3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nalar

Oka Rusmini by Oka Rusmini
January 21, 2019
in Esai
Nalar

KOPLAK menghisap rokok yang dipilinnya sendiri pelan-pelan. Dibiarkannya matanya terpejam, nafasnya diatur pelan-pelan, hidungnya kembang-kempis sambil menghirup bau kopi yang diseduhnya sendiri.

Asap rokok ikut sibuk mengusap wajahnya, Koplak teringat kata-kata  Kemitir — anak semata wayangnya, jika perasaan sedang dilanda gundah yang tidak jelas Koplak diwajibkan Kemitir menghidupkan dupa — konon segepok dupa yang diberikan Kemitir pada Koplak adalah dupa khusus, namanya dupa terapi.                                  

Terapi? Sesungguhnya Koplak tidak habis pikir dengan beragam gaya hidup masyarakat modern (baca: anak muda) di Bali saat ini. Dupa terapi? Apa dupa itu bisa mengobati beragam sakit yang diderita Koplak? Hanya dengan menghirup dalam-dalam dupa itu, beragam onak yang tumbuh di sulur-sulur otak Koplak akan menguap? Koplak merengut.

Sepanjang hidupnya Koplak justru merasa generasi yang disebut milenial dan generasi “cerdas” yang gegas menyantap beragam info itu justru sering sekali terlihat lemah. Buktinya? Banyak sekali anak-anak muda yang dihajar sedikit persoalan yang bagi Koplak “ringan” sudah mengambil jalan pintas. Contohnya, diputus pacar saja sudah bunuh diri!

Belum lagi budaya  beragam ilusi-ilusi yang ditawarkan dunia iklan yang masif menghajar seluruh lorong-lorong kehidupan generasi muda saat ini seolah hidup itu begitu mudah, ceria, dan gemilang. Media sosial telah menghajar logika-logika kedalaman hati yang dulu tumbuh di hati Koplak. Koplak tumbuh sebagai manusia laki-laki dari iklim dan hawa pedesaan. Lingkungan hidup di sekitar Koplak tumbuh adalah lingkungan yang segar. Koplak berdekatan dan bergaul dengan beragam pohon dan buah, juga beragam bunga-bunga.

Anak-anak sekarang bergaul dan berbicara dengan “alat” (baca: laptop dan handphone). Semua kehidupan saat ini sesungguhnya terasa membosankan.

“Kemitir sesekali pulanglah. Bape sudah lama tidak melihatmu?” Suatu hari Koplak berusaha menghubungi anak semata wayangnya, karena Koplak rindu dengan suara Kemitir, rindu dengan bola matanya yang ekpresif setiap bercerita tentang hal-hal ringan dan kadang berat juga. Nafas Kemitir yang naik turun, bau tubuhnya. Mimik bibirnya. Koplak rindu dengan kehadiran Kemitir.

“Bape, Bape kan sudah Kemitir ajarkan cara menggunakan video call.” Sahut suara dari seberang. Suara yang tanpa beban, suara yang bagi Koplak tidak meninggalkan jejak kerinduan. Suara yang terdengar begitu datar tanpa jejak yang bisa dideteksi.

Koplak merasa ada yang janggal dengan ritme hidup saat ini, bagaimana mereka mencurahkan rindu? Juga cinta. Bukankah terasa begitu menggetarkan ketika dua orang yang saling mencintai bertemu, dan saling bersentuhan. Atau saling berpandangan dengan malu-malu kondisi jantung, hati dan pikiran tidak karuan.

Koplak ingat ketika matanya bertemu dengan tubuh Ni Luh Wayan Langir — perempuan pertama yang dilihatnya yang bisa membuat tubuhnya tidak lagi memiliki tulang yang kuat untuk mendukung daging-daging agar tetap berdiri tegak. Langir — perempuan berusia 9 tahun itu telah meruntuhkan dan menghancurkan seluruh kekuatan yang dimiliki Koplak. Tulang-tulang dalam tubuhnya, raib!

