2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Politik Kasur, Dengkur dan Kubur: Romantisme I Made Suarbawa

Agus Wiratama by Agus Wiratama
January 31, 2020
in Ulasan
Politik Kasur, Dengkur dan Kubur: Romantisme I Made Suarbawa
  • Judul               : Politik Kasur, Dengkur & Kubur
  • Penulis           : I Made Suarbawa
  • Penerbit         : Mahima Institute Indonesia
  • Cetakan Pertama: Oktober 2019

Saya mengenal Made Suarbawa dari beberapa pertemuan yang entah bisa disebut sengaja atau tidak. Tetapi, pertemuan itu tidak banyak memberitahu saya mengenai dirinya. Setiap bertemu, obrolan kami hanya seputar kegiatan masing-masing, tak pernah sampai pada hal personal yang mengakrabkan. Sedikit yang saya tahu, Birus (Panggilan I Made Suarbawa) aktif di Minikino dan berasal dari Jembrana yang kemudian tinggal di Denpasar. Barangkali, jalan mengenalnya secara lebih dalam tidak melalui pertemuan semacam itu.

Benar saja, ketika membaca kumpulan cerpen Politik Dengkur, Kasur dan Kubur karya I Made Suarbawa, saya merasa lebih dekat dengan kehidupannya. Awalnya, saya pasrah sebab tak berhasil menghilangkan bayangan penulis ketika membaca, pasalnya, ia selalu saja hadir sebagai bayang-bayang tokoh. Atau memang latar belakang yang saya ketahui secara minim itu masuk dalam cerita-cerita Made Suarbawa?

Belakangan, semakin sering pula saya bertemu dengan Made Suarbawa, pada acara sastra dan teater khususnya. Setiap saya bertemu dengannya, ia jarang sendiri, paling tidak ada seorang anak gadisnya yang bernama Puspa, bersama istri, atau bertiga. Di tengah ingatan ini melintas, saya berpikir barangkali inilah yang membuat tokoh-tokoh dalam cerpen dihadiri sosok penulis, sebab sebagian besar cerpen yang dimuat dalam buku Politik Dengkur, Kasur dan Kubur memilih tema keluarga.  

Setelah putus asa karena kegagalan menghilangkan Made Suarbawa, saya justru membiarkannya hidup sebagi tokoh, sehingga setelah cerpen selesai saya baca, saya mengambil sebuah kesimpulan, Made Suarbawa/Birus sangat Romantis. Hal ini jelas saya lihat dalam beberapa cerpennya. “Kopi pagi” misalnya yang mengisahkan seorang lelaki yang berkelahi dengan istrinya hanya karena persoalan kopi. Permasalahan dibuat semakin besar hingga tokoh dibuat frustasi.

Cerita ini mengingatkan saya dengan alasan seorang eksistensialis prancis, Jean Paul Sartre yang memutuskan tidak menikahi kekasihnya Simone de Beauvoir karena beranggapan pernikahan kelak menciptakan penindasan. Sepemahaman saya, Sartre adalah seorang pesimis sehingga istilah absurd banyak digunakan karena ketiadaan Tuhan. Bedanya, lelaki dan perempuan dalam cerpen Made Suarbawa akhirnya menyelesaikan masalah di dalam diri kemudian perlahan saling menerima satu sama lain. Benarkah kedua tokoh itu bahagia setelah bertengkar hebat hanya gara-gara kopi dan meredamnya dalam diri? Saya pikir, Made Suarbawa menyelamatkan kedua tokohnya dengan keyakinan yang berbalik dengan Sartre.

Cerpen ini membuat saya sadar, konflik harus dipelihara untuk menggelitik pikiran, untuk merenung, maka cerpen bisa menjadi sebuah teks nakal yang membangunkan pembaca/ penulisnya dari nyaman itu sendiri. Bayangkanlah rumah tangga yang adem ayem. Tak pernah terjadi perdebatan, begitu datar sehingga hanya menunggu kematian salah seorang dari pasangan itu. Maka, buatlah cerpen dan berkonfliklah dalam tulisan itu seperti yang dilakukan Made Suarbawa.

Awalnya, saya sangat sinis dengan judul buku ini. Sebab penulis dengan gamblang memilih judul dengan kata “Politik” yang saya sendiri kurang minati. Salah satu alasannya mungkin, karena saya ingin lebih mengenal penulisnya, sementara pembicaraan politik dalam pikiran saya benar-benar terkontaminasi dengan jarak yang sangat jauh, melayang di ketinggian yang tidak terjangkau, padahal itu pun belum tentu benar.

Rupa-rupanya, tebakan saya salah besar. Melalui kumpulan cerpen Made Suarbawa ini saya justru lebih mengenal penulis. Ia benar romantis, tetapi bukan romantis seperti cinta bergaya klise ala remaja. Cobalah buka beberapa halaman lain dan lihat judul cerpen-cerpennya. Tidak semua bercerita tentang cinta antara lelaki perempuan.

Made Suarbawa begitu romantis dalam artian yang berbeda, hal itu juga saya lihat dari caranya menyampaikan cerita. Pada cerita pendek yang berjudul “Kisah Peniup Seruling” misalnya, Saya membaca cerita itu seperti menonton orang yang sedang mendongeng.

Dongeng barangkali memang sudah berjarak dengan kehidupan hari ini. Barangkali hanya beberapa orang tua yang masih melakukan itu. Meski saya menyangsikan pula kebenaran tersebut. Nampaknya Made Birus terkenang kuat akan masa-masa orang tua mendongengi anaknya, sehingga dia mengajak pembaca untuk mengenang masa lalu penulis. Bukankah kenangan semacam itu adalah salah satu ciri romantisme itu sendiri?  

Pada beberapa cerita dalam kumpulan ini cukup berhasil menggiring saya untuk memilih sebuah sikap. Seperti esai saya pikir, kadang seperti dongeng pula. Tetapi hal ini menarik sebab suarbawa mengingatkan pembaca yang kadang lupa menarik pengalaman terhayati. Memang bukan suatu keharusan, tetapi hal itu bisa menjadi pilihan, bukan?

Itu saya pikir adalah konsekuensi dari konsistensi Made Birus sebagai seorang yang romantis itu. Seperti mendengar ayah, atau kakek mendongeng dengan pesan-pesan yang bisa kita tebak dan kita jadikan pelajaran. Cerita yang tidak hanya berlalu sebagai sebuah keindahan. Tetapi, romantic bukan? Benar-benar lelaki yang romantis [T]

Tags: BukuCerpenkumpulan cerpenresensi buku
Share74TweetSendShareSend
Previous Post

Ziarah ke Makam Gus Dur; Batu Nisan Tertulis Indah, Tempat Berbaring Seorang Pejuang Kemanusiaan

Next Post

Novel “Tresna Tuara Teked” Ida Bagus Pawanasuta Raih Hadiah Rancage 2020

Agus Wiratama

Agus Wiratama

Agus Wiratama adalah penulis, aktor, produser teater dan pertunjukan kelahiran 1995 yang aktif di Mulawali Performance Forum. Ia menjadi manajer program di Mulawali Institute, sebuah lembaga kajian, manajemen, dan produksi seni pertunjukan berbasis di Bali.

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Novel “Tresna Tuara Teked” Ida Bagus Pawanasuta Raih Hadiah Rancage  2020

Novel “Tresna Tuara Teked” Ida Bagus Pawanasuta Raih Hadiah Rancage 2020

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co