk Nonton Drakor! Dijamin Tambah Mager

Ilustrasi tatkala.co/Nana Partha

Libur panjang gini enaknya ngapain ya?. Sudah hampir dua minggu mengkarantina diri di desa nir peradaban. Ceritanya, lagi ngikut anjuran Pemerintah Pusat untuk tidak keluar rumah. Jikapun terpaksa keluar, paling-paling  jogging seputaran kompleks. Itu pun dilakukan jelang subuh.

Di tengah wabah Corona, masyarakat desa dimana saya tinggal terbilang santuy. Belum barbar thus nimbun masker dan hand sanitizer. Aktivitas ekonomi, terutama di pasar desa masih berlangsung seperti biasanya. Kandjeng mami yang bertugas menyiapkan kebutuhan makan selama masa liburan panjang emoh ke pasar. Katanya sih ngikut anjuran social/physical distancing gitu. Kebutuhan lauk dan sayur dibelinya dari pedagang sayur keliling yang sering wara wiri di seputaran rumah.

Selain rebahan yang menjadi menu wajib mengisi liburan, aktivitas lainnya yang tidak kalah seru ya nonton drama korea. Di saat dunia sedang suram karena wabah Covid19, drakor bak oase di padang pasir yang ngasih gambaran surga penuh tawa dan warna. Lumayan kan, bisa melototin cewe-cowo bening body goals. 

Seminggu sebelum kampus ditutup, saya sudah menyiapkan beberapa drama Korea terbaru. Awalnya sih buat bekal ngusir bosan sambil nemenin insomnia akut berminggu-minggu. Selain drakor, ada beberapa genre lain yang saya barter dengan teman seperti film Hollywood Barat, Bollywood India dan beberapa anime Jepang seperti Dragon Ball dan Naruto.

Cuman saya perhatikan di beranda FB, pada banyak ngebagiin link drakor banding film lain. Kesimpulan sementara, penggemar drakor jumlahnya mayoritas di negeri ini. Mereka tidak akan susah ditemukan. Tersebar di semua kelompok usia, terutama remaja putri hingga emak-emak. Oleh sebab itulah tulisan ini dibuat.

Kenapa sih cewe-cewe pada suka drakoran ?. Padahal ya, itu kan hanya drama gitu lho, settingan, sandiwara atau apalah namanya. Sama aja kan dengan sinetron yang tiap hari kejar tayang di stasion tv swasta. Emang sih aktor dan aktrisnya mulus-mulus. Tapi kan gak semua mukak aseli. Beberapa aktor dan aktris melakukan tindakan oplas pada bagian wajah yang dianggap kurang menarik. Tapi toh tetap bejibun penggemarnya.

Tapi nih ya, ada cerita menarik dari drakor. Semua pemeran yang terlibat mulus-mulus banget. Padahal perannya jadi babu atau jongos. Gila emang, drakor gak kenal istilah burik apapun perannya. Mau gembel, mau kaya, semuanya mulus. Yang ngebedain cuman pakaian aja. Yang satu nampak berkelas, yang satu agak dekil dan kucel.   

Saya amati, penonton cewe, remaja putri khususnya cenderung memproyeksikan impian pada karakter tertentu yang seharusnya dimiliki laki-laki melalui tokoh-tokoh yang ada, baik secara fisik maupun prilakunya. Ada yang bilang pemeran, terutama aktor prianya cakep, romantis, cool, dewasa, lucu dan terkesan misterius. Beberapa yang popular misalnya Lee Min Ho, Ji Chang Wook, Lee Dong Wook, Lee Jung Suk, Song Joong Ki dan masih banyak yang lain. Setelah dicek, emang bener sih. Jangankan kaum hawa, lelaki tulen kayak saya, ngeliat kegantengan hakiki macam mereka jadi rendah diri. Bak langit dan bumi, mereka memiliki segalanya untuk disebut pesohor kaum hawa. Selain modal tampang menggoda iman, postur tubuhya tinggi dan atletis. Ditambah karakter yang dbawakan di setiap serial drama sebagai pemeran utama semakin menambah kesan bahwa mereka adalah pria ideal calon mantu idaman.

Lha, terus gimana dengan pemeran perempuan?. Kalau saya lihat, tokoh ini mewakili impian perempuan. Mereka ditampilkan cantik, berbusana sosialita dan tinggal di rumah yang megah. Ada juga nih cerita di mana pemeran perempuan utama dari kalangan biasa yang awalnya keliatan ndeso. Lalu ketemu pangeran tampan pemeran pria utama yang kaya raya pewaris perusahaan besar. Jatuh cinta, endingnya bahagia meskipun di sana sini banyak halangan dari pihak keluarga.

