4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenal Patria – Tugas Mulia Pemuda Buddhis

Julio Saputra by Julio Saputra
February 2, 2018
in Esai

Foto koleksi Levina Indrawan

SIAPAKAH pemuda? Sebagian besar orang pasti berpikir secara sederhana bahwa pemuda adalah anak muda, remaja, arek, jejaka, perjaka, teruna, dan sebagainya. Sebagian lagi akan berpikir bahwa pemuda adalah satu tahap usia menuju dewasa.

Orang hukum berpikir, pemuda adalah manusia yang berusia 15 – 30 tahun. Orang biologi berpikir, pemuda adalah manusia yang sudah menunjukan perubahan fisik di bagian-bagian tertentu, terutama organ tersembunyi, yang tentu juga ditandai mimpi basah bagi pria dan menstruasi bagi wanita.

Orang bijak berpikir bahwa pemuda adalah manusia yang masuk ke fase akil balig alias cukup akal, cukup umur, mampu membedakan baik dan buruk.

Semua pikiran itu benar. Tidak ada yang salah. Namun, coba tanya kepada pemuda dari agama Buddha, mereka bisa menjawab bahwa pemuda ternyata punya pengertian dan makna yang lebih berbeda.

Banyak orang bilang, pemuda merupakan identitas yang sangat berpotensi, salah satunya sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan pembangunan bangsa. Berbagai macam harapan dititipkan di pundak pemuda, terutama oleh generasi-generasi tua.

Nah, sama juga bagi agama Buddha. Pemuda juga merupakan identitas yang sangat potensial dan memiliki peranan yang cukup berpengaruh dalam melestarikan agama Buddha dan ajarannya. Generasi Buddhis, disadari atau tidak, diketahui atau tidak, dan diakui atau tidak, mempunyai tanggung jawab moral untuk melaksanakan tugasnya untuk melestarikan ajaran agama. Itu barangkali sama juga dipercaya bagi agama-agama lain.

Pemuda Therevada Indonesia

Karena itulah, pada 19 Desember 1995 di Vihara Mendut, Jawa Tengah, secara musyawarah dibentuk Pemuda Therevada Indonesia (PATRIA), sebuah organisasi sosial keagamaan yang bercorak kepemudaan dengan tujuan melestarikan agama dan ajaran Buddha. Sampai saat ini, cabang-cabang Patria tersebar di 18 propinsi dan lebih dari 60 kota di Indonesia, tak terkecuali Bali.

Kata ‘Theravada’  berasal dari bahasa Pali yang terdiri dari dua kata: ‘Thera’ dan ‘Vada’. ‘Thera’ berarti sesepuh atau pendahulu, dan ‘Vada’ berarti perkataan atau ajaran. Jadi dapat disimpulkan bahwa Therevada berarti ajaran para pendahulu atau sesepuh. Jaran para pendahulu atau sesepuh ini adalah ajaran Sang Buddha yang diwariskan dan diajarkan dari generasi ke generasi.

Jika ditafsirkan kembali, Theravada lebih bersifat konservatif, dalam artian bersikap mempertahankan keadaan. Theravada mempertahankan ajaran Sang Buddha yang sudah ada dan sudah diajarkan, dan dalam hal ini yang paling berpotensi adalah pemuda yang menjadi generasi penerus. Pemuda diharapkan mampu mempertahankan ajaran yang sudah ada. Itulah, menurut penulis sendiri, alasan dari nama Pemuda Theravada.

Pemuda Theravada Indonesia bisa disebut juga sebagai Abdi Dhamma. Apa yang dimaksud dengan Abdi Dhamma? Nah, begini penjelasaanya, Dhamma (Pali) atau Dharma (Sansekerta) dalam konteks ini memiliki arti sebagai ajaran Sang Buddha. Selain juga berarti sebagai sebuah kebaikan. Abdi Dhamma dapat disimpulkan sebagai seseorang yang mengabdi pada ajaran Sang Buddha dan pada kebaikan.

