2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Leukemia, Yang Belum Kalah

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
June 1, 2019
in Esai
Nyepi: Terapi Kesehatan, Terapi Kita, Bumi dan Peradaban

“Apa arti kehidupan ini, kalau semuanya akan menderita sakit, umur tua dan kematian?” (Siddharta Gautama)


Leukemia, tak pernah memberi peringatan apapun. Gaya hidup, yang dapat kita kelola hingga pada batas-batas esensial bahkan tak pernah dikaitkan dengan penyakit mematikan ini. Atau kalaupun ada, dampaknya bisa dikatakan terlampau kecil.

Yang sering disebut-sebut misalnya pengaruh radiasi, virus tertentu, atau merokok. Ini akan mengingatkan kita pada kejadian kanker yang meningkat pasca peristiwa Hiroshima dan Nagasaki atau kebocoran reaktor nuklir di Chernobyl. Seakan-akan aspek genetik telah mengunci horor ini. Urusan genetik berarti persoalan bawaan, urusan bawaan punya arti takdir.

Bolehlah sementara ini kita sebut, berhadapan dengan leukemia adalah berhadapan dengan Tuhan, bukan dengan dokter dan obat-obatan. Hingga suatu saat nanti, peneliti-peneliti hebat yang telah mendekam puluhan tahun di dalam ruang-ruang laboratorium canggih menemukan satu terobosan revolusioner di bidang terapi kanker.

Tubuh kita terbangun dari koordinasi berbagai sistem organ. Sebutlah sistem saraf, sistem pernafasan, sistem sirkulasi (jantung dan pembuluh darah), sistem pembuangan (ginjal dan saluran kencing) dan seterusnya. Sistem organ tersusun dari struktur organ dan regulatornya, misalnya sistem pernafasan diatur oleh bagian otak yang disebut sebagai medulla oblongata. Ialah yang mengendalikan seberapa sering peparu harus menarik oksigen saat kita dikejar anjing misalnya.

Atau, sistem reproduksi pada wanita dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron yang dihasilkan oleh indung telur seorang wanita. Inilah yang membuat payudara seorang wanita bergelantung kian subur saat ia hamil sebagai persiapan menyusui anaknya kelak.

Sedemikian terukurnya sistem dalam tubuh bekerja. Tepat dan berkesinambungan hingga spesies kita lestari bestari. Begitulah pada umumnya. Hingga sebagian besar dari kita sangat meyakini, telah ada yang mengatur segala peristiwa ini. Dari yang terendah di tingkat sel mikroskopik, yang kemudian menjalin suatu untaian jaringan sebagai pembentuk berbagai organ selanjutnya. Ialah sang pengatur yang kita sebut sebagai Tuhan. Yang keberadaannya disangsikan oleh ilmuwan masyur Stephen Hawking.

Baginya segala peristiwa di jagat raya ini, juga di alam kecil tubuh kita ini adalah natural, spontan, tiada campur tangan satu kekuatan maha tinggi. Mungkin saja ia benar. Hingga sekali dua kali, tubuh kita lalu kemudian membuat kesalahan dan kekeliruan. Kesalahan kecil yang tak tampak, kesalahan sedang yang meninggalkan kecatatan hingga kesalahan besar yang telah membunuh tubuhnya sendiri. Sains menyebutnya sebagai mutasi gen. Kenapa Tuhan membiarkannya?

