2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pendidikan Ekologi yang Relevan untuk Bali

Doni Sugiarto Wijaya by Doni Sugiarto Wijaya
February 24, 2020
in Esai
Pendidikan Ekologi yang Relevan untuk Bali

Warga banjar/warga subak membangun Rubuha, Rumah Burung Hantu (Foto: IG Made Jonita)

Gubernur Bali mengemukakan dua puluh dua misi Provinsi Bali. Misi nomor 4 pembangunan Bali tahun 2018-2028 adalah tersediannya pendidikan yang adil, merata, terjangkau, dan berkualitas serta melaksanakan wajib belajar 12 tahun. Misi tersebut menyenangkan untuk dilihat saat dipampang di depan tembok atau didengar oleh siaran media. Bagaimana dengan pelaksanaannya hari ini dan di masa depan? Marilah lihat situasi di lapangan.

Di Bali masih ada sekolah yang tidak layak fasilitasnya. Di Karangasem, ada sekolah yang atapnya rawan runtuh. Ini membahayakan guru dan siswa saat sedang belajar. Kasus ini terjadi di Jawa Timur hingga menyebabkan murid dan guru meninggal dunia. Di Bali sekolah negeri unggulan fasilitasnya di atas kelayakan sementara itu sekolah bukan unggulan sarana dan prasarana boleh jadi tidak memadai. Itu yang terjadi kota.  Belum lagi bila membandingkan kondisi infrastruktur fisik pendidikan di dalam kota dengan di pinggir kota hingga pelosok desa.

Dari fasilitas fisik yang belum memadai, sekarang kita akan melihat praktek pendidikan yang ada. Murid murid SD hingga SMA mempelajari ilmu pengetahuan alam. Proses pembelajaran tidak hanya melalui buku teks khusus pelajaran sekolah. Di hampir semua perpustakaan sekolah, amat sedikit buku yang bertema ekologi pulau Bali tersedia. Seharusnya pemerintah mencetak buku tersebut dan didistribusikan ke sekolah sekolah di Bali agar guru dan siswa memahami ekologi pulau ini.

Guru selayaknya mengajak siswa menonton film bersama mengenai flora dan fauna Bali, ekosistem pulau Bali dan masalah lingkungan yang terjadi di Bali saart ini. Film Kala Benoa yang menjelaskan akibat kerusakan lingkungan karena reklamasi teluk benoa dapat diputar di seluruh sekolah pulau Bali. Sekolah perlu mengadakan kerja sama dengan para pembuat film yang bertema ekologi pulau Bali sebagai media pendidikan siswa.

Murid murid yang belajar ilmu alam di sekolah tidak banyak yang mengetahui macam macam spesies tanaman budidaya dan liar yang hidup di Bali beserta kondisi tanah yang cocok untuk tanaman tersebut. Bila dibaca secara dangkal mungkin ini dianggap tidak penting. Tapi pendidikan ilmu alam harus sesuai dengan kondisi nyata yang terjadi di tempat di mana sekolah itu berdiri. Siswa perlu mengetahui hal tersebut supaya dapat meneliti manfaat tanaman tersebut bagi manusia dan lingkungannya dan dapat mengembangkan perekonomian desa dari sumber alam yang ada.

Murid murid tidak tahu persis jumlah spesies burung, ikan dan hewan lainnya yang ada di Bali apalagi statusnya dalam konservasi. Mungkin hanya jalak bali saja yang paling diketahui. Sekolah sampai saat ini tidak mengajarkan kepada muridnya tragedi lingkungan yang telah terjadi di Bali mulai dari punahnya harimau Bali hingga hutan yang kurang dari sepertiga luas pulau. Saat siswa diajak ke sawah , hutan dan padang penggembalaan, guru perlu membimbing siswa untuk mengidentifikasi spesies burung yang ada di situ dan memahami hubungan antara burung dengan hewan lain dan tanaman lain di sawah sehingga siswa belajar ekologi melalui pengalaman.

Bagi siswa yang tinggal tak jauh dari taman nasional Bali Barat sekolah perlu mengadakan perjalanan ilmiah ke sana lebih dari sekali agar siswa semakin mengapresiasi fauna dan flora liar Bali. Sekolah dapat memfasilitasi siswa yang menimba ilmu di Tabanan untuk melihat praktek pemeliharaan burung hantu untuk mewujudkan sawah organic di tempat yang dijuluki desa burung hantu(1). Guru perlu mengajak siswa untuk membandingkan kondisi sawah di Jatiluwih dan Ubud sepuluh tahun yang lalu dengan sekarang  saat sawah semakin digusur dengan akomodasi pariwisata.

