2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Arnata Pakangraras # Reinkarnasi Api

Arnata Pakangraras by Arnata Pakangraras
March 30, 2019
in Puisi
Puisi-puisi Arnata Pakangraras # Reinkarnasi Api

Karya rupa Nyoman Erawan (croping)

REINKARNASI API

.

Desember tua di atas selat Sunda

Langit kehilangan biru

Kumulus menyaput

.

Bulan samar

Elang laut bergegas ke pulau asing

Tanpa sebuah rencana

.

Sebab abu menjadi hujan

Sebab belerang sangit menuba laut

.

Dari kepundan muda

Mekar kembang api

Tangkainya menancap jantung atau limpa atau hati

Maka lusa kau dapati kulit ari punggungmu, Krakatau

Lepuh

Gosong

Seperti luka kami

.

Jala kusut

Perahu sungsang

Pesisir Banten amuk tsunami

Menumpah amis kakap merah

Kembung banjar, selar batang, kerapu, cumi, kerang hijau

.

Sekumpulan belia, hempas !

Ayah, ibu dan segenap kenangan angin garam

.

Di Tanjung Lesung sepasang kekasih

Dijemput takdir yang tak pernah berkabar

: Ratusan jejak kaki di pasir melela

Tak menemukan pemiliknya lagi

.

O, Krakatau

Tubuh purbamu mungkin punah

Tapi yang meleleh dari dadamu adalah susu

Tapi yang mengalir dari garbamu adalah darah

Menemukan pembuluh nadi pada legam tubuh anakmu

Anak kandungmu.

.

Desember 2018

.

MENONTON OGOH-OGOH

.

Sekawanan tawon riuh

Seorang pejalan kaki tersengat di leher dan daun telinga

Sasih Kesanga

Langit sandikala serupa tanah ladang warna buram

Bulan bersembunyi di balik awan

Anak-anak bersembunyi di ketiak ibu

.

Raksasalah engkau

Lahir dari bercak darah

Lukisan purba dinding gua

.

Bhutalah engkau

Kegelapan sempurna

Peretas lorong waktu

.

Manusialah engkau

Pemanggul karma paling setia

Pelupa yang bangga

.

Pada riwayat temurun

Dadamu kawah gunung

Matamu api

Gigimu bilah taji

Pikiranmu busur

Lidahmu anak panah

.

Ini upacara pengepungan !

Segera tabuhkan beleganjur

Pukul kendang kulit sapi

Agar ceng-ceng menimpali

Catus Pata mungkin lima belas depa lagi

Catur Muka berkulit lumut, menunggu

Tetaplah bersorak, menarilah api

Murwa daksina menapak tilas jejak tua

Berputar, berputar, berputar

.

Obor bambu mengerjap

Beleganjur senyap

Beringas lenyap

Peluh lesap

Sekejap

.

Oi, ogoh-ogoh

Di tepi sepi tubuh imajimu lumat

Menjadi abu menjadi tanah

Sedang ruhmu tak pernah pralina

Meski kubakar berkali-kali

.

Bila ngembak geni tiba, pulanglah

Pintu jendela kembali terbuka

Tubuhku adalah rumah abadimu.

.

Maret 2019

.

MEMBANGUN SEBUAH RUMAH

.

1/

Sesungguhnya doa yang menikahkan kita

Rindu hanya mempertemukan

.

Di bale dangin ini kembang dan dupa

Adalah biang wangi selain tubuhmu

.

Bila kau Ratih aku pasti Kamajaya

Dua yang satu terikat tak bertali

.

2/

Pernah kubayangkan sebuah rumah

Tumbuh sendiri

Seperti kecambah menembus sunyi tanah

Mengintip wajah matahari

Tapi rumah tak tumbuh sendiri

Ia dibangun dengan rencana dan ukuran-ukuran

.

Kubangun rumah agar terlindung dari kabar angin

Kejahilan bhuta kala, teluh desti

Serta binatang buas yang tak pernah punah

Dalam pikiran

.

Pintu utama menghadap timur

Hangatlah sawo matang kulitmu

Hangatlah nyala tungku, ritual dini hari

Seperti ibu dari ibu melakukan

.

3/

Sebuah lemari di sudut kamar

Menyimpan sedikit perhiasan dan pakaian

Warna-warni kebaya

Tiga lembar kain songket kesukaanmu

Meski kadang ada kusut, simpanlah

Tutup rapat pintu lemari

Satu anak kunci ditanganmu

Satu anak kunci ditanganku

.

4/

Kelak, mungkin, kita berbeda pendapat

Memberi nama anak-anak, misalnya

Atau memilih gaya lukisan 

Pajangan ruang tengah

.

Ada bangku bambu di tepi sawah

Mari duduk dan bicara

Asap singkong rebus dan aroma teh tubruk

Saling menghisap

Bila beruntung, sekawanan bangau putih

Melintas di matamu, pulang

Bersama sandikala yang rebah

.

O, istriku

Ketika jenjang lehermu wangi cendana

Darahku mengalir melebihi cair

Peluhku basah melebihi kuyup

Menjelmalah sepasang Oleg Tamulilingan

Lincah menari di bawah kilau lampu

Lupa dimatikan

.

Maret 2019

.

BERITA-BERITA BASI

.

Peluh para pemecah beton

Nanah koruptor muda

Mengambang di permukaan banjir

Ruas-ruas jalan ibu kota

.

Jauh di hulu

Air tergusur dari kaki-kaki pohon

Hutan yang tak lagi keramat

.

Kali kumal bertubuh ceking

Selalu mual disumpal plastik

.

Seekor ikan gabus pucat tertancap duri kawat

Sisa pembatas demokrasi

.

Seorang pengamen terkenang ibu mati

Dihantam moncong kereta pagi

Hei, lampu merah menyala lagi

Mari bernyanyi Despacito

: Sebungkus nasi harus dibeli

Sebelum pekat perut langit

.

Seorang gadis terkunci di lantai sebelas apartemen

Kamar kedap suara

Telepon genggam dimatikan

.

Sepasang suami istri berpisah di simpang jalan

Sisa pertengkaran tercecer di bahu trotoar

.

Sekawanan lalat hijau berkabar tentang riwayat bangkai

Di taman kota

Kaki dan kepala belum ditemukan

Duh, udara tuba menyusup pintu-pintu

.

2017

Tags: Puisi
Share61TweetSendShareSend
Previous Post

Mahasiswa Jawa Masuk Undiksha: Awalnya Cemas Kalah Saing, Akhirnya Senang Banyak Pengalaman

Next Post

Paradoks Politik dan Etnisitas dalam Novel Plitik Karya Nanoq da Kansas

Arnata Pakangraras

Arnata Pakangraras

Lahir di Gianyar 24 Februari 1967. Saat SMA puisi-puisinya tersebar di halaman apresiasi sekaligus ikut “kompetisi puisi” yang disuh Umbu Landu Paranggi di Bali Post Minggu. Kini tinggal di Jakarta

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Paradoks Politik dan Etnisitas dalam Novel Plitik Karya Nanoq da Kansas

Paradoks Politik dan Etnisitas dalam Novel Plitik Karya Nanoq da Kansas

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co