3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nostalgia Bahagia Bersama Honda Win – Dulu Pemenang Kini Dilelang…

Made Pasda Gunawan by Made Pasda Gunawan
February 2, 2018
in Esai

Foto: koleksi penulis

 

JIKA Anda kelahiran tahun 1980-1990, terlebih di sekitar Anda ada keluarga atau tetangga yang bekerja di kantor pemerintahan, pasti mengenal kendaraan ini. Body-nya yang ramping, mesinnya yang kuat, baik dipakai di jalur datar dan tanjakan, serta yang paling penting irit bahan bakar. Kendaraan itu Honda Win. Terbayang kan? Di mana Anda saat itu?

Namun, jangan salah paham, tulisan ini bukan membahas tentang spesifikasi dan kehebatan kendaraan ini pada zamannya. Saya tak ngerti kendaraan, maklum bukan penggemar otomotif. Tulisan ini ingin mengajak Anda yang dibesarkan di era 1990 untuk bernostalgia dengan kendaraan satu ini. Apalagi jika orang tua Anda, seperti orang tua saya, jadi pegawai pemerintahan di zaman yang ngetop dengan nama Orde Baru itu.

Trademark Kendaraan Pemerintah

Sejauh pengetahuan saya, belum pernah saya mendengar alasan yang cukup logis untuk menjawab kenapa Honda Win pada periode tahun 1990-2000 (bahkan ada yang sampai sekarang masih dipergunakan) menjadi kendaraan “wajib” yang dimiliki oleh pemerintah.

Ada beberapa penjelasan yang sedikit rasional yang diutarakan oleh rekan sejawat saya sesama PNS zaman reformasi terkait dengan superiornya Honda Win menjadi kendaraan umum pemerintah. “Dulu masih sedikit pilihan kendaraannya, motor yang berkualitas dan bisa dipergunakan di segala medan memang Honda Win,” ujar teman saya itu.

Soal kualitas, teman saya itu memang agak layak dipercaya. Buktinya, sampai sekarang ia masih menggunakan Honda Win sebagai kendaraan operasional yang diberikan oleh Pemerintah.

Namun ada juga yang coba membandingkan dengan sudut pandang berbeda. “Motor Honda Win itu seperti Mobil Toyota Kijang pada zamannya, karena dianggap kualitasnya paling baik, maka dianjurkan oleh pemerintah dipergunakan untuk kendaraan standard pemerintahan.”

Pernyataan-pernyataan tadi tentu saja bukan merupakan referensi yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Namun bagi saya, paling tidak dari beberapa argumen dari rekan-rekan sejawat, semua penggambaran yang saya dapatkan menunjukkan betapa populernya kendaraan itu pada zaman .

Sejumlah Kenangan Tak Terlupakan

Kalau terkait pengalaman, barangkali akan banyak cerita terkait dengan kendaraan ini. Bagi saya tentu saja kendaraan ini mewarnai masa kecil saya sewaktu masa sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) sampai dengan Sekolah Dasar (SD) terutama ketika antar jemput sekolah.

Bahkan karena bodynya yang ramping saya tidak pernah duduk di sadel jok belakang. Pasti saya memilih duduk di depan di area tangki bensin, sembari pegang dua spion di kiri-kanan. Bayangkanlah. Meenarik bukan?

Ada lagi beberapa teman saya yang lebih ekstrem pengalamannya. Setiap diantar masuk sekolah dan setelah tiba di gerbang, dia selalu memohon pada ayahnya agar ia diijinkan menarik gas kendaraan sekencang-kencangnya. Bruum… bruuum…!

Suara keras itu akan menarik perhatian siswa lain. Saat teman-temannya menoleh, ia pun langsung turun dari motor, lalu berlari tertawa puas ke halaman sekolah. Teman-temannya menyambut dengan gembira.

Nah khusus bagi anak-anak usia remaja yang baru belajar naik motor, beberapa kendaraan yang dipergunakan untuk berlatih kendaraan pada saat itu, salah satunya ya Honda Win. Selain masih sedikit sekali kendaraan jenis motor ber-kopling, juga karena gampang dibawa, tentu karena ringan dan nyaman dinaiki sesuai body anak usia remaja. Bahkan banyak yang dulu berlatih dengan kendaraan Honda Win yang masih berplat merah.

