14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Catatan Untuk Wanto: Bahaya Patah Hati

Taufikur Rahman Al Habsyi by Taufikur Rahman Al Habsyi
November 8, 2018
in Esai
Catatan Untuk Wanto: Bahaya Patah Hati

 “Cinta memang akan selalu menyakitkan. Entah karena kau mencintai terlalu banyak, terlalu lama, atau karena tak bisa mencintai sebanyak dan selama yang kau inginkan”

(Cristian Simamora)

KEBIASAAN setiap mahluk ciptaan Tuhan ketika patah hati biasanya langsung menjadi pribadi paling relegius seolah agama sandaran pertama untuk menguatkan hati yang sedang luluh lantah, penuh puing-puing masa lalu, bahkan bayang-bayang wajah mantan yang enggan pergi dari pikiran. Move on atau tidak, itu sebuah pilihan!

Setiap yang bernyawa di bumi (Manusia) pasti pernah mengalami putus cinta, dan patah hati adalah keniscayaan yang harus dinikmati seperti hujan yang deras bersama air mata dan gemuruh petir yang menyambar segenap psikis seseorang.

Tidak jauh berbeda dengan penulis muda berbakat dan penuh ambisius ketika berbicara perihal perempuan. Dalam kasus ini ia meminta untuk disamarkan namanya menjadi Wanto alias Jaswanto, karena menurutnya patah hati adalah aib bagi khalayak umum sekaligus sangat tidak gentle ketika harus memperlihatkan raut wajah murung, galau, sedih, meski pada kenyataan air matanya perlahan turun dalam kesunyian.

Wanto termasuk lelaki produktif dengan beberapa karya bukunya “Munajat Hati Sebuah Novel (2017) dan Cangkruk Dusun Karangbinangun, sebuah novel patriarki (2018)”

Tetapi seberapa hebat pun dia menulis novel, pada akhirnya ia harus jatuh dalam kubangan lumpur patah hati. perasaannya keruh, bahkan caption  statusnya berpura-pura tegar, kuat seperti tidak terjadi apa-apa. Penulis memang pembohong kelas wahid yang mampu menyembunyikan luka dengan tawa, tangis dengan senyuman,  intinya semua harus terlihat bahagia.

Wanto baru saja putus dengan pacarnya beberapa jam yang lalu. Berita ini tidak banyak orang tahu. Saya sebagai sahabat dekatnya diberitahu lewat pesan singkat dengan emotion bercucuran air mata. Bukannya sedih, saya sontak tertawa membaca chat yang penuh haru biru, penuh tekanan batin. saya tertawa bukan bermaksud mengejek atau ungkapan gembira tetapi lucu membaca chat seorang penulis dengan marwah yang bijak ketika berbicara, sering menulis petuah-petuah hidup di status Facebook. Menjadi pakar penenang dengan kata-kata yang ia adopsi dari Om Mario Teguh ketika temannya patah hati. Sedang sekarang dia kalut sendiri dibalut rasa bimbang harus berbuat apa. (Masuk jurang atau masuk kamar menata hati kembali)

Untuk sekarang perihnya mungkin belum terlalu terasa, karena senyumnya masih ditebar lebar-lebar. Tetapi saya jamin dalam beberapa hitungan hari Wanto bakal menjadi lelaki paling kesepian khususnya di daerah Kota Singaraja dan sekitarnya. Ini menjadi alasan kuat ketika ia meminta saya untuk menemaninya menepi di pinggir pantai dengan gemuruh ombak yang kacau, malam tanpa bintang, dingin yang menusuk-nusuk badan, angin yang berhembus pelan-pelan lengkap dengan lagu super-duper galau Sheila On 7 yang berjudul “Dan” yang membawa sejuta kenangan.

Mendengar lagu galau menurut keterangan Edwards, adalah bukti bahwa seseorang yang patah hati sesungguhnya sedang menyelami perasaan dirinya sendiri. Dibalik semua itu ada perasaan takut dalam diri saya Wanto berbuat nekat (Bunuh Diri) ohh no!

