3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Catatan Untuk Wanto: Bahaya Patah Hati

Taufikur Rahman Al Habsyi by Taufikur Rahman Al Habsyi
November 8, 2018
in Esai
Catatan Untuk Wanto: Bahaya Patah Hati

 “Cinta memang akan selalu menyakitkan. Entah karena kau mencintai terlalu banyak, terlalu lama, atau karena tak bisa mencintai sebanyak dan selama yang kau inginkan”

(Cristian Simamora)

KEBIASAAN setiap mahluk ciptaan Tuhan ketika patah hati biasanya langsung menjadi pribadi paling relegius seolah agama sandaran pertama untuk menguatkan hati yang sedang luluh lantah, penuh puing-puing masa lalu, bahkan bayang-bayang wajah mantan yang enggan pergi dari pikiran. Move on atau tidak, itu sebuah pilihan!

Setiap yang bernyawa di bumi (Manusia) pasti pernah mengalami putus cinta, dan patah hati adalah keniscayaan yang harus dinikmati seperti hujan yang deras bersama air mata dan gemuruh petir yang menyambar segenap psikis seseorang.

Tidak jauh berbeda dengan penulis muda berbakat dan penuh ambisius ketika berbicara perihal perempuan. Dalam kasus ini ia meminta untuk disamarkan namanya menjadi Wanto alias Jaswanto, karena menurutnya patah hati adalah aib bagi khalayak umum sekaligus sangat tidak gentle ketika harus memperlihatkan raut wajah murung, galau, sedih, meski pada kenyataan air matanya perlahan turun dalam kesunyian.

Wanto termasuk lelaki produktif dengan beberapa karya bukunya “Munajat Hati Sebuah Novel (2017) dan Cangkruk Dusun Karangbinangun, sebuah novel patriarki (2018)”

Tetapi seberapa hebat pun dia menulis novel, pada akhirnya ia harus jatuh dalam kubangan lumpur patah hati. perasaannya keruh, bahkan caption  statusnya berpura-pura tegar, kuat seperti tidak terjadi apa-apa. Penulis memang pembohong kelas wahid yang mampu menyembunyikan luka dengan tawa, tangis dengan senyuman,  intinya semua harus terlihat bahagia.

Wanto baru saja putus dengan pacarnya beberapa jam yang lalu. Berita ini tidak banyak orang tahu. Saya sebagai sahabat dekatnya diberitahu lewat pesan singkat dengan emotion bercucuran air mata. Bukannya sedih, saya sontak tertawa membaca chat yang penuh haru biru, penuh tekanan batin. saya tertawa bukan bermaksud mengejek atau ungkapan gembira tetapi lucu membaca chat seorang penulis dengan marwah yang bijak ketika berbicara, sering menulis petuah-petuah hidup di status Facebook. Menjadi pakar penenang dengan kata-kata yang ia adopsi dari Om Mario Teguh ketika temannya patah hati. Sedang sekarang dia kalut sendiri dibalut rasa bimbang harus berbuat apa. (Masuk jurang atau masuk kamar menata hati kembali)

Untuk sekarang perihnya mungkin belum terlalu terasa, karena senyumnya masih ditebar lebar-lebar. Tetapi saya jamin dalam beberapa hitungan hari Wanto bakal menjadi lelaki paling kesepian khususnya di daerah Kota Singaraja dan sekitarnya. Ini menjadi alasan kuat ketika ia meminta saya untuk menemaninya menepi di pinggir pantai dengan gemuruh ombak yang kacau, malam tanpa bintang, dingin yang menusuk-nusuk badan, angin yang berhembus pelan-pelan lengkap dengan lagu super-duper galau Sheila On 7 yang berjudul “Dan” yang membawa sejuta kenangan.

Mendengar lagu galau menurut keterangan Edwards, adalah bukti bahwa seseorang yang patah hati sesungguhnya sedang menyelami perasaan dirinya sendiri. Dibalik semua itu ada perasaan takut dalam diri saya Wanto berbuat nekat (Bunuh Diri) ohh no!

