2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dongeng Bahagia dari Sebelah Telinga: Usaha Mendekati Relita Utuh

Agus Wiratama by Agus Wiratama
March 9, 2020
in Ulasan
Dongeng Bahagia dari Sebelah Telinga: Usaha Mendekati Relita Utuh

Tokopedia

  • Judul                : Dongeng Bahagia dari Sebelah Telinga
  • Penulis             : Gunawan Tri Atmodjo
  • Penerbit          : DIVA Press
  • Tahun Terbit      : 2019 (Cetakan Pertama)
  • Jumlah Cerpen: 17
  • Jumlah Hlm.    : 192

____

Apa jadinya bila seseorang menerima kabar bahagia hanya dari sebelah telinganya? Kita sepakati dulu bahwa telinga adalah instrument, maka kata “dari” tepat dalam konteks ini. Meski berita baik, mungkin tidak baik menerimanya dari sebelah telinga saja. Sama dengan membawa hanphone tanpa daya, hanphone hanya menjadi hiasan yang sungguh merepotkan. Tapi, bagaimana bisa kita mendapat kabar dari sebelah telinga sementara kabar biasa kita dapat dari ucapan yang berasal dari mulut? apa tujuan Gunawan Triatmodjo memilih Dongeng Bahagia dari Sebelah Telinga sebagai judul buku?

Saya pikir bukan sebuah cerita pendek yang paling menarik dari kumpulan cerpen terbukukan, tetapi sebagai sebuah judul “Dongeng Bahagia dari sebelah telinga” mampu mewakili isi buku ini secara garis besar.

Apa yang membahagiakan? Secara sederhana, “cinta” lah jawabannya. Siapa yang tidak ingin dicintai atau mencintai? “aku” dalam cerpen “Foto Keluarga” pun rela naik bus bolak-balik meski membuatnya mabuk dengan jarak tempuh berjam-jam demi bertemu keluarga yang dicintainya. Mungkin sebuah hal yang tidak wajar bila seseorang justru marah-marah ketika dicintai atau sebaliknya. Tetapi bagaimana bila benar cinta itu berjalan secara tidak normal seperti halnya kita mendengar kabar gembira dari sebelah telinga?

Kumpulan cerpen yang terdapat dalam buku Dongeng Bahagia dari Sebelah Telinga ini sebagian besar berbicara masalah cinta. Tetapi, jangan berharap bertemu dengan kisah cinta sebagaimana Serial film bersambung pada saluran Tv komersial. Dalam cerpen ini, Gunawan Triatmodjo merajut cerita dengan sangat lihai. Cerita cinta berusaha ditampilkan secara utuh dari berbagai sudut pandang serta kejutan yang menyebabkan pembaca cengar–cengir sendiri.

Cerpen “Dongeng dari Sebelah Telinga” misalnya, bercerita tentang seorang gadis yang tidak memiliki daun telinga kiri namun sangat cantik. Orang-orang yang merayu gadis itu dengan berbuih kabur setelah mengetahui sebelah telinganya tidak ada. Suatu hari, perempuan itu bertemu dengan seseorang yang menerima keadaannya dan justru melamarnya dengan sebuah telinga kiri pinjaman sebagai Mas Kawin. Cerita ini bisa dikatakan sebagai sebuah cerita romantis yang penuh dengan nilai kemanusiaan dan tepat dengan konteks hari ini.

Coba bayangkan, seandainya manusia dilahirkan dengan sebelah telinga saja, pria yang mendekati perempuan tanpa daun telinga kiri itu tidak akan kabur setelah tahu keadaannya. Begitulah kita melihat sesuatu yang asing. Kelompok berbeda adalah tidak normal. Liyan. Maka sikap yang muncul ketika berhadapan dengan sesuatu yang asing adalah sikap diskriminatif. Para pria mendiskriminasi gadis itu dengan sikapnya yang berbalik 180 derajat setelah tahu ia tak punya daun telinga kiri.