Bangunan di tengah sawah di Jatiluwih [Foto balebengong.id]

Gambar 1 : Bangunan di tengah sawah Jatiluwih. Sawah Jatiluwih digerogoti pariwisata. Pariwisata yang ekstraktif (hanya mengeruk keuntungan saja sampai habis) tanpa merawat dan menjaga lingkungan agar dapat menjadi memperbaharui akan menghancurkan jatiluwih.(2)

Pendidikan alam yang diajarkan di sekolah belum reflektif dalam arti menghubungkannya dengn keadaan yang terjadi di lapangan. Di sekolah murid diajari pentingnya hutan di pegunungan dan perbukitan. Mereka mengetahui peran amat berharga hutan bakau bagi pesisir dan nelayan. Murid murid tidak diberi kesempatan untuk berpikir kritis penyebab hutan terdegradasi yang terhubung dengan kebijakan pembangunan.  Murid murid amat jarang diajak melakukan belajar lapangan melihat langsung kondisi hutan bakau, sawah dan hutan pegunungan yang tersisa. Siswa mempelajari dampak pestisida dan pupuk kimia bagi ekosistem sawah dan sekitarnya tapi tidak pernah berdialog langsung dengan petani yang menggunakkannya tersebut untuk memberikan pendidikan kecil agar mengurangi pemakaiannya demi kesehatan lingkungan.   

Bali termasuk kawasan segitiga koral. Ini berarti terdapat terumbu karang dan padang lamun yang merupakan eksositem laut terkaya di dunia. Meski murid mendapat informasi mengenai fungsi terumbu karang dan padang lamun , kegiatan manusia yang dapat merusak terumbu karang dan lamun hingga akibat yang ditimbulkan, pada pelajaran di sekolah guru jarang  menginformasikan jenis jenis koral dan lamun yang ada di Bali kepada siswanya sehingga kesadaran untuk peduli laut masih belum cukup.  Di tepi pantai, sering terdapat sampah yang akan mencapai padang lamun dan terumbu karang sehingga mengakibatkan biota laut terancam.

Pendidikan alam bagi siswa di Bali tidak hanya untuk mengenal kondisi ekosistem dan jenis jenis mahluk hidup yang ada di dalamnya. Siswa perlu diberi pendidikan untuk mengolah hasil alam dari tanah Bali. Tidak hanya mengolah daun kelapa , tetapi mengolah bagian pelepah kelapa, nira kelapa, kulit kelapa dan batang kelapa. Siswa perlu melihat langsung penggilingan padi menjadi beras. Mereka dapat berkesempatan mempelajari pengolahan sisa sisa tanaman padi seperti pembuatan minyak dari bekatul dan pengolahan jerami padi menjadi tikar. Saat mempelajari pengolahan hasil laut, murid murid memperoleh peluang untuk mengolah limbah ikan menjadi tepung atau sesuatu yang memiliki nilai guna.

Pendidikan alam yang seperti ini adalah agar siswa menjadi peka bahkan peduli terhadap keragaman hayati dan keberadaan spesies yang hidup di ekosistem terpenting bagi orang Bali yaitu sawah dan mengupayakan kepada masyarakat untuk bersama sama menahan laju alih fungsi sawah serta menggalakkan pertanian ekologi yang ramah lingkungan. Dalam mempelajari ekologi, guru mengajarkan kepada siswa untuk menghubungkannya dengan aspek keadilan sosial dimana setiap orang berhak atas air bersih, udara segar, makanan sehat dan lingkungan yang layak huni. Yang terpenting siswa perlu diberi kesempatan untuk berpikir kritis untuk melihat dampak lingkungan dari pembangunan Bali yang mengabaikan lingkungan. Kurikulum pendidikan ilmu alam untuk Bali hendaknya tidak sekedar menjiplak saja apa yang dipraktekkan dari Jakarta. Dinas Pendidikan Bali perlu menyesuaikannya dengan kondisi alam dan budaya yang ada.

Sumber:

  1. https://bali.tribunnews.com/2019/07/15/selamatkan-sawah-dari-serangan-tikus-warga-desa-senganan-lestarikan-burung-hantu-tyto-alba. Senin, 15 Juli 2019. Diakses tanggal 17 Februari 2020
  2. https://balebengong.id/subak-jatiluwih/. Diakses tanggal 17 Februari 2020
Tags: baliekologi
Share34TweetSendShareSend
Previous Post

[Jah Magesah] – Cinta Pertama Sebelum yang Lain-lain

Next Post

Eksistensi Bangli dalam Bau Mistis

Doni Sugiarto Wijaya

Doni Sugiarto Wijaya

Lulus Kuliah tahun 2017 dari Universitas Pendidikan Nasional jurusan ekonomi manajemen dengan IPK 3,54. Mendapat penghargaan Paramitha Satya Nugraha sebagai mahasiswa yang menulis skripsi dengan bahasa Inggris. Sejak tahun 2019 pertengahan bulan Oktober, Doni mulai belajar menulis di blog secara otodidak. Doni menulis untuk bersuara kepada publik mengenai isu isu lingkungan hidup, sosial dan satwa liar.

Related Posts

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails
Next Post
Eksistensi Bangli dalam Bau Mistis

Eksistensi Bangli dalam Bau Mistis

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co