22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Panduan Hidup Praktis Tanpa Ponsel Pintar

Hidayat by Hidayat
March 9, 2020
in Esai
Panduan Hidup Praktis Tanpa Ponsel Pintar

Ilustrasi diolah dari Google/Gambar Animasi

Di bulan Juni 2019, saya menghapus facebook karena telah bosan dengan isinya, berita-berita, artikel copy-paste, dan keluhan-keluhan pemuda galau, serta foto-foto yang sengaja dipamerkan lewat beranda.

Beberap bulan lalu, saya menerima email dari googlemaps yang merekam perjalanan saya mengunjungi kota-kota di Jawa. Lengkap dengan tempat yang saya kunjungi, lama waktu perjalanan, dan lain-lain. Googlemap merekam perjalanan saya selama 2 bulan, Agustus dan September 2019. Saat itu saya merasa bangga akan capaian itu. Gogglemap ternyata peduli dengan hidup dan perjalanan saya dengan arsip rekam jejak digital.

Tapi di saat yang sama, saya merasa dunia digital memberikan tawaran alternatif atas banyak hal. Di facebook, saya merasa bebas namun diawasi. Jejak-jejak digital menjadi bukti dan cerminan diri saya juga orang lain. Begitupun dengan googlemaps yang merekam jejak perjalanan saya. Saya berpikir ulang tentang perjalanan saya beberapa bulan lalu, perjalanan bulan depan, dan apa maksud google repot-repot membuat rekam jejak perjalanan saya, lalu akan kemanakah jejak-jejak perjalanan itu?

Di bulan Oktober, saya kehilangan ponsel pintar yang telah menemani kemudahan perjalanan. Saya terbantu dengan aplikasi media sosial, pesan instan, belanja online, berselancar, google maps, dan lain-lain. Dengan media sosial saya bisa mengunggah foto perjalanan dan atau menulis cerita perjalanan. Pesan instan, saya bisa dengan mudah berkabar pada teman dan bertemu. Google maps memberi kemudahan untuk tahu lokasi suatu tempat lengkap dengan jarak tempuh.

Walhasil, saya harus puas dengan itu. Dan memang begitulah takdir. Saya harus terbiasa tanpa fasilitas digital itu.

Sampai saat ini, Maret 2020 saya merasa nyaman dan tidak terbebani. Saya mulai biasa kemana-mana tanpa ponsel pintar dan segala kemudahan yang ada di dalamnya. Saya tidak harus memikirkan pembelian paket bulanan, saya tidak repot dengan notifikasi yang masuk. Tidak dihubungi teman-teman kurasa lebih nyaman dan tenang. Saya bisa melakukan kerja-kerja soliter seperti membaca buku dan menulis tanpa ada yang menggu seperi di atas.

Saya urungkan niat membeli ponsel baru. Ada banyak kebutuhan yang harusnya lebih diutamakan. Meski harus berhadapan pada resiko-resiko.

Sebab di permulaan abad 21 ini, di jaman yang serba digital, segala arus informasi ada di sana. Baik berita maupun hiburan sudah menjadi konsumsi masyarakat, dan itu kebanyakan tersebar lewat internet. Komunikasi berbasis pesan instan menjadi pilihan banyak generasi.

Saya tidak merasa resah meskipun tidak memiliki ponsel pintar. Selalu ada akses untuk mencapai semua itu.

Dan saya telah merangkum sebuah “panduan hidup praktis tanpa ponsel pintar” yang berlandaskan atas pengalaman dan prinsip-prinsip sosial.

Secara alamiah, manusia bersifat sosial

Jangan merasa sendiri. Kamu juga bagian dari masyarakat. Dan secara alamiah membutuhkan manusia-manusia lain untuk saling bekerja sama secara sukarela. Maka, usaha meminjam ponser pintar teman juga bagian dari kerjasama yang didasarkan pada kesepakatan secara sukarela. Kamu bisa meminjam untuk buka media sosial atau jika diperbolehkan temanmu, kau bisa nitip akun aplikasi pesan instan. Asal sama-sama setuju, masalah teratasi. Kamu bisa meminjam ponsel pintar temanmu saat ia tidak memakainya.

Jangan sekali-kali mengusik ranah privat

Setiap orang punya hak untuk menyembunyikan hal-hal privat. Privasi yang tidak ditunjukkan pada orang lain. Maka, jika kamu kebetulan meminjam ponsel temanmu, jangan sekali-kali mengusik atau membuka apa-apa kecuali atas izin pemilik.

Membuka situs-situs yang berguna

Jika kamu meras tertinggal, tidak punya ponsel pintar, tidak memiliki akses internet untuk membuka dan ikut perkembangan politik, ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, dan ancamn mematikan dari virus di negeri tetangga hari ini, jangan khawatir. Kamu tidak sedang terlambat. Kamu bisa meminjam ponsel temanmu untuk mengakses situs-situs yang secara kredibel menyediakan berita dan artikel secara in-depth.

Internet sudah menjadi medium pilihan banyak orang untuk tahu perkembangan akan situasi dunia hari ini. Mulai dari kejahatan kecil sampai kejahatan besar dan terstruktur yang dilakukan korporasi, mulai dari ekspoitasi sumber daya manusia sampai eksploitasi sumber daya alam. Internet menyediakan banyak pilihan untuk menjadi tahu.

Bertanya dan ajak temanmu berdiskusi

Mulai dengan bertanya, “ada berita apa hari ini?”

Aneka macam suguhan berita dan hiburan tersaji di media sosial. Musthil temanmu yang punya ponsel pintar tidak mengetahuinya.

Biasanya, apa-apa yang ada di dunia digital (katakanlah di media sosial), biasanya dibicarakan kembali di kehidupan sosial ketika dua orang atau lebih bertemu.

Jangan merasa jadi orang penting

Tidak punya ponsel pintar bukan berarti kamu lantas kesusahan menghubungi dan atau dihubungi temanmu. Bila memang kamu punya kepentingan pada temanmu, kamu bisa menghubungi lewat media sosial lainnya lalu membuat janji untuk bertemu.

Temui langsung

Media sosial kadang malah menjauhkan hubungan sosial. Membuat pertemanan hanya akrab di dunia maya.

Kamu bisa menemui temanmu secara langsung, dating ke tempat tinggalnya, ke tempat kerjanya atau ke tempat biasa nongkrong jika memang kau membutuhkan teman.

Mungkin cukup sekian panduan hidup hari ini. Semoga kita tidak saling berjauhan karena kenyamanan dengan hal-hal digital dan instan. [T]

Tags: digitalgadgetgaya hiduphandphone
Share11TweetSendShareSend
Previous Post

“Ngerebeg”, Tradisi Desa Adat Tegal, Abiansemal : Berkah dan Meriah

Next Post

Dongeng Bahagia dari Sebelah Telinga: Usaha Mendekati Relita Utuh

Hidayat

Hidayat

Berasal dari ujung timur pulau Jawa alias Banyuwangi. Sedang terdampar di sisi utara Pulau Dewata. Bercita-cita memiliki kedai kopi lengkap dengan perpus, tempat nonton film serta tempat diskusi. Bisa dijumpai di akun inatagram : cethe21

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Dongeng Bahagia dari Sebelah Telinga: Usaha Mendekati Relita Utuh

Dongeng Bahagia dari Sebelah Telinga: Usaha Mendekati Relita Utuh

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co