Lalu apa saja yang dilakukan oleh seorang Abdi Dhamma? Sama seperti yang dilakukan Sang Buddha, yaitu membabarkan Dhamma didasarkan pada kasih sayang-Nya (Mahakarunia) kepada semua makhluk agar mereka juga mendapat manfaatnya.

Ya, secara sederhana bisa dikatakan bahwa Abdi Dhamma merupakan perpanjangan tangan Sang Buddha. Dhamma tetap ada walaupun Buddha ada atau tidak. Dhamma  memang ada dan tetap akan ada selamanya.

Panca Sila Buddha

Salah satu wujud peran pelestarian agama dan ajaran Buddha yang bisa dilakukan oleh generasi muda Buddhis adalah dengan menjalankan Panca Sila Buddha atau 5 Sila Latihan Kemoralan: pertama, tidak membunuh mahluk hidup; kedua, tidak mencuri; ketiga, tidak berbuat asusila; keempat, tidak berucap bohong; kelima, tidak mengkonsumsi makanan atau minuman yang dapat melemahkan kesadaran

Sebelum melestarikan agama dan ajaran Sang Buddha , terlebih dahulu generasi muda Buddhis haruslah memahami Dhamma itu sendiri. Dalam mempelajari Dhamma ada tiga tahap, pertama adalah Pariyatti, tahap mempelajari Dhamma secara teoritis agar dapat memiliki pengertian, pemahaman dan penghayatan. Tahap kedua adalah Patipati tahap mempraktekkan, mengamalkan Dhamma setelah mengerti dan memahami Dhamma secara benar dan tepat, dan tahap ketiga adalah Pativedha, tahap memetik hasil dari kebenaran Dhamma.

Selain melestarikan agama Buddha dan ajarannya, tujuan lain yang ingin dicapai dari pembentukan Pemuda Theravada Indonesia adalah melahirkan generasi muda yang memiliki kemoralan, sukses dan mampu mandiri dalam dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Hal ini tentu saja penting bagi kemandirian dan persatuan nasional bangsa. Untuk itu, Pemuda Theravada Indoensia senantiasa berupaya untuk meningkatkan kemoralan dan keyakinan terhadap ajaran  Buddha Dhamma, serta kualitas sumber daya manusia Buddhis, yang pada umumnya juga merupakan sumber daya manusia Indonesia.

Berbagai Program

Tentu saja Pemuda Theravada Indonesia memiliki program-program unggulan yang senantiasa dikembangkan dan diupayakan, untuk mencapai tujuan di atas, seperti program pelatihan kepemimpinan dan organisasi, program sosial, budaya dan olahraga, program kemandirian dan juga program informasi dan publikasi.

Program-program yang dimiliki Pemuda Therevada Indonesia sudah pasti berbentuk proses yang diharapkan mampu mengubah pemuda Buddhis dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tahu menjadi paham, dan dari yang paham bisa mendarahdagingkan nilai-nilai kehidupan dan nilai-nilai moral yang terkandung pada Dhamma sehingga dapat melestarikan dan mempertahankan kelestarian agama dan ajaran Buddha.

Begitulah, pemuda bagi agama Buddha sangatlah berpengaruh besar, tentu saja tidak hanya bagi agama Buddha, tapi juga bagi agama lain, di manapun. Pemuda, selain yang didefiniskan oleh orang hukum, orang, biologi, atau juga orang bijak, memiliki andil yang sangat berarti bagi bangsa dan bagi agama, sebagai pemegang tongkat estafet pembangunan bangsa, juga sebagai pemegang tongkat estafet kelestarian nilai-nilai kehidupan dan moral yang terkandung dalam agama dan ajarannya.

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147). (T)

Tags: BudhaIndonesiapemuda
Share6TweetSendShareSend
Previous Post

Menafsir Ramayana: Di Srilangka, Rahwana adalah Pahlawan

Next Post

Orasi Ketut Syahruwardi Abbas: Monolog dan Kehadiran Tokoh ke Atas Pentas

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post

Orasi Ketut Syahruwardi Abbas: Monolog dan Kehadiran Tokoh ke Atas Pentas

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co