3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nostalgia Bahagia Bersama Honda Win – Dulu Pemenang Kini Dilelang…

Made Pasda Gunawan by Made Pasda Gunawan
February 2, 2018
in Esai

Foto: koleksi penulis

 

JIKA Anda kelahiran tahun 1980-1990, terlebih di sekitar Anda ada keluarga atau tetangga yang bekerja di kantor pemerintahan, pasti mengenal kendaraan ini. Body-nya yang ramping, mesinnya yang kuat, baik dipakai di jalur datar dan tanjakan, serta yang paling penting irit bahan bakar. Kendaraan itu Honda Win. Terbayang kan? Di mana Anda saat itu?

Namun, jangan salah paham, tulisan ini bukan membahas tentang spesifikasi dan kehebatan kendaraan ini pada zamannya. Saya tak ngerti kendaraan, maklum bukan penggemar otomotif. Tulisan ini ingin mengajak Anda yang dibesarkan di era 1990 untuk bernostalgia dengan kendaraan satu ini. Apalagi jika orang tua Anda, seperti orang tua saya, jadi pegawai pemerintahan di zaman yang ngetop dengan nama Orde Baru itu.

Trademark Kendaraan Pemerintah

Sejauh pengetahuan saya, belum pernah saya mendengar alasan yang cukup logis untuk menjawab kenapa Honda Win pada periode tahun 1990-2000 (bahkan ada yang sampai sekarang masih dipergunakan) menjadi kendaraan “wajib” yang dimiliki oleh pemerintah.

Ada beberapa penjelasan yang sedikit rasional yang diutarakan oleh rekan sejawat saya sesama PNS zaman reformasi terkait dengan superiornya Honda Win menjadi kendaraan umum pemerintah. “Dulu masih sedikit pilihan kendaraannya, motor yang berkualitas dan bisa dipergunakan di segala medan memang Honda Win,” ujar teman saya itu.

Soal kualitas, teman saya itu memang agak layak dipercaya. Buktinya, sampai sekarang ia masih menggunakan Honda Win sebagai kendaraan operasional yang diberikan oleh Pemerintah.

Namun ada juga yang coba membandingkan dengan sudut pandang berbeda. “Motor Honda Win itu seperti Mobil Toyota Kijang pada zamannya, karena dianggap kualitasnya paling baik, maka dianjurkan oleh pemerintah dipergunakan untuk kendaraan standard pemerintahan.”

Pernyataan-pernyataan tadi tentu saja bukan merupakan referensi yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Namun bagi saya, paling tidak dari beberapa argumen dari rekan-rekan sejawat, semua penggambaran yang saya dapatkan menunjukkan betapa populernya kendaraan itu pada zaman .

Sejumlah Kenangan Tak Terlupakan

Kalau terkait pengalaman, barangkali akan banyak cerita terkait dengan kendaraan ini. Bagi saya tentu saja kendaraan ini mewarnai masa kecil saya sewaktu masa sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) sampai dengan Sekolah Dasar (SD) terutama ketika antar jemput sekolah.

Bahkan karena bodynya yang ramping saya tidak pernah duduk di sadel jok belakang. Pasti saya memilih duduk di depan di area tangki bensin, sembari pegang dua spion di kiri-kanan. Bayangkanlah. Meenarik bukan?

Ada lagi beberapa teman saya yang lebih ekstrem pengalamannya. Setiap diantar masuk sekolah dan setelah tiba di gerbang, dia selalu memohon pada ayahnya agar ia diijinkan menarik gas kendaraan sekencang-kencangnya. Bruum… bruuum…!

Suara keras itu akan menarik perhatian siswa lain. Saat teman-temannya menoleh, ia pun langsung turun dari motor, lalu berlari tertawa puas ke halaman sekolah. Teman-temannya menyambut dengan gembira.

Nah khusus bagi anak-anak usia remaja yang baru belajar naik motor, beberapa kendaraan yang dipergunakan untuk berlatih kendaraan pada saat itu, salah satunya ya Honda Win. Selain masih sedikit sekali kendaraan jenis motor ber-kopling, juga karena gampang dibawa, tentu karena ringan dan nyaman dinaiki sesuai body anak usia remaja. Bahkan banyak yang dulu berlatih dengan kendaraan Honda Win yang masih berplat merah.