Begitulah rasa cinta untuk pertama melaburi dinding-dinding hidup Koplak, menempel erat di lubang otaknya. Tidak mau pergi sedetikpun. Koplak pun diterjang amuk badai paling aneh. Badai rasa cinta, rindu, entah apa namanya yang paling tepat. Itulah periode paling kacau dan getir bagi Koplak.

Perasaan itulah yang membuat Koplak berpikir keras. Mungkin karena sering berdialog dengan “gawai” Kemitir sampai hari ini belum juga memiliki pacar? Minimal ada seorang lelaki atau beberapa lelaki-lelaki yang berusaha memikatnya. Apakah Kemitir lebih  mencintai seluruh gawainya? Koplak juga tidak habis pikir banyak sekali gawai yang dibawa Kemitir.

“Bagaimana caranya jika dua telponmu berdering, apakah kau sempat berpikir yang mana telpon yang akan kau angkat?” tanya Koplak sungguh-sungguh pandir. Koplak tidak habis pikir, bagaimana manusia bisa hidup tanpa bertemu dengan orang-orang?

 Setiap Koplak bertanya gaya hidup yang dilakoni Kemitir. Kemitir hanya tersenyum sambil mengenggam tangan Koplak.

Hidup jadi lebih praktis, Bape?” Jawab Kemitir tanpa beban.

Koplak tetap tidak bisa menerima beragam gaya hidup yang disebut Kemitir praktis dan memudahkan. Bagi Koplak gaya hidup saat ini mengerikan. Pernah Koplak seminggu di rumah Kemitir yang luas dan besar, dari pagi sampai sore Koplak tidak melihat Kemitir menerima tahu. Kemitir duduk dengan laptopnya — sambil berbicara sendiri dengan beragam gawai itu. Olah raga juga dengan gawai. Kemitir tinggal menyetel alatnya, maka beragam jenis olah raga ada di dalam gawai Kemitir. Kemitir Yoga juga dengan gawainya.

Nalar Koplak kembang-kempis. Tidak paham dan merasa ada rasa ganjil yang terus menerus menguap dari otaknya. Suatu hari Kemitir lupa membawa gawainya, untuk pertama kali Koplak merasa tidak lagi mengenal Kemitir. Kemitir embongkar seluruh kamar, mengaduk-aduk ruang tamu. Pokoknya seluruh isi rumah seperti baru saja diserang angin puting beliung.

Hampir setengah jam Kemitir terlihat linglung, bingung dan Koplak hanya bisa terdiam sambil mengikuti ke mana arah langkah Kemitir. Koplak juga tidak ingin bertanya, sampai akhirnya rasa penasaran koplak terjawab. Ternyata Kemitir mencari handphohenya. Setelah rumah besar itu dibuat babak belur. Kemitir pun duduk di kursi ruang tamu sambil sibuk dengan handphonenya. Koplak menarif nafas, hanya karena itu, Kemitir seperti mahluk yang tidak dikenal Koplak. Koplak menarik nafas dalam-dalam.

“Tanpa benda ini, semua hal tidak bisa Kemitir selesaikan dengan cepat, Bape.” Kemitir berkata tenang. Koplak masih melongo, tidak habis pikir. Cepat sekali emosi Kemitir ditaklukkan. Koplak menggaruk kepalanya lalu keluar, mencari udara segar sebelum nafasnya diikat pikirannya. Benar-benar kehidupan yang aneh, apakah tanpa gawai semua manusia seusia Kemitir akan mati? (T)

Tags: gaya hidupmedia sosialPan Koplak
Share19TweetSendShareSend
Previous Post

Filosofi-filosofi(an) Bunga

Next Post

Byukukung, Ketika Padi Sedang Hamil Muda

Oka Rusmini

Oka Rusmini

Sastrawan & Jurnalis

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Byukukung, Ketika Padi Sedang Hamil Muda

Byukukung, Ketika Padi Sedang Hamil Muda

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co