Kini Satu per Satu Dilelang

Salah satu kehebatan Honda Win yang harus saya akui adalah umur ekonomis kendaraan yang sangat kuat. Kalau dirata-ratakan sesuai dengan data yang saya himpun, pada tahun 2017 ini rata-rata usia Honda Win sampai 15-20 tahun. Berarti kendaraan ini sudah mengabdi selama 4 periode kepemimpinan Bupati (dihitung Pemilhan Langsung, satu periode pemilihan 5 tahun sekali).

Jadi, saat beroperasi di kantor pemerintahan, tak bisa dibayangkan entah berapa banyak surat penting yang dibawa oleh kendaraan ini? Berapa banyak proyek fisik yang telah dikunjungi dengan kendaraan ini? Berapa pejabat yang sudah diantar oleh Honda Win untuk naik karir, misalnya dari petugas penyuluh hingga kemudian jadi kepala dinas?

Namun seiring perkembangan zaman ternyata semakin banyak variasi kendaraan dinas ber-plat yang hadir, mulai dari kendaraan yang menggunakan transmisi kopling sampai dengan kendaraan matic yang sedang tren saat ini. Banyak opsi menjadikan kendaraan Honda Win kemudian mulai sedikit dilupakan karena mungkin dianggap jadul, ketinggalan zaman, atau memang kondisi sudah rusak termakan usia.

Alasan-alasan itu menjadi sangat rasional karena saat ini kebanyakan karyawan yang masih menggunakan kendaraan Honda Win pasti identik dengan pegawai lama sehingga menimbulkan kesimpulan Honda Win “sudah habis zamannya”.

Namun perubahan tersebut ternyata memunculkan hal yang menarik. Kini pemerintah sedang gencar-gencarnya melakukan penghapusan aset kendaraan operasional yang sudah dalam kondisi rusak serta tidak dibutuhkan lagi dalam menunjang pemerintahan melalui proses lelang terbuka. Pemkab Buleleng pun akhir tahun 2017 ini melelang sejumlah kendaraan lama, termasuk tentu saja Honda Win yang berasal dari sejumlah instansi.

Yang menarik, justru peminat Jonda Win dalam acara lelang itu sangat besar. Banyak yang rela merogoh kocek dengan jumlah besar untuk mendapatkan kendaraan bekas kantor dengan Merk Honda Win.

Menurut informasi, para pemenang lelang itu banyak yang ngotot ingin memiliki Honda Win bukan untuk dipergunakan sehari-hari, tapi dipergunakan untuk koleksi.

“Banyak mantan pegawai yang tertarik mendapatkan kendaraan yang dipakainya pada masa lalu, Pak, barangkali ada nilai historisnya ya!” ujar salah satu pemenang lelang. Pemenang lelang itu pun mengaku kendaraan Honda Win yang didapatkannya akan dimodifikasi.

Tapi apapun alasannya dan siapapun yang mendapatkannnya paling tidak ada dua hal telah dibuktikan oleh Honda Win. Pertama, dengan semakin banyak peminat lelang menjadikan pemerintah untung berkali-kali lipat dari hasil penjualan berdasarkan nilai limit yang ditawarkan dalam lelang terbuka. Kedua, telah terbukti bahwa eksistensi Honda Win tidak akan pernah pudar, baik pada zaman jaya-nya di masa lalu maupun pada zaman now.

Bersyukurlah bagi yang mendapatkan Honda Win akan kehebatan dan keunikan kendaraan yang anda miliki, dan semoga kendaraan hasil lelang Honda Win mendapatkan tuan yang pantas merawat lebih layak lagi. (T)

Tags: gaya hidupmotorOrde Baruotomotifpemerintahan
Share75TweetSendShareSend
Previous Post

“Street Art”, Jalan Kreatif Seniman Muda – Pameran Komunitas Djamur di Bentara Budaya

Next Post

Virginia Woolf, Kegelisahan Seorang Feminis

Made Pasda Gunawan

Made Pasda Gunawan

Suka berolahraga. Kini tercatat sebagai ASN di Pemkab Buleleng

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post

Virginia Woolf, Kegelisahan Seorang Feminis

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co