Sementara itu, usaha menampilkan keutuhan sudut pandang dalam sebuah fenomena bisa dilihat pada cerpen dengan judul “Pohon Merah di Bandara”, “Dandelion dan Juru Taman”, “Lelaki Tak Bermata dan Anjing Kudisan”, “Buku Harian Kinan”, “Telepon dan Pisau” “Romantika Kereta”, dan “Pulang”. Menampilkan berbagai sudut pandang dilakukan dengan cara menjalankan cerita berdasarkan perspektif satu tokoh, lalu oleh tokoh lain, dan begitu seterusnya.

Bila realita begitu rumitnya untuk diungkapkan secara utuh, barangkali menjadi sebuah tantangan yang terjal dan menarik untuk didekati terlebih melalui cerita pendek. Namun, bila benar hal itu yang dikejar, penulis harus siap berada pada bibir jurang kegagalan, tetapi begitulah hakikat tantangan terjal itu sendiri.

Gaya seperti ini tidak jarang ditemui dalam novel, tetapi penulis cerpen tidak banyak menggunakan bentuk ini. Barangkali mengingat kelemahan seperti berikut: cerpen dituntut sebagai cerita dengan bentuk yang padat, tetapi di sisi lain untuk membuat pembaca menjadi paham, penulis memerlukan deskripsi dan/atau narasi untuk membangun perihal yang ingin dicapai penulis. Hal ini cukup menunjukkan tantangan berat bila memilih teknik bertutur seperti ini.

Beberapa tokoh memang diberi ruang untuk bercerita, semisal dalam cerpen “Pulang”. Dalam cerpen itu tokoh “aku”, “istri”, dan “mantan pacar” mendapat ruangnya masing-masing dalam hal yang berkaitan dengan kisah “aku”. Gunawan Triatmodjo begitu demokratis dalam hal ini. Tetapi sayangnya, hal ini terkesan hanya memperkaya sudut pandang dengan alur yang berkembang sedikit lamban.

Gunawan Triatmodjo sering memberi kejutan pada bagian akhir cerita. Yang paling menarik dengan tokoh sangat kuat dalam cerita ini adalah cerpen berjudul “Sesuatu yang Menggeliat di Balik Pintu”. Cerpen ini menceritakan seorang perempuan aktivis yang diperlakukan buruk oleh suaminya sendiri.

Sebagai seorang aktivis perempuan, tentu saja dia harus menjaga image-nya, dan dari sanalah cerita dimulai, di mana beberapa orang ingin datang ke rumah perempuan itu karena mengetahui masalah rumah tangganya tetapi segera ditolak. Kejutan yang sangat tidak tertebak berhasil disampaikan dengan baik pada akhir cerita.

Dari berbagai cerpen yang dimuat dalam buku ini, bila harus memilih sebuah cerpen yang paling menarik maka dengan lugas akan saya pilih “Sesuatu yang Menggeliat di Balik Pintu” sebab tokoh perempuan dibuat teguh di mata orang, tetapi tidak berdaya di rumah tangganya sendiri. Sementara suaminya dibuat menjadi seorang yang keras dan kasar. Pertemuan kedua tokoh ini merupakan sebuah masalah dan menarik untuk diikuti.

Penulis telah memberi pengalaman yang mampu menempel di kepala saya sehingga kumpulan cerpen yang berjudul Dongeng Bahagia dari Sebelah Telinga patut dibaca oleh, pun seseorang yang sedang menempuh proses menulis.[T]

Tags: BukuCerpenkumpulan cerpenresensi buku
Share16TweetSendShareSend
Previous Post

Panduan Hidup Praktis Tanpa Ponsel Pintar

Next Post

Hadirkan “Contouring Beauty Clinic”, Desmaster Dibuka di Bali

Agus Wiratama

Agus Wiratama

Agus Wiratama adalah penulis, aktor, produser teater dan pertunjukan kelahiran 1995 yang aktif di Mulawali Performance Forum. Ia menjadi manajer program di Mulawali Institute, sebuah lembaga kajian, manajemen, dan produksi seni pertunjukan berbasis di Bali.

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Hadirkan “Contouring Beauty Clinic”,  Desmaster Dibuka di Bali

Hadirkan “Contouring Beauty Clinic”, Desmaster Dibuka di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co