14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mahasiswa Jawa Masuk Undiksha: Awalnya Cemas Kalah Saing, Akhirnya Senang Banyak Pengalaman

Azizun Hakim by Azizun Hakim
March 29, 2019
in Esai
Mahasiswa Jawa Masuk Undiksha: Awalnya Cemas Kalah Saing, Akhirnya Senang Banyak Pengalaman

Foto Mursal Buyung

Dulu saya sempat syok dan kaget mendengar kata “kuliah”.  Apa itu kuliah? Jika ditanya, saya bingung dan harus menjawab apa waktu itu.

Hmmmm kuliah, mungkin sudah tidak asing lagi bagi kalangan milenial ini, telinga saya mungkin kalo bisa menghitung, berpuluh-puluh sudah terlalu banyak mendengar para lambe-lambe turah terus bertanya tentang apa itu kuliah?

Dan saya pun juga terheran-heran atau dalam bahasa milenialnya terherman-herman mendengar sebuah pertanyaan itu. Menurut pengertian saya pribadi kuliah adalah jenjang tertinggi di dunia pendidikan dan katanya, jika dapat menyelesaikan kuliah, mereka bisa dikatakan orang yang berderajat lebih tinggi (ucapan orang yang gila pencitraan).

Tujuan kuliah tidak lain dan tidak bukan adalah memperluas wawasan pengetahuan selain itu kuliah adalah satu bentuk niat seseorang manusia untuk memperbaiki kehidupan didunia, bukankah begitu ?

Dalam perkuliahan itu juga ada pemilihan jurusan sesuai yang diminati dan dilakukan dengan berbagai pertimbangan bahkan ada juga yang sampai bingung untuk memilih jurusan itu sendiri, berfikir berulang kali dan bahkan ada juga yang bingung untuk memilih jurusan kuliah, sampai-sampai diapun melakukan sholat istikhoro, sholat tahajud, berdo’a di sepertiga malam demi untuk bisa masuk ke perguruan tinggi yang selama ini diidamkan atau diimpikan.

***

Bercerita sedikit ah tentang masa laluku yang dulu agak-agak manis campur pahit:

Dulu, aku sempat mendaftar SNMPTN atau “seleksi nasional masuk perguruan tinggi negri”. Dulunya, u pas sebelum pendaftaran seleksi itu, aku sempat resah dikarnakan yang konon katanya nilaiku sangatlah jeblok.

Tapi ternyata eh ternyata alhasil aku adalah orang yang belum beruntung atau coba lagi dan ternyata aku di tolak mentah-mentah, wah memang belom beruntung yah namanya juga belom rizki ya mau gimanah lagi.

Walaupun aku sudah ditolak dalam SNMPTN akupun gak berputus asa begitu saja, aku tetep semangat belajar dan terus belajar serta berdo’a setiap hari, untuk persiapan mengikuti tes selanjutnya yaitu SBMPTN. Di sini aku mendaftar 3 jurusan yang tentunya berbeda-beda, dan tentunya PTN-nya juga berbeda.

Pilihan pertamaku adalah di UNEJ untuk  (1) Jurusan pendidikan luar sekolah dan (2) Jurusan ilmu kesejahteraan sosial dan yang ketiga di UNDIKSHA untukj pilihan ketiga, yakni memilih jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

Dulunya aku pun sekian lama menunggu, tentunya menunggu sebuah kepastian loh ya untuk pengumuman SBMPTN, bukan menunggu sebuah penantian yang tanpa kepastian, akupun dulunya sangat-sangat berharap bisa masuk ke UNEJ jurusan pendidikan luar sekolah, tetapi Tuhan berkehendak lain. Aku bisa apa lagi, kalau tuhan sudah berkehendak lain, aku hanya bisa mensyukurinya saja.

Ah, mungkin ini sudah jalan yang terbaik diberikan oleh Tuhan kepadaku. Alhasil detik-detik H-1 jam sebelum pengumuman SBMPTN berlangsung aku sudah stand by di depan komputer, hatiku serasa sudah dag dig dug au au kayak menyatakan sebuah perasaan cinta kepada seseorang wanita yang cantik kayak bidadari; ketrima atau tidak ya hehe, udah gak sabar untuk melihat hasil akhir pengumuman SBMPTN.

Ternyata eh ternyata pas aku cek perlahan dan perlahan karna jaringan wifinya lemot, aku pun tetap sabar, berselang 5 menit kemudian aku lihat ke komputer dengan melihat tulisan “SELAMAT ANDA DI NYATAKAN LULUS SBMPTN 2017” ternyata eh ternyata aku ketrima di UNDIKSHA jurusan PPKn pilihan ketiga.

Yah mau gimanah lagi kita sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, karna Tuhan sudah berkehendak lain, lagi pula juga gak baik loh kalau tidak mensyukuri nikmat tuhan yang telah di berikan kepadaku aku sangat-sangat bersyukur.

***

Saya sangat bersyukur bisa kuliah di UNDIKSHA jurusan pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan ini adalah sebuah kebanggaan yang sangat luar biasa, karna kedepannya semoga saya bisa memecah rekor keluarga yang mencetak sarjana no 1 di keluarga tercintaku hehe semoga aja aamiin.

Kuliah di mana saja itu sejatinya sama, tinggal kita serius dalam menjalaninya atau tidak, walaupun kita kuliah di universitas ternama se Indonesia raya, tapi kalau kamu kuliahnya gak serius ya percuma donk hehe, prinsip saya kuliah dimana saja sejatinya sama walaupun universitas itu terkenal atau tidak terkenal.

Lebih baik kuliah di universitas yang kecil tetapi bisa berprestasi dari pada kuliah di universitas yang besar dan terkenal tapi gak bisa berprestasi kan percum tak berguna katanya.

Tapi dulu saya sempat minder sama teman-teman saya yang kuliah di Jawa, saya itu takut dan cemas kalah saing dalam sisi pendidikan dan pemikiran, dialektika, pergaulan dan lain-lain lah pokoknya banyak. Pokoknya saya itu takut pakek banget dulu itu, karna hanya saya sendiri yang kuliah di luar pulau.

Tetapi kemudian malah kebalikan hal yang dulu berada di dalam benak fikiran saya itu adalah salah besar. Justru saya kuliah di luar pulau inilah saya bersyukur bisa mendapatkan banyak pengalaman, Juga serta teman-teman baru dari berbagai kalangan yang kulit hitam maupun putih dari yang rambutnya kriting sampai yang rambutnya lurus hehe. Dari berbagai suku ras dan budaya mulai dari sabang sampai merauke pun ada di UNDIKSHA kampus tercintaku ini.

Pesan saya, jangan bertanya apa yang sudah universitas berikan kepadamu, tapi tanyakan pada dirimu sendiri apa yang sudah kamu berikan kepada universitasmu. [T]

Tags: balijawakuliahmahasiswaPendidikanUndiksha
Share59TweetSendShareSend
Previous Post

Berbincang Tentang Buku dengan Okky Madasari: “Yang Penting Kamu Baca”

Next Post

Puisi-puisi Arnata Pakangraras # Reinkarnasi Api

Azizun Hakim

Azizun Hakim

Lahir di amongan 5 juni 1999. Sedang kuliah di Undiksha Singaraja jurusan PPKN

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Arnata Pakangraras # Reinkarnasi Api

Puisi-puisi Arnata Pakangraras # Reinkarnasi Api

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co