23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

RIPUH

Oka Rusmini by Oka Rusmini
August 26, 2019
in Esai
RIPUH

Edisi 26/8/2019

KOPLAK terdiam, pikirannya kacau balau. Perasaannya sulit dideteksi. Pokoknya seumur hidup baru kali ini Koplak merasakan perasaannya yang sangat tidak nyaman, sejak bangun pagi dadanya terasa sesak, sulit sekali bernafas. Entah dada yang mana, pokoknya sangat menganggu bahkan menarik nafas saja sulit. Pikiran Koplak pun berkelana, teringat kata-kata mendiang neneknya, seorang Ida Ayu dan sering sekali berkata, melahang nampih papineh – berusahalah menata hati dan pikiran biar tidak rusuh jiwa dan raga. Mungkin itu terjemahan bebasnya ala Koplak..

Kata-kata yang sering diucap perempuan tua yang sampai ajal menjemputnya Koplak masih merasakan hawa kebangsawanan yang melumuri perempuan tua itu, kecantikannya juga tidak pernah luntur. Koplak kadang membayangkan, pasti Neneknya itu perempuan paling cantik yang dimiliki desa mereka. Anehnya, perempuan secantik itu bersedia menemani Pekak, kakek Koplak sampai ajal menjemput sang Pekak, Nenek Dayu begitu biasanya Koplak memanggil perempuan tua itu, perempuan tua yang tidak mau dipanggil Odah. Katanya lebih baik dipanggil Nenek saja oleh cucu-cucunya kelak, juga oleh para menantunya.

Nenek Dayu bisa hidup santai bersama Pekak karena perempuan itu menurut perasaan dan pikiran Koplak hidup dijalananinya dengan ringan, mungkin karena itulah perempuan tua sekaligus satu-satunya perempuan paling cantik yang pernah dilihat Koplak semasa hidup. Kemitir pun kalah cantik. Nenek Dayu itu bukan tipe pengatur, Kemitir tipe pengatur.

Dada sebelah kanan terasa sakit, Koplak menarik nafas dalam-dalam. Tidak menolong, gerakan yoga yang diajarkan Kemitir justru membuat dada yang sebelah kiri juga makin sakit. Koplak semakin gelisah, keringat dingin mulai memandikan tubuhnya. Koplak menggigil. Lalu, semua berubah gelap!

***

Begitu membuka mata Koplak sudah bertemu dengan wajah Kemitir, bukan wajah nenek Dayu yang menyejukkan, wajah Kemitir terlihat besus, judes Koplak paham dari gerak mata Kemitir, Koplak paham banyak hal yang akan dibicaakan perempuan itu. Koplak pura-pura memejamkan mata, wajah Kemitir masih di depan wajahnya.

Akhirnya Koplak menyerah, ketika anak perempuan semata wayangnya itu belum juga membuka mulut, dia justru berdiri sambil menyilangkan kedua tangannya di depan. Koplak menarik nafas pelan-pelan, takut sekali dengan rasa sakit yang terasa menguliti tubuhnya. Sakit apa aku ini? Usiaku belum 50 tahun, sakit apa yang mengulik tubuhku?Apa amah leak? Dimakan ilmu hitam?

Koplak menimbang sendiri sambil tetap memicingkan mata berusaha menerka, berusaha menebak kata-kata yang akan meluncur dari bibir Kemitir. Koplak tahu persis Kemitir pasti akan ceramah “kebudayaan” seperti biasa tentang aturan-aturan hidup dan lain-lain. Hyang Jagat! Koplak menenangkan diri.Mungkin karena hidup Kemitir penuh aturan tak ada lelaki yang pernah ditenteng Kemitir dihadapan Koplak. Koplak menggigit bibirnya. Memicingkan mata kanan, wajah Kemitir justru dalam kondisi marah kok justru makin Jegeg, cantik ya?

“Bape, Bapak tahu kenapa saat ini berada di rumah sakit?” Suara Kemitir hampir saja membuat lepas satu sulur sarafnya. Rumah sakit? Waduh-waduh bagaimana ini? Koplak menggigil.

“Apa dokter atau petugas medis yang lainnnya sudah memasukkan obat ke dalam tubuh, Bape?” tanya Koplak terbata-bata. Kemitir mengangguk cepat.

“Kemitir kan sudah sering berkata-kata pada Bape, minum obat yang rajin. Minum obat yang teratur.”

“Apa aku sakit jantung? Karena kemarin jantungku berhenti berdetak!” Jawab Koplak serius dan cepat. Kemitir mendelik.

“Tidak hanya jantung, ginjal, dan seluruh organ di dalam tubuh Bape juga bisa raib, kalau Bape masih bengkung, bandel. Mengerti apa yang Kemitir katakan?” Kemitir berkata serius. Koplak terdian. Dia teringat seorang Ibu yang hamil yang berada di Jakarta setelah periksa ke Puskesmas ternyata bukannya sembuh justru muntah-muntah, setelah ditelisik, diduga obat yang diberikan kadaluarsa. Koplak menggigil.

Tahukah Kemitir kalau belakangan ini setiap minum obat Koplak justru merasa takut dan cemas, bukannya sembuh justru menambah bebab. Bagaimana kalau obat diabetes yang biasa ditelan Koplak palsu? Bagaimana kalau kadaluarsa? Terus kalau Koplak mati berarti mati konyol! Siapa yang akan mengurus desanya, karena saat ini adalah jabatan Koplak yang kedua, jabatan yang tidak memiliki beban. Koplak terdiam memandang mata dan bibir Kemitir yang terus memberi ceramah.

Tahukah Kemitir kecemasannya? Rasa takut dalam dirinya? Bagaimana Kemitir tahu obat yang biasanya dibeli Koplak selalu obat generik. Kata teman Koplak kalau menggunakan kartu BPJS biasanya pelayanan agak lama. Koplak terdiam ketika Kemitir berkata.

“Merawat kesehatan itu mahal, jika sakit lebih mahal lagi. yang tertib minum obat, Bape. Bape kan bukan anak kecil lagi.” Kemitir mendelik menyodorkan obat kepada Koplak. Koplak justru berkeringat dingin. Pikirannya dipenuhi beragam rasa takut dan kuatir.

Kalau aku mati bagaimana? Tidak jantan mati karena meneguk obat kadaluarsa kan?! [T]

Tags: desaKoplakOka RusminiPolitiksosial
Share33TweetSendShareSend
Previous Post

Status Medioker atawa Semenjana, Bukan Akhir Segalanya

Next Post

Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa

Oka Rusmini

Oka Rusmini

Sastrawan & Jurnalis

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa

Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co