23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pendidikan Ekologi yang Relevan untuk Bali

Doni Sugiarto Wijaya by Doni Sugiarto Wijaya
February 24, 2020
in Esai
Pendidikan Ekologi yang Relevan untuk Bali

Warga banjar/warga subak membangun Rubuha, Rumah Burung Hantu (Foto: IG Made Jonita)

Gubernur Bali mengemukakan dua puluh dua misi Provinsi Bali. Misi nomor 4 pembangunan Bali tahun 2018-2028 adalah tersediannya pendidikan yang adil, merata, terjangkau, dan berkualitas serta melaksanakan wajib belajar 12 tahun. Misi tersebut menyenangkan untuk dilihat saat dipampang di depan tembok atau didengar oleh siaran media. Bagaimana dengan pelaksanaannya hari ini dan di masa depan? Marilah lihat situasi di lapangan.

Di Bali masih ada sekolah yang tidak layak fasilitasnya. Di Karangasem, ada sekolah yang atapnya rawan runtuh. Ini membahayakan guru dan siswa saat sedang belajar. Kasus ini terjadi di Jawa Timur hingga menyebabkan murid dan guru meninggal dunia. Di Bali sekolah negeri unggulan fasilitasnya di atas kelayakan sementara itu sekolah bukan unggulan sarana dan prasarana boleh jadi tidak memadai. Itu yang terjadi kota.  Belum lagi bila membandingkan kondisi infrastruktur fisik pendidikan di dalam kota dengan di pinggir kota hingga pelosok desa.

Dari fasilitas fisik yang belum memadai, sekarang kita akan melihat praktek pendidikan yang ada. Murid murid SD hingga SMA mempelajari ilmu pengetahuan alam. Proses pembelajaran tidak hanya melalui buku teks khusus pelajaran sekolah. Di hampir semua perpustakaan sekolah, amat sedikit buku yang bertema ekologi pulau Bali tersedia. Seharusnya pemerintah mencetak buku tersebut dan didistribusikan ke sekolah sekolah di Bali agar guru dan siswa memahami ekologi pulau ini.

Guru selayaknya mengajak siswa menonton film bersama mengenai flora dan fauna Bali, ekosistem pulau Bali dan masalah lingkungan yang terjadi di Bali saart ini. Film Kala Benoa yang menjelaskan akibat kerusakan lingkungan karena reklamasi teluk benoa dapat diputar di seluruh sekolah pulau Bali. Sekolah perlu mengadakan kerja sama dengan para pembuat film yang bertema ekologi pulau Bali sebagai media pendidikan siswa.

Murid murid yang belajar ilmu alam di sekolah tidak banyak yang mengetahui macam macam spesies tanaman budidaya dan liar yang hidup di Bali beserta kondisi tanah yang cocok untuk tanaman tersebut. Bila dibaca secara dangkal mungkin ini dianggap tidak penting. Tapi pendidikan ilmu alam harus sesuai dengan kondisi nyata yang terjadi di tempat di mana sekolah itu berdiri. Siswa perlu mengetahui hal tersebut supaya dapat meneliti manfaat tanaman tersebut bagi manusia dan lingkungannya dan dapat mengembangkan perekonomian desa dari sumber alam yang ada.

Murid murid tidak tahu persis jumlah spesies burung, ikan dan hewan lainnya yang ada di Bali apalagi statusnya dalam konservasi. Mungkin hanya jalak bali saja yang paling diketahui. Sekolah sampai saat ini tidak mengajarkan kepada muridnya tragedi lingkungan yang telah terjadi di Bali mulai dari punahnya harimau Bali hingga hutan yang kurang dari sepertiga luas pulau. Saat siswa diajak ke sawah , hutan dan padang penggembalaan, guru perlu membimbing siswa untuk mengidentifikasi spesies burung yang ada di situ dan memahami hubungan antara burung dengan hewan lain dan tanaman lain di sawah sehingga siswa belajar ekologi melalui pengalaman.

Bagi siswa yang tinggal tak jauh dari taman nasional Bali Barat sekolah perlu mengadakan perjalanan ilmiah ke sana lebih dari sekali agar siswa semakin mengapresiasi fauna dan flora liar Bali. Sekolah dapat memfasilitasi siswa yang menimba ilmu di Tabanan untuk melihat praktek pemeliharaan burung hantu untuk mewujudkan sawah organic di tempat yang dijuluki desa burung hantu(1). Guru perlu mengajak siswa untuk membandingkan kondisi sawah di Jatiluwih dan Ubud sepuluh tahun yang lalu dengan sekarang  saat sawah semakin digusur dengan akomodasi pariwisata.

