15 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenal Patria – Tugas Mulia Pemuda Buddhis

Julio Saputra by Julio Saputra
February 2, 2018
in Esai

Foto koleksi Levina Indrawan

SIAPAKAH pemuda? Sebagian besar orang pasti berpikir secara sederhana bahwa pemuda adalah anak muda, remaja, arek, jejaka, perjaka, teruna, dan sebagainya. Sebagian lagi akan berpikir bahwa pemuda adalah satu tahap usia menuju dewasa.

Orang hukum berpikir, pemuda adalah manusia yang berusia 15 – 30 tahun. Orang biologi berpikir, pemuda adalah manusia yang sudah menunjukan perubahan fisik di bagian-bagian tertentu, terutama organ tersembunyi, yang tentu juga ditandai mimpi basah bagi pria dan menstruasi bagi wanita.

Orang bijak berpikir bahwa pemuda adalah manusia yang masuk ke fase akil balig alias cukup akal, cukup umur, mampu membedakan baik dan buruk.

Semua pikiran itu benar. Tidak ada yang salah. Namun, coba tanya kepada pemuda dari agama Buddha, mereka bisa menjawab bahwa pemuda ternyata punya pengertian dan makna yang lebih berbeda.

Banyak orang bilang, pemuda merupakan identitas yang sangat berpotensi, salah satunya sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan pembangunan bangsa. Berbagai macam harapan dititipkan di pundak pemuda, terutama oleh generasi-generasi tua.

Nah, sama juga bagi agama Buddha. Pemuda juga merupakan identitas yang sangat potensial dan memiliki peranan yang cukup berpengaruh dalam melestarikan agama Buddha dan ajarannya. Generasi Buddhis, disadari atau tidak, diketahui atau tidak, dan diakui atau tidak, mempunyai tanggung jawab moral untuk melaksanakan tugasnya untuk melestarikan ajaran agama. Itu barangkali sama juga dipercaya bagi agama-agama lain.

Pemuda Therevada Indonesia

Karena itulah, pada 19 Desember 1995 di Vihara Mendut, Jawa Tengah, secara musyawarah dibentuk Pemuda Therevada Indonesia (PATRIA), sebuah organisasi sosial keagamaan yang bercorak kepemudaan dengan tujuan melestarikan agama dan ajaran Buddha. Sampai saat ini, cabang-cabang Patria tersebar di 18 propinsi dan lebih dari 60 kota di Indonesia, tak terkecuali Bali.

Kata ‘Theravada’  berasal dari bahasa Pali yang terdiri dari dua kata: ‘Thera’ dan ‘Vada’. ‘Thera’ berarti sesepuh atau pendahulu, dan ‘Vada’ berarti perkataan atau ajaran. Jadi dapat disimpulkan bahwa Therevada berarti ajaran para pendahulu atau sesepuh. Jaran para pendahulu atau sesepuh ini adalah ajaran Sang Buddha yang diwariskan dan diajarkan dari generasi ke generasi.

Jika ditafsirkan kembali, Theravada lebih bersifat konservatif, dalam artian bersikap mempertahankan keadaan. Theravada mempertahankan ajaran Sang Buddha yang sudah ada dan sudah diajarkan, dan dalam hal ini yang paling berpotensi adalah pemuda yang menjadi generasi penerus. Pemuda diharapkan mampu mempertahankan ajaran yang sudah ada. Itulah, menurut penulis sendiri, alasan dari nama Pemuda Theravada.

Pemuda Theravada Indonesia bisa disebut juga sebagai Abdi Dhamma. Apa yang dimaksud dengan Abdi Dhamma? Nah, begini penjelasaanya, Dhamma (Pali) atau Dharma (Sansekerta) dalam konteks ini memiliki arti sebagai ajaran Sang Buddha. Selain juga berarti sebagai sebuah kebaikan. Abdi Dhamma dapat disimpulkan sebagai seseorang yang mengabdi pada ajaran Sang Buddha dan pada kebaikan.

