24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa

I Ketut Suar Adnyana by I Ketut Suar Adnyana
August 26, 2019
in Esai
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa

Foto ilustrasi oleh Mursal Buyung

Peningkatan mutu pendidikan memang memerlukan proses yang panjang. Peningkatan mutu pendidikan dapat dilakukan dengan mengadakan perubahan kurikulum sehingga kurikulum yang diberlakukan dapat mengakomodasi kebutuhan akan kualitas sumberdaya manusia. 

Peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia belum merata. Hal itu dapat dikaji dari ketimpangan kualitas pendidikan di daerah perkotaan dengan daerah perdesaan (daerah terpencil).  Sekolah–sekolah yang ada di perkotaan telah memiliki sarana dan prasarana yang memadai, kualitas tenaga pendidik yang berkualitas, dan proses pembelajaran berjalan dengan baik. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan sekolah-sekolah yang ada di perdesaan (daerah terpencil). Mirisnya lagi, dengan ketimpangan tersebut pemerintah menggunakan UN/UNBK sebagai tolak ukur kualitas pendidikan. 

Soal UN/UNBK sama untuk semua sekolah. Walaupun UN/UNBK hanya sebagai pemetaan kualitas pendidikan di Indonesia tetapi langkah tersebut dirasakan tidak adil. Seharusnya pemerintah memeratakan kualitas pendidikan sehingga tidak ada lagi ketimpangan kualitas pendidikan.

Yang menjadi permasalah pada pelaksanaan UN/UNBK  tahun ini adalah adanya peningkatan kesulitan soal ujian khususnya untuk mata uji matematika. Pemerintah tidak bisa hanya menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi/ High Order Thinking Skill (HOTS) hanya dengan meningkatkan kesulitan soal. Hal ini terlalu dipaksakan sehingga siswa yang berada di perdesaan (daerah terpencil) mengalami kesulitan menjawab soal-soal yang membutuhkan daya nalar yang tinggi. Faktanya, kondisi saat ini  para siswa kita masih berpikir di level tingkat rendah (lower order thinking skill), sebagaimana ditunjukkan dalam berbagai assessment  internasional, seperti Programme Internationale for Student Assesment (PISA) dan  Trends in International Mathematics and Science Study(TIMSS). 

Peningkatan kualitas pendidikan hendaknya diawali dengan peningkatan kualitas delapan standar nasional pendidikan yaitu Standar Kompetensi Lulusan,Standar Isi,Standar Proses,Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan,Standar Sarana dan Prasarana,Standar Pengelolaan,Standar Pembiayaan Pendidikan, dan Standar Penilaian Pendidikan. Hal ini menyangkut peningkatan kualitas pendidikan secara holistik.

Tahapan perbaikan tidak dapat dilakukan secara parsial. Tuntutan agar siswa memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi tidak dapat dilakukan hanya dengan meningkatkan kesulitan tes. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy menyatakan pelaksanaan UNBK pada tahun 2019 soal isian tidak hanya untuk soal matematika tetapi semua mata pelajaran yang diujinasionalkan akan ada soal isiannya. Gagasan tersebut bertujuan agar siswa memiliki kemampuan berpikir kritis secara komprehensif.

Hal itu hanya akan merugikan siswa yang mengenyam pendidikan dengan sarana dan prasarana yang belum memadai. Kebijakan tersebut menimbulkan pro dan kontra. Satu pihak pemerintah ingin meningkatkan kualitas pendidikan yang merata di seluruh wilayah di Indonesia tetapi di lain pihak sarana dan prasarana pendidikan untuk daerah perdesaan (daerah terpencil) belum memadai.