Bangunan di tengah sawah di Jatiluwih [Foto balebengong.id]

Gambar 1 : Bangunan di tengah sawah Jatiluwih. Sawah Jatiluwih digerogoti pariwisata. Pariwisata yang ekstraktif (hanya mengeruk keuntungan saja sampai habis) tanpa merawat dan menjaga lingkungan agar dapat menjadi memperbaharui akan menghancurkan jatiluwih.(2)

Pendidikan alam yang diajarkan di sekolah belum reflektif dalam arti menghubungkannya dengn keadaan yang terjadi di lapangan. Di sekolah murid diajari pentingnya hutan di pegunungan dan perbukitan. Mereka mengetahui peran amat berharga hutan bakau bagi pesisir dan nelayan. Murid murid tidak diberi kesempatan untuk berpikir kritis penyebab hutan terdegradasi yang terhubung dengan kebijakan pembangunan.  Murid murid amat jarang diajak melakukan belajar lapangan melihat langsung kondisi hutan bakau, sawah dan hutan pegunungan yang tersisa. Siswa mempelajari dampak pestisida dan pupuk kimia bagi ekosistem sawah dan sekitarnya tapi tidak pernah berdialog langsung dengan petani yang menggunakkannya tersebut untuk memberikan pendidikan kecil agar mengurangi pemakaiannya demi kesehatan lingkungan.   

Bali termasuk kawasan segitiga koral. Ini berarti terdapat terumbu karang dan padang lamun yang merupakan eksositem laut terkaya di dunia. Meski murid mendapat informasi mengenai fungsi terumbu karang dan padang lamun , kegiatan manusia yang dapat merusak terumbu karang dan lamun hingga akibat yang ditimbulkan, pada pelajaran di sekolah guru jarang  menginformasikan jenis jenis koral dan lamun yang ada di Bali kepada siswanya sehingga kesadaran untuk peduli laut masih belum cukup.  Di tepi pantai, sering terdapat sampah yang akan mencapai padang lamun dan terumbu karang sehingga mengakibatkan biota laut terancam.

Pendidikan alam bagi siswa di Bali tidak hanya untuk mengenal kondisi ekosistem dan jenis jenis mahluk hidup yang ada di dalamnya. Siswa perlu diberi pendidikan untuk mengolah hasil alam dari tanah Bali. Tidak hanya mengolah daun kelapa , tetapi mengolah bagian pelepah kelapa, nira kelapa, kulit kelapa dan batang kelapa. Siswa perlu melihat langsung penggilingan padi menjadi beras. Mereka dapat berkesempatan mempelajari pengolahan sisa sisa tanaman padi seperti pembuatan minyak dari bekatul dan pengolahan jerami padi menjadi tikar. Saat mempelajari pengolahan hasil laut, murid murid memperoleh peluang untuk mengolah limbah ikan menjadi tepung atau sesuatu yang memiliki nilai guna.

Pendidikan alam yang seperti ini adalah agar siswa menjadi peka bahkan peduli terhadap keragaman hayati dan keberadaan spesies yang hidup di ekosistem terpenting bagi orang Bali yaitu sawah dan mengupayakan kepada masyarakat untuk bersama sama menahan laju alih fungsi sawah serta menggalakkan pertanian ekologi yang ramah lingkungan. Dalam mempelajari ekologi, guru mengajarkan kepada siswa untuk menghubungkannya dengan aspek keadilan sosial dimana setiap orang berhak atas air bersih, udara segar, makanan sehat dan lingkungan yang layak huni. Yang terpenting siswa perlu diberi kesempatan untuk berpikir kritis untuk melihat dampak lingkungan dari pembangunan Bali yang mengabaikan lingkungan. Kurikulum pendidikan ilmu alam untuk Bali hendaknya tidak sekedar menjiplak saja apa yang dipraktekkan dari Jakarta. Dinas Pendidikan Bali perlu menyesuaikannya dengan kondisi alam dan budaya yang ada.

Sumber:

  1. https://bali.tribunnews.com/2019/07/15/selamatkan-sawah-dari-serangan-tikus-warga-desa-senganan-lestarikan-burung-hantu-tyto-alba. Senin, 15 Juli 2019. Diakses tanggal 17 Februari 2020
  2. https://balebengong.id/subak-jatiluwih/. Diakses tanggal 17 Februari 2020
Tags: baliekologi
Share34TweetSendShareSend
Previous Post

[Jah Magesah] – Cinta Pertama Sebelum yang Lain-lain

Next Post

Eksistensi Bangli dalam Bau Mistis

Doni Sugiarto Wijaya

Doni Sugiarto Wijaya

Lulus Kuliah tahun 2017 dari Universitas Pendidikan Nasional jurusan ekonomi manajemen dengan IPK 3,54. Mendapat penghargaan Paramitha Satya Nugraha sebagai mahasiswa yang menulis skripsi dengan bahasa Inggris. Sejak tahun 2019 pertengahan bulan Oktober, Doni mulai belajar menulis di blog secara otodidak. Doni menulis untuk bersuara kepada publik mengenai isu isu lingkungan hidup, sosial dan satwa liar.

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Eksistensi Bangli dalam Bau Mistis

Eksistensi Bangli dalam Bau Mistis

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co