Lalu apa saja yang dilakukan oleh seorang Abdi Dhamma? Sama seperti yang dilakukan Sang Buddha, yaitu membabarkan Dhamma didasarkan pada kasih sayang-Nya (Mahakarunia) kepada semua makhluk agar mereka juga mendapat manfaatnya.

Ya, secara sederhana bisa dikatakan bahwa Abdi Dhamma merupakan perpanjangan tangan Sang Buddha. Dhamma tetap ada walaupun Buddha ada atau tidak. Dhamma  memang ada dan tetap akan ada selamanya.

Panca Sila Buddha

Salah satu wujud peran pelestarian agama dan ajaran Buddha yang bisa dilakukan oleh generasi muda Buddhis adalah dengan menjalankan Panca Sila Buddha atau 5 Sila Latihan Kemoralan: pertama, tidak membunuh mahluk hidup; kedua, tidak mencuri; ketiga, tidak berbuat asusila; keempat, tidak berucap bohong; kelima, tidak mengkonsumsi makanan atau minuman yang dapat melemahkan kesadaran

Sebelum melestarikan agama dan ajaran Sang Buddha , terlebih dahulu generasi muda Buddhis haruslah memahami Dhamma itu sendiri. Dalam mempelajari Dhamma ada tiga tahap, pertama adalah Pariyatti, tahap mempelajari Dhamma secara teoritis agar dapat memiliki pengertian, pemahaman dan penghayatan. Tahap kedua adalah Patipati tahap mempraktekkan, mengamalkan Dhamma setelah mengerti dan memahami Dhamma secara benar dan tepat, dan tahap ketiga adalah Pativedha, tahap memetik hasil dari kebenaran Dhamma.

Selain melestarikan agama Buddha dan ajarannya, tujuan lain yang ingin dicapai dari pembentukan Pemuda Theravada Indonesia adalah melahirkan generasi muda yang memiliki kemoralan, sukses dan mampu mandiri dalam dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Hal ini tentu saja penting bagi kemandirian dan persatuan nasional bangsa. Untuk itu, Pemuda Theravada Indoensia senantiasa berupaya untuk meningkatkan kemoralan dan keyakinan terhadap ajaran  Buddha Dhamma, serta kualitas sumber daya manusia Buddhis, yang pada umumnya juga merupakan sumber daya manusia Indonesia.

Berbagai Program

Tentu saja Pemuda Theravada Indonesia memiliki program-program unggulan yang senantiasa dikembangkan dan diupayakan, untuk mencapai tujuan di atas, seperti program pelatihan kepemimpinan dan organisasi, program sosial, budaya dan olahraga, program kemandirian dan juga program informasi dan publikasi.

Program-program yang dimiliki Pemuda Therevada Indonesia sudah pasti berbentuk proses yang diharapkan mampu mengubah pemuda Buddhis dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tahu menjadi paham, dan dari yang paham bisa mendarahdagingkan nilai-nilai kehidupan dan nilai-nilai moral yang terkandung pada Dhamma sehingga dapat melestarikan dan mempertahankan kelestarian agama dan ajaran Buddha.

Begitulah, pemuda bagi agama Buddha sangatlah berpengaruh besar, tentu saja tidak hanya bagi agama Buddha, tapi juga bagi agama lain, di manapun. Pemuda, selain yang didefiniskan oleh orang hukum, orang, biologi, atau juga orang bijak, memiliki andil yang sangat berarti bagi bangsa dan bagi agama, sebagai pemegang tongkat estafet pembangunan bangsa, juga sebagai pemegang tongkat estafet kelestarian nilai-nilai kehidupan dan moral yang terkandung dalam agama dan ajarannya.

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147). (T)

Tags: BudhaIndonesiapemuda
Share6TweetSendShareSend
Previous Post

Menafsir Ramayana: Di Srilangka, Rahwana adalah Pahlawan

Next Post

Orasi Ketut Syahruwardi Abbas: Monolog dan Kehadiran Tokoh ke Atas Pentas

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post

Orasi Ketut Syahruwardi Abbas: Monolog dan Kehadiran Tokoh ke Atas Pentas

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026
Khas

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café
Budaya

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co