24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenal Patria – Tugas Mulia Pemuda Buddhis

Julio Saputra by Julio Saputra
February 2, 2018
in Esai

Foto koleksi Levina Indrawan

SIAPAKAH pemuda? Sebagian besar orang pasti berpikir secara sederhana bahwa pemuda adalah anak muda, remaja, arek, jejaka, perjaka, teruna, dan sebagainya. Sebagian lagi akan berpikir bahwa pemuda adalah satu tahap usia menuju dewasa.

Orang hukum berpikir, pemuda adalah manusia yang berusia 15 – 30 tahun. Orang biologi berpikir, pemuda adalah manusia yang sudah menunjukan perubahan fisik di bagian-bagian tertentu, terutama organ tersembunyi, yang tentu juga ditandai mimpi basah bagi pria dan menstruasi bagi wanita.

Orang bijak berpikir bahwa pemuda adalah manusia yang masuk ke fase akil balig alias cukup akal, cukup umur, mampu membedakan baik dan buruk.

Semua pikiran itu benar. Tidak ada yang salah. Namun, coba tanya kepada pemuda dari agama Buddha, mereka bisa menjawab bahwa pemuda ternyata punya pengertian dan makna yang lebih berbeda.

Banyak orang bilang, pemuda merupakan identitas yang sangat berpotensi, salah satunya sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan pembangunan bangsa. Berbagai macam harapan dititipkan di pundak pemuda, terutama oleh generasi-generasi tua.

Nah, sama juga bagi agama Buddha. Pemuda juga merupakan identitas yang sangat potensial dan memiliki peranan yang cukup berpengaruh dalam melestarikan agama Buddha dan ajarannya. Generasi Buddhis, disadari atau tidak, diketahui atau tidak, dan diakui atau tidak, mempunyai tanggung jawab moral untuk melaksanakan tugasnya untuk melestarikan ajaran agama. Itu barangkali sama juga dipercaya bagi agama-agama lain.

Pemuda Therevada Indonesia

Karena itulah, pada 19 Desember 1995 di Vihara Mendut, Jawa Tengah, secara musyawarah dibentuk Pemuda Therevada Indonesia (PATRIA), sebuah organisasi sosial keagamaan yang bercorak kepemudaan dengan tujuan melestarikan agama dan ajaran Buddha. Sampai saat ini, cabang-cabang Patria tersebar di 18 propinsi dan lebih dari 60 kota di Indonesia, tak terkecuali Bali.

Kata ‘Theravada’  berasal dari bahasa Pali yang terdiri dari dua kata: ‘Thera’ dan ‘Vada’. ‘Thera’ berarti sesepuh atau pendahulu, dan ‘Vada’ berarti perkataan atau ajaran. Jadi dapat disimpulkan bahwa Therevada berarti ajaran para pendahulu atau sesepuh. Jaran para pendahulu atau sesepuh ini adalah ajaran Sang Buddha yang diwariskan dan diajarkan dari generasi ke generasi.

Jika ditafsirkan kembali, Theravada lebih bersifat konservatif, dalam artian bersikap mempertahankan keadaan. Theravada mempertahankan ajaran Sang Buddha yang sudah ada dan sudah diajarkan, dan dalam hal ini yang paling berpotensi adalah pemuda yang menjadi generasi penerus. Pemuda diharapkan mampu mempertahankan ajaran yang sudah ada. Itulah, menurut penulis sendiri, alasan dari nama Pemuda Theravada.

Pemuda Theravada Indonesia bisa disebut juga sebagai Abdi Dhamma. Apa yang dimaksud dengan Abdi Dhamma? Nah, begini penjelasaanya, Dhamma (Pali) atau Dharma (Sansekerta) dalam konteks ini memiliki arti sebagai ajaran Sang Buddha. Selain juga berarti sebagai sebuah kebaikan. Abdi Dhamma dapat disimpulkan sebagai seseorang yang mengabdi pada ajaran Sang Buddha dan pada kebaikan.

