30 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tentang Pertanyaan Itu: Selaput Dara, Flu Burung, dan Lain-lain – [Cerita Penyuluhan di Desa]

dr. Ketut Suantara by dr. Ketut Suantara
August 21, 2019
in Esai
Si Perantau Tanggung: Asal Tabanan, Lahir di Buleleng, Domisili Negaroa

Bertugas di puskesmas bukanlah idaman bagi dokter-dokter kita. Biasanya puskesmas hanya dipakai batu loncatan sebelum bisa  menempuh pendidikan spesialistik dan kemudian berkarier di kota. Saya termasuk sebagian kecil dari dokter yang kurang  beruntung itu, dari awal karier sampai detik ini tetap berkutat di desa  yang kebetulan adalah desa kelahiran saya sendiri, yang sempat saya tinggalkan. 

Terlepas dari perasaan sentimental dan kenangan masa lalu, bagaimanapun hidup adalah sebuah pilihan. Termasuk untuk mengabdikan diri di pedesaan. Selain memeriksa pasien di pukesmas, tugas saya sebagai  ASN yang bekerja di puskesmas antara lain memberdayakan masyarakat desa di bidang kesehatan, dengan meningkatkan pengetahuan mereka tentang persoalan kesehatan dan program-program kesehatan dari pemerintah.

Salah satu program yang sangat berkaitan dengan hal ini adalah program Promosi Kesehatan, yang mengharuskan kami untuk sering turun ke masyarakat  memberikan penyuluhan terkait masalah kesehatan. Ada masanya saya begitu menikmati kegiatan ini, karena di sana kita bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat, mengetahui permasalahan yang mereka hadapi dan juga harapan mereka terkait peningkatan status kesehatannya.

Sasaran untuk disuluh pun biasanya beragam, tergantung tema yang ingin disampaikan. Kesehatan reproduksi kepada para pelajar SMP dan SMA, penyakit degenerative pada masyarakat lansia dan seterusnya.  Banyak suka duka yang ditemukan, tapi karena  simpati pada profesi guru, saya cukup menikmati kegiatan ini. Dan dari sekian kali penyuluhan yang saya lakukan, barangkali ada beberapa hal yang menarik dan layak saya bagi disini.

Kegiatan pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru, pasti diisi ceramah tentang kesehatan reproduksi bagi mereka. Sebagai kelompok umur yang pertama kali mengalami fase Pubertas, kita harus mengisi otak mereka dengan pengetahuan reproduksi yang benar .Ceramah berjalan satu arah, dengan informasi hanya dari saya selaku penyaji. Pada sesi diskusi baru situasi berubah. Begitu banyak pertanyaan yang masuk. Tapi itu tak cukup mengkhawatirkan saya sebagai  satu satunya sumber kebenaran di ruangan itu, setidaknya pada saat itu.


Memberi penyuluhan di desa

Seorang siswi mengacungkan tangan, dan pertanyaanya cukup mengagetkan seisi kelas termasuk saya. “Pak dokter, apakah benar seorang wanita yang baru pertama berhubungan seksual, harus keluar darah?”

Terdengar riuh seisi kelas, menanggapi pertanyaan yang berani itu. Setelah hening sejenak baru saya jawab.

“Baiklah, kata saya menengahi, hal itu adalah mitos yang punya setengah kebenaran saja,” jawab saya.

Saat berhenti sejenak, saya lihat wajah wajah serius dari siswi siswi yang duduk di deretan paling depan. Selaput dara atau hymen adalah selaput tipis di fornix anterior yang menutupi bagian dalam vagina. Dan dia bisa berdarah atau terkoyak bukan  hanya karena hubungan seksual.

Kecelakaan saat bersepeda waktu kecil, yang tak disadari juga bisa membuatnya terkoyak, Bahkan ilmu baru yang pak dokter baca mengatakan, seorang wanita yang melakukan hubungan sexual dalam usia yang matang dan telah siap secara fisik dan mental, bisa tak mengalami perdarahan saat hubungan seksual yang pertama. Tampak wajah-wajah puas dari sang penanya dan beberapa siswi yang sempat  saya  amati air mukanya.

Pengalaman kedua, terjadi saat sosialisasi penyakit flu burung. Dimana saat itu sedang terjadi penyebaran virus flu burung pada hewan ternak yaitu ayam dan unggas lainnya dan sempat mengenai beberapa orang sebagai korbannya. Kebetulan kejadiannya terjadi di daerah lain dan belum ada yang terbukti terjangkit di kabupaten kita.

Penyuluhan hari itu cukup panjang, saya bersama pemegang program penyakit menular  berbusa busa menjelaskan apa itu penyakit flu burung,apa penyebabnya, bagaimana gejala dan cara penularannya. Dan saat diberikan kesempatan bertanya, seorang peternak menyuarakan kesangsiannya.

