14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tentang Pertanyaan Itu: Selaput Dara, Flu Burung, dan Lain-lain – [Cerita Penyuluhan di Desa]

dr. Ketut Suantara by dr. Ketut Suantara
August 21, 2019
in Esai
Si Perantau Tanggung: Asal Tabanan, Lahir di Buleleng, Domisili Negaroa

Bertugas di puskesmas bukanlah idaman bagi dokter-dokter kita. Biasanya puskesmas hanya dipakai batu loncatan sebelum bisa  menempuh pendidikan spesialistik dan kemudian berkarier di kota. Saya termasuk sebagian kecil dari dokter yang kurang  beruntung itu, dari awal karier sampai detik ini tetap berkutat di desa  yang kebetulan adalah desa kelahiran saya sendiri, yang sempat saya tinggalkan. 

Terlepas dari perasaan sentimental dan kenangan masa lalu, bagaimanapun hidup adalah sebuah pilihan. Termasuk untuk mengabdikan diri di pedesaan. Selain memeriksa pasien di pukesmas, tugas saya sebagai  ASN yang bekerja di puskesmas antara lain memberdayakan masyarakat desa di bidang kesehatan, dengan meningkatkan pengetahuan mereka tentang persoalan kesehatan dan program-program kesehatan dari pemerintah.

Salah satu program yang sangat berkaitan dengan hal ini adalah program Promosi Kesehatan, yang mengharuskan kami untuk sering turun ke masyarakat  memberikan penyuluhan terkait masalah kesehatan. Ada masanya saya begitu menikmati kegiatan ini, karena di sana kita bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat, mengetahui permasalahan yang mereka hadapi dan juga harapan mereka terkait peningkatan status kesehatannya.

Sasaran untuk disuluh pun biasanya beragam, tergantung tema yang ingin disampaikan. Kesehatan reproduksi kepada para pelajar SMP dan SMA, penyakit degenerative pada masyarakat lansia dan seterusnya.  Banyak suka duka yang ditemukan, tapi karena  simpati pada profesi guru, saya cukup menikmati kegiatan ini. Dan dari sekian kali penyuluhan yang saya lakukan, barangkali ada beberapa hal yang menarik dan layak saya bagi disini.

Kegiatan pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru, pasti diisi ceramah tentang kesehatan reproduksi bagi mereka. Sebagai kelompok umur yang pertama kali mengalami fase Pubertas, kita harus mengisi otak mereka dengan pengetahuan reproduksi yang benar .Ceramah berjalan satu arah, dengan informasi hanya dari saya selaku penyaji. Pada sesi diskusi baru situasi berubah. Begitu banyak pertanyaan yang masuk. Tapi itu tak cukup mengkhawatirkan saya sebagai  satu satunya sumber kebenaran di ruangan itu, setidaknya pada saat itu.


Memberi penyuluhan di desa

Seorang siswi mengacungkan tangan, dan pertanyaanya cukup mengagetkan seisi kelas termasuk saya. “Pak dokter, apakah benar seorang wanita yang baru pertama berhubungan seksual, harus keluar darah?”

Terdengar riuh seisi kelas, menanggapi pertanyaan yang berani itu. Setelah hening sejenak baru saya jawab.

“Baiklah, kata saya menengahi, hal itu adalah mitos yang punya setengah kebenaran saja,” jawab saya.

Saat berhenti sejenak, saya lihat wajah wajah serius dari siswi siswi yang duduk di deretan paling depan. Selaput dara atau hymen adalah selaput tipis di fornix anterior yang menutupi bagian dalam vagina. Dan dia bisa berdarah atau terkoyak bukan  hanya karena hubungan seksual.

Kecelakaan saat bersepeda waktu kecil, yang tak disadari juga bisa membuatnya terkoyak, Bahkan ilmu baru yang pak dokter baca mengatakan, seorang wanita yang melakukan hubungan sexual dalam usia yang matang dan telah siap secara fisik dan mental, bisa tak mengalami perdarahan saat hubungan seksual yang pertama. Tampak wajah-wajah puas dari sang penanya dan beberapa siswi yang sempat  saya  amati air mukanya.

Pengalaman kedua, terjadi saat sosialisasi penyakit flu burung. Dimana saat itu sedang terjadi penyebaran virus flu burung pada hewan ternak yaitu ayam dan unggas lainnya dan sempat mengenai beberapa orang sebagai korbannya. Kebetulan kejadiannya terjadi di daerah lain dan belum ada yang terbukti terjangkit di kabupaten kita.

Penyuluhan hari itu cukup panjang, saya bersama pemegang program penyakit menular  berbusa busa menjelaskan apa itu penyakit flu burung,apa penyebabnya, bagaimana gejala dan cara penularannya. Dan saat diberikan kesempatan bertanya, seorang peternak menyuarakan kesangsiannya.