Lalu apa saja yang dilakukan oleh seorang Abdi Dhamma? Sama seperti yang dilakukan Sang Buddha, yaitu membabarkan Dhamma didasarkan pada kasih sayang-Nya (Mahakarunia) kepada semua makhluk agar mereka juga mendapat manfaatnya.

Ya, secara sederhana bisa dikatakan bahwa Abdi Dhamma merupakan perpanjangan tangan Sang Buddha. Dhamma tetap ada walaupun Buddha ada atau tidak. Dhamma  memang ada dan tetap akan ada selamanya.

Panca Sila Buddha

Salah satu wujud peran pelestarian agama dan ajaran Buddha yang bisa dilakukan oleh generasi muda Buddhis adalah dengan menjalankan Panca Sila Buddha atau 5 Sila Latihan Kemoralan: pertama, tidak membunuh mahluk hidup; kedua, tidak mencuri; ketiga, tidak berbuat asusila; keempat, tidak berucap bohong; kelima, tidak mengkonsumsi makanan atau minuman yang dapat melemahkan kesadaran

Sebelum melestarikan agama dan ajaran Sang Buddha , terlebih dahulu generasi muda Buddhis haruslah memahami Dhamma itu sendiri. Dalam mempelajari Dhamma ada tiga tahap, pertama adalah Pariyatti, tahap mempelajari Dhamma secara teoritis agar dapat memiliki pengertian, pemahaman dan penghayatan. Tahap kedua adalah Patipati tahap mempraktekkan, mengamalkan Dhamma setelah mengerti dan memahami Dhamma secara benar dan tepat, dan tahap ketiga adalah Pativedha, tahap memetik hasil dari kebenaran Dhamma.

Selain melestarikan agama Buddha dan ajarannya, tujuan lain yang ingin dicapai dari pembentukan Pemuda Theravada Indonesia adalah melahirkan generasi muda yang memiliki kemoralan, sukses dan mampu mandiri dalam dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Hal ini tentu saja penting bagi kemandirian dan persatuan nasional bangsa. Untuk itu, Pemuda Theravada Indoensia senantiasa berupaya untuk meningkatkan kemoralan dan keyakinan terhadap ajaran  Buddha Dhamma, serta kualitas sumber daya manusia Buddhis, yang pada umumnya juga merupakan sumber daya manusia Indonesia.

Berbagai Program

Tentu saja Pemuda Theravada Indonesia memiliki program-program unggulan yang senantiasa dikembangkan dan diupayakan, untuk mencapai tujuan di atas, seperti program pelatihan kepemimpinan dan organisasi, program sosial, budaya dan olahraga, program kemandirian dan juga program informasi dan publikasi.

Program-program yang dimiliki Pemuda Therevada Indonesia sudah pasti berbentuk proses yang diharapkan mampu mengubah pemuda Buddhis dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tahu menjadi paham, dan dari yang paham bisa mendarahdagingkan nilai-nilai kehidupan dan nilai-nilai moral yang terkandung pada Dhamma sehingga dapat melestarikan dan mempertahankan kelestarian agama dan ajaran Buddha.

Begitulah, pemuda bagi agama Buddha sangatlah berpengaruh besar, tentu saja tidak hanya bagi agama Buddha, tapi juga bagi agama lain, di manapun. Pemuda, selain yang didefiniskan oleh orang hukum, orang, biologi, atau juga orang bijak, memiliki andil yang sangat berarti bagi bangsa dan bagi agama, sebagai pemegang tongkat estafet pembangunan bangsa, juga sebagai pemegang tongkat estafet kelestarian nilai-nilai kehidupan dan moral yang terkandung dalam agama dan ajarannya.

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147). (T)

Tags: BudhaIndonesiapemuda
Share6TweetSendShareSend
Previous Post

Menafsir Ramayana: Di Srilangka, Rahwana adalah Pahlawan

Next Post

Orasi Ketut Syahruwardi Abbas: Monolog dan Kehadiran Tokoh ke Atas Pentas

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post

Orasi Ketut Syahruwardi Abbas: Monolog dan Kehadiran Tokoh ke Atas Pentas

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co