2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Panduan Hidup Praktis Tanpa Ponsel Pintar

Hidayat by Hidayat
March 9, 2020
in Esai
Panduan Hidup Praktis Tanpa Ponsel Pintar

Ilustrasi diolah dari Google/Gambar Animasi

Di bulan Juni 2019, saya menghapus facebook karena telah bosan dengan isinya, berita-berita, artikel copy-paste, dan keluhan-keluhan pemuda galau, serta foto-foto yang sengaja dipamerkan lewat beranda.

Beberap bulan lalu, saya menerima email dari googlemaps yang merekam perjalanan saya mengunjungi kota-kota di Jawa. Lengkap dengan tempat yang saya kunjungi, lama waktu perjalanan, dan lain-lain. Googlemap merekam perjalanan saya selama 2 bulan, Agustus dan September 2019. Saat itu saya merasa bangga akan capaian itu. Gogglemap ternyata peduli dengan hidup dan perjalanan saya dengan arsip rekam jejak digital.

Tapi di saat yang sama, saya merasa dunia digital memberikan tawaran alternatif atas banyak hal. Di facebook, saya merasa bebas namun diawasi. Jejak-jejak digital menjadi bukti dan cerminan diri saya juga orang lain. Begitupun dengan googlemaps yang merekam jejak perjalanan saya. Saya berpikir ulang tentang perjalanan saya beberapa bulan lalu, perjalanan bulan depan, dan apa maksud google repot-repot membuat rekam jejak perjalanan saya, lalu akan kemanakah jejak-jejak perjalanan itu?

Di bulan Oktober, saya kehilangan ponsel pintar yang telah menemani kemudahan perjalanan. Saya terbantu dengan aplikasi media sosial, pesan instan, belanja online, berselancar, google maps, dan lain-lain. Dengan media sosial saya bisa mengunggah foto perjalanan dan atau menulis cerita perjalanan. Pesan instan, saya bisa dengan mudah berkabar pada teman dan bertemu. Google maps memberi kemudahan untuk tahu lokasi suatu tempat lengkap dengan jarak tempuh.

Walhasil, saya harus puas dengan itu. Dan memang begitulah takdir. Saya harus terbiasa tanpa fasilitas digital itu.

Sampai saat ini, Maret 2020 saya merasa nyaman dan tidak terbebani. Saya mulai biasa kemana-mana tanpa ponsel pintar dan segala kemudahan yang ada di dalamnya. Saya tidak harus memikirkan pembelian paket bulanan, saya tidak repot dengan notifikasi yang masuk. Tidak dihubungi teman-teman kurasa lebih nyaman dan tenang. Saya bisa melakukan kerja-kerja soliter seperti membaca buku dan menulis tanpa ada yang menggu seperi di atas.

Saya urungkan niat membeli ponsel baru. Ada banyak kebutuhan yang harusnya lebih diutamakan. Meski harus berhadapan pada resiko-resiko.

Sebab di permulaan abad 21 ini, di jaman yang serba digital, segala arus informasi ada di sana. Baik berita maupun hiburan sudah menjadi konsumsi masyarakat, dan itu kebanyakan tersebar lewat internet. Komunikasi berbasis pesan instan menjadi pilihan banyak generasi.

Saya tidak merasa resah meskipun tidak memiliki ponsel pintar. Selalu ada akses untuk mencapai semua itu.

Dan saya telah merangkum sebuah “panduan hidup praktis tanpa ponsel pintar” yang berlandaskan atas pengalaman dan prinsip-prinsip sosial.

Secara alamiah, manusia bersifat sosial

Jangan merasa sendiri. Kamu juga bagian dari masyarakat. Dan secara alamiah membutuhkan manusia-manusia lain untuk saling bekerja sama secara sukarela. Maka, usaha meminjam ponser pintar teman juga bagian dari kerjasama yang didasarkan pada kesepakatan secara sukarela. Kamu bisa meminjam untuk buka media sosial atau jika diperbolehkan temanmu, kau bisa nitip akun aplikasi pesan instan. Asal sama-sama setuju, masalah teratasi. Kamu bisa meminjam ponsel pintar temanmu saat ia tidak memakainya.

Jangan sekali-kali mengusik ranah privat

Setiap orang punya hak untuk menyembunyikan hal-hal privat. Privasi yang tidak ditunjukkan pada orang lain. Maka, jika kamu kebetulan meminjam ponsel temanmu, jangan sekali-kali mengusik atau membuka apa-apa kecuali atas izin pemilik.

Membuka situs-situs yang berguna

Jika kamu meras tertinggal, tidak punya ponsel pintar, tidak memiliki akses internet untuk membuka dan ikut perkembangan politik, ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, dan ancamn mematikan dari virus di negeri tetangga hari ini, jangan khawatir. Kamu tidak sedang terlambat. Kamu bisa meminjam ponsel temanmu untuk mengakses situs-situs yang secara kredibel menyediakan berita dan artikel secara in-depth.

Internet sudah menjadi medium pilihan banyak orang untuk tahu perkembangan akan situasi dunia hari ini. Mulai dari kejahatan kecil sampai kejahatan besar dan terstruktur yang dilakukan korporasi, mulai dari ekspoitasi sumber daya manusia sampai eksploitasi sumber daya alam. Internet menyediakan banyak pilihan untuk menjadi tahu.

Bertanya dan ajak temanmu berdiskusi

Mulai dengan bertanya, “ada berita apa hari ini?”

Aneka macam suguhan berita dan hiburan tersaji di media sosial. Musthil temanmu yang punya ponsel pintar tidak mengetahuinya.

Biasanya, apa-apa yang ada di dunia digital (katakanlah di media sosial), biasanya dibicarakan kembali di kehidupan sosial ketika dua orang atau lebih bertemu.

Jangan merasa jadi orang penting

Tidak punya ponsel pintar bukan berarti kamu lantas kesusahan menghubungi dan atau dihubungi temanmu. Bila memang kamu punya kepentingan pada temanmu, kamu bisa menghubungi lewat media sosial lainnya lalu membuat janji untuk bertemu.

Temui langsung

Media sosial kadang malah menjauhkan hubungan sosial. Membuat pertemanan hanya akrab di dunia maya.

Kamu bisa menemui temanmu secara langsung, dating ke tempat tinggalnya, ke tempat kerjanya atau ke tempat biasa nongkrong jika memang kau membutuhkan teman.

Mungkin cukup sekian panduan hidup hari ini. Semoga kita tidak saling berjauhan karena kenyamanan dengan hal-hal digital dan instan. [T]

Tags: digitalgadgetgaya hiduphandphone
Share11TweetSendShareSend
Previous Post

“Ngerebeg”, Tradisi Desa Adat Tegal, Abiansemal : Berkah dan Meriah

Next Post

Dongeng Bahagia dari Sebelah Telinga: Usaha Mendekati Relita Utuh

Hidayat

Hidayat

Berasal dari ujung timur pulau Jawa alias Banyuwangi. Sedang terdampar di sisi utara Pulau Dewata. Bercita-cita memiliki kedai kopi lengkap dengan perpus, tempat nonton film serta tempat diskusi. Bisa dijumpai di akun inatagram : cethe21

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Dongeng Bahagia dari Sebelah Telinga: Usaha Mendekati Relita Utuh

Dongeng Bahagia dari Sebelah Telinga: Usaha Mendekati Relita Utuh

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co