Kini Satu per Satu Dilelang

Salah satu kehebatan Honda Win yang harus saya akui adalah umur ekonomis kendaraan yang sangat kuat. Kalau dirata-ratakan sesuai dengan data yang saya himpun, pada tahun 2017 ini rata-rata usia Honda Win sampai 15-20 tahun. Berarti kendaraan ini sudah mengabdi selama 4 periode kepemimpinan Bupati (dihitung Pemilhan Langsung, satu periode pemilihan 5 tahun sekali).

Jadi, saat beroperasi di kantor pemerintahan, tak bisa dibayangkan entah berapa banyak surat penting yang dibawa oleh kendaraan ini? Berapa banyak proyek fisik yang telah dikunjungi dengan kendaraan ini? Berapa pejabat yang sudah diantar oleh Honda Win untuk naik karir, misalnya dari petugas penyuluh hingga kemudian jadi kepala dinas?

Namun seiring perkembangan zaman ternyata semakin banyak variasi kendaraan dinas ber-plat yang hadir, mulai dari kendaraan yang menggunakan transmisi kopling sampai dengan kendaraan matic yang sedang tren saat ini. Banyak opsi menjadikan kendaraan Honda Win kemudian mulai sedikit dilupakan karena mungkin dianggap jadul, ketinggalan zaman, atau memang kondisi sudah rusak termakan usia.

Alasan-alasan itu menjadi sangat rasional karena saat ini kebanyakan karyawan yang masih menggunakan kendaraan Honda Win pasti identik dengan pegawai lama sehingga menimbulkan kesimpulan Honda Win “sudah habis zamannya”.

Namun perubahan tersebut ternyata memunculkan hal yang menarik. Kini pemerintah sedang gencar-gencarnya melakukan penghapusan aset kendaraan operasional yang sudah dalam kondisi rusak serta tidak dibutuhkan lagi dalam menunjang pemerintahan melalui proses lelang terbuka. Pemkab Buleleng pun akhir tahun 2017 ini melelang sejumlah kendaraan lama, termasuk tentu saja Honda Win yang berasal dari sejumlah instansi.

Yang menarik, justru peminat Jonda Win dalam acara lelang itu sangat besar. Banyak yang rela merogoh kocek dengan jumlah besar untuk mendapatkan kendaraan bekas kantor dengan Merk Honda Win.

Menurut informasi, para pemenang lelang itu banyak yang ngotot ingin memiliki Honda Win bukan untuk dipergunakan sehari-hari, tapi dipergunakan untuk koleksi.

“Banyak mantan pegawai yang tertarik mendapatkan kendaraan yang dipakainya pada masa lalu, Pak, barangkali ada nilai historisnya ya!” ujar salah satu pemenang lelang. Pemenang lelang itu pun mengaku kendaraan Honda Win yang didapatkannya akan dimodifikasi.

Tapi apapun alasannya dan siapapun yang mendapatkannnya paling tidak ada dua hal telah dibuktikan oleh Honda Win. Pertama, dengan semakin banyak peminat lelang menjadikan pemerintah untung berkali-kali lipat dari hasil penjualan berdasarkan nilai limit yang ditawarkan dalam lelang terbuka. Kedua, telah terbukti bahwa eksistensi Honda Win tidak akan pernah pudar, baik pada zaman jaya-nya di masa lalu maupun pada zaman now.

Bersyukurlah bagi yang mendapatkan Honda Win akan kehebatan dan keunikan kendaraan yang anda miliki, dan semoga kendaraan hasil lelang Honda Win mendapatkan tuan yang pantas merawat lebih layak lagi. (T)

Tags: gaya hidupmotorOrde Baruotomotifpemerintahan
Share75TweetSendShareSend
Previous Post

“Street Art”, Jalan Kreatif Seniman Muda – Pameran Komunitas Djamur di Bentara Budaya

Next Post

Virginia Woolf, Kegelisahan Seorang Feminis

Made Pasda Gunawan

Made Pasda Gunawan

Suka berolahraga. Kini tercatat sebagai ASN di Pemkab Buleleng

Related Posts

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails
Next Post

Virginia Woolf, Kegelisahan Seorang Feminis

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co