Seorang kawan pecinta drakor yang sering saya ajak gibah berujar tema dan alur cerita drakor itu ringan, kreatif, mudah diikuti dan happyending. Dibanding sinetron, penonton lebih antusias ngdrakor. Kalau sinetron lokal itu pada suka ngebahas kisah cinta-cintaan aja. Penonton jadi bosen. Nah, di drakor, mereka nawarin orisinalitas cerita dan kreativitas ide. Emang sih drakor juga nampilin urusan cinta-cintaan ala bucin comel. Tapi ada banyak kategori lain yang tak bisa dilewatkan seperti tema sosial, sejarah, kebudayaan dan bahkan politik.

Apa yang dibilang barusan ada benernya juga. Misalnya drakor Crash Landing on You yang baru-baru ini tayang. Dibintangi aktor kawakan yang baru selesai wamil, Hyun Bin dengan lawan main aktris Son Ye Jin. Di film ini, penonton drakor nggak hanya dimanjain kisah asmara Hyun Bin (Ri Jung Hyuk) dengan Son Ye Jin (Yoon Se-Ri), tetapi juga konteks sosial dan hubungan sejarah serta politik antara duo Korea, Korea Utara dengan Korea Selatan. Jadi, film ini bercerita tentang cinlok antara orang Korea Selatan (Yoon Se-ri) dengan orang Korea Utara (Ri Jung Hyuk). Bisa dibayangin gimana film ini mampu mengaduk-aduk emosi penonton terutama kaum hawa. Nggak salah kalau di negerinya sendiri, film ini mendapat rating yang cukup memuaskan.

Catatan Penutup

Alur cerita di dalam drakor ingin memberi pesan ke kita bahwa cantik atau ganteng itu bukan bawaan lahir. Ia bisa diraih dan dibuat atau diusahakan. Dalam hal ini, Pak sutradara memiliki kejelian menumbuhkan ruang optimistik bagi kita untuk melibatkan feminitas atau maskulinitas sebagai identitas yang terus berubah. Melekat sekaligus dilepas sesuai dengan keinginan.

Pengalaman para aktor dan aktris, meski settingan, namun karena kemampuan acting yang luar biasa menjadi terlihat natural. Kejadian demi kejadian di dalam adegan terlihat akrab dengan kehidupan pribadi. Dibanding penonton pria yang agak kalem, pada penonton perempuan akan lebih mudah ditemukan komentar-komentar seperti ” tuh kan, semua cowok memang begitu, gak ada bedanya, mau enaknya saja”. Mengapa bisa muncul komentar seperti itu ?. Alasannya, bisa jadi penonton perempuan memiliki pengalaman personal yang lebih kuat terhadap alur cerita yang membuatnya bisa menumpahkan kekesalan pada laki-laki.

Tidak berhenti di situ, penonton juga aktif menggali lebih banyak informasi tentang idolanya. Hal itu membantunya berada dalam ruang pembicaraan yang sama dengan sesama, intim dan personal menjadi suatu yang khas. Mereka akan bertukar informasi, lalu mengidentifikasikanya dengan kisah yang dialami sehari-hari. 

Aktivitas dalam “kamar” ini mampu mendatangkan kepuasan psikis, yang bisa jadi kadarnya sama dengan yang didapatkan laki-laki saat nongkrong bareng teman di pinggir jalan. Mereka menemukan romantisme ideal dalam hubungan cinta, sesuatu yang sangat sulit ditemukan dalam kehidupa nyata.

Penonton menjadi dekat dengan drakor karena kemampuan memaralelkan adegan demi adegan dengan apa yang terjadi di dunia nyata. Pada titik ini, drakor menjadi “dunia tetangga” yang dekat dengan, namun bukan bagian dari kehidupan. Drakor  telah berkembang menjadi sebuah budaya tontonan yang memberikan ruang bagi wilayah pengalaman personal. [T]

Tags: Dramadrama koreaKorea
Share38TweetSendShareSend
Previous Post

Heboh dan Berisik, Toh Ini Tetap Negeriku Jua

Next Post

Bali dan Covid-19: Titik Balik Bali Untuk Masa Depan

Putu Hendra Mas Martayana

Putu Hendra Mas Martayana

Lahir di Gilimanuk, 14 Agustus 1989, tinggal di Gerokgak, Buleleng. Bisa ditemui di akun Facebook dan IG dengan nama Marx Tjes

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Bali dan Covid-19: Titik Balik Bali Untuk Masa Depan

Bali dan Covid-19: Titik Balik Bali Untuk Masa Depan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co