2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Catatan Untuk Wanto: Bahaya Patah Hati

Taufikur Rahman Al Habsyi by Taufikur Rahman Al Habsyi
November 8, 2018
in Esai
Catatan Untuk Wanto: Bahaya Patah Hati

 “Cinta memang akan selalu menyakitkan. Entah karena kau mencintai terlalu banyak, terlalu lama, atau karena tak bisa mencintai sebanyak dan selama yang kau inginkan”

(Cristian Simamora)

KEBIASAAN setiap mahluk ciptaan Tuhan ketika patah hati biasanya langsung menjadi pribadi paling relegius seolah agama sandaran pertama untuk menguatkan hati yang sedang luluh lantah, penuh puing-puing masa lalu, bahkan bayang-bayang wajah mantan yang enggan pergi dari pikiran. Move on atau tidak, itu sebuah pilihan!

Setiap yang bernyawa di bumi (Manusia) pasti pernah mengalami putus cinta, dan patah hati adalah keniscayaan yang harus dinikmati seperti hujan yang deras bersama air mata dan gemuruh petir yang menyambar segenap psikis seseorang.

Tidak jauh berbeda dengan penulis muda berbakat dan penuh ambisius ketika berbicara perihal perempuan. Dalam kasus ini ia meminta untuk disamarkan namanya menjadi Wanto alias Jaswanto, karena menurutnya patah hati adalah aib bagi khalayak umum sekaligus sangat tidak gentle ketika harus memperlihatkan raut wajah murung, galau, sedih, meski pada kenyataan air matanya perlahan turun dalam kesunyian.

Wanto termasuk lelaki produktif dengan beberapa karya bukunya “Munajat Hati Sebuah Novel (2017) dan Cangkruk Dusun Karangbinangun, sebuah novel patriarki (2018)”

Tetapi seberapa hebat pun dia menulis novel, pada akhirnya ia harus jatuh dalam kubangan lumpur patah hati. perasaannya keruh, bahkan caption  statusnya berpura-pura tegar, kuat seperti tidak terjadi apa-apa. Penulis memang pembohong kelas wahid yang mampu menyembunyikan luka dengan tawa, tangis dengan senyuman,  intinya semua harus terlihat bahagia.

Wanto baru saja putus dengan pacarnya beberapa jam yang lalu. Berita ini tidak banyak orang tahu. Saya sebagai sahabat dekatnya diberitahu lewat pesan singkat dengan emotion bercucuran air mata. Bukannya sedih, saya sontak tertawa membaca chat yang penuh haru biru, penuh tekanan batin. saya tertawa bukan bermaksud mengejek atau ungkapan gembira tetapi lucu membaca chat seorang penulis dengan marwah yang bijak ketika berbicara, sering menulis petuah-petuah hidup di status Facebook. Menjadi pakar penenang dengan kata-kata yang ia adopsi dari Om Mario Teguh ketika temannya patah hati. Sedang sekarang dia kalut sendiri dibalut rasa bimbang harus berbuat apa. (Masuk jurang atau masuk kamar menata hati kembali)

Untuk sekarang perihnya mungkin belum terlalu terasa, karena senyumnya masih ditebar lebar-lebar. Tetapi saya jamin dalam beberapa hitungan hari Wanto bakal menjadi lelaki paling kesepian khususnya di daerah Kota Singaraja dan sekitarnya. Ini menjadi alasan kuat ketika ia meminta saya untuk menemaninya menepi di pinggir pantai dengan gemuruh ombak yang kacau, malam tanpa bintang, dingin yang menusuk-nusuk badan, angin yang berhembus pelan-pelan lengkap dengan lagu super-duper galau Sheila On 7 yang berjudul “Dan” yang membawa sejuta kenangan.

Mendengar lagu galau menurut keterangan Edwards, adalah bukti bahwa seseorang yang patah hati sesungguhnya sedang menyelami perasaan dirinya sendiri. Dibalik semua itu ada perasaan takut dalam diri saya Wanto berbuat nekat (Bunuh Diri) ohh no!

Seorang psikolog klinis, Guy Winch, PhD meneliti pengalaman patah hati dan trauma putus cinta lewat bukunya yang berjudul How to Fix A Broken Heart. Buku tersebut berisi studi Winch tentang rasa sakit hati seseorang yang baru saja mengalami putus cinta. Penelitian ini memfokuskan dengan cara membandingkan dua orang yang dipindai dengan alat MRI.

Orang pertama dipindai sambil menatap foto-foto sang mantan, sedang orang kedua dipindai sambil dipaparkan panas yang menyebabkan rasa nyeri tak tertahankan. Hasilnya mengejutkan, hasil pindai menemukan kedua hal tersebut mempengaruhi area otak yang sama. Dengan kata lain, nyeri fisik akibat panas dengan nyeri emosional dari patah hati mempengaruhi kinerja otak pada area yang sama.

Fakta lain juga tak kalah mencengangkan, bahwa patah hati dapat menyebabkan gagal jantung. Jika selama ini makanan bertrigliserin yang menjadi ancaman gagal jantung, maka patah hati bisa menyebabkan rasa nyeri pada dada, kejang, dan meningkatnya kadar hormon stres, epinetrin atau yang sering disebut Broken Heart Syindrome yang menjadi tanda-tanda gagal jantung.

Selain itu, kita pada umumnya mengenal orang terkena tekanan darah tinggi karena berlebihan mengkonsumsi asupan garam atau obesitas. Maka menurut American Heart Association menyebutkan orang yang stres gara-gara putus cinta perlu berhati-hati. Peningkatan tekanan darah dalam waktu singkat bagi orang-orang dengan kondisi ini akan mendorong terjadinya krisis hipertensif, yang menyebabkan gejala seperti sakit kepala, kesulitan bernafas, bahkan mimisan.

Maka untuk kalian yang  jomblo ucapkan rasa syukur kepada Tuhan, karena kalian bebas dari segala ancaman kesehatan diatas. Setidaknya posisi kalian aman untuk sementara waktu meski rasa kesepian membuatmu harus belajar memeluk diri sendiri ketika teman sedang asyik berpelukan dengan si doi. Jomblo bakal lebih sehat dari radikal patah hati meski  saya tahu perasaannya ditusuk-tusuk sepi karena menanggung hidup sendiri, maka merdeka atau menjomblo sampai mati, itu sebuah pilihan!

Wanto, bangkitlah kawan; Hidupmu masih panjang. jangan kau rusak masa depanmu hanya karena sorang perempuan. Jika kau butuh teman berbagi kesedihan, aku siap menampung dukamu agar kau tak merasa sendirian. Luat masih terhampar luas, langit masih biru kau lihat, maka selama itu kau masih bisa bangkit dan berlari menggapai semua mimpi yang pernah kau ceritakan kepadaku sewaktu dulu.

Atau jika kau memang sudah benar-benar tidak kuat dan ingin secepatnya mengakhiri hidup; Silahkan, biar aku bantu sediakan racun serangga harga eceran. Sehingga aku leluasa mendapatkan mantan perempuanmu. (Kabur… Wkwkwkwkwk…) (T)

Tags: cintamahasiswasakit hati
Share68TweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Preman Menangis di Panti Jompo

Next Post

Ngobrol Santai Bareng Bli Ibed di Parade Teater Canasta 2018

Taufikur Rahman Al Habsyi

Taufikur Rahman Al Habsyi

Biasa dipanggil Koko Opik. Lahir di Bondowoso, 05-06-1998. Anak kedua dari pasangan Arjas dan Irliya, orang tua yang selalu berjuang membahagiakan anak-anaknya.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Ngobrol Santai Bareng Bli Ibed  di Parade Teater Canasta 2018

Ngobrol Santai Bareng Bli Ibed di Parade Teater Canasta 2018

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co