Seorang psikolog klinis, Guy Winch, PhD meneliti pengalaman patah hati dan trauma putus cinta lewat bukunya yang berjudul How to Fix A Broken Heart. Buku tersebut berisi studi Winch tentang rasa sakit hati seseorang yang baru saja mengalami putus cinta. Penelitian ini memfokuskan dengan cara membandingkan dua orang yang dipindai dengan alat MRI.

Orang pertama dipindai sambil menatap foto-foto sang mantan, sedang orang kedua dipindai sambil dipaparkan panas yang menyebabkan rasa nyeri tak tertahankan. Hasilnya mengejutkan, hasil pindai menemukan kedua hal tersebut mempengaruhi area otak yang sama. Dengan kata lain, nyeri fisik akibat panas dengan nyeri emosional dari patah hati mempengaruhi kinerja otak pada area yang sama.

Fakta lain juga tak kalah mencengangkan, bahwa patah hati dapat menyebabkan gagal jantung. Jika selama ini makanan bertrigliserin yang menjadi ancaman gagal jantung, maka patah hati bisa menyebabkan rasa nyeri pada dada, kejang, dan meningkatnya kadar hormon stres, epinetrin atau yang sering disebut Broken Heart Syindrome yang menjadi tanda-tanda gagal jantung.

Selain itu, kita pada umumnya mengenal orang terkena tekanan darah tinggi karena berlebihan mengkonsumsi asupan garam atau obesitas. Maka menurut American Heart Association menyebutkan orang yang stres gara-gara putus cinta perlu berhati-hati. Peningkatan tekanan darah dalam waktu singkat bagi orang-orang dengan kondisi ini akan mendorong terjadinya krisis hipertensif, yang menyebabkan gejala seperti sakit kepala, kesulitan bernafas, bahkan mimisan.

Maka untuk kalian yang  jomblo ucapkan rasa syukur kepada Tuhan, karena kalian bebas dari segala ancaman kesehatan diatas. Setidaknya posisi kalian aman untuk sementara waktu meski rasa kesepian membuatmu harus belajar memeluk diri sendiri ketika teman sedang asyik berpelukan dengan si doi. Jomblo bakal lebih sehat dari radikal patah hati meski  saya tahu perasaannya ditusuk-tusuk sepi karena menanggung hidup sendiri, maka merdeka atau menjomblo sampai mati, itu sebuah pilihan!

Wanto, bangkitlah kawan; Hidupmu masih panjang. jangan kau rusak masa depanmu hanya karena sorang perempuan. Jika kau butuh teman berbagi kesedihan, aku siap menampung dukamu agar kau tak merasa sendirian. Luat masih terhampar luas, langit masih biru kau lihat, maka selama itu kau masih bisa bangkit dan berlari menggapai semua mimpi yang pernah kau ceritakan kepadaku sewaktu dulu.

Atau jika kau memang sudah benar-benar tidak kuat dan ingin secepatnya mengakhiri hidup; Silahkan, biar aku bantu sediakan racun serangga harga eceran. Sehingga aku leluasa mendapatkan mantan perempuanmu. (Kabur… Wkwkwkwkwk…) (T)

Tags: cintamahasiswasakit hati
Share68TweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Preman Menangis di Panti Jompo

Next Post

Ngobrol Santai Bareng Bli Ibed di Parade Teater Canasta 2018

Taufikur Rahman Al Habsyi

Taufikur Rahman Al Habsyi

Biasa dipanggil Koko Opik. Lahir di Bondowoso, 05-06-1998. Anak kedua dari pasangan Arjas dan Irliya, orang tua yang selalu berjuang membahagiakan anak-anaknya.

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Ngobrol Santai Bareng Bli Ibed  di Parade Teater Canasta 2018

Ngobrol Santai Bareng Bli Ibed di Parade Teater Canasta 2018

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co