24 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenal Patria – Tugas Mulia Pemuda Buddhis

Julio Saputra by Julio Saputra
February 2, 2018
in Esai

Foto koleksi Levina Indrawan

SIAPAKAH pemuda? Sebagian besar orang pasti berpikir secara sederhana bahwa pemuda adalah anak muda, remaja, arek, jejaka, perjaka, teruna, dan sebagainya. Sebagian lagi akan berpikir bahwa pemuda adalah satu tahap usia menuju dewasa.

Orang hukum berpikir, pemuda adalah manusia yang berusia 15 – 30 tahun. Orang biologi berpikir, pemuda adalah manusia yang sudah menunjukan perubahan fisik di bagian-bagian tertentu, terutama organ tersembunyi, yang tentu juga ditandai mimpi basah bagi pria dan menstruasi bagi wanita.

Orang bijak berpikir bahwa pemuda adalah manusia yang masuk ke fase akil balig alias cukup akal, cukup umur, mampu membedakan baik dan buruk.

Semua pikiran itu benar. Tidak ada yang salah. Namun, coba tanya kepada pemuda dari agama Buddha, mereka bisa menjawab bahwa pemuda ternyata punya pengertian dan makna yang lebih berbeda.

Banyak orang bilang, pemuda merupakan identitas yang sangat berpotensi, salah satunya sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan pembangunan bangsa. Berbagai macam harapan dititipkan di pundak pemuda, terutama oleh generasi-generasi tua.

Nah, sama juga bagi agama Buddha. Pemuda juga merupakan identitas yang sangat potensial dan memiliki peranan yang cukup berpengaruh dalam melestarikan agama Buddha dan ajarannya. Generasi Buddhis, disadari atau tidak, diketahui atau tidak, dan diakui atau tidak, mempunyai tanggung jawab moral untuk melaksanakan tugasnya untuk melestarikan ajaran agama. Itu barangkali sama juga dipercaya bagi agama-agama lain.

Pemuda Therevada Indonesia

Karena itulah, pada 19 Desember 1995 di Vihara Mendut, Jawa Tengah, secara musyawarah dibentuk Pemuda Therevada Indonesia (PATRIA), sebuah organisasi sosial keagamaan yang bercorak kepemudaan dengan tujuan melestarikan agama dan ajaran Buddha. Sampai saat ini, cabang-cabang Patria tersebar di 18 propinsi dan lebih dari 60 kota di Indonesia, tak terkecuali Bali.

Kata ‘Theravada’  berasal dari bahasa Pali yang terdiri dari dua kata: ‘Thera’ dan ‘Vada’. ‘Thera’ berarti sesepuh atau pendahulu, dan ‘Vada’ berarti perkataan atau ajaran. Jadi dapat disimpulkan bahwa Therevada berarti ajaran para pendahulu atau sesepuh. Jaran para pendahulu atau sesepuh ini adalah ajaran Sang Buddha yang diwariskan dan diajarkan dari generasi ke generasi.

Jika ditafsirkan kembali, Theravada lebih bersifat konservatif, dalam artian bersikap mempertahankan keadaan. Theravada mempertahankan ajaran Sang Buddha yang sudah ada dan sudah diajarkan, dan dalam hal ini yang paling berpotensi adalah pemuda yang menjadi generasi penerus. Pemuda diharapkan mampu mempertahankan ajaran yang sudah ada. Itulah, menurut penulis sendiri, alasan dari nama Pemuda Theravada.

Pemuda Theravada Indonesia bisa disebut juga sebagai Abdi Dhamma. Apa yang dimaksud dengan Abdi Dhamma? Nah, begini penjelasaanya, Dhamma (Pali) atau Dharma (Sansekerta) dalam konteks ini memiliki arti sebagai ajaran Sang Buddha. Selain juga berarti sebagai sebuah kebaikan. Abdi Dhamma dapat disimpulkan sebagai seseorang yang mengabdi pada ajaran Sang Buddha dan pada kebaikan.

Lalu apa saja yang dilakukan oleh seorang Abdi Dhamma? Sama seperti yang dilakukan Sang Buddha, yaitu membabarkan Dhamma didasarkan pada kasih sayang-Nya (Mahakarunia) kepada semua makhluk agar mereka juga mendapat manfaatnya.