“Pak dokter, saya sudah belasan tahun memelihara ayam potong, dan memang ada masanya yang disebut grubug, beberapa ekor ayam akan sakit dan juga mati. Tapi itu berlangsung sebentar, setelah itu keadaan kembali normal, dan tak pernah ada orang yang sampai ikut sakit  saat ayam ini grubug . Jadi terus terang saja saya belum percaya apakah penyakit ini ada, dan bisa sampai ke desa ini.”

Begitu dia menutup pertanyaan dengan angkuh.

Saya dan staf sejenak saling pandang mendengar pertanyaan ini. Dan sebelum situasi menjadi tak terkontrol, saya segera ambil pengeras suara. “Bli Tu”, begitu saya memanggilnya, kebetulan dia pernah periksa ke tempat praktek saya.

”Seumur  hidup, Bli Tu, dan yang Bli Tu tahu, siapa orang yang paling berjasa sepanjang sejarah manusia di dunia ini?”

Saya berikan beberapa nama yang mungkin dia kenal, “Apakah Muhamad Ali? Albert Einstein, Ronald Reagen ataukah Mikel Gorbacev?” Begitu saya memancing. Tak ada jawaban dari yang ditanya.

Langsung saya cecar lagi.”Menurut saya orang yang paling berjasa sepanjang adanya dunia ini adalah Edward Jenner, seorang dokter desa di Inggris sana. Dia menyuntik dirinya sendiri dengan kuman yang telah dilemahkan hingga kita mengenal yang namanya immunisasi. Tanpa dia mungkin kita, saya, termasuk Bli Tu tak akan bisa berumur lebih tua, karena keburu meninggal terkena penyakit-penyakit yang  seharusnya bisa dicegah dengan immunisasi itu!”

Saya berhenti sejenak.

”Jadi jangan ragu dengan kemajuan dunia kesehatan saat ini, satu satunya penyakit yang belum ditemukan obatnya hanya HIV/Aids “.

Begitu jawaban terakhir saya dengan sesumbar. Tak ada bantahan dari yang bertanya. Satu nol untuk Pak Dokter Puskesmas.

Kenangan terakhir yang cukup menyebalkan terjadi di hari minggu. Karena undangan mengisi kegiatan  pasraman  remaja di desa, waktunya tak boleh di hari kerja. Jadi hari libur saya turun ke desa bersama  bidan pemegang wilayah untuk memberi penyuluhan kesehatan remaja.Karena pas hari libur, saya ajak kedua anak saya ikut ke desa. Biar mereka tahu bahwa bapaknya punya pekerjaan lain , selain menyuntik pasien.

Sepanjang acara saya lihat beberapa anak lelaki ngobrol di belakang dan terlihat kurang begitu tertarik  pada materi yang saya berikan. Sialnya saat diskusi ada sesorang dari mereka yang bertanya. ”Pak dokter  saya ingin bertanya dua hal!”

“Baik, nanti langsung Pak Dokter jawab,” begitu tantang saya dengan sedikit ketus.

“Pertama, kapan sebaiknya kita boleh melakukan hubungan seksual?” tanyanya.

Saya sudah merasa anak ini ingin mengerjai  saya.

”Pak dokter  sudah bicara setengah jam tentang hal ini tadi, kalau sampai bertanya  kalian pasti tak memperhatikan tadi. Nanti di rumah silahkan tanyakan kepada temannya yang rajin menyimak penjelasan Pak Dokter”.

”Baiklah, pertanyaan kedua”, lanjut anak itu dengan senyumnya yang jahat. Begitu tak sopannya pertanyaan itu, membuat saya ragu apakah benar pertanyaan itu keluar dari mulut seorang anak kampung  yang tinggal  di pelosok ini,  berjarak hampir 60 km dari kota kabupaten.

Tapi saya menyimpulkan kejahilannya ini sebagai suatu kenakalan yang tak tersalurkan dan sekadar mencari perhatian tanpa pertimbangan akal sehat dan tata kesopanan. Dan saya bertekad untuk tak menjawab pertanyaan itu, karena  tak semua pertanyaan mesti dijawab. Saya pun tak berminat untuk  menceritakan di sini apa yang ditanyakan anak itu, tapi seandainya pun ada yang penasaran boleh japri saya. [T]

Tags: dokterkesehatanSeksualitassex
Share57TweetSendShareSend
Previous Post

Calonarang

Next Post

Membincangkan Kisah Sejarah dan Cerita Nyata dalam Karya Sastra Indonesia

dr. Ketut Suantara

dr. Ketut Suantara

Dokter. Lahir di Tista, Busungbiu, Buleleng. Kini bertugas di Puskesmas Busungbiu 2 dan buka praktek di Desa Dapdaputih, Busungbiu

Related Posts

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
0
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

Read moreDetails

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails
Next Post
Membincangkan Kisah Sejarah dan Cerita Nyata dalam Karya Sastra Indonesia

Membincangkan Kisah Sejarah dan Cerita Nyata dalam Karya Sastra Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co