Seorang psikolog klinis, Guy Winch, PhD meneliti pengalaman patah hati dan trauma putus cinta lewat bukunya yang berjudul How to Fix A Broken Heart. Buku tersebut berisi studi Winch tentang rasa sakit hati seseorang yang baru saja mengalami putus cinta. Penelitian ini memfokuskan dengan cara membandingkan dua orang yang dipindai dengan alat MRI.

Orang pertama dipindai sambil menatap foto-foto sang mantan, sedang orang kedua dipindai sambil dipaparkan panas yang menyebabkan rasa nyeri tak tertahankan. Hasilnya mengejutkan, hasil pindai menemukan kedua hal tersebut mempengaruhi area otak yang sama. Dengan kata lain, nyeri fisik akibat panas dengan nyeri emosional dari patah hati mempengaruhi kinerja otak pada area yang sama.

Fakta lain juga tak kalah mencengangkan, bahwa patah hati dapat menyebabkan gagal jantung. Jika selama ini makanan bertrigliserin yang menjadi ancaman gagal jantung, maka patah hati bisa menyebabkan rasa nyeri pada dada, kejang, dan meningkatnya kadar hormon stres, epinetrin atau yang sering disebut Broken Heart Syindrome yang menjadi tanda-tanda gagal jantung.

Selain itu, kita pada umumnya mengenal orang terkena tekanan darah tinggi karena berlebihan mengkonsumsi asupan garam atau obesitas. Maka menurut American Heart Association menyebutkan orang yang stres gara-gara putus cinta perlu berhati-hati. Peningkatan tekanan darah dalam waktu singkat bagi orang-orang dengan kondisi ini akan mendorong terjadinya krisis hipertensif, yang menyebabkan gejala seperti sakit kepala, kesulitan bernafas, bahkan mimisan.

Maka untuk kalian yang  jomblo ucapkan rasa syukur kepada Tuhan, karena kalian bebas dari segala ancaman kesehatan diatas. Setidaknya posisi kalian aman untuk sementara waktu meski rasa kesepian membuatmu harus belajar memeluk diri sendiri ketika teman sedang asyik berpelukan dengan si doi. Jomblo bakal lebih sehat dari radikal patah hati meski  saya tahu perasaannya ditusuk-tusuk sepi karena menanggung hidup sendiri, maka merdeka atau menjomblo sampai mati, itu sebuah pilihan!

Wanto, bangkitlah kawan; Hidupmu masih panjang. jangan kau rusak masa depanmu hanya karena sorang perempuan. Jika kau butuh teman berbagi kesedihan, aku siap menampung dukamu agar kau tak merasa sendirian. Luat masih terhampar luas, langit masih biru kau lihat, maka selama itu kau masih bisa bangkit dan berlari menggapai semua mimpi yang pernah kau ceritakan kepadaku sewaktu dulu.

Atau jika kau memang sudah benar-benar tidak kuat dan ingin secepatnya mengakhiri hidup; Silahkan, biar aku bantu sediakan racun serangga harga eceran. Sehingga aku leluasa mendapatkan mantan perempuanmu. (Kabur… Wkwkwkwkwk…) (T)

Tags: cintamahasiswasakit hati
Share68TweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Preman Menangis di Panti Jompo

Next Post

Ngobrol Santai Bareng Bli Ibed di Parade Teater Canasta 2018

Taufikur Rahman Al Habsyi

Taufikur Rahman Al Habsyi

Biasa dipanggil Koko Opik. Lahir di Bondowoso, 05-06-1998. Anak kedua dari pasangan Arjas dan Irliya, orang tua yang selalu berjuang membahagiakan anak-anaknya.

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Ngobrol Santai Bareng Bli Ibed  di Parade Teater Canasta 2018

Ngobrol Santai Bareng Bli Ibed di Parade Teater Canasta 2018

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co