“Pak dokter, saya sudah belasan tahun memelihara ayam potong, dan memang ada masanya yang disebut grubug, beberapa ekor ayam akan sakit dan juga mati. Tapi itu berlangsung sebentar, setelah itu keadaan kembali normal, dan tak pernah ada orang yang sampai ikut sakit  saat ayam ini grubug . Jadi terus terang saja saya belum percaya apakah penyakit ini ada, dan bisa sampai ke desa ini.”

Begitu dia menutup pertanyaan dengan angkuh.

Saya dan staf sejenak saling pandang mendengar pertanyaan ini. Dan sebelum situasi menjadi tak terkontrol, saya segera ambil pengeras suara. “Bli Tu”, begitu saya memanggilnya, kebetulan dia pernah periksa ke tempat praktek saya.

”Seumur  hidup, Bli Tu, dan yang Bli Tu tahu, siapa orang yang paling berjasa sepanjang sejarah manusia di dunia ini?”

Saya berikan beberapa nama yang mungkin dia kenal, “Apakah Muhamad Ali? Albert Einstein, Ronald Reagen ataukah Mikel Gorbacev?” Begitu saya memancing. Tak ada jawaban dari yang ditanya.

Langsung saya cecar lagi.”Menurut saya orang yang paling berjasa sepanjang adanya dunia ini adalah Edward Jenner, seorang dokter desa di Inggris sana. Dia menyuntik dirinya sendiri dengan kuman yang telah dilemahkan hingga kita mengenal yang namanya immunisasi. Tanpa dia mungkin kita, saya, termasuk Bli Tu tak akan bisa berumur lebih tua, karena keburu meninggal terkena penyakit-penyakit yang  seharusnya bisa dicegah dengan immunisasi itu!”

Saya berhenti sejenak.

”Jadi jangan ragu dengan kemajuan dunia kesehatan saat ini, satu satunya penyakit yang belum ditemukan obatnya hanya HIV/Aids “.

Begitu jawaban terakhir saya dengan sesumbar. Tak ada bantahan dari yang bertanya. Satu nol untuk Pak Dokter Puskesmas.

Kenangan terakhir yang cukup menyebalkan terjadi di hari minggu. Karena undangan mengisi kegiatan  pasraman  remaja di desa, waktunya tak boleh di hari kerja. Jadi hari libur saya turun ke desa bersama  bidan pemegang wilayah untuk memberi penyuluhan kesehatan remaja.Karena pas hari libur, saya ajak kedua anak saya ikut ke desa. Biar mereka tahu bahwa bapaknya punya pekerjaan lain , selain menyuntik pasien.

Sepanjang acara saya lihat beberapa anak lelaki ngobrol di belakang dan terlihat kurang begitu tertarik  pada materi yang saya berikan. Sialnya saat diskusi ada sesorang dari mereka yang bertanya. ”Pak dokter  saya ingin bertanya dua hal!”

“Baik, nanti langsung Pak Dokter jawab,” begitu tantang saya dengan sedikit ketus.

“Pertama, kapan sebaiknya kita boleh melakukan hubungan seksual?” tanyanya.

Saya sudah merasa anak ini ingin mengerjai  saya.

”Pak dokter  sudah bicara setengah jam tentang hal ini tadi, kalau sampai bertanya  kalian pasti tak memperhatikan tadi. Nanti di rumah silahkan tanyakan kepada temannya yang rajin menyimak penjelasan Pak Dokter”.

”Baiklah, pertanyaan kedua”, lanjut anak itu dengan senyumnya yang jahat. Begitu tak sopannya pertanyaan itu, membuat saya ragu apakah benar pertanyaan itu keluar dari mulut seorang anak kampung  yang tinggal  di pelosok ini,  berjarak hampir 60 km dari kota kabupaten.

Tapi saya menyimpulkan kejahilannya ini sebagai suatu kenakalan yang tak tersalurkan dan sekadar mencari perhatian tanpa pertimbangan akal sehat dan tata kesopanan. Dan saya bertekad untuk tak menjawab pertanyaan itu, karena  tak semua pertanyaan mesti dijawab. Saya pun tak berminat untuk  menceritakan di sini apa yang ditanyakan anak itu, tapi seandainya pun ada yang penasaran boleh japri saya. [T]

Tags: dokterkesehatanSeksualitassex
Share57TweetSendShareSend
Previous Post

Calonarang

Next Post

Membincangkan Kisah Sejarah dan Cerita Nyata dalam Karya Sastra Indonesia

dr. Ketut Suantara

dr. Ketut Suantara

Dokter. Lahir di Tista, Busungbiu, Buleleng. Kini bertugas di Puskesmas Busungbiu 2 dan buka praktek di Desa Dapdaputih, Busungbiu

Related Posts

Di Ruang Tunggu Kehidupan

by Ahmad Sihabudin
October 30, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

PAGI itu, saya kembali terbangun dengan pikiran yang sama: hari ini harus ke rumah sakit mana lagi? Hampir setengah tahun...