Ya, secara sederhana bisa dikatakan bahwa Abdi Dhamma merupakan perpanjangan tangan Sang Buddha. Dhamma tetap ada walaupun Buddha ada atau tidak. Dhamma  memang ada dan tetap akan ada selamanya.

Panca Sila Buddha

Salah satu wujud peran pelestarian agama dan ajaran Buddha yang bisa dilakukan oleh generasi muda Buddhis adalah dengan menjalankan Panca Sila Buddha atau 5 Sila Latihan Kemoralan: pertama, tidak membunuh mahluk hidup; kedua, tidak mencuri; ketiga, tidak berbuat asusila; keempat, tidak berucap bohong; kelima, tidak mengkonsumsi makanan atau minuman yang dapat melemahkan kesadaran

Sebelum melestarikan agama dan ajaran Sang Buddha , terlebih dahulu generasi muda Buddhis haruslah memahami Dhamma itu sendiri. Dalam mempelajari Dhamma ada tiga tahap, pertama adalah Pariyatti, tahap mempelajari Dhamma secara teoritis agar dapat memiliki pengertian, pemahaman dan penghayatan. Tahap kedua adalah Patipati tahap mempraktekkan, mengamalkan Dhamma setelah mengerti dan memahami Dhamma secara benar dan tepat, dan tahap ketiga adalah Pativedha, tahap memetik hasil dari kebenaran Dhamma.

Selain melestarikan agama Buddha dan ajarannya, tujuan lain yang ingin dicapai dari pembentukan Pemuda Theravada Indonesia adalah melahirkan generasi muda yang memiliki kemoralan, sukses dan mampu mandiri dalam dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Hal ini tentu saja penting bagi kemandirian dan persatuan nasional bangsa. Untuk itu, Pemuda Theravada Indoensia senantiasa berupaya untuk meningkatkan kemoralan dan keyakinan terhadap ajaran  Buddha Dhamma, serta kualitas sumber daya manusia Buddhis, yang pada umumnya juga merupakan sumber daya manusia Indonesia.

Berbagai Program

Tentu saja Pemuda Theravada Indonesia memiliki program-program unggulan yang senantiasa dikembangkan dan diupayakan, untuk mencapai tujuan di atas, seperti program pelatihan kepemimpinan dan organisasi, program sosial, budaya dan olahraga, program kemandirian dan juga program informasi dan publikasi.

Program-program yang dimiliki Pemuda Therevada Indonesia sudah pasti berbentuk proses yang diharapkan mampu mengubah pemuda Buddhis dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tahu menjadi paham, dan dari yang paham bisa mendarahdagingkan nilai-nilai kehidupan dan nilai-nilai moral yang terkandung pada Dhamma sehingga dapat melestarikan dan mempertahankan kelestarian agama dan ajaran Buddha.

Begitulah, pemuda bagi agama Buddha sangatlah berpengaruh besar, tentu saja tidak hanya bagi agama Buddha, tapi juga bagi agama lain, di manapun. Pemuda, selain yang didefiniskan oleh orang hukum, orang, biologi, atau juga orang bijak, memiliki andil yang sangat berarti bagi bangsa dan bagi agama, sebagai pemegang tongkat estafet pembangunan bangsa, juga sebagai pemegang tongkat estafet kelestarian nilai-nilai kehidupan dan moral yang terkandung dalam agama dan ajarannya.

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147). (T)

Tags: BudhaIndonesiapemuda
Share6TweetSendShareSend
Previous Post

Menafsir Ramayana: Di Srilangka, Rahwana adalah Pahlawan

Next Post

Orasi Ketut Syahruwardi Abbas: Monolog dan Kehadiran Tokoh ke Atas Pentas

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Wajah Indonesia Bopeng

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

Read moreDetails

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails
Next Post

Orasi Ketut Syahruwardi Abbas: Monolog dan Kehadiran Tokoh ke Atas Pentas

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [5]: Penerbit yang Tidak Pernah Menolak

Buka KBM App, atau Wattpad, atau NovelToon, atau GoodNovel, atau salah satu dari selusin platform serupa yang tumbuh dalam ekosistem...

by Andre Syahreza
August 23, 2026
PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co