8 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tentang Pertanyaan Itu: Selaput Dara, Flu Burung, dan Lain-lain – [Cerita Penyuluhan di Desa]

dr. Ketut Suantara by dr. Ketut Suantara
August 21, 2019
in Esai
Si Perantau Tanggung: Asal Tabanan, Lahir di Buleleng, Domisili Negaroa

Bertugas di puskesmas bukanlah idaman bagi dokter-dokter kita. Biasanya puskesmas hanya dipakai batu loncatan sebelum bisa  menempuh pendidikan spesialistik dan kemudian berkarier di kota. Saya termasuk sebagian kecil dari dokter yang kurang  beruntung itu, dari awal karier sampai detik ini tetap berkutat di desa  yang kebetulan adalah desa kelahiran saya sendiri, yang sempat saya tinggalkan. 

Terlepas dari perasaan sentimental dan kenangan masa lalu, bagaimanapun hidup adalah sebuah pilihan. Termasuk untuk mengabdikan diri di pedesaan. Selain memeriksa pasien di pukesmas, tugas saya sebagai  ASN yang bekerja di puskesmas antara lain memberdayakan masyarakat desa di bidang kesehatan, dengan meningkatkan pengetahuan mereka tentang persoalan kesehatan dan program-program kesehatan dari pemerintah.

Salah satu program yang sangat berkaitan dengan hal ini adalah program Promosi Kesehatan, yang mengharuskan kami untuk sering turun ke masyarakat  memberikan penyuluhan terkait masalah kesehatan. Ada masanya saya begitu menikmati kegiatan ini, karena di sana kita bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat, mengetahui permasalahan yang mereka hadapi dan juga harapan mereka terkait peningkatan status kesehatannya.

Sasaran untuk disuluh pun biasanya beragam, tergantung tema yang ingin disampaikan. Kesehatan reproduksi kepada para pelajar SMP dan SMA, penyakit degenerative pada masyarakat lansia dan seterusnya.  Banyak suka duka yang ditemukan, tapi karena  simpati pada profesi guru, saya cukup menikmati kegiatan ini. Dan dari sekian kali penyuluhan yang saya lakukan, barangkali ada beberapa hal yang menarik dan layak saya bagi disini.

Kegiatan pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru, pasti diisi ceramah tentang kesehatan reproduksi bagi mereka. Sebagai kelompok umur yang pertama kali mengalami fase Pubertas, kita harus mengisi otak mereka dengan pengetahuan reproduksi yang benar .Ceramah berjalan satu arah, dengan informasi hanya dari saya selaku penyaji. Pada sesi diskusi baru situasi berubah. Begitu banyak pertanyaan yang masuk. Tapi itu tak cukup mengkhawatirkan saya sebagai  satu satunya sumber kebenaran di ruangan itu, setidaknya pada saat itu.


Memberi penyuluhan di desa

Seorang siswi mengacungkan tangan, dan pertanyaanya cukup mengagetkan seisi kelas termasuk saya. “Pak dokter, apakah benar seorang wanita yang baru pertama berhubungan seksual, harus keluar darah?”

Terdengar riuh seisi kelas, menanggapi pertanyaan yang berani itu. Setelah hening sejenak baru saya jawab.

“Baiklah, kata saya menengahi, hal itu adalah mitos yang punya setengah kebenaran saja,” jawab saya.

Saat berhenti sejenak, saya lihat wajah wajah serius dari siswi siswi yang duduk di deretan paling depan. Selaput dara atau hymen adalah selaput tipis di fornix anterior yang menutupi bagian dalam vagina. Dan dia bisa berdarah atau terkoyak bukan  hanya karena hubungan seksual.

Kecelakaan saat bersepeda waktu kecil, yang tak disadari juga bisa membuatnya terkoyak, Bahkan ilmu baru yang pak dokter baca mengatakan, seorang wanita yang melakukan hubungan sexual dalam usia yang matang dan telah siap secara fisik dan mental, bisa tak mengalami perdarahan saat hubungan seksual yang pertama. Tampak wajah-wajah puas dari sang penanya dan beberapa siswi yang sempat  saya  amati air mukanya.

Pengalaman kedua, terjadi saat sosialisasi penyakit flu burung. Dimana saat itu sedang terjadi penyebaran virus flu burung pada hewan ternak yaitu ayam dan unggas lainnya dan sempat mengenai beberapa orang sebagai korbannya. Kebetulan kejadiannya terjadi di daerah lain dan belum ada yang terbukti terjangkit di kabupaten kita.

Penyuluhan hari itu cukup panjang, saya bersama pemegang program penyakit menular  berbusa busa menjelaskan apa itu penyakit flu burung,apa penyebabnya, bagaimana gejala dan cara penularannya. Dan saat diberikan kesempatan bertanya, seorang peternak menyuarakan kesangsiannya.

“Pak dokter, saya sudah belasan tahun memelihara ayam potong, dan memang ada masanya yang disebut grubug, beberapa ekor ayam akan sakit dan juga mati. Tapi itu berlangsung sebentar, setelah itu keadaan kembali normal, dan tak pernah ada orang yang sampai ikut sakit  saat ayam ini grubug . Jadi terus terang saja saya belum percaya apakah penyakit ini ada, dan bisa sampai ke desa ini.”