Perbaikan kualitas delapan standar nasional pendidikan harus menjadi prioritas. Apabila kualitas tersebut sudah baik, selanjutnya yang perlu dikaji adalah peningkatan  HOTS siswa. HOTS siswa tidak hanya dilakukan pada saat UNBK saja, Tuntutan itu harus dilaksanakan selama proses pembelajaran, pada saat evaluasi tengah semester, dan evaluasi akhir semester. Soal-soal yang diberikan oleh guru tidak hanya terfokus pada penilaian kognitif tetapi juga penilaian afektif dan psikomotor.

Limbach dan Waugh (2009) menyatakan bahwa ada lima langkah yang dapat dilakukan untuk pengembangan keterampilan berpikir pada tingkat yang lebih tinggi. Pengembangan keterampilan berpikir dapat diimplementasikan dalam setiap situasi proses pembelajaran untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih aktif dan untuk mengarahkan peserta didik menuju pemikiran tingkat yang lebih tinggi.

Lima langkah tersebut adalah  1) Tentukan tujuan pembelajaran. Guru harus secara hati-hati mengidentifikasi tujuan pembelajaran. Setelah proses pembelajaran tujuan pembelajaran perlu dievaluasi apakah siswa telah memiliki kemampuan berpikir pada tataran tingkat tinggi. Dengan demikian, rencana pembelajaran yang disusun harus menargetkan perilaku tertentu, memperkenalkan dan mempraktekkan perilaku yang diinginkan. Pengembangan tujuan yang ditulis dengan baik akan mempercepat keterampilan siswa  dalam berpikir pada tingkatan yang lebih tinggi.

2) Pembelajaran melalui bertanya.  Bertanya adalah bagian penting dari proses pembelajaran. Bertanya dimulai dengan membangun apa yang diketahui dan memungkinkan guru untuk mengembangkan ide-ide dan pemahaman baru. Teknik tanya jawab dapat digunakan untuk menumbuhkan kemampuan berpikir siswa. Pertanyaan dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan konvergen dan pertanyaan divergen. Pertanyaan konvergen mencari satu atau lebih jawaban yang sangat spesifik, sementara pertanyaan divergen mencari berbagai jawaban yang benar.

3) Review, refine and improve (Tinjau, sempurnakan, dan tingkatkan). Guru harus berusaha terus menyempurnakan proses pembelajarannya  untuk memastikan bahwa model pembelajarannya mengarahkan siswa memiliki kemampuan berpikir pada tingkat yang lebih tinggi. Guru hendaknya melakukan reviu terhadap proses pembelajaran. Hasil reviu dijadikan acuan dalam memperbaiki proses pembelajaran dan guru tidak pernah berhenti untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran.

4) Penilaian pembelajaran. Penilaian pembelajaran dapat dilakukan selama proses pembelajaran dan pada akhir pembelajaran. Penilaian yang diberikan oleh guru tidak hanya mengukur kemampuan berpikir siswa pada tataran rendah. Guru sebagai fasilitator membiasakan dan  memberikan tugas atau peniliaian yang menuntut keterampilan berpikir siswa pada level yang tinggi.

Penilaian yang menuntut kemampuan siswa berpikir pada level tinggi mensyaratkan peningkatan proses  pembelajaran, kualitas guru, sarana dan prasarana. Hal itu hendaknya menjadi perhatian pemerintah. Tujuan pemerintah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berpikir pada level tinggi dapat dilakukan apabila kualitas proses pembelajaran, kualitas guru, dan kualitas sarana dan prasarana pendidikan sudah merata di seluruh Indonesia. [T]

Tags: PendidikanPengetahuansekolahsiswa
Share50TweetSendShareSend
Previous Post

RIPUH

Next Post

Dua Pelukis Bali Lolos ke Beijing International Art Biennale 2019

I Ketut Suar Adnyana

I Ketut Suar Adnyana

Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. adalah Wakil Rektor I Universitas Dwijendra, Denpasar

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Dua Pelukis Bali Lolos ke Beijing International Art Biennale 2019

Dua Pelukis Bali Lolos ke Beijing International Art Biennale 2019

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co