Read moreDetails

Elegi Rumah Pusaka Bernama Papua

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, saya mengajak anda semua main ke sebuah rumah yang sangat luas. Rumah ini sangat asri, halamannya...

Read moreDetails

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
0
Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

Read moreDetails

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

by Tri Nugroho Adi
October 29, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Tidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...

Read moreDetails

Tembok Besar Indonesia Itu Bernama Etnosentrisme [Catatan Hari Sumpah Pemuda]

by Chusmeru
October 28, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BANYAK yang mengira, setelah Sumpah Pemuda tahun 1928 persoalan bangsa yang majemuk ini telah selesai. Banyak pula yang berharap, setelah...

Read moreDetails

Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

by Angga Wijaya
October 27, 2026
0
Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

BERKENDARA di jalanan Denpasar dan Badung, Bali, belakangan ini membuat saya ketar-ketir. Saya beberapa kali mengalami situasi ketika sudah berkendara...

Read moreDetails

Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

by I Wayan Yudana
October 27, 2026
0
Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

Oktober selalu menjadi bulan istimewa bagi dunia pendidikan. Sekolah-sekolah menyelenggarakan Bulan Bahasa melalui berbagai kegiatan, mulai dari lomba membaca puisi,...

Read moreDetails

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

Read moreDetails

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

Read moreDetails

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
0
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

Read moreDetails
Next Post
Membincangkan Kisah Sejarah dan Cerita Nyata dalam Karya Sastra Indonesia

Membincangkan Kisah Sejarah dan Cerita Nyata dalam Karya Sastra Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Taman Pecangakan Disulap Jadi Playground Kreatif, Jembrana Creative Festival Digelar Dua Hari
Budaya

Taman Pecangakan Disulap Jadi Playground Kreatif, Jembrana Creative Festival Digelar Dua Hari

AKHIR pekan ini, Taman Pecangakan di jantung Kota Negara, Jembrana, punya agenda yang berbeda dari biasanya. Selama dua hari, Sabtu–Minggu,...

by tatkala
October 30, 2026
Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846–1950 | Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek
Khas

Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846–1950 | Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

SETIDAKNYA 7,05 juta wisatawan mancanegara melintasi pintu gerbang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai setiap tahunnya. Bali telah lama...

by Wahyu Mahaputra
October 30, 2026
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik
Esai

Di Ruang Tunggu Kehidupan

PAGI itu, saya kembali terbangun dengan pikiran yang sama: hari ini harus ke rumah sakit mana lagi? Hampir setengah tahun...

by Ahmad Sihabudin
October 30, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Elegi Rumah Pusaka Bernama Papua

SIDANG pembaca yang budiman, saya mengajak anda semua main ke sebuah rumah yang sangat luas. Rumah ini sangat asri, halamannya...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 30, 2026
Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak
Khas

Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

WAJAH-wajah polos penuh semangat memenuhi Jimbaran Hub, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Kamis pagi, 29 Oktober 2026. Sisa air hujan...

by Nyoman Budarsana
October 30, 2026
Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu
Esai

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam
Panggung

Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

BAGAIMANA menuliskan luka yang sulit diungkapkan? Ketika trauma, kehilangan, dan ketidakadilan terasa begitu berat, mampukah kata-kata menggambarkan pengalaman yang menyakitkan...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia
Panggung

Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

PERAGAAN busana yang mengusung konsep tekstil berkelanjutan tampil memikat dalam Labdanation Fashion Week Season III di panggung terbuka Sira Village,...

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan
Khas

Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

ALUNAN lembut gamelan gangsa dan moncong reong berpadu dengan tembang-tembang klasik nan sakral, menghadirkan suasana khidmat yang sarat nuansa spiritual....

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
Melancaran ke Desa Les: Melihat Les dari Sisi yang Lain
Liputan Khusus

Pemberdayaan Produk Lokal Setelah Desa Les Diganjar Penghargaan ADWI 2024

“MAKANYA, pengembangannya lebih kepada CBT sebenarnya—Community Based Tourism.” Nyoman Nadiana, yang akrab disapa Don Rare, mengucapkan kalimat itu ketika menjelaskan...

by Jaswanto
October 29, 2026
Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen
Panggung

Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

SELAMA ini Henry Manampiring dikenal sebagai penulis nonfiksi, terutama melalui Filosofi Teras yang mengupas filsafat Stoikisme. Namun, lewat kumpulan cerpen...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

Tidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...

by Tri Nugroho Adi
October 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co