Begitu dia menutup pertanyaan dengan angkuh.

Saya dan staf sejenak saling pandang mendengar pertanyaan ini. Dan sebelum situasi menjadi tak terkontrol, saya segera ambil pengeras suara. “Bli Tu”, begitu saya memanggilnya, kebetulan dia pernah periksa ke tempat praktek saya.

”Seumur  hidup, Bli Tu, dan yang Bli Tu tahu, siapa orang yang paling berjasa sepanjang sejarah manusia di dunia ini?”

Saya berikan beberapa nama yang mungkin dia kenal, “Apakah Muhamad Ali? Albert Einstein, Ronald Reagen ataukah Mikel Gorbacev?” Begitu saya memancing. Tak ada jawaban dari yang ditanya.

Langsung saya cecar lagi.”Menurut saya orang yang paling berjasa sepanjang adanya dunia ini adalah Edward Jenner, seorang dokter desa di Inggris sana. Dia menyuntik dirinya sendiri dengan kuman yang telah dilemahkan hingga kita mengenal yang namanya immunisasi. Tanpa dia mungkin kita, saya, termasuk Bli Tu tak akan bisa berumur lebih tua, karena keburu meninggal terkena penyakit-penyakit yang  seharusnya bisa dicegah dengan immunisasi itu!”

Saya berhenti sejenak.

”Jadi jangan ragu dengan kemajuan dunia kesehatan saat ini, satu satunya penyakit yang belum ditemukan obatnya hanya HIV/Aids “.

Begitu jawaban terakhir saya dengan sesumbar. Tak ada bantahan dari yang bertanya. Satu nol untuk Pak Dokter Puskesmas.

Kenangan terakhir yang cukup menyebalkan terjadi di hari minggu. Karena undangan mengisi kegiatan  pasraman  remaja di desa, waktunya tak boleh di hari kerja. Jadi hari libur saya turun ke desa bersama  bidan pemegang wilayah untuk memberi penyuluhan kesehatan remaja.Karena pas hari libur, saya ajak kedua anak saya ikut ke desa. Biar mereka tahu bahwa bapaknya punya pekerjaan lain , selain menyuntik pasien.

Sepanjang acara saya lihat beberapa anak lelaki ngobrol di belakang dan terlihat kurang begitu tertarik  pada materi yang saya berikan. Sialnya saat diskusi ada sesorang dari mereka yang bertanya. ”Pak dokter  saya ingin bertanya dua hal!”

“Baik, nanti langsung Pak Dokter jawab,” begitu tantang saya dengan sedikit ketus.

“Pertama, kapan sebaiknya kita boleh melakukan hubungan seksual?” tanyanya.

Saya sudah merasa anak ini ingin mengerjai  saya.

”Pak dokter  sudah bicara setengah jam tentang hal ini tadi, kalau sampai bertanya  kalian pasti tak memperhatikan tadi. Nanti di rumah silahkan tanyakan kepada temannya yang rajin menyimak penjelasan Pak Dokter”.

”Baiklah, pertanyaan kedua”, lanjut anak itu dengan senyumnya yang jahat. Begitu tak sopannya pertanyaan itu, membuat saya ragu apakah benar pertanyaan itu keluar dari mulut seorang anak kampung  yang tinggal  di pelosok ini,  berjarak hampir 60 km dari kota kabupaten.

Tapi saya menyimpulkan kejahilannya ini sebagai suatu kenakalan yang tak tersalurkan dan sekadar mencari perhatian tanpa pertimbangan akal sehat dan tata kesopanan. Dan saya bertekad untuk tak menjawab pertanyaan itu, karena  tak semua pertanyaan mesti dijawab. Saya pun tak berminat untuk  menceritakan di sini apa yang ditanyakan anak itu, tapi seandainya pun ada yang penasaran boleh japri saya. [T]

Tags: dokterkesehatanSeksualitassex
Share57TweetSendShareSend
Previous Post

Calonarang

Next Post

Membincangkan Kisah Sejarah dan Cerita Nyata dalam Karya Sastra Indonesia

dr. Ketut Suantara

dr. Ketut Suantara

Dokter. Lahir di Tista, Busungbiu, Buleleng. Kini bertugas di Puskesmas Busungbiu 2 dan buka praktek di Desa Dapdaputih, Busungbiu

Related Posts

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

by Chusmeru
October 7, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

Read moreDetails

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
0
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

Read moreDetails

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
0
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

Read moreDetails

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails
Next Post
Membincangkan Kisah Sejarah dan Cerita Nyata dalam Karya Sastra Indonesia

Membincangkan Kisah Sejarah dan Cerita Nyata dalam Karya Sastra Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Permata Bali — Kumpulan Cerita Pendek
Buku Tatkala

Permata Bali — Kumpulan Cerita Pendek

Judul: Permata Bali -- kumpulan cerita pendek Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Putu Oka Sukanta ISBN: Masih dalam proses...

by Buku Tatkala
October 7, 2026
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa
Opini

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

by Chusmeru
October 7, 2026
10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud
Pameran

10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud

SUDAH mengunjungi pameran Ten Ubud Local Artists di Sthala Ubud Bali? Jumlah karya yang disajikan tidak terlalu banyak memang, namun...

by Nyoman Budarsana
October 7, 2026
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi
Esai

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co