Seperti pertanyaan lugu, kenapa Tuhan membiarkan meteor bertabrakan? Hingga konon menghangus punahkan spesies dinosaurus. Spesies reptil raksasa yang kini hanya bisa kita lihat di layar lebar sinema dalam rekaan sutradara-sutradara hebat. Untuk apa gunung dibiarkan meletus begitu saja atau tsunami melibas ciptaannya tanpa belas kasihan? Segalanya masih misteri, belum ada yang mampu menjawab dengan jernih. Seperti halnya leukemia yang misterius. Ia menyambangi kita dengan pesan yang sangat jelas. “Bersiap-siaplah untuk kalah dan pulang dalam keabadian”

Sistem hematologi atau darah pun sesungguhnya begitu mengagumkan. Darah yang terlihat homogen merah begitu saja oleh mata kita, sebetulnya terdiri dari butir darah dan plasma, tempat butir-butir darah terbawa. Dapat dibayangkan sebagai segelas cendol. Butir darah terdiri dari sel darah putih (leukosit), sel darah merah (eritrosit) dan keping darah pembeku (trombosit).

Ketiganya telah memiliki fungsi yang begitu spesifik dan terukur. Sel darah putih akan bekerja sebagai pertahanan tubuh untuk melawan segala infiltrasi mikroorganisme perusuh sebagai penyebab penyakit. Contoh paling klasik dari kerja sel darah putih adalah timbulnya bisul. Kuman yang masuk hendak mengganggu tubuh, oleh sel darah putih dilokalisir dalam struktur patologi yang dikenal sebagai abses atau bisul. Ke sanalah sel-sel darah putih mengepung berbagai mikroba patogen (penyebab sakit) agar tak menembus sistem sirkulasi tubuh (sistemik).

Sedangkan sel darah merah akan bertugas mendistribusikan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh, sementara sel darah pembeku bertanggung jawab menutup luka dan menghentikan pendarahan. Demikian tertibnya mereka berbagi tugas sampai terjadi satu kekeliruan misterius yang sangat fatal.

 Satu kekeliruan, saat entah kenapa sel darah putih yang dibentuk sumsum tulang sedemikian banyak melampaui pakem normalnya. Leukosit yang telah diproduksi begitu banyak hingga jumlahnya bisa puluhan kali dari yang seharusnya, namun tampil dalam struktur dan fungsi yang tak layak. Itulah lalu dinamakan leukemia, meski ia berlimpah namun tak berfungsi dengan baik, ia seakan-akan tak ada.

Keadaan ini sedemikian liar tak bisa dijinakkan walau dengan kemoterapi paling baik saat ini. “Ketiadaan” sel darah putih alias tentara ini membuat tubuh manusia rentan dan penuh kompromi terhadap berbagai mikroorganisme patogen. Tubuh akan digerogoti virus, bakteri hingga jamur oportunistik yang dapat menyerang paru-paru, usus atau saluran kemih. Membawa tubuh jatuh pada keadaan infeksi berat dan syok.

Sel darah putih yang terlalu banyak, menghimpit keberadaan sel darah merah dan keping darah pembeku. Menyebabkan jumlah kedua jenis sel yang begitu penting untuk tubuh itu menjadi sangat minimal. Dampaknya sudah tentu, asupan oksigen dan nutrisi untuk sel yang kian menyusut dan di lain pihak tubuh mudah mengalami pendarahan. Komplikasi yang sedemikian kacau ini adalah keadaan yang layak untuk sebuah kematian.

“Apa arti kehidupan ini, kalau semuanya akan menderita sakit, umur tua dan kematian?” pertanyaan Siddharta Gautama ini dapat kita jawab dengan menjadi pertapa di bawah pohon bodi sepertinya, atau bertapa di laboratorium untuk menemukan formula yang efektif mengalahkan leukemia.

Selamat jalan ibu Ani, ibu negara kami tercinta, semoga beristirahat dengan tenang. [T]

Tags: kehidupanpenyakit
Share239TweetSendShareSend
Previous Post

Ilmu Kehidupan dalam Matematika: (Mengurangi Hal-hal Negatif = Perbuatan Positif)

Next Post

Puisi-puisi GM Sukawidana: Upacara Muara Teluk Benoa

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi GM Sukawidana: Upacara Muara Teluk Benoa

Puisi-puisi GM Sukawidana: Upacara Muara Teluk Benoa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co