4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Festival Rurung Peliatan 2017 – Meninggalkan Pahatan Seni Tebing, Bukan Sampah

Leonk Surya Adi by Leonk Surya Adi
February 2, 2018
in Feature

Anak-anak di Desa Peliatan, Ubud, antusias mengikuti Festival Rurung di desa itu

 

FESTIVAL Rurung di Peliatan, Ubud, Gianyar, 22-24 Desember 2017, adalah satu dari sejumlah festival di Bali yang punya konsep beda. Ya, jika tak beda, untuk apa bikin festival – yang hanya seperti keramaian semata dan sering hanya meninggalkan sampah.

Dari namanya saja, Festival Rurung sudah mengesankan sesuatu yang berbeda. Rurung (bahasa Bali) adalah istilah untuk “jalan” bagi orang desa. Jadi kesannya sangat kampung. Nama festivalnya saja kampungan, dan jelas menunjukkan festival dibikin oleh orang desa. (Tapi jangan salah, orang desa yang berada di kawasan pariwisata Ubud yang terkenal).

Karena dibikin orang desa, maka festival ini dikonsep agar bisa digunakan sebagai ajang belajar bagi orang desa, terutama bagi anak-anak dan remaja, sekaligus bisa dijadikan sebagai media melestarikan tradisi-tradisi di desa itu.

Meski biasa diartikan sebagai “jalan”, namun kata “rurung” dalam festival ini memiliki makna bukan hanya sebagai jalan semata, namun lebih dari itu Rurung berperan sebagai tempat/jalan untuk mempertemukan rasa, hati dan pikiran. Interaksi sosial terjadi dalam suasananya yang cair dan juga nyaman untuk sharing segala hal dan tidak jarang ide-ide hebat tercetus didalamnya. Rurung juga sebagai jalan untuk membangun kerja sama dan juga menjembatani komunikasi dari generasi ke generasi.

Festival Rurung, Peliatan, Ubud 2017

Yang paling menarik, bila banyak festival meninggalkan sampah, maka Festival Rurung ini justru meninggalkan monument berupa pahatan tebing. Yaitu sebuah pahatan batu padas di sebuah dinding. Ini atraksi belajar seni yang penuh kegembiraan.

Atraksi pahat tebing ini  menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Sejumlah seniman pahat dari Peliatan membuat relief lewat kemahiranya memahat paras yang menempel di dinding Pura Beji. Gambar ukiran batu padas mengambil cerita hewan-hewan serta tumbuhan, flora dan fauna. Anak-anak menyukainya.

I Wayan Sudiarsa selaku ketua panitia festival ini menyatakan para seniman pahat ini berasal dari desa Peliatan . “Artinya melalui kegiatan ini, biasanya sebuah festival meninggalkan sampah, justru kita ingin melalui festival meninggalkan monument berupa seni pahatan,” tutur Pacet sapaan akrab seniman musik ini.

Secara umum, Festival Rurung ini memberi kesan tersendiri bagi masyarakat Desa Peliatan sekaligus pengunjung dari luar desa. Masyarakat selalu antusias  menikmati kegiatan demi kegiatan. Apalagi ruang kreatif ini memang sejak awal dikonsep dengan khas, agar menarik diikuti, menarik juga untuk edukasi dan menumbuhkan rasa cinta terhadap tradisi budaya Bali.

Pahatan seni di tebing atau di dinding Pura Beji, salah satu kegiatan di Festival Rurung

Dengan sejumlah kegiatan yang tidak jauh dari tradisi dan kebudayaan, yang tetap mempertahankan kearifan budayanya di tengah hiruk pikuk Ubud sebagai destinais wisata dunia. Festival yang dikemas dengan beragam kegiatan budaya tradisional hingga modern, memanfaatkan lokasi Jalan atau Rurung sebagai media komunikasi warga .  Berlokasi di Pura Beji Belong, Desa Pakraman Peliatan, jalinan komunikatif warga terseraf dalam beberapa kegiatan..

Selain aksi memahat, kegiatan lain yang berlangsung seru adalah hadirnya anak –anak yang ikut mengisi kegiatan rare. Seperti diskusi budaya , permainan tradisi anak –anak, serta aksi panggung. “Khusus untuk anak-anak kami libatkan dalam acara diskusi budaya menampilkan pembicara Kadek Wahyudita dari Rumah Budaya Penggak, dan Bapak Made Taro tokoh dongeng Bali, yang memberikan cerita-cerita dan berbagai permainan tradisi,” jelasnya.

Pacet menyebut antusias anak –anak luar biasa, mereka sangat menikmati kegiatan ini. “ Kami hanya ingin keberlangsungan budaya yang sudah ada bisa tetap terjaga, lewat Festival Rurung inilah kami ingin membangkitkan kejayaan Peliatan sebagai desa yang pertama di Bali hadir  ke luar negeri membawakan seni tabuh dan tarinya,” ungkapnya.

Kegiatan ini didukung oleh Desa Peliatan, yang dibagi tiga  hari penyelenggaraan  yang  setiap harinya dengan tema yang berbeda-beda.  Hari pertama mengambil tema Malam Tradisi, hari kedua mengambil tema Malam Modern, dan hari ketiga mengambil tema Malam Kontemporer.

Aneka kuliner khas Bali pun menjadi sasaran empuk para pecinta kuliner. Sepanjang rurung yang berdiameter 2 meter di  pinggir sungai , menyajikan berbagai aneka makanan khas Peliatan. Diantaranya makanan jaje sagon, topot, mujair nyatnyat, nasi sela, minuman jamur, sate dan sebagainya. “ Kami antusias menghelat festival rurung ini, sebagai upaya membangkitkan kembali pemberdayaan generasi muda, “ kata Wayan Eka Budiayasa mewakili Karang Taruna Desa Peliatan.

Eka pun menyebut, keterlibatan warga yang cukup antusias menyambut festival ini diantaranya kita hadirkan pedagang tradisional yang khas di Peliatan. “ Ada makanan Topot, Jajan Sagon dan sebagainya akan bisa dinikmati saat even, begitupun kegiatan anak –anak akan mengisi berbagai kegiatan, mulai permainan dan pagearan, ” ucapnya.

Sebagai pementasan pamungkas, Sabtu 24 Desember  malam, aktrasi budaya modern disuguhkan dengan menghadirkan kolaborasi seniman lintas generasi. “Nemugelang” sebuah konsep garapan musik yang didandani Penggak Men Mersi menampilkan Gung Bona Alit, Ketut Lanus (Cahya Art),  I Wayan Ary Wijaya (Parawara ) , I Wayan Sudiarsa (GSGS). (T)

Tags: BudayafestivalGianyarSeniUbud
Share7TweetSendShareSend
Previous Post

Model Tata Kelola Kolegial, Masihkah Tepat Mencegah Perilaku Koruptif di Perguruan Tinggi Swasta?

Next Post

Monolog 3 Dokter di SMPN 1 Denpasar: Membangun Literasi, Menolak jadi “Cyborg”

Leonk Surya Adi

Leonk Surya Adi

Wartawan dan pemerhati kegiatan seni dan budaya. Tinggal di Denpasar

Related Posts

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

Read moreDetails

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
0
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails
Next Post

Monolog 3 Dokter di SMPN 1 Denpasar: Membangun Literasi, Menolak